Berita Terkini

Imbauan Pemkot Makassar Soal Asyura Syiah: Tindak Tegas Aliran Menyimpang

MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai penyebaran ajaran Syiah. Surat Imbauan bernomor 400/402/Kesra/IX/2019 tertanggal 9 September itu bertepatan dengan perayaan Hari Asyura yang dilakukan penganut Syiah di seluruh dunia pada tanggal 10 Muharram.

“Menghimbau kepada masyarakat untuk waspada agar tidak terpengaruh dengan faham dan ajaran Syiah (khususnya dalam memperingati Asyuro 10 Muharram 1441 H),” kata Sekretaris Daerah Kota Makassar, Ir. M. Ansar, M.SI.

Imbauan tersebut didasari oleh Surat Edaran Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor: 450/0224/B.Kesejahteraan, Tanggal 12 Januari 2017, Perihal Mewaspadai dan Mengantisipasi Penyebaran Syiah.

Menurut Ansar, paham Syiah berpeluang menimbulkan kereshan di tengah masyarakat yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Oleh sebab itu, ia menegaskan untuk tidak memberi peluang bagi penyebaran tersebut.

“Agar bertindak tegas dalam menangani aliran menyimpang karena hal ini bukan termasuk kebebasan beragama tetapi penodaan agama,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, 10 Muharram merupakan salah satu hari besar bagi penganut Syiah. Peryaan tersebut dilakukan untuk memperingati kematian Sayyidina Husein, RA pada 10 Muharram 60 H di Karbala, Irak.

Di Indonesia sendiri, Syiah belum mendapat pengakuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai salah satu mazhab dalam Islam. Bahkan, Fatwa MUI Jawa Timur No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 menegaskan bahwa Syiah adalah ajaran sesat.

Lawan Diktatoriat Kampus Rezim Anti Islam

Lawan Diktatoriat Kampus Rezim Anti Islam
Upaya Pecah Belah Anak Negeri dengan Isu Radikalisme

 Oleh: Mashun Sofyan, S.Kom
Ketua BE BKLDK Nasional

Beberapa hari terakhir diberitakan bahwa ada seorang mahasiswa di Kampus IAIN Kendari, Hikma Sanggala dikeluarkan dari kampus IAIN Kendari karena tuduhan yang terkesan politis. Pengacara Hikma dari LBH Pelita Umat, Chandra Purna Irawan mengatakan bahwa kliennya dikeluarkan karena dituding berafiliasi dengan aliran sesat dan paham radikalisme.

Isu radikalisme baru-baru ini di identikan seperti monster yang begitu menakutkan bagi rezim penguasa, hingga semua aparat pemerintahan dikerahkan untuk bisa membendung laju radikalisme dengan dalih menjaga stabilitas keamanan di negeri ini. Dunia kampus yang begitu menjunjung tinggi tradisi intelektual juga menjadi sasaran isu radikalisme. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mendata nomor telepon dan media sosial (medsos) warga kampus, mulai dari dosen, pegawai, hingga mahasiswa pada awal tahun kalender akademik 2019/2020, yang akan digunakan untuk mendeteksi keterkaitan dengan radikalisme dan intoleransi.

Di lain kesmpatan, Wakapolri Ari Dono juga membeberkan tantangan keamanan yang dihadapi Polri pada 2020. Salah satunya adalah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi yang dinilai bakal semakin mengganggu stabilitas dan keamanan nasional. Wakapolri menjelaskan, kebutuhan anggaran Polri pada 2020 sebesar Rp111,42 triliun.

Isu radikalisme disinyalir oleh beberapa tokoh menjadi alat politik pecah belah anak negeri, lebih khsusus menjadi alat adu domba umat islam. Namun, sebenarnya apa makna kata radikalisme itu? Kata radikalisme berasal dari bahasa Latin radix yang berarti “akar”, yang sebenarnya bermakna netral. Akan tetapi kata radikal selalu disematkan kepada umat islam yang lantang suarakan syariah dan tampil mengkritisi kebijakan dzolim pemerintah. Tuduhan radikalisme yang hanya berjalan pada tataran konsepsi dan ide saja sudah dimusuhi begitu rupa oleh pemerintah.

Selain itu kata radikalisme secara definisi pun masih belum disepakati oleh banyak pihak. Belum ada peraturan resmi dari pemerintah yang menyatakan radikalisme adalah tindakan melanggar hukum, bahkan di dunia Internasional pun tidak jauh berbeda. Istilah radikalisme dikonotasikan negatif dan dianggap sebagai common enemy.

Belum juga selesai dengan definisi, dicanangkanlah “proyek” deradikalisasi sehingga masuk dalam APBN dan dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pemerintah bekerja sama dengan lembaga non pemerintah, LSM, ormas dan lain-lain. Bahkan di tahun 2019, Anggaran BNPT mencapai Rp669 miliar.

Hari ini memang ada upaya ingin melekatkan makna radikalisme dengan kata terorisme. Mereka mengklaim bahwa aksi terorisme dilahirkan dari pemikiran radikal, sehingga radikalisme menjadi pintu masuk aksi terorisme. Tentu kesimpulan ini lahir dari kacamata kuda (subyektif tendensius). Radikalisme yang divonis sebagai akar terorisme, sementara pemerintah abai terhadap gejolak di masyarakat sebagai sebuah gejala sosial sebagai ekses dari meluasnya sikap apatisme dan frustasi sosial akibat kemiskinan, ketidakadilan, ketidakpastian masa depan, dan tekanan hidup yang berat. Selain itu  kondisi termutakhir ini terkesan sangat korelatif dengan adanya imperialisme global yang makin menggurita, ditandai dengan peran dagang Amerika Serikat dan China secara global, termasuk di indonesia.   

Jika penguasa di negeri ini ingin menyelamatkan negeri dari kehancuran maka seharusnya pemerintah memfokuskan pembrangusan ide sekulerisme dan liberalisme, dimana ide sekuler liberal ini sudah praktis terejawantahkan dalam realitas kehidupan masyarakat hari ini. Ide ini sangat berbahaya karena sudah terbukti menghasilkan kerusakan dalam segala sendi kehidupan masyarakat, termasuk di Indonesia. Langkah strategis tuduhan radikal kepada umat islam disnyalir karena adanya ambisi ideologis untuk menundukkan kaum muslimin pada penjajahan ala demokrasi Barat, serta menjegal bangkitnya kekuatan politik Islam di negeri ini.  

Bahaya sesungguhnya adalah bercokolnya paham dan praktik sistem sekuler liberal dalam bingkai kapitalisme yang dipraktekkan negeri ini. Diterapkannya sistem demokrasi liberal menyebabkan Indonesia bangkrut, rusak, gagal dan terjajah. Terbukti dalam sistem demokrasi kemaslahatan dan nasib umat Islam akan terus dipinggirkan. Konspirasi Barat ini dilakukan tidak lain karena Islam dan umat Islam dinilai mengancaman terhadap dominasi peradaban Barat (kapitalisme global). Selain potensi SDM yang sangat besar berikut sumber daya alam (SDA)-nya yang melimpah, Islam dan umat Islam juga memiliki potensi ideologis yang jika semua potensi ini disatukan akan mampu mengubur sistem Kapitalisme global.   

Ulama, ormas Islam, Tokoh Masyarakat, akademisi, kaum intelektual dan semua aktifis gerakan Islam harus secara kontinyu dan bersama-sama melakukan kontra isu radikalisme yang terus dituduhkan kepada umat Islam. Harapan besar ditumpahkan kepara para mahasiswa pejuang Islam agar terus konsisten melakukan amr ma’ruf nahi mungkar, dimana peran mahasiswa muslim begitu strategis karena memiliki kapasistas intelektualitas tinggi, idealisme kokoh dan keberanian yang akan membuat penguasa dzolim tidak bisa tidur nyenyak.

Ketika orang-orang kafir (asing) melakukan makar untuk menghadang kebangkitan umat Islam. Niscaya makar itu akan gagal. Maka kehancuran dan kehinaan akan melekat pada diri mereka di dunia dan akhirat.

وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.(Ibrahim:46)

Ketika penjajah asing ingin memadamkan cahaya Islam yang sudah diinginkan dan diperjuangkan umat islam, maka cahaya itu tidak akan padam. Sebaliknya mereka akan mendapatkan kehinaan dan ideologi yang mereka perjuangkan akan digantikan dengan Islam. Itulah janji Allah.

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai (at-taubah 32).

Bantu Tenaga Pendidik, ISLA Gelar National Workshop for AVD di Karanganyar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Indonesia School Leader Association (ISLA) menggelar pelatihan National Workshop For AVD (Advanced, Audiovisual & Desain) di Hotel Sari 2 Tawangmangu, Karanganyar, Jumat-Ahad (6-8/9/2019).

Workshop Nasional untuk pelatihan Audiovisual dan Desain bagi para Pendidik ini mengahdirkan Guru Besar dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), Prof. DR. ENG. Iman Robandi dan diikuti oleh ratusan peserta baik dari pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Madura dan Bali.

Dalam sambutannya Ketua Panitia, sekaligus Ketua ISLA DR. Srie Lahir mengatakan, pelatihan ini diperuntukan bagi para tenaga pendidik yang menginginkan perbaikan citra Institusi Pendidikannya dan proses pembelajaran lebih menarik bagi para anak didiknya.

Sementara itu menurut Prof. Iman Robandi, ilmu yang akan ia berikan terbuka kepada siapapun yang menginginkan.

“Saya berharap para peserta bisa menyebarkan ilmunya,”

Selain itu Workshop tersebut juga menghadirkan seorang wartawan senior, Joko Pitono yang sudah 30 tahun lebih mendedikasikan hidupnya untuk dunia Jurnalistik. Ia berpesan untuk meningkatkan literasi dengan menulis.

“Marilah kita senantiasa menggalakan diri kita untuk menulis, karena tidak satupun Nabi yang tidak menulis” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini penyaluran hasil karya penulisan dimudahkan dengan media daring (online) yang bisa menerima berbagai tulisan.

“Media Online saat ini bisa dibaca orang sejagat raya,” pungkasnya.

Daru Pramono, peserta yang berasal dari Sangata Samarinda Kalimantan Timur mengaku terbantu dengan pelatihan ini. Ia juga mengapresiasi semua pihak

Acara Workshop ditutup dengan presentsi hasil Editing Video dari para peserta.

Salman ITB Launching Dua Buku Terbaru Ustaz Abdul Somad

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Badan wakaf Masjid Salman ITB menggelar launching dan sharing buku terbaru Ustadz Abdul Somad (UAS) di Sabuga ITB, Sabtu (7/9/2019). Selain di Sabuga ITB, acara juga akan digelar dua tempat lainnya, Salman ITB dan Al-Furqon UPI. Dua buku terbaru karya UAS itu berjudul 66 Tanya Jawab Umrah dan 35 Kisah Saat Maut Menjemput.

Ketua Panitia, Syahidah mengatakan, acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan Muhasabah Untuk Negeri Salman ITB dalam menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriah.

“Hari ini Salman ITB menggelar kegiatan special yaitu UAS Press Indonesia Islamic Book Fair, ini juga merupakan rangkaian acara muhasabah untuk negeri menyambut tahun baru islam 1441 Hijriah,” katanya.

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad mengungkapkan dua buku tersebut ia tulis dalam waktu satu bulan. “Buku kisah maut menjemput ini saya tulis lebih kurang dalam waktu satu bulan, karena pada saat itu saya tidak ada pengajian, tablig akbar, dan apapun kegiatan yang menguras tenaga maupun pikiran,” tutur UAS kepada awak media di Sabuga ITB Bandung, Sabtu (7/9/2019).

Selain peluncuran buku terbaru UAS, acara ini juga sebagai ajang mengajak umat Islam berinfaq dan sodaqoh untuk membantu membangun masjid Syekh Ajlin di Palestina melalui Aman Palestina dan pembebasan ruko untuk perluasan masjid Lautze 2 sebagai tempat pembimbingan para mualaf. 

Acara ini bekerjasama juga dengan beberapa lembaga keislaman, seperti Aman Palestina, Sahabat UAS

Reporter: Saifal

Usai Tampilkan Tarian Erotis, Tempat Karaoke Ini Minta Maaf

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Manajer Bima Karaoke and Lounge Solo Baru, Krisdian Decky Gunadi berjanji tidak akan menampilkan tarian erotis di tempatnya. Hal itu menyusul protes keras dari umat Islam Soloraya.

“Dengan ini saya menyatakan bahwa kami tidak akan menyelenggarakan atau menampilkan tarian-tarian yang bersifat erotis,” tulis Dedi dalam pernyataannya di Ruko Solo Baru Blok HC no 19, Madegondo, Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (6/9/2019).

“Sebagaimana yang dilaporkan dan akan berhati hati dalam mempublikasikan suatu acara,” lanjutnya.

Surat permohonan maaf Bima Karaoke

Sebelumnya, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) melakukan audensi dengan pihak Bima Karaoke di Polsek Grogol, Sukoharjo setelah tempat hiburan malam tersebut dinilai melanggar aturan.

Menanggapi hal itu, Humas LUIS Endro Sudarsono berharap peringatan kedua itu bisa memperketat pengawasan maupun evaluasi ijin Opera dari pemerintah dan pihak kepolisian.

“Jangan sampai Bima Karaoke berbuat sesuatu diluar ijin usaha yang diberikan baik menyangkut jam Opera maupun jenis even yang diselenggarakan,” ungkapnya di Solo, Sabtu (7/9/2019).

Diketahui, Bima Karaoke sendiri pernah mendapatkan teguran dan protes serupa dari elemen umat Islam Surakarta pada tahun 2016. Karena terbukti menampilkan tarian-tarian erotis yang tidak sesuai dengan ijin usaha.

Sulit Dapatkan Air Bersih, Mega Bintang Bantu 10 Tanki di Wonogiri

WONOGIRI (Jurnalislam.com) – Sulitnya mendapatkan air bersih saat kemarau panjang membuat keluarga besar Mega Bintang, menggelar aksi bakti sosial di wilayah kekeringan desa Ngargoharjo, Giritontro, Wonogiri, Jumat (6/9/2019).

Aksi pemberian air bersih ini disambut baik oleh tokoh masyarakat desa setempat yang mewakili Kepala Desa yang berhalangan hadir.

Bantuan disampaikan oleh kordinator Mega Bintang Wonogiri Anding Sukiman dan disaksikan oleh Mudrick SM Sangidu di Balai Desa Ngargoharjo.

“Sebelumnya, keluarga Mega Bintang juga sudah mengadakan program air bersih di Desa Banaran kecamatan Pracimantoro Wonogiri yang sampai saat ini masih berfungsi dengan baik,” kata Anding kepada jurniscom disela-sela aksi.

Bantuan yang diberikan saat ini sebanyak 10 tanki air bersih yang dibagikan kepada dusun-dusun yang membutuhkan.

Muslimah Bima Peduli Kembali Salurkan Bantuan Untuk Muslim Uganda

BIMA (Jurnalislam.com) – Muslimah Bima Peduli (MBP) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk saudara muslim di Uganda Afrika.

Bantuan langsung diserahkan oleh relawan yang bekerja sama dengan MBP, Rabu (7/9/019).

Ketua Muslimah Bima Peduli Parmila Zulfadiyanti menyatakan bahwa Muslimah Bima Peduli kembali bisa menyalurkan bantuan untuk saudara muslim kita yang berada di Uganda – Afrika.

“Bantuan ini adalah bantuan kemanusiaan untuk tahun yang kedua yang kami salurkan, setelah bantuan tahap pertama disalurkan, kami juga melihat keadaan mereka masih memprihatinkan dan sangat butuh bantuan,”katanya.

Untuk bantuan yang kedua ini, MBP memberikan bantuan berupa pembangunan sekolah sederhana, pembelian perlengkapan sekolah untuk anak-anak yatim, pembagian paket sembako untuk kaum dhuafa.

“Selain itu, untuk Idul Adha kemarin kami juga menyalurkan hewan qurban untuk kaum muslim disana,” tambahnya.

Selain bantuan untuk muslim Uganda, MBP juga masih menyalurkan bantuan untuk kaum muslimin dan anak-anak yatim di Palestina.

“Harapannya supaya kaum muslim disana bisa terbantu dan mereka bisa merasakan kehidupan yang layak sebagaimana kaum muslim pada umumnya, kemudian kembali bisa melihat keceriaan dari anak-anak yatim karena mereka bisa kembali bersekolah seperti biasanya,” pungkasnya.

Kontributor Bima

 

FUI Bima Kecam Disertasi Abdul Aziz yang Halalkan Zina

BIMA(Jurnalislam.com)–Forum Ummat Islam (FUI) Bima bersama ormas yang berada di Kota Bima, menyampaikan pernyataan sikap di Kantor Sekretariat FUI Gajah Mada.

 

Hal ini terkait Disertasi bertema hubungan seksual di luar nikah yang beberapa hari ini heboh di kalangan masyarakat.Bima, Rabu, (04/09/2019).

 

Ketua FUI Bima, Ustaz Asikin menyampaikan bahwa ada beberapa poin keputusan yang di sampaikan berkaitan dengan disertasi ‘konsep milku al-yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan seksual nonmarital’ oleh Abdul Aziz, mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyajarta.

 

“Kami ummat Islam Bima mendukung penuh pernyataan MUI pusat, terkaid disertasi konsep milku al-yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan seksual nonmarital’ oleh Abdul Aziz, mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyajarta. Karena melanggar syari’at Islam dan nilai Pancasila,” kata Asikin.

 

Umat Islam Bima juga menolak keras hasil disertasi tersebut karena merusak moral umat dan sesat mendekatkan.

 

Terakhir Ustadz Asikin menyampaikan kami imbau kepada seluruh umat Islam agar tidak mengikuti apa yang dituliskan Abdul Aziz.

 

Reporter: Saad

 

Tanggapan Cendekiawan Aceh Terhadap Disertasi Halalkan Zina

BANDA ACEH (jurnalislam.com)-Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh Dr. Tgk. Muhammad Yusran Hadi ikut memberikan tanggapan terkait disertasi kontroversial Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta Abdul Azis.

Disertasi tersebut akan digunakan Abdul Aziz untuk meraih gelar doktor berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital” yang membolehkan hubungan seksual tanpa nikah.

Berikut 12 poin yang menjadi catatan penting Dr Muhammad Yusran terkait disertasi milik Abdul Aziz.

Pertama; Menolak dan mengecam disertasi tersebut. Pemikiran dalam disertasi ini telah menyimpang dari ajaran Islam dan membuat resah umat Islam sehingga menimbulkan penolakan dan kecaman keras dari umat Islam.

Disertasi ini merupakan salah satu bukti dan contoh pemikiran liberal yang menyesatkan berkembang di UIN Sunan Kalija Jogja. Sepatutnya disertasi yang ditulis oleh seorang muslim sesuai dengan Islam dan memperkuat keimanannya serta bermanfaat bagi agama dan umat Islam.

Kedua: Menyayangkan dan menyesalkan pihak UIN Jogja, khususnya para promotor dan penguji disertasi, yang telah meloloskan dan meluluskan disertasi ini sejak awal ujian proposal sampai ujian sidang munaqasyah dengan nilai sangat memuaskan.

Sepatutnya disertasi ini ditolak sejak dari awal ujian proposal, karena tidak ilmiah dan menyimpang dari hukum Islam. Selain itu, membahayakan kehidupan rumah tangga dan merusak moral generasi bangsa. Ini level S3.

Kok bisa diloloskan dan diluluskan disertasi yang ngawur dan tidak ilmiah seperti ini? Ada apa ini? Sangat mengherankan. Ini kesalahan dan tanggung jawab pihak UIN Jogja, khususnya para promotor dan penguji, yang telah meloloskan dan meluluskan doktor yang menghalalkan zina sehingga menjadi populer saat ini dengan sebutan “doktor zina”.

Ketiga: Disertasi ini telah menyimpulkan bahwa hubungan seksual di luar nikah (nonmarital) adalah boleh dan tidak melanggar syariat, dengan dalih konsep milk al-yamin dalam Alqur’an dipakai untuk konteks zaman sekarang mengikuti konsep pemikiran tokoh liberal Syiria Muhammad Syahrur, dengan batasan tertentu yaitu dilakukan dengan suka sama suka, bukan sedarah, dewasa, dan dilakukan di tempat privat (bukan tempat umum). Kesimpulan ini bertentangan dengan Alqur’an, as-Sunnah, dan ijma’. Maka pemikiran disertasi ini telah menyimpang dari Islam. Dengan kata lain, sesat dan menyesatkan.

Majelis Mujahidin Tantang Debat Terbuka Abdul Aziz dan Promotornya di UIN Sunan Kalijaga

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com)- Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin ustaz Irfan S Awwas menegaskan disertasi kontroversial Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta Abdul Aziz bertentangan dengan syariat Islam dan bisa menyebabkan seorang muslim keluar dari agama Islam atau murtad.

Dalam disertasi berjudul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital” Abdul Aziz menyebut hubungan seks diluar pernikahan diperbolehkam secara agama namun dengan beberapa syarat diantaranya tidak melakukan hubungan badan di tempat terbuka.

“Konsep milk al yamin seperti tersebut di atas telah menghalalkan zina yang diharamkan oleh Allah, Perbuatan menghalalkan sesuatu yang haram, maka pelakunya telah murtad dari Islam,” katanya dalam pesan siar yang diterima Jurniscom, Kamis, (5/9/2019).

Lebih lanjut, ustaz Irfan menilai konsep milk al yamin versi Muhamad Syahrur yang diadopsi oleh Abdul Azis mengarah kepada praktik kehidupan seks bebas dan merupakan upaya menyebarkan paham sesat dan menyesalkan melalui karya ilmiah.

“Hal ini sangal berbahaya karena bertentangan dengan Syariat Islam, serta norma hukum yang berlaku di lndonesia antara lain yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974,” ujarnya.

“Sehingga dapat merusak sendi sendi moral kehidupan keluarga dan mengancam masa depan generasi muda,” imbuhnya.

Untuk itu, ustaz Irfan menegaskan bahwa Majelis Mujahidin menolak keras konsep milk al yamin Abdul Aziz.

Ia bahkan siap melakukan debat terbuka secara ilmiyah dengan Abdul Aziz maupun tim penguji dan promotor dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Sebagai upaya menjernihkan persoalan pemikiran liberalisasi ajaran Islam dan ghazwul fikri (perusakan pemikiran Islam) yang massif terjadi di Universilas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta,” tandasnya.