Serangan Mujahidin IIA di Nangarhar Berhasil Tewaskan Petinggi Militer Afghanistan

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Situs resmi Imarah Islam Afghanistan melaporkan serangan terbarunya di provinsi Nangarhar yang menewaskan komandan pertama pasukan tempur tentara boneka Afghanistan, Letnan Jenderal Aminullah,  Ahad (21/12/2014).

Mujahidin IIA di kota Jalalabad, ibukota Nangarhar menyerang kendaraan yang membawa sang Letnan Jenderal dengan IED dan menghancurkannya. Letnan Jenderal Aminullah sebagai target utama pun tewas bersama dengan 2 pengawalnya serta 3 pengawal lainnya terluka parah.

Pada hari yang sama Mujahidin IIA juga melaporkan pertempuran sengit yang telah berlangsung sejak Sabtu sore melawan pasukan bayaran di Qer Ghaiti distrik Kohistan, sebuah daerah yang berada di bawah kendali Mujahidin IIA sepenuhnya.

Pertempuran dengan senjata berat dan ringan itu telah menewaskan 19 tentara musuh dan sejumlah lainnya luka-luka. Beberapa mayat pun masih terkapar di lokasi.

Laporan itu menambahkan bahwa Mujahidin berhasil mengusir tentara bayaran dari pos mereka. Sementara itu seorang komandan musuh (Siraj) bersama dengan 2 anak buahnya telah bergabung bersama Mujahidin dan menyerahkan 2 senjata. [ded412/shahamat]

Pasukan Israel Tembaki Ladang, Rumah dan Nelayan di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel (IOF) yang ditempatkan di sebelah timur Khan Younis menembaki ladang pertanian dan rumah-rumah milik warga Palestina di selatan Jalur Gaza dengan menggunakan senjata berat, Ahad (21/12/2014) pagi, mengutip dari laporan PressTv.

Pagi itu, mereka juga melihat jet temput F16 Israel terbang secara intensif di atas Jalur Gaza selama penembakan berlangsung.

Sumber lain di Palestina mengatakan, kapal Angkatan Laut Israel juga menembaki nelayan Palestina di lepas pantai Kota Gaza, para nelayan pun terpaksa meninggalkan perahu mereka dan kembali ke pantai.

Kedua insiden tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani di Kairo bulan Agustus lalu. [ded412/palinfo]

Israel Rubah Masjid Peninggalan Turki Utsmani Jadi Museum

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Penjajah Israel telah membuka dan meresmikan “museum budaya Islam dan bangsa Timur” untuk umum. Namun itu dilakukan setelah rampung pembangunannya di dalam masjid raya di kota Ber Seva di Nejeb, meskipun warga Palestina menentang keras dan mengajukan proyek itu ke pengadilan.

Museum itu dibuka dengan rahasia dan jauh dari liputan media. Museum itu berada di pojok-pojok bagian depan ruang shalat sehingga mereka yang menunaikan shalat akan melihatnya, sebagaiman ditulis Koran Israel Haaretz edisi, Ahad (21/12/2014).

Konflik di pengadilan hingga kini masih berlanjut sejak 10 tahun lalu. Bisa dibilang, masjid raya itu digunakan untuk museum dan bukan tempat shalat.

Masjid Raya Ber Seva dibangun tahun 1906 pada masa Khilafah Turki Utsmani dan masih digunakan hingga penjajah Israel mendudukinya sejak tahun 1948. Penjajah Israel hanya memperbolehkan umat Islam menggunakan masjid itu setiap hari Jumat saja.

Pada tahun 2011, pengadilan Israel  mengeluarkan keputusan mengubah Masjid Raya Ber Seva menjadi museum tanpa mempedulikan kesuciannya bagi umat Islam. Bahkan pada 2012, kelompok ekstrim Zionis menggelar pesta miras di masjid tersebut. [ded412/infopalestina]

 

Kehancuran Amerika dan Kebangkitan Islam

Satu kalimat yang masih tepat dialamatkan pada kaum muslimin saat ini adalah Kita Masih Dijajah. Kita tidak pernah bisa melupakan bagaimana saudara-saudara kita di Aghanistan, Palestina, Irak,  yang sampai saat ini masih mengangkat senjata demi mempertahankan agama Islam dan negaranya dari Kolonialisme yang tidak lain adalah Perang Salib.

Kondisi ini diperparah oleh pengkhianatan para penguasa di negara-negara Islam. Ingat bukan, jatuhnya rezim murtad Libya, Mesir bahkan Syiria. Alih-alih melawan penjajahan di negerinya, para penguasa yang mengaku muslim itu malah memberikan “karpet merah” kepada para penjajah Salibis-Zionis, Yahudi-Nasrani untuk memuluskan dan mengokohkan penjajahan di negeri mereka sendiri.

Penjara-penjara seperti Guantanamo di Kuba, Abu Ghuraib di Irak, dan penjara-penjara rahasia yang menyebar di seluruh belahan dunia Islam menjadi saksi bisu kekejaman Firaun Amerika dan sekutunya.

Semua kekejaman itu dilegalisasi dengan disahkannya pada Oktober 2006 undang-undang yang mengizinkan Badan Intelijen Amerika (CIA) untuk mengoperasikan penjara-penjara rahasia di luar negeri khususnya di negeri-negeri Islam maupun di wilayah minoritas muslim.

Tidak hanya itu, propaganda anti-Islam, stigmatisasi negatif terhadap syariat Islam bahkan sampai penghinaan terhadap Rasulullah saw. pun terus berlanjut.

Berbagai persoalan yang menimpa kaum muslimin semakin menegaskan peperangan yang nyata dari thaghut Internasional maupun thaghut nasional terhadap umat Islam. Allah telah memperingatkan

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah: 120)

Tragedi memilukan yang ditorehkan oleh tangan-tangan besi para penguasa zhalim terhadap umat Islam sudah terekam semuanya dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Sebagai renungan mari kita tengok kembali rekaman ayat-ayat Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4-8

 “4. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit[1567], 5.  Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, 6. Ketika mereka duduk di sekitarnya, 7.  Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. 8.  Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan Karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,” [1567]  yaitu pembesar-pembesar Najran di Yaman.

Menurut keterangan yang bersumber pada hadits Rasulullah saw., para ahli tafsir menyatakan kisah ini sebagai “kisah Ashabul Ukhdud” (para pembuat parit). Kisah ini menerangkan beberapa hal penting. Pertama, sekelompok orang-orang beriman pada Rabb mereka, lalu memproklamirkan keimanan mereka secara jujur dan terang-terangan. Kedua,mereka difitnah oleh musuh-musuh yang memiliki kekuatan di segala bidang dengan cara dibakar. Ketiga, mengapa mereka dibakar? Karena orang-orang mukmin beriman hanya kepada Allah.

Kisah Ashabul Ukhdud tersebut menjadi pelajaran bagi kita, karena sejak runtuhnya khilafah Usmaniyah secara resmi pada 1924 hingga saat ini tahun 2013. Berarti sudah 89 tahun para penguasa zhalim, Zionis-Salibis mencabik-cabik wilayah umat Islam di segala penjuru dunia. Lalu harga diri umat Islam dijadikan sebagai mainan atau binatang sehingga perlu dibakar.

Apalagi setelah firaun Amerika mencanangkan dimulainya Perang Salib baru melalui program Perang Global Melawan Terorisme (PGMT), mengakibatkan saudara-saudara kita di seluruh dunia menjadi manusia yang hidup di bawah bayang-bayang pengejaran, pembunuhan, penculikan, penangkapan dan penutupan tempat perlindungan.

Lalu pemblokiran sumber keuangan dan sumber penghidupan bagi keluarga dan anak-anak mereka semakin menambah daftar kepedihan dan kesengsaraan. Merekapun akhirnya terbakar oleh ‘kubangan api ukhdudu’ modern yang saat ini sedang menimpa seluruh dunia Islam. Mereka menjadi asing di negerinya sendiri sehingga melarikan diri demi satu hal:  mempertahankan dien dan aqidah mereka.  Seperti yang Allah kabarkan melalui kisah di atas.

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan Karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,” (Al-Buruj: 8)

Ketika firaun Amerika dan sekutunya telah menjadikan bumi ini menjadi ‘sempit’. Ketika kaum Salibis-Zionis  itu membuat Tatanan Dunia Baru (New World Order) dengan satu kitab dan satu komando dalam menjajah umat Islam, maka Allah memberikan pertolongan pada saudara-saudara kita yang tengah berjihad mempertahankan Dienul Islam.

 “196.  Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak[260] di dalam negeri. 197.  Itu hanyalah kesenangan sementara, Kemudian tempat tinggal mereka ialah jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (Ali-Imran: 196-197) [260]  Yakni: kelancaran dan kemajuan dalam perdagangan dan perusahaan mereka.

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,” (Ibrahim: 42)

“Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,” (Al-Ma’arij: 42)

Akhirnya kitapun tahu sebelum Allah mengazab di akhirat nanti, ternyata pimpinan dajjal  dan firaun Amerika mengalami kehancuran, shut down. Kehancurannya disebabkan antara lain:

  1. Keruntuhan Ekonomi. Jika ada satu negara yang hancur lalu akan diikuti oleh kehancuran seluruh dunia, maka negara tersebut adalah Amerika. Perekonomian Amerika sangat menentukan perekonomian dunia, perekonomian dunia sangat ditentukan oleh perekonomian Amerika. Tetapi saat ini Amerika sudah memasuki krisis ekonomi dengan total hutang pada November 2012 sebesar 16 trilyun USD.
  2. Kemerosotan Moral. Amerika adalah negara yang didirikan berdasarkan tatanan sistem kafir oleh para pendekar Kristus. Maka tak heran di setiap generasi dan kegemilangan selalu identik dengan kekerasan, obat-obatan terlarang, perzinahan, aborsi, pemberontakan, perceraian, pembunuhan, makar dan sihir.
  3. Bencana Alam Terjadinya Badai Katrina di New Orleans, gempa bumi di Los Angles, kebakaran hutan, badai Rita, topan Sandy, dll.
  4. Musush dalam negeri.
  5. Musuh dari luar negeri. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Brown University, biaya yang dikeluarkan untuk peperangan melawan Mujahidin, menunjukkan sebenarnya Amerika berada di ambang kehancuran. Pasca serangan WTC 9 september, serangan ke Irak, Afganistan, Pakistan, telah menghabiskan 4,4 trilyun dollar AS, menewaskan 6000 tentara AS, 2300 tentara swasta, dan 1200 tentara sekutu. Belum lagi perang di Somalia, Meksiko, Libya, Mesir, dll.

Dalam catatan sejarah sering berlaku rumus bahwa kejahatan, kebathilan dan kemaksiyatan seringkali mengalahkan keimanan, padahal keimanan itu telah mencapai tingkatan sempurna. Namun kemenangan kaum Salibis-Zionis yang dipimpin firaun Amerikaselama 89 tahun sampai saat ini adalah kemenangan semu.

Allah memberi kabar gembira dalam firman-Nya:

“Itu hanyalah kesenangan sementara, Kemudian tempat tinggal mereka ialah jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (Ali-Imran: 197)

Sedangkan kemenangan yang akan dirasakan oleh orang-orang mukmin adalah kemenangan yang mulia dan memiliki arti yang besar di sisi Allah. Orang-orang mukmin yang berkorban, berjihad mempertahankan dienul Islam akan memperoleh kemenangan meskipun api yang membara telah membinasakan jasad. Orang yang telah syahid di jalan Allah adalah orang-orang mulia yang jiwanya disucikan oleh bara api. Oleh karena itu peperangan ini belum berakhir wahai para Salibis-Zionis. Karena akhir yang sesungguhnya tidaklah tiba setelahnya.

Sesungguhnya perseteruan antara kaum mukmin dan orang-orang kafir, antara mujahidin dan Salibis-Zionis hakikatnya mutlak perseteruan Aqidah, keyakinan, ideologi, bukan yang lain. Sebenarnya yang diserang oleh kaum kera, anjing dan babi terhadap umat Islam adalah iman  mereka, dan yang dibenci oleh mereka adalah Aqidah dan Tauhid  orang-orang mukmin. Jadi yang terlibat dalam peperangan selama 89 tahun itu adalah kekafiran  melawan keimanan, jahiliyah melawan Islam.

Kenyataan ini sepantasnya direnungkan oleh umat Islam khususnya para pengemban dakwah di setiap tempat dan generasi. Seperti apa yang diisyaratkan Allah adalam ayat di atas.

Karenanya, mari kita sambut kebangkitan Islam ini dengan segala daya dan upaya, pengorbanan pikiran, tenaga, dan materi yang kita miliki, sehingga bila kita wafat pun termasuk orang yang diberi gelar tertinggi di sisi Allah, yakni syahid dengan pahala jannah. Amin

Pemimpin yang Mengajak Beribadah pada Allah Semata

Manusia merupakan makhluk yang memiliki fitrah beribadah. Namun dalam mewujudkan fitrah beribadah tersebut, manusia mengalami beberapa keadaan.

  1. Beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya.
  2. Beribadah kepada satu Ilah selain Allah atau ilah-ilah atau tuhan-tuhan selain Allah.
  3. Beribadah kepada Allah disamping beribadah kepada satu ilah lain atau ilah-ilah atau tuhan-tuhan selain Allah.

Tidak ada manusia yang tidak beribadah. Semua manusia beribadah. Ketika manusia mengklaim tidak percaya pada ilah, ‘bebas merdeka’, dan tidak mau beribadah kepada siapapun termasuk kepada ilah, sejatinya ia sebagaimana yang difirmankan Allah:

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya[1] dan Allah Telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Al-Jaatsiyah: 23) [1] maksudnya Tuhan membiarkan orang itu sesat, Karena Allah Telah mengetahui bahwa dia tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya.

Orang yang tidak mau beribadah kepada apapun, pada dasarnya sedang beribadah, yaitu beribadah kepada selain Allah, beribadah kepada hawa nafsu dan beribadah kepada setan yang membisikkan hawa nafsu.

Jika begitu, persoalannya bukan terletak pada ibadah itu sendiri, karena setiap manusia adalah orang yang beribadah! Persoalannya terletak pada ibadah yang benar. Atau dengan kata lain siapa yang diibadahi? Siapa ilah Rabb yang berhak diibadahi?

Apakah Allah yang tiada ilah yang hak selain Dia? Ataukah ilah-ilah alias tuhan-tuhan lainnya bersama Allah atau selain Allah yang pada hakekikatnya tidak memiliki hak uluhiyah, sehingga tidak berhak untuk diibadahi, ditaati dan diikuti?

Inilah persoalan manusia sepanjang sejarah dan sampai hari kiamat kelak, persoalan inilah yang senantiasa dihadapi oleh manusia.

Kehidupan Jahiliyah dahulu dan sekarang senantiasa berupaya mengecilkan dan mendiskreditkan persoalan ini untuk menutup-nutupi kebokrokan sistem Jahiliyah dan menjustifikasi penyimpangan-penyimpangannya. Untuk itu Al-Qur’an  memberikan porsi bahasan yang sangat besar kepada persoalan ini. Karena persoalan ini memiliki urgensi yang sangat penting dalam realitakehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat.

“Dan tiadalah kehidupan dunia Ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang Sebenarnya kehidupan, kalau mereka Mengetahui.” (Al-Ankabut: 64)

Di atas landasan persoalan ibadah kepada Allah semata inilah: sistem kehidupan manusia dibumi digariskan, keyakinan dan pemikirannya, akhlak dan tingkah lakunya, pandangan dan perilaku hidupnya, interaksi dirinya dengan Rabb-Nya, dengan diri pridainya dan masyarakat sekitarnya, interaksinya dengan seluruh makhluk di sekitarnya, perang damainya, ekonomi dan politiknya, ilmu pengetahuan dan budayanya, bahkan seluruh persoalan kehidupannya.

Di atas landasan persoalan ibadah kepada Allah semata inilah, akhir kehidupan manusia digariskan: ke syurga atau neraka, kenikmatan yang didekatkan atau siksaan yang kekal?

Jika demikian, adakah persoalan yang lebih penting dan menentukan kehidupan manusia melebihi persoalan ibadah kepada Allah semata yang mencakup semua unsur kehidupan manusia ini? Jawabannya: Tidak Ada.

Meski demikian, sistem Jahiliyah Modern mengecilkan porsi persoalan inti ini sehingga hampir-hampir wujud dan dampaknya dalam kehidupan umat manusia nyaris  hilang agar sistem Jahiliyah  Modern bisa mengeluarkan manusia dari peribadatan pada Allah semata menuju peribadatan kepada setan, hawa nafsu, dan thaghut-thaghutpenindas, mengeluarkan manusia dari cahaya menuju kegelapan dan kesesatan.

“Bukankah Aku Telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", 61. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. inilah jalan yang lurus.” (Yasin: 60-61)

“Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah:257)

Persoalan kedua adalah memilih pemimpin. Memilih pemimpin adalah bagian dari ibadah atau Aqidah Wala wal Bara. Wala maksudnya mencintai, menghormati orang-orang beriman. Wala hanya boleh diberikan pada Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman. Sedangkan Bara maksudnya menjauhi, berlepas diri dan memutuskan hubungan dengan pihak yang dianggap musuh, tidak membantu mereka. Bara wajib ditujukan pada orang-orang musyrik, kafir, munafik dan murtad.

Berdasarkan aqidah Wala wal Bara, maka manusia terbagi menjadi dua: pertama, orang yang berhak mendapat wala (loyalitas) secar mutlak, yaitu orang mukmin yang beriman pada Allah dan rasul-Nya. Melaksanakan kewajibannya dan menjauhi larangan-Nya.

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, Maka Sesungguhnya pengikut (agama) Allah[2] Itulah yang pasti menang.”(Al-Maidah: 55-56) [2]  yaitu: orang-orang yang menjadikan Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya.

Kedua, orang yang berhak mendapatkan Bara secara mutlak yaitu orang munafik, musyrik dan kafir, baik dari golongan Yahudi, Nasrani, Majusi dan lainnya.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (At-Taubah: 23)

Dalam sistem kehidupan Jahiliyah Modern, para pemimpinnya mengklaim telah membebaskan manusia dari thaghut-thaghut, namun sejatinya mereka menjadi thaghut-thaghut baru yang memperbudak manusia dengan metode baru pula.

Seperti yang kita saksikan saat ini. Sistem itu bernama demokrasi.  Dalam panggung sandiwara demokrasi selalu menampilkan episode indah, kebebasan beragama, berpendapat, berkumpul, dan sebagainya. Siapakah sebenarnya pihak yang berkuasa dan memerintah masyarakat? Penguasa sebenarnya adalah thaghut pemilik modal. Dan thaghut pemilik yang terbesar adalah kaum Yahudi, dengan seluruh sifat dan perilaku thaghutnya.

Karenanya, sebagai kaum muslim dan mukmin hendaknya tidak tertipu  dengan propaganda dan program apapun dari pata thaghut-thaghut itu. Sebailknya, jika ingin sukses, maka kita wajib mencabut pilihan kita dari thaghut tersebut, lalu memurnikan seluruh bentuk peribadahan kepada Allah semata.                          

 

ANNAS Adakan Sosialisasi Bahaya Syiah di Pedalaman Garut

GARUT (Jurnalislam.com) – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat  mengadakan sosialisasi bahaya Syiah melalui tayangan DVD di Masjid Al Falah Kampung Singkur Desa Pasirlangu Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut Jawa Barat, Sabtu malam (20/12/2014). Hujan yang turun sejak siang hari tidak membatalkan niat para jamaah untuk menghadiri sosialisasi Bahaya Syiah melalui tayangan pemutaran DVD, walaupun para jamaah harus bersabar menunggu menyalanya lampu penerangan karena ada gangguan jaringan listrik di beberapa titik akibat longsor.

Ketua DKM Masjid Al Falah, Jajang Supian yang diwawancarai usai tayangan DVD berharap agar ANNAS bisa secara rutin memberikan pemahaman atau pencerahan kepada jamaahnya betapa pentingnya menjaga aqidah dari pengaruh aliran-aliran sesat terutama Syiah.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Pasirlangu Kecamatan Pakenjeng, Tata Rustandi (37) yang hadir sekaligus bertindak sebagai pembaca ayat-ayat Al Qur’an dalam pembukaan acara.

"Betapa pentingnya menjaga aqidah ummat di antaranya melalui pencerahan sebagaimana yang dilakukan ANNAS kepada masyarakat di bawah kepimpinannya," tegasnya.

Kampung Singkur Desa Pasirlangu Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut berjarak tidak kurang dari 60 km dari pusat Garut yang ditempuh melalui jalan berliku termasuk daerah rawan musibah longsor yang kanan-kirinya terlihat tebing dan jurang. (amaif/annas)

Ada Negara Besar dengan Kepentingan Besar di Balik IOM

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com) – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Lamaru Balikpapan memang baru diresmikan pada Oktober 2014 lalu. Segera setelah diresmikan, Rudenim tersebut ternyata menjadi target para imigran syiah dari Afghanistan.

Rupanya, biaya pembangunan Rudenim Balikpapan ini ditanggung 100% oleh sebuah NGO bernama International Organization of Migration (IOM). Rudenim itu dibangun di atas tanah milik Pemprov kaltim, namun dibangun atas biaya IOM.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, H. Syukri Wahid, IOM ini adalah lembaga internasional yang mengurusi pengungsi. Mereka punya surat kontrak dengan tiga keimigrasian yaitu Batam, Balikpapan dan Semarang. Semua biaya pembangunannya 100% ditanggung oleh IOM.

“Mereka punya SOP tersendiri tentang bangunan, kemudian standarisasi dan bagaimana memperlakukan pengungsi. Jadi itu ada MoU (nota kesepahaman, red) antara imigrasi dengan IOM,” tegas Syukri kepada Fajar Shadiq, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Dalam kontrak kerjanya, IOM betul-betul menjaga standar kenyamanan para imigran di dalam Rudenim. Seperti makan 3 kali sehari yang disiapkan oleh katering dan dokter jaga yang bertugas selama 3 jam per minggu. Lantas, siapakah orang-orang yang berada di balik IOM?

Syukri menyatakan, saat peresmian Rudenim Balikpapan bulan Oktober lalu, hadir pimpinan IOM dari Australia. Ada cerita menarik yang terjadi saat peresmian Rudenim tersebut. Orang Australia dari IOM itu terkesan angkuh bahkan untuk sekadar menyalami Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang turut hadir pada peresmian, pria bule itu terlihat enggan.

“Yang resmikan itu orang Australia, sampai Pak Wakil Gubernur itu gak disalami. Begitu Pak Wakil Gubernur kasih sambutan dia malah jalan-jalan ke belakang. Mungkin karena merasa dia yang bangun,” tutur Syukri.

Lebih dari itu, timbul juga pertanyaan. Untuk apa IOM membiayai 3 Rudenim di Indonesia? Padahal IOM ini skalanya hanya NGO saja. Tapi bisa masuk ke dalam lembaga pemerintahan tanpa membebani APBN.

Syukri menduga ada satu negara besar yang bermain di balik IOM. Menurutnya ini satu sindikasi yang lebih profesional. Pasalnya, perdagangan tenaga kerja manusia di Australia cukup besar. Jadi dia berkepentingan mendatangkan orang dengan cover itu.

“Saya melihat begini, boleh jadi IOM ini covernya adalah NGO imigrasi, tapi bisa jadi agen tenaga kerja juga. (Imigran) ini kan masuk lewat IOM semua. Prinsipnya, transitkan orang sebelum masuk ke Australia biar nanti semua dibiayai di Indonesia.

Tapi, Syukri juga menganalisis bisa saja para pencari suaka ini dikirimkan untuk mengetes kondisi politik suatu negara.

“Satu negara coba lempar imigran. Longgar gak? Oh longgar, bisa masuk. Alat mengetesnya bisa dengan pencari suaka itu. Jadi cara membaca politik kita dengan lempar itu. Itu dugaan saya,” pungkas Syukri.

Reporter : Fajar Shadiq

 

Ketua Komisi I DPRD Balikpapan: Banjir Imigran Syiah, Lemahnya Politik Indonesia di Mata Asing

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com)  – Menanggapi tingginya gelombang imigran Syiah dari Afghanistan, Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Balikpapan, H. Syukri Wahid menyatakan posisi politis pemerintah Indonesia begitu lemah di mata asing. Hal itu terlihat dengan begitu mudahnya wilayah Indonesia dimasuki orang tanpa identitas.

“Negara kita ini jadi sasaran empuk karena tidak jelasnya peraturan. Menjadi sasaran empuk para imigran. Siapa yang bisa menduga ke depan kita punya bahaya laten, bermacam-macam pemikiran orang dan budaya orang masuk (ke Indonesia, red),“ ujar H. Syukri Wahid di kediamannya di Kompleks Sepinggan Pratama, saat ditemui anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU), beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, imigran Syiah di Balikpapan telah membanjiri Kota Minyak itu sejak diresmikannya Rumah Detensi Imigrasi Lamaru pada Oktober lalu. Berbekal sertifikat pengungsi dari UNHCR, para imigran syiah itu bisa tinggal di Indonesia tanpa batas waktu yang jelas.

“Saya sudah sampaikan juga problemnya, agar UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian harus segera direvisi! Supaya imigrasi punya power dan politik luar negeri juga ditingkatkan, berkaitan dengan masalah antara konsensus internasional dan kebijakan luar negeri,” tambahnya.

Ia menyesalkan kenapa Indonesia tidak bisa seperti Malaysia yang sangat keras terhadap pencari suaka. “Tony Abbott (PM Australia, red) aja bisa keras kenapa kita tidak bisa?” Tantang Syukri.

Syukri juga menyarankan agar pihak terkait jangan membuat para imigran Syiah itu nyaman tinggal di Indonesia. Ada kabar tersiar bahwa para imigran itu selain diberi fasilitas mewah di Rudenim, mereka juga pernah dikasih uang saku sebesar $150. Menurutnya, hal itu sangat mengecewakan semua pihak. 

“Jadi saya berasumsi memang masalah ini sebagian ada di kami (pemerintah daerah, red), sebagian ada di pemerintah pusat. Masalah kebijakan politik. Apalagi mereka punya paham syiah itu yang kita khawatirkan,” pungkasnya.

Reporter: Fajar Shadiq

Kejanggalan-kejanggalan Imigran Syiah di Balikpapan

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com) –  Kehadiran sekitar 6.000 imigran Syiah di seluruh wilayah Indonesia sejak Oktober 2014 lalu memang mengundang banyak pertanyaan. Tapi, apakah sebenarnya yang memicu kecurigaan masyarakat setempat terhadap imigran Syiah?

Selama beberapa hari terakhir, Fajar Shadiq, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menelusuri fakta imigran Syiah di Balikpapan. Patut diakui, ada sejumlah kejanggalan yang menimbulkan pertanyaan besar. Berikut fakta kejanggalan-kejanggalan imigran Syiah di Balikpapan,

1. Bisa memakai fasilitas penerbangan domestik

Menurut Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, H. Syukri Wahid, sejak Bulan Oktober hingga 7 Desember gelombang imigran masuk ke bandara udara Balikpapan lewat satu maskapai penerbangan.

“Itu setiap hari ada, datangnya 4-5 orang tiap hari kecuali tanggal 5 Desember. Sebelumnya juga datang secara bertahap,” ujar Syukri Wahid kepada JITU. Pertanyaannya adalah kenapa maskapai penerbangan mengizinkan?  Padahal para imigran itu hanya bermodalkan sertifikat UNHCR. Sementara, di sertifikat UNHCR itu tertulis pemegang sertifikat tersebut tidak boleh mendekati area bandara. “Dekat saja tidak boleh kenapa bisa difasilitasi?” Tanya Syukri.

2. Mayoritas imigran tersebut berasal dari Afghanistan

UNHCR menyatakan sampai dengan akhir November 2014, ada 6,348 pencari suaka terdaftar di UNHCR Jakarta secara kumulatif. Sebagian besar dari mereka berasal dari Afghanistan (60%), Iran (9%), Somalia (6%) dan Iraq (6%). Tentu ini juga mengundang pertanyaan. Mengapa para imigran dari suku Hazara di Afghanistan itu seperti ‘diarahkan’ ke Indonesia? Siapa yang mengatur kedatangan mereka? Padahal kita tahu banyak negara lain yang juga tengah dirundung konflik seperti Suriah, Iraq, Libya, Yaman, Pakistan atau Myanmar yang paling dekat. Tapi justru mengapa jumlah pengungsi Afghanistan yang berideologi syiah ini yang mendominasi jumlah pengungsi di Indonesia?

3. Tidak ada identitas

Dari wawancara anggota JITU kepada pihak imigrasi di Balikpapan, memang para imigran syiah tersebut hanya bermodalkan sertifikat pengungsi dari UNHCR untuk bisa masuk ke Indonesia. Mereka sama sekali tidak memiliki paspor, KTP atau penanda identitas lainnya. Bahkan, menurut Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, H. Syukri Wahid yang sempat bertanya kepada salah seorang pengungsi Afghan, mereka telah membuat paspor palsu sampai ke Malaysia, tapi kemudian mereka bakar. Menurut para pengungsi, mereka lari dari Afghanistan menuju Pakistan kemudian menelusuri jalan darat hingga Thailand dan akhirnya Malaysia. Mereka tiba di Malaysia dengan membawa paspor palsu, tapi kemudian mereka bakar ketika akan sudah tiba di Indonesia supaya tidak dikenai delik pemalsuan identitas. “Ketika sudah di Indonesia mereka membakar paspornya. Jadi dia tahu kelemahan kita ini. Tidak seperti di Malaysia yang ketat. kita ini terlalu longgar,” ujar Syukri Wahid.

4. Data pengungsi terkesan direkayasa

Jika dilihat dari penampilan dan perawakan para imigran syiah ini maka bisa diambil kesimpulan bahwa mereka memang angkatan kerja. Mereka muda, tanpa perempuan dan anak kecil dan fisiknya cukup baik. Tapi setelah kami amati dalam daftar nama para imigran syiah ini banyak dari mereka yang lahir pada tanggal 1 Januari. Terlalu mudah untuk suatu kebetulan.

5. Rudenim baru dibuat langsung overload

Menurut pihak imigrasi Balikpapan, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Lamaru baru diresmikan pada bulan Oktober 2014, dengan dana sepenuhnya ditanggung IOM (International Organization of Migration). Sementara, Australia telah menutup pintu pengungsi dan pencari suaka sejak 1 Juli 2014. Oleh karena itu, para imigran ini berbondong-bondong ke tempat yang ada Rudenimnya, karena di situ mereka berharap didata oleh UNHCR. “Dengan ditutupnya pintu Australia bagaimanapun caranya bisa sampai gak diproses, terus akhirnya mereka (imigran) mengunjungi tempat-tempat yang ada Rudenimnya berharap bisa masuk ke Rudenim,” ujar Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Lamaru Balikpapan, Edu Andarius Aria saat ditemui di Balikpapan pada Kamis, (11/12). Saat ini, ada sekitar 300 imigran di Balikpapan, sementara kapasitas Rudenim hanya menampung 144 orang.

6. Fasilitas mewah

Dengan bantuan dari sebuah NGO bernama IOM, (International Organization of Migration), para imigran ini betul-betul dibuat nyaman tinggal di Indonesia. Tiap hari, mereka mendapatkan jatah makan catering 3×1 hari, mendapat ruang menonton televisi beragam saluran internasional via TV kabel, fasilitas olahraga yang lengkap, serta rekreasi berenang ke laut setiap pekannya. Yang lebih gila lagi, pada Hari Imigran Internasional yang jatuh pada 18 Desember, IOM akan mendatangkan hiburan berupa band musik ke dalam Rudenim.

Reporter : Fajar Shadiq

Mujahidin Taliban Menangkap 4 Polisi Perbatasan Tajik di Afghanistan utara

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Taliban menangkap empat polisi perbatasan Tajikistan di provinsi Kunduz Afghanistan, dekat perbatasan dengan Tajikistan.

Sarvar Husaini, juru bicara kepala keamanan provinsi Kunduz mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa polisi Tajik memasuki distrik Imam Sahib di bagian utara provinsi Kunduz tanpa izin untuk menebang pohon, kemudian mujahidin menangkap mereka.

Husaini mengatakan operasi penyelamatan sedang dilakukan untuk polisi.

Sementara itu, Amanuddin Quraishi, gubernur distrik Imam Sahib, menuntut pembebasan beberapa mujahidinTaliban yang ditangkap dalam pertukaran untuk polisi perbatasan Tajikistan.

Taliban mengintensifkan aktivitas mereka setelah pemerintah Afghanistan menandatangani Perjanjian Keamanan Bilateral dengan agresor Amerika Serikat, dan kemudian menandatangani pakta yang sama dengan NATO.

NATO dan Amerika Serikat sedang mempersiapkan untuk menarik pasukan tempur dari Afghanistan pada akhir 2014, setelah melancarkan agresi militer berdarah selama 13 tahun terhadap Mujahidin Taliban.

AS akan menambah 1.000 tentara untuk Afghanistan tahun depan, sehingga jumlah pasukan yang dipertahankan di Afghanistan berjumlah 10.800.

Chief executive Afghanistan, Abdullah Abdullah telah memperingatkan pasukan Barat untuk meninggalkan Afghanistan sebelum waktunya. [ded412/World Bulletin]