Berita Terkini

Seluruh Jamaah Haji Indonesia Selesaikan Wukuf di Arafah

ARAFAH (Jurnalislam.com) — Seluruh jamaah haji asal Indonesia dipastikan telah berada di Padang Arafah, Arab Saudi, sejak hari ini, Sabtu (10/8). Di antaranya termasuk jamaah yang sedang sakit dan dalam perawatan di Arab Saudi. Mereka ini disafariwukufkan untuk sampai ke Padang Arafah.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Eka Jusuf Singka, jamaah yang mengikuti safari wukuf tercatat sebanyak 65 orang. Angka ini, lanjut dia, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan jumlah jamaah haji yang disafariwukufkan pada tahun lalu.

“Ini sesuatu yang patut kita syukuri, dan dalam banyak hal juga ada banyak kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Eka jusuf Singka di Arafah, Sabtu (10/8).

Demikian pula dengan perjalanan dari Makkah ke Arafah. Menurut dia, hal itu berlangsung dengan sangat lancar. “Alhamdulillah, nyaris tidak ada kemacetan yang berarti. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihaknya dan juga bersama petugas haji telah melakukan penyisiran (sweeping) ke pemondokan dan hotel-hotel tempat jamaah haji menginap. Ini untuk memastikan tidak ada seorang pun jamaah yang tertinggal di Makkah.

“Semalam itu penyisiran juga lebih cepat daripada tahun-tahun sebelumnya karena pukul 21.00 waktu Arab Saudi (WAS) praktis seluruh sektor, 11 sektor yang akhirnya sektor khusus melakukan sweeping juga sudah bisa diselesaikan,” kata dia.

Tak hanya itu, jumlah jamaah yang sakit menjelang prosesi wukuf juga berkurang bila dibandingkan dengan tahun lalu. Terkait hal itu, Eka mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, yang sakit juga jauh berkurang. Mudah-mudahan ini bisa kita jaga dan kita pelihara, khususnya oleh tim kesehatan, petugas kesehatan kita,” ucap dia.

Jumlah total jamaah haji Indonesia yang berhaji pada tahun ini mencapai 231 ribu orang. Mereka terdiri atas 215 ribu haji reguler beserta petugas dan 16.962 orang jamaah haji khusus.

Sumber: ihram.co.id

Khutbah Arafah Habib Rizieq: Ingin NKRI Diberkahi dan Diridhai Allah

ARAFAH (Jurnalislam.com)– Tanpa diduga Habib Rizieq Shihab memberikan khutbah di antara Jamaah Haji yang melakukan wukuf di Arafofah.  Khutbah dia tersebar di berbagai media sosial. Bahkan di Youtube  rekaman khutbahnya sudah diunggah semenjak pagi di hari Lebaran Idul Adha kali ini (10/8/2019).

Dalam khutbah selama 24  menit di depan sebuah rombongan Jamaah Haji yang tengah wukuf di Arafah, Rizieq bicara tidak dalam banyak tema. Isi khutbahnya hanya berisi pesan agar para jamaah haji beriman dan bertakwa secara penuh kepada Allah dan Rasul dengan menjalankan perintah serta menjauhi larangannya seperti mencontoh keimanan nabi Irahim, Ismail, dan Siti Hajar (isteri nabi Ibrahim).

‘’Saya pesankan kepada diri saya dan seluruh jamaah haji  yang tengah wukuf agar selalu bertakwa. Haji itu Aroaf, wukuf adalah jantungnya haji, Wukuf ini memiliki arti sangat penting yakni menentukan bisa diterima atau tidaknya ibadah haji  yang kita tengah jalankan itu.”

‘’Maka bertakwalah. Jalankan perintah Allah, jalankan shalat, zakat, dan rukun Islam dan Iman lainnya dengan meninggalkan larangan dan menjalankan perintahnya,’’ pesan Rizieq lagi.

Selanjutnya, Rizieq, mengatakan semua jamaah harus pua bersedia menjadi pribadi yang secara total mengikhlaskan diri kita kepada Allah semata. Semua berserah kepadanya sembari terus berharap dan selalu menunggu rahmat dan magfirahnya.

‘’Saat orang beriman sudah duduk di Arafah melakukan wukuf, maka pada saat itu jutaan rahmat yang tak terhingga turun dari Allah. Di hari ini tak ada lagi iblis menghalangi rahmat Allah. Maka celakalah seseorang bila keluar dari wukuf di Arafah, tak mendapat ampunan dari Allah Swt,’’ tegasnya.

Selain itu, lanjut Rizieq melakukan wukuf di Arafah membuat setiap Muslim rendah hati serta menanggalkan semua atribut keduniawian.’’Di pandang Arafah ini kita lihat semua umat Islam dari seluruh dunia duduk bersimpuh. Tidak ada yang beda pada hari ini, tak ada lagi perbedaan mana yang kuasa dan jelata, mana yang rakyat dan mana yang raja. Semua sama.’’

Sehingga kata Rizieq, melakukan wukuf di Arofah adalah komitmen untuk melakukan ‘taubatan nashuha’. Untuk itu ke depan semua  khilaf dan dosa dimintakan ampunan, dan mulai hari ini hendaknya semua tindakan dosa dan maksiat ditanggalkan.

‘’Terlalu banya dosa dan maksiat yang kita bawa ke negeri ini (Arafah). Kita berharap kita ke depan setelah kembali ke tanah air, semuanya keburukan kita tanggalkan dan harus hidup menjadi lebih baik. Di Arafah ini hendaklah semuanya bisa bercermin tentang dahysatnya pengorbanan Ibrahim, Ismail dan Hajar. Di sini tercermin adanya iman tanpa keraguan, sebuah iman  tingakatan iman yang paling tinggi.”

Mengapa meneledani iman Ibrahim, Ismail, dan Hajar menjadi sangat penting? Habib Rizieq mengatakan: “Di mana mana manusia disuruh menyembelih anaknya. Tapi Ibrahim As tak pernah ragu. Dia yakin itu adalah wahyu Allah Swt dan dijalankannya dengan tanpa ragu.

Dan hebatnya Ismail pun menerima: ‘Ayahanda, laksanakan saja bila itu perintah Allah. Laksanakan saja. Tak perlu ragu.’ Jadi ini, subhanallah, sebuah cermin dari iman tanpa keraguan.’’

‘’(Maka) kalau itu sudah merupakan perintah Allah laksanakan saja. Tak perlu keraguan. Jadi laksanakan apa yang diperintah Allah dan Rasullnya. Apa saya yang diperintahkannya laksanakan saja,’’ tegasnya beberapa kali.

sumber: ihram.co.id

Fatwa MUI: Daging Kurban Olahan Hukumnya Mubah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru tentang pengawetan dan distribusi daging kurban yang dalam bentuk olahan. Fatwa Nomor 37 Tahun 2019 tersebut ditetapkan di Jakarta sejak Rabu (7/8) lalu.

Dalam fatwa tersebut, MUI membolehkan distribusi daging kurban dalam bentuk olahan. Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan, fatwa tersebut dikeluarkan MUI atas dasar permintaan dari masyarakat.

“Iya, fatwa ini dikeluarkan karena adanya permintaan dari masyarakat,” kata Asrorun, Jumat (9/8).

Dia pun menguraikan ketentuan umum fatwa tersebut. Pada prinsipnya, daging hewan kurban disunahkan untuk disalurkan segera (ala al-faur) setelah hewan kurban itu disembelih. Dengan demikian, manfaat dan tujuan penyembelihan hewan kurban dapat diwujudkan segera, yaitu kebahagian antarsesama dengan cara menikmati daging kurban.

Asrorun mengatakan, daging kurban disunahkan untuk dibagikan dalam bentuk daging mentah. Inilah yang membedakan kurban (Idul Adha) dengan akikah.

Menurut dia, daging kurban disunahkan untuk didistribusikan dalam keadaan demikian agar terpenuhi hajat orang yang membutuhkan di daerah terdekat.

“Menyimpan sebagian daging kurban yang telah diolah dan diawetkan dalam waktu tertentu untuk pemanfaatan dan pendistribusian kepada yang lebih membutuhkan adalah mubah (boleh) dengan syarat tidak ada kebutuhan mendesak,” kata pria yang juga Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu.

Atas dasar pertimbangan kemaslahatan, daging kurban boleh (mubah) untuk didistribusikan secara tunda (ala al-tarakhi). Ini misalnya agar jangkauan distribusi bisa lebih luas, sehingga nilai maslahat pun bertambah.

Tidak hanya itu, menurut dia, hewan kurban juga boleh didistribusikan ke daerah di luar lokasi penyembelihan.

“Daging kurban boleh dikelola dengan cara diolah dan diawetkan, seperti dikalengkan dan diolah dalam bentuk kornet, rendang, atau sejenisnya,” jelas Asrorun.

sumber: republika.co.id

Dahsyatnya Keutamaan Puasa Arafah

Kuy Puasa Arafah, Menghapus Kesahalan Setahun yang Lalu dan Setahun yang Akan Datang.

Jurnalislam.com – Sobat jurnis, tak terasa kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah, bulan dimana 10 hari pertama bulan tersebut memiliki banyak sekali keistimewaan, bahkan seperti keutamaan 10 hari terakhir di bulan ramadhan ada beberapa hadist yang menjelaskan tentang keutamaan 10 hari awal di bulan Dzulhijjah tersebut, diantaranya :

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan istimewanya hari Jumat pada bulan 10 awal bulan Dzulhijjah. Beliau berkata,

‏ويوم الجمعة في عشر ذي الحجة أفضل من الجمعة في غيره؛ لاجتماع الفضلين فيه

“Hari Jum’at pada 10 hari di (awal) DzulHijjah lebih afdhal dibandingkan hari Jum’at pada waktu yang lainnya, karena berkumpulnya dua keutamaan padanya.” [Fathul Bari 3/29]

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafidzahullah menjelaskan bahwa 10 awal bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan sebagaimana 10 hari akhir bulan Ramadhan,

أنّ العشر الأيام الأوّل من شهر ذي الحجة هي خير أيام السنة على الإطلاق ، والعشر الليالي الأخيرة من شهر رمضان هي خير ليالي السنة على الإطلاق

“Sepuluh siang hari pertama bulan Dzulhijjah lebih baik dari hari-hari setahun secara mutlak dan sepuluh malam akhir bulan Ramadhan lebih baik dari malam setahun secara mutlak”

Sementara itu, Syaikh Abdul Bin Baz menjelaskan tentang amalan amalan sunnah yang bisa dikerjakan yakni :

فهذه العشر مستحب فيها الذكر، والتكبير، والقراءة، والصدقات، منها العاشر
أما الصوم لا، ليس العاشر منها، الصوم يختص بعرفة

“Di 10 awal bulan Dzulhijjah ini disunnahkan berdzikir, bertakbir, membaca AlQuran, bersedekah, termasuk pada hari ke sepuluhnya. Adapun berpuasa, maka tidak dilakukan pada hari kesepuluh (boleh puasa pada 1-9 Dzulhijjah). Puasa sampai (khusus) pada hari Arafah saja.”

PUASA ARAFAH

Sobat jurnis, jika pada sepuluh hari terahir bulan ramadhan ada satu malam yang istimewa dan lebih baik daripada seribu bulan yakni malam Lailatul Qodar, di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini juga ada hari istimewa yakni tanggal 9 Dzulhijjah.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa dan sering disebut sebagai puasa Arafah yaitu saat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji melakukan wukuf di Arafah, Mekah.

Syaikh Abu Qatadah Al-Anshariy menjelaskan dalam hadist Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasalam.

”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka dia menjawab, “ Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” (HR. Muslim no.1162 dalam hadits yang panjang).

Bila malam Lailaitul Qodar di bulan ramadhan malaikat turun ke langit dunia, maka di hari Arofah, Allah Subhanahu Wata’ala sendiri yang turun ke langit dunia untuk membanggakan hamba-NYA yang sedang wukuf di Arafah.

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
إِذَا كَانَ يَوْمُ عَرَفَةَ إِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاءِ فَيُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُولُ: انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي أَتَوْنِي شُعْثًا غُبْرًا ضَاحِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ ” فَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: أَيْ رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ يَزْهُو وَفُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ: يَقُولُ اللَّهُ: «قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ»

“Pada hari Arafah, Allah turun ke langit dunia dan membanggakan mereka yang wukuf di hadapan para malaikat. Allah berkata, “Lihatlah hamba-hamba-Ku itu! Mereka datang dari segala penjuru dengan rambut kusut dan tubuh berdebu… saksikanlah oleh kalian, bahwa Aku telah mengampuni mereka”. Para malaikat menyela, “Akan tetapi di sana ada si fulan dan si fulan ?”, namun kata Allah: “Aku telah mengampuni mereka”.

Lanjut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَمَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرُ عَتِيقًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Tidak ada satu hari pun yang saat itu Allah demikian banyak membebaskan manusia dari neraka, melebihi hari Arafah.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 2840 dan Ibnu Hibban no. 3853. Hadits ini dihasankan oleh Ibnu Mandah dalam kitab At Tauhid, no. 984)

Dengan banyaknya keutamaan dan keistimewaan puasa Arafah maka sebagai umat muslim sayang kalau kita hanya tidak melaksanakan sunnah puasa tanggal 9 Dzulhijjah yang bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2019.

Lalu, tunggu apa lagi, persiapan diri dan niatkan untuk melaksanakan puasa Arafah dan rayakan hari Ied Adha keesokan harinya bersama keluarga dan sahabat kita..Kuy…!!

*Diambil dari berbagai Sumber

Laznas AQL Tebar Qurban Kemanusiaan Jelajahi Negeri

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Tebar Qurban ke Dunia Islam (TQDI) merupakan salah satu program Laznas AQL dalam membantu ummat menjalankan ibadah berqurban agar ummat dapat berqurban dengan qurban terbaik sesuai syariat.

Aktifitas penyaluran hewan qurban tersebut telah bergulir sejak tahun 2015 hingga kini telah memasuki tahun ke 5.

Wilayah penyaluran dalam negeri menyapa 34 provinsi di Indonesia dan beberapa belahan Dunia Islam seperti Sudan, Yaman, Somalia, Rohingya, Pattani dan Mindanao.

Direktur Laznas AQL, Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa Program Tebar Qurban ke Dunia Islam bekerjasama dengan para peternak lokal yang membantu dalam penyediaan hewan qurban, membawa qurban terbaik untuk disampaikan ke pelosok negeri hingga ke mancanegara serta ke berbagai wilayah yang dirundung duka akibat konflik dan bencana.

Laznas AQL tak hanya mendistribusikan hewan qurban, tapi juga membawa semangat nilai dakwah dan hakikat sesungguhnya dalam berqurban baik kepada penerima maupun yang memberikan.

Mengusung tema Qurban Kemanusiaan Jelajahi Negeri target penyaluran Laznas AQL difokuskan kepada beberapa titik wilayah terdampak bencana seperti Palu, Lombok, Gowa, Konawe, Samarinda, Bali dan Halmahera

Ini Sunnah-Sunnah di Hari Arafah

1. Shaum

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

2. Do’a

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.”
(HR. Tirmidzi)

Maksudnya doa yang paling cepat terkabulkan. Dan terkabulnya do’a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari.

3. Ta’rif

Ta’rif adalah berkumpul di masjid untuk berdo’a dan
dzikir pada hari Arafah. Yang melakukan seperti ini adalah sahabat Ibnu ‘Abbas.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”
(HR. Muslim)

‘Atho bin Abi Robbah mengatakan pada Umar bin Al Warod : “Jika engkau mampu mengasingkan diri di siang hari Arafah, maka lakukanlah.”

Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan do’a dan ibadah pada hari Arafah ini.

 

Penulis: Ustaz Arif Ar-Rafi’i

Kadaker Mekah Bantah Hoax Putra Sayyid Al Maliki Pimpin Doa Pemakaman Mbah Moen

MEKAH (Jurnalislam.com)–Kepala Derah Kerja Mekah, Subhan Cholid membantah pernyataan yang viral di media sosial, terkait siapa yang memimpin doa saat pemakaman KH Maimoen Zubair.

Sebelumnya, pernyataan kontroversial yang mengatasnamakan Subhan Cholid itu menyebut ‘Yang memimpin doa adalah putera dari Sayyid Abbas bin Alawi al-Maliki, yang mendapat gelar Bulbul Makkah, dan keponakan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, yang punya banyak murid dari Indonesia’

Herannya, pernyataan itu dikutip sejumlah media arus utama di Tanah Air. Jagat maya pun riuh gara-gara pernyataan yang entah dari mana sumbernya.

Dalam wawancaranya bersama Tim Media Center Haji (MCH), Rabu sore, 7 Agustus 2019, Subhan mengaku banyak yang men-viralkan ucapan yang seolah-olah mengastanamakan namanya terkait polemik siapa yang memimpin doa pemakaman Mbah Moen.

“Banyak yang menyebutkan saya kemudian menjadikan meme dan sekarang ini sudah beredar di medsos maupun di media lainnya,” kata Subhan kepada MCH.

Subhan menegaskan tidak pernah mengucapkan kalimat yang kemudian jadi meme di media sosial. Menurutnya, pernyataan yang dia sampaikan kepada media waktu itu sebatas pada saat jenazah Mbah Moen diberangkatkan dari rumah sakit ke Wisma Daker Mekah, dan lanjut disalatkan di Masjidil Haram.

“Jadi selama berada di Wisma Daker ini, karena memang tempatnya sempit, maka untuk supaya semuanya bisa dapat belasungkawa, kami buat bertahap. Setiap kali tahap itu siapa yang menjadi imam salat itu nah beliaulah yang memimpin doa. Itu berkali-kali dilaksanakan,” paparnya.

Sejumlah tokoh nampak mensalatkan jenazah Mbah Moen dan memimpin doa di Daker Mekah. Diantaranya ada Kiai Anwar Mansur (Lirboyo), Kiai Bunyamin Ruchiyat (Cipasung), Kiai Ulinnuha (Kudus), dan banyak tokoh lain.

Kemudian, sekira pukul 10.30 Was, dilaksanakan upacara pemberangkatan. Dalam upacara tersebut, beberapa tokoh menyampaikan sambutan pelepasannya, yakni Dubes RI untuk Arab Saudi, Ketua MPR RI, dan Menteri Agama. Setelah itu jenazah diberangkatkan menuju Masjidil Haram dan dimakamkan di Ma’la.

sumber: viva.co.id

 

Taj Yasin Minta Isu Tudingan Dubes Soal HRS Menyerobot Dihentikan

MEKAH (Jurnalislam.com)–Putra Almarhum KH Maimoen Zubaer, Gus Taj Yasin Habib Rizieq Shihan di Makkah pada Kamis (8/8/2019) siang waktu Arab Saudi.

 

Gus Yasin yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah itu berkunjung ke kediaman Habib Rizieq bersama Gus Majid, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam, Gus Kami dan beberapa orang lainnya.

“Kami menjaga silaturahim apa yang dipesankan Kyai Maimoen juga itu bagian kita merajut semuanya, ukhuwah itu kita hubungkan, silaturahim biasa, rangkaiannya beliau sudah mendoakan, kita berterima kasih,” kata Gus Yasin usai acara tahlilan di Kantor Daker Makkah Kamis malam Waktu Arab Saudi.

 

Banyak kalangan menghebohkan kehadiran Habib Rizieq di pemakaman Mbah Moen saat pemakaman di Ma’la Makkah.

 

Gus Yasin meminta agar hal tersebut dihentikan.

 

“Itu aja tidak ada unsur politik atau apa, saya berharap lah kita tahu di media sudah seperti itu, Kyai Maimoen sudah bahagia kenapa kita bikin permasalahan di meninggalnya Kyai Maimoen ini. Tidak usah upload, tidak usah diembelin dengan ini-ini kalau mau doa ya doa saja ga usah dikasih embel-embel,” katanya.

sumber: tribunnews.com

 

Dubes Tuding Serobot Doa, PBNU: Berdoa itu Baik, Habib Rizieq Tidak Ada Masalah

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menuding Habib Rizieq Syihab melakukan penyerobotan doa saat pemakaman KH Maiomen Zubair karena tak ada koordinasi.

Agus Maftuh mengaitkan tindakan Habib Rizieq dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Wasekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masduki Baidlowi mengatakan pada dasarnya takziah terhadap seorang tokoh merupakan hal yang dianjurkan.

Pada poin itu, Masduki menilai takziah dan mendoakan orang yang meninggal tak ada hubungan dengan tradisi NU.

“Sebenarnya kita coba kita lihat dari masalah dasar bahwa sebenarnya kalau ada orang meninggal kemudian melakukan takziah terhadap seorang tokoh itu adalah hal yang dianjurkan. Itu tak ada hubungan dengan tradisi NU atau Muhammadiyah. Hukum dasarnya kita dianjurkan melakukan takziah. Seama dengan anjuran Rasulullah agar kita datang ke RS menjenguk dan mendoakan orang sakit,” kata Masduki saat dihubungi, Kamis (8/8/2019).

Namun, lanjutnya, dalam tradisi NU memang ada keberkahan ketika mengantarkan jenazah alim ulama atau wali ke alam kubur.

Dia mengatakan siapapun yang berdoa untuk jenazah yang meninggal adalah perbuatan baik.

“Tapi saya kira, orang berdoa baik saja. kalau Habib Rizieq berdoa ya tidak masalah,” tutur dia.

Diketahui, Mbah Moen merupakan Mustasyar (Dewan Penasihat) PBNU. Ulama karismatik ini juga pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Mbah Moen dikenal sebagai alim ulama yang terus mendakwahkan perdamaian.

sumber: detik.com

Keluarga Besar KH Maimoen Zubair Silaturahim ke Kediaman Habib Rizieq

SAUDI (Jurnalislam.com)–Keluarga besar almarhum Kiai Maimoen Zubair menggelar silaturahmi dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) di Mekah, Arab Saudi, Kamis, 8 Agustus 2019.

Dari foto-foto yang beredar, salah satu yang terlihat adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin.

Selain Taj Yasin, keluarga dari Kiai Maimoen antara lain Gus Majid, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam dan lain-lain.

Dikabarkan, Taj Yasin baru datang pada Rabu, 7 Agustus 2019, malam, dari tanah air. Pagi tadi, dia turut hadir di acara silaturahmi Nahdlatul Ulama sedunia di Mekah.

Habib Hanif menyatakan bahwa keluarga besar almarhum Mbah Moen yang hadir yaitu Gus Majid, Gus Taj Yasin, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam, dan keluarga.

 

“Mudah-mudahan memperkuat silaturahmi dan ukhuwwah di tengah Muslimin di Indonesia dan kita mendapatkan keberkahan almarhum serta bisa meneladani Ilmu dan akhlaq Hadhrotussyekh KH Maemoen Zubair. Amiiin ya Robbal Alamin,” lansir Hidayatullah.com.

 

Dalam foto yang beredar, silaturahim keluarga besar Mbah Moen dengan Habib Rizieq itu terlihat berlangsung hangat, tampak Habib Rizieq berbincang dengan salah seorang keluarga Mbah Moen.

Sebelumnya, Gus Wafi Maimoen mengatakan Habib Rizieq memang diminta untuk memimpin shalat dan doa untuk almarhum KH Maimoen Zubair.

(dbs)