Adi Margono Dikenal Orang Baik di Lingkungannya

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Adi Margono (46) terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Senin malam (22/12/2014), dikenal sebagai orang yang baik dan aktif oleh warga sekitar tempat tinggalnya di RT 03 RW 04 Perumahan Puri Brawijaya Permai, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi Kota, Jawa Timur.

"Dia sering menuntun saya kalo mau berangkat sholat", ujar Slamet, salah satu tetangga Adi yang tidak bisa melihat.

Hal senada diungkapkan ketua RT Setempat Sugianto Asmoro dan warga lainnya. "Orangnya baik sekali mas, kalau ada kegiatan di perumahan ini dia sering hadir. Contoh seperti kerja bakti, dalam kegiatan apapun we mas. Pokoknya di baik orangnya," ungkap Sugianto.

"Dia suka kesini kok mas, malah dia kadang baca Koran di teras depan rumah saya, dia memasyarakat dan orangnya tidak sombong,” tutur Ibu Yuna, tetangga Adi kepada Jurniscom siang tadi.

Adi Margono mempunyai 3 orang anak ; Usamah Arief (13), Asma’ Haura F (4), Syafa Aina M (2) dan seorang istri Nuning N (38) yang saat ini sedang mengandung empat bulan. Namun, Nuning belum bisa ditemui karena mengalami shock berat.

"Maaf mas sekarang anak saya sedang shock, dia sementara ini tidak bisa di temui dulu," ujar ibu mertua Adi kepada Jurniscom di rumahnya, hari ini (23/12/2014).

Sehari-harinya Adi Argono berjualan kerupuk rambak yang ia buat sendiri. Kerupuk khas Jawa Tengah itu ia pasarkan hingga ke Semarang.

Reporter : Eko, Bram | Editor : Amaif

 

 

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Adi Margono di Banyuwangi

BANYUWANGI (Jurnalislam.com)  Tim Densus 88 menangkap Adi Margono, terduga teroris, Senin (22/12/2014) sekitar pukul 19.15 Wib.

"Pak Adi dibawa setelah shalat Isya di depan mushala. Saat dia menuntun saya keluar dari mushala karena memang mata saya tidak bisa melihat," ujar Slamet, warga sekitar yang rumahnya tepat di depan rumah Adi di Kelurahan Kebalenan.

Saat itu, Slamet sempat melawan ketika merasa ada seseorang yang mencengkeram kerah bajunya dan berteriak "polisi". Slamet mengaku kerah bajunya dilepaskan setelah tahu dia tidak bisa melihat.

Dia kemudian diberi tahu tetangganya bahwa Adi dibawa oleh seseorang berbadan tegap yang menggunakan rompi hitam serta membawa senjata.

"Tetangga bilang kalau yang nangkap Densus 88. Ada sekitar 20-an orang. Pak Adi langsung dimasukkan ke dalam mobil. Kejadiannya sangat cepat, tidak kurang dari lima menit. Baru 10 langkah dari mushala," ungkapnya.

Sementara itu, Asmoro, Ketua RT setempat, mengaku warganya yang ditangkap adalah Adi Margono, kelahiran Semarang 16 Agustus 1968.

"Dia tinggal di rumah sendiri dengan istrinya dan dua anaknya. Sebelumnya, dia sempat kontrak di bagian depan. Tinggal di sini sekitar 4 tahun," tuturnya.

Dia mengatakan tidak ada pemberitahuan kepada dirinya saat penangkapan terjadi. Asmoro mengaku sedang tidak berada di rumah saat itu.

Menurut Asmoro, sebelum tinggal di wilayah perumahan, Adi dan keluarganya tinggal di rumah mertuanya di Kelurahan Penganjuran Banyuwangi. Sehari-hari, Adi dikenal sebagai penjual kerupuk ikan.

"Semua administrasinya lengkap," tambah Asmoro.

Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Tri Bisono Sumiharso membenarkan bahwa telah terjadi penangkapan terduga teroris di Banyuwangi.

"Iya Senin malam ada penangkapan oleh Tim Densus 88. Sekarang posisinya di bawa ke Jakarta. Pengembangannya nanti dulu. Pasti ada penjelasan" tuturnya. (amaif/tribunnews)

Muslim Afrika Tengah Terjebak Antara Terbunuh Oleh Milisi Kristen Atau Terbunuh Oleh Kelaparan

AFRIKA TENGAH (Jurnalislam.com)  – Saat perhatian dunia berkurang, sebuah kelompok hak asasi manusia internasional terkemuka memperingatkan bahwa ratusan warga Muslim di bagian barat Republik Afrika Tengah masih terjebak di beberapa wilayah dalam kondisi mengenaskan.

"Mereka terjebak di beberapa wilayah menghadapi pilihan suram: pergi dan menghadapi kemungkinan serangan Kristen anti-Balaka, atau tinggal dan mati karena kelaparan dan penyakit," Lewis Mudge, peneliti Afrika di Human Rights Watch, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh OnIslam.net.

"Meskipun ada alasan yang baik untuk memastikan bahwa populasi Muslim di negara itu tidak berkurangi dalam situasi saat ini, namun kebijakan pemerintah yang tidak melakukan evakuasi benar-benar tidak dapat dipertahankan."

Muslim CAR (Republik Afrika Tengah) menghadapi kematian di tangan milisi Kristen anti-Balaka pada akhir 2013 dan awal 2014.

Menurut laporan PBB, milisi Kristen Anti-balaka menggerebek rumah rumah Muslim, membunuh anak-anak dan perempuan, kemudian menjarah dan merusak properti.

Seiring dengan pembunuhan, penculikan, penyiksaan dan penangkapan dan penahanan yang sewenang-wenang yang dilakukan milisi Kristen di wilayah CAR, penyelidikan PBB juga menemukan bukti adanya kekerasan seksual.
 
Banyak Muslim melarikan diri menghindari kematian, menuju wilayah Muslim barat seperti Yaloké, Carnot, dan Boda, tapi mereka terjebak.

Menurut misi penelitian Human Rights Watch dari 7 Desember sampai 14 Desember 2014, diperkirakan dari 1.750 Muslim, banyak dari mereka etnis Peuhl merasa putus asa dan bermaksud meninggalkan wilayah tersebut.

Mereka yang tidak mampu mencapai Kamerun atau Chad menjadi terperangkap dalam wilayah tersebut, di mana mereka telah berbulan-bulan hidup dalam kondisi yang sengsara.

Para pejabat PBB, serta Uni Afrika (AU) MISCA dan penjaga perdamaian Perancis, Sangaris, mendukung evakuasi pada akhir 2013 dan awal 2014, membantu ribuan umat Islam CAR untuk mencari keselamatan, termasuk ke Kamerun.

Tetapi Di wilayah Yaloké, pasukan penjaga perdamaian PBB telah berulang kali menggunakan kekuatan untuk menghentikan Muslim meninggalkan tempat.

"Kami tidak bisa menerima bahwa Peuhl dievakuasi. Ini adalah krisis politik dan kami membutuhkan mereka untuk tetap tinggal … sehingga kita bisa mulai rekonsiliasi dengan mereka," Pirette Benguele, pejabat tinggi administrasi Yaloké, mengatakan kepada Human Rights Watch di bulan Desember. [ded412/onislam]

http://www.onislam.net/english/news/africa/481047-muslims-trapped-in-car-hrw-warns.html

Mujahidin AQAP Rilis Video Cara Menghindari Deteksi Drone

JURNALISLAM.COM – Video terbaru yang dirilis oleh media Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) memberikan informasi rinci kepada para mujahidin mengenai metode menghindari deteksi drone. Video berdurasi 16 menit, yang berjudul "Memerangi Kamera Pesawat Pengintai," sebagian besar berisi tentang teknologi yang digunakan oleh pesawat dalam mendeteksi individu dan kendaraan di darat dan memberikan petunjuk tentang cara untuk mengganggu teknologi tersebut.
 
Video dimulai dengan pelajaran tentang dua teknologi pengamatan yang digunakan oleh pesawat, yang diidentifikasi oleh AQAP sebagai "pengamatan alami" dan "deteksi panas." Setelah penjelasan rinci tentang penanda dan deteksi panas, video mengajarkan pemirsanya cara membuat sebuah " isolasi penutup" yang bisa melindungi pejuang dari deteksi kamera pengintai. “Isolasi penutup" ini dapat dibuat dari bahan-bahan rumah tangga sehari-hari seperti terpal atau lembaran kanvas, perekat, aluminium foil, dan kuas.

Walaupun "isolasi penutup" dapat menyembunyikan tubuh dari deteksi inframerah, namun kamera biasa masih akan bisa melihatnya. Oleh karena itu, AQAP memberi tahu bahwa penutup ini harus disesuaikan dengan alam dan warna lingkungan sekitarnya.

Video baru AQAP juga menyediakan arahan tentang bagaimana menghindari deteksi dari teknologi drone menggunakan "pengamatan alami." Melalui rekaman dokumenter Barat, termasuk beberapa rekaman dari National Geographic, AQAP menggambarkan beberapa metode kamuflase dalam berbagai medan – rumput tinggi, hutan, salju, pohon kecil, dan rawa-rawa. Video ini juga menunjukkan "penutup isolasi" tersebut dicelup dengan warna yang cocok dengan lingkungan di mana ia akan digunakan.

Setelah menguraikan beberapa metode untuk menghindari deteksi oleh pengamatan alami dan deteksi panas, video menyimpulkan bahwa "menggabungkan insulasi panas dan kamuflase benar-benar bisa mengganggu penglihatan pesawat."

Menurut AQAP, teknik ideal adalah "menyamarkan isolasi termal," yang merupakan versi kamuflase dari "penutup isolasi." Manfaat isolasi penutup yang disamarkan adalah sebagai berikut : memungkinkan individu yang menggunakannya untuk tetap bergerak, meskipun lambat ; memanfaatkan lingkungan alam sekitar ; serta ringan dan mudah dibawa.

Bagian akhir dari video membahas masalah deteksi drone saat mengemudi kendaraan. AQAP merekomendasikan bahwa pejuangnya jangan melakukan perjalanan sama sekali ketika sebuah drone sedang melintas, tetapi jika mereka harus melakukan perjalanan, mereka harus melakukannya dalam "mobil yang tidak diketahui."

Selain itu, ketika perjalanan pada rute yang panjang, pejuang harus berhenti sebentar-sebentar untuk beberapa saat untuk memastikan bahwa mereka tidak sedang dipantau.

AQAP juga menawarkan tips tentang cara untuk melanjutkan perjalanan walaupun mereka sedang dipantau oleh drone saat mengemudi. Video merekomendasikan untuk menghentikan mobil di tempat yang terlindung yang akan menghalangi pengamatan drone, seperti mencari tempat berlindung di balik gunung, di bawah pohon lebat, atau bahkan di bawah atap pompa bensin.
 
Pejuang kemudian harus meninggalkan mobil segera dan menutupi diri dengan isolasi penutup termal.

Terakhir, AQAP mencatat bahwa kendaraan juga dapat disamarkan agar sesuai dengan lingkungan alam sehingga drone mengalami kesulitan dalam melacak mereka. [ded412/the long war journal]

Konvoi Bantuan Kemanusiaan Solidaritas Al Jazair Telah Tiba di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) –  Konvoi bantuan kemanusiaan “Al Jazair-Gaza 3” tiba di Gaza, Senin (22/12/2014) melalui perlintasan Rafah, membawa bantuan medis untuk warga Gaza yang terblokade, konvoi kemanusiaan pertama ke Gaza sejak beberapa bulan perlintasan ditutup.

Ketua LSM al Wi’am di Gaza, Muhammad Abu Mar’i yang turut serta menyambut kedatangan konvoi mengatakan, komite kemanusiaan telah menyiapkan konvoi ini, bersama dengan 6 truk besar, membawa perangkat medis dan suplemen, serta bahan bangunan.

Sehari sebelumnya konvoi menginformasikan telah sampai ke kota Aris, Mesir, bersama dua orang anggota bantuan kemanusiaan. Di samping konsul al Jazair di Kairo. Konvoi mendapatkan kemudahan prosedur sejak keluar dari pelabuhan Port Said, dan agenda manajemen untuk memudahkan mereka masuk ke Gaza. [infopalestina]

 

Rusia Dukung Kemerdekaan Palestina

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina membuat prihatin Rusia. Melalui Menteri Luar Negerinya Sergei Lavrov, Rusia menyampaikan keprihatinannya atas buntunya pembicaraan damai antara Israel dan Palestina.

"Kami prihatin atas buntunya proses perdamaian antara Palestina dan Israel," kata Lavrov dalam pertemuan di Moskow dengan Ketua Negosiator Palestina, Saeb Erekat, dikutip Sputnik News, Senin (22/12). Lavrov juga menyatakan aspirasi Palestina untuk mendapatkan pengakuan negaranya dapat dipahami dengan baik dan didukung di Rusia.

Lavrov menambahkan ia tahu tentang rancangan resolusi tentang pembentukan negara Palestina yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada (17/12).Dalam dokumen tersebut juga memberikan batas waktu bagi Israel untuk mengakhiri pendudukannya di tanah Palestina.

Pada hari yang sama, Parlemen Eropa mengadopsi resolusi yang menyerukan pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat. Negara Palestina hingga saat ini telah diakui oleh 135 dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (amaif/republika)

Mantan Brigadir Jenderal Suriah : Assad Telah Menjual Suriah ke Iran

SURIAH (Jurnalislam.com) – Mantan Brigadir Jenderal Suriah, Manaf Tlass yang membelot pada tahun 2012 mengungkapkan bahwa Presiden Bashar al-Assad telah menjual habis Suriah ke Iran dan memilih untuk menggunakan represi dan kekerasan sebagai sarana untuk memadamkan pemberontakan terhadap pemerintahannya pada tahun 2011.

"Bashar tidak pernah memilih untuk melakukan reformasi yang serius dan kredibel, melainkan ia lebih memilih menghancurkan negara daripada kehilangan kekuasaan," kata Tlass dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal, Sabtu (20/12/2014).

"Dia menjual Suriah ke Iran," tambahTlass, yang kini tinggal di Perancis itu.

Dalam keterangannya kepada Wall Street Journal, Manaf Tlass, menceritakan bahwa dirinya telah menyarankan Assad pada hari-hari pertama pecahnya revolusi Suriah di Daraa untuk memberhentikan Gubernur provinsi dan memintanya untuk membebaskan semua orang yang ditangkap dalam demonstrasi tersebut.

“Saya menyarankan Assad untuk mengingkari pembunuhan tersebut, dan memintanya untuk mengunjungi kota Daraa sebagai cara untuk menebus pembunuhan demonstran damai oleh pasukan pemerintah, “ ujar Manaf Tlass dalam pembicaraan telepon dengan Bashar al Assad.

Manaf Tlass adalah seorang perwira tinggi militer Suriah yang bertanggung jawab terhadap 3.500 pejuang dari Garda Republik yang bertugas melindungi presiden dan ibukota Damaskus.

Manaf diberhentikan dari posisi resminya setelah menyatakan keberatan untuk menembak para demonstran, dan menyerukan Assad untuk mengadakan pembicaraan damai dengan para pemimpin masyarakat yang terlibat dalam protes pada tahun 2011 lalu. (amaif/alarabiya)

Innalillahi, Mayoritas Warga Swiss Dukung Rencana "Pelarangan Cadar"

SWISS (Jurnalislam.com) – Sebuah lembaga polling di Swiss, Léger Swistzerland merilis hasil jajak pendapat tentang rencana pelarangan cadar bagi warga Muslim di Swiss. Hasilnya, lebih dari 60% responden mengatakan mereka mendukung larangan pakaian agama Islam di ruang publik. 

"Sebagian besar warga tampaknya mendukung larangan burqa nasional bagi perempuan muslim di Swiss menurut sebuah jajak pendapat," kata lembaga itu kepada Swissinfo.

Surat kabar SonntagsBlick mengatakan orang-orang dari semua kelompok umur dan kelompok-kelompok yang  berbahasa Jerman dan Perancis akan mengikuti pemungutan suara. Sekitar satu dari tiga responden ternyata menentang larangan tersebut.

Seorang anggota sayap kanan Partai Rakyat Swiss, Walter Wobmann, berencana untuk meluncurkan kampanye pemungutan suara nasional tahun depan untuk masalah ini.

Tahun lalu, mayoritas dua pertiga pemilih di Ticino yang berbahasa Italia – salah satu dari 26 suku di Swiss – menyetujui larangan umum di wilayah selatan Swiss. Namun keputusan tersebut menunggu persetujuan dari pemerintah federal. [amaif/ded412/dbs]

Mujahidin IIA Rilis Video Pelatihan di Provinsi Faryab

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Hanya seminggu setelah menduduki sebuah distrik di provinsi utara Jawzjan, Mujahidin Imarah Islam  Afghanistan (IIA) kini telah memiliki sebuah kamp pelatihan di provinsi tetangga Faryab.

Sayap media IIA Al Emara mempublikasikan kamp pelatihan mereka di provinsi utara Faryab dalam sebuah video berdurasi satu jam yang dirilis pada 18 Desember di website resmi mereka, Voice of Jihad. IIA mengatakan video itu dirilis untuk memberitahu tentang situasi yang sedang berlangsung di provinsi Faryab, kemajuan militer Mujahidin dan prestasi nyata lainnya.

Dalam video tersebut, para mujahidin IIA ditampilkan sedang menjalani pelatihan senjata. Beberapa pejuang sedang diperintahkan menembakkan senapan mereka dari kendaraan yang bergerak. Latihan tersebut merupakan taktik yang umum digunakan oleh mujahidin Taliban dalam membunuh  musuh pemerintah boneka. Salah satu target yang digunakan oleh Taliban diberi label "Obama sang pembunuh." Seorang komandan Taliban yang merupakan pelatih senior kelompok di provinsi itu juga ditampilkan dalam video.

Qari Sahib Salahuddin, yang juga dikenal sebagai Ayyubi sebagai "penanggung jawab Jihad di provinsi tersebut" diwawancarai di akhir video. Video dibuat untuk menunjukkan tetua suku dan polisi yang bertemu dengan pejabat IIA, serangan terhadap pasukan boneka  Afghanistan, dan polisi yang telah ditangkap oleh Taliban. Dalam salah satu adegan, seorang ulama IIA memberikan pidato dihadapan ratusan mujahidin Taliban sebelum mereka berangkat untuk melakukan operasi militer.

Imarah Islam Afghanistan atau yang dikenal Taliban, telah memiliki tempat berlindung yang aman di provinsi Faryab di masa lalu. Pada bulan April 2011, agresor Pasukan koalisi Internasional mengumumkan operasi serangan khusus terhadap "markas  mujahidin Taliban untuk aktivitas perangkat peledak improvisasi dan persenjataan" dekat desa Khwaja Kinti di Distrik Qaisar.

Taliban dan Gerakan sekutu Islam Uzbekistan (IMU) yang telah terintegrasi dengan struktur komando mujahidin Taliban di utara Afghanistan, telah berhasil mempertahankan kekuasaan yang kuat di provinsi Badakhshan, Baghlan, Balkh, Faryab, Jawzjan, Kunduz, Samangan, Sar i-Pul, dan Takhar, dan telah memiliki kamp pelatihan isytishad di utara selama beberapa tahun terakhir. ISAF telah mengidentifikasi keberadaan kamp-kamp di Sar-i-Pul dan provinsi Samangan. Pada bulan Maret 2011, tim operasi khusus ISAF menangkap seorang komandan IMU yang memimpin kamp-kamp di Samangan.

Taliban telah membuat terobosan di Faryab meskipun penduduk Pashtun relatif sedikit di sana; lebih dari 80 persen dari populasi di provinsi ini adalah Turkmen atau Uzbek, sementara Pashtun hanya sekitar 10 persen lebih.

Satu minggu sebelum Taliban merilis video operasi mereka di Faryab, Faksi jihad tersebut menyerbu distrik Khamyab di Jawzjan dan memaksa petugas keamanan Afghanistan melarikan diri. Jatuhnya Khamyab ke tangan Taliban telah dikonfirmasi oleh Fakir Muhammad Jawzjani, kepala polisi provinsi.

"Tentara kami pergi ke sana untuk mengambil alih posisi Taliban di Khamyab. Mereka berperang melawan Taliban, tapi pasukan kami dipaksa untuk mundur. Ketika tentara kami kembali ke ibukota provinsi Sheberghan, mereka bertemu mujahidin Taliban, yang sedang menunggu mereka, dan tentara kami diserang lagi," kata Jawzjani kepada RFE/RL.

Menurut komandan arbaki lokal, atau milisi suku, "Taliban telah memasukkan pejuang tambahan dari distrik Akcha untuk serangan di Khamyab." Kemungkinan mujahidin Taliban juga menguasai Akcha, tetapi tidak jelas.

Taliban telah meningkatkan serangan terhadap pasukan Afghanistan dan koalisi di ibukota Kabul dan seluruh wilayah provinsi saat pasukan aggressor  AS dan sekutu menarik sebagian besar pasukan dan mengakhiri misi tempur mereka. Sebagai bagian dari upaya mereka untuk mendapatkan kembali kontrol negara, mujahidin Taliban telah menguasai beberapa kabupaten di berbagai provinsi. [ded412/the long war journal]

Lihat videonya DISINI

18 Syiah Houthi Tewas dalam Baku Tembak dengan Sunni Arhab di Yaman Utara

YAMAN (Jurnalislam.com) – 18 anggota kelompok pemberontak Syiah Houthi tewas dan 22 lainnya luka-luka dalam bentrokan senjata dengan kaum Sunni  Arhab di distrik Yaman utara, Ahad (21/12/2014), kata sumber-sumber dari suku Sunni Arhab kepada Anadolu Agency.

"Bentrokan bermula saat pemberontak Houthi meledakkan rumah pemimpin suku Yehia, Taqi Markoub di desa Darb Obaid distrik Arhab," kata sumber tersebut. "Markoub berhasil melarikan diri ke lokasi yang aman lain tanpa terluka," tambahnya.

Sementara itu, pada hari yang sama, seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Yaman dibunuh oleh penyerang tak dikenal di provinsi Yaman tengah Ibb, kata sebuah sumber keamanan yang identitasnya disembunyikan karena alasan keamanan.

"Orang-orang bersenjata tidak dikenal menembak kepala divisi investigasi kriminal Ibb itu, Kolonel Ali al-Hakmi, ketika ia sedang berjalan di sebuah jalan di Ibb," katanya kepada The Anadolu Agency. [ded412/World Bulletin]