Benarkah Daulah Menyerang Syaikh Usamah dalam Majalah Dabiq Edisi 6?

Dua hal yang harus diperhatikan terkait hal ini. Seperti yang kita semua tahu bahwa kelompok Daulah (ISIS) sangatlah cerdik dan pintar, dan mereka berusaha memutar balikkan fakta namun atas izin Allah, semuanya akan terungkap.

Kelompok Daulah telah menyerang Syaikh Usamah rahimullah beberapa kali dalam beritanya di Majalah Dabiq, dan saya hanya akan menjabarkan dua hal yang paling penting. Sehingga dengan ini Anda tidak perlu berputar-putar dan bertele-tele, tapi bersiaplah untuk menerima kebenaran insyaa Allah dan membuka pikiran Anda.

1) Kelompok Dawlah mengatakan dalam majalahnya, dan kutipannya dilampirkan dalam status ini, bahwa mereka percaya kelompok Syaikh Usamah adalah sekutu Ijraa', hingga Syaikh Usamah mengkafirkan secara terbuka Rezim Saudi. Namun sebelum itu, mereka adalah kelompok yang mengikuti metodologi Murjiah.

Dimana Kelompok Daulah menyatakan bahwa Tandhim Al Qaidah adalah kelompok Irjaa'? :

Mereka mengklaim bahwa di tahun 80-an dan 90-an (perhatikan bahwa orang-orang yang menulis majalah ini kemungkinan besar bahkan belum mencapai masa puber pada masa itu, namun mereka ingin mengajarkan kepada orang-orang tentang peristiwa yang terjadi pada waktu itu), karena ragu-ragu dalam Takfir mereka terhadap Rafidah dan yang lainnya… ..tapi kemudian setelah pernyataan-pernyataan eksplisit dari Syeikh Usamah, mereka tidak lagi termasuk kelompok Irjaa. Tapi kemudian ketika Syeikh Usamah meninggal, sehingga mereka menjadi Murjia lagi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Syaikh Usamah adalah bagian dari kelompok Murjiah sebelum ia membuat takfir eksplisit terhadap Rezim Saudi. Inilah mengapa pernyataan ini diletakkan sangat cerdik, yaitu untuk mencoba menyembunyikan permusuhan mereka terhadap Syeikh Usamah, namun semuanya sudah jelas. Mari kita beralih ke poin selanjutnya.

2) Kelompok Dawlah juga menyerang di majalah mereka, bahwa "godaan" Syeikh Mullah Omar (begitulah mereka menyebutnya) kepada negara-negara lain dan dengan itu menyatakan mereka nasionalistik dan yang paling penting adalah dalam hal ini mereka menyerang Tandhim Al Qaidah.

Dimana Daulah menyebut Baiat kepada Mullah Omar itu "busuk"? :


Di mana mereka menyerang Mullah Omar dan menyebut retorikanya sebagai "nasionalisme" :

Sekarang mari kita melihat realitas, siapa yang memberi bai’at kepada Mullah Omar sebelum orang lain melakukannya? Syeikh Usamah lah yang melakukannya, bukan Syeikh Ayman Al-Dhawahiri. Bukan, demi Allah, itu adalah Syeikh Usamah yang menyatakan kesetiaannya kepada Mullah Omar.

Sekarang beberapa Ghulaat yang “pintar” akan berkata: "Mullah Omar telah berubah sejak saat itu". Baik, mari kita lihat sebuah pernyataan Mullah Omar pada Idul Adha 2009 (ketika Syeikh Usamah masih hidup dan masih memiliki bai'at terhadap Syeikh Mullah Omar) dan bandingkan dengan pernyataan Syeikh Mullah Omar pada Idul Fitri tahun ini.

Pesan  Mullah Omar Hafidzullah pada Idul Adhha tahun 2009 :

"Imarah Islam Afghanistan ingin menjaga hubungan baik dan positif dengan semua tetangga berdasarkan saling menghormati dan membuka lembaran baru bertetangga yang baik serta bekerjasama dalam pembangunan ekonomi. Tujuan kami adalah untuk mendapatkan kemerdekaan negara dan membangun sistem Islam di sana atas dasar aspirasi umat Islam. Kita dapat mempertimbangkan setiap pilihan yang bisa mengarah pada pencapaian tujuan ini. Kami telah membuka semua pilihan dan cara untuk mencapai tujuan ini. Namun, semuanya ini hanya akan layak ketika negara kami bebas dari pasukan invasi yang menginjak-injak dan jika kami telah memperoleh kemerdekaan."

(Syeikh Usamah masih hidup pada saat Syeikh Mullah Omar mengeluarkan pernyataan ini, dan lihatlah, Pikiran Syeikh Mullah Omar ini tidak berubah dan sangat mirip, baik sebelum tahun 2009 dan bahkan sebelum invasi)

Pesan Mullah Omar Hafizullah tahun 2014, mengatakan:

"Kami menjamin kepada dunia dan negara tetangga sebagaimana kami meyakinkan mereka di masa lalu bahwa perjuangan kami ditujukan hanya untuk membentuk sebuah rezim Islam yang independen dan memperoleh kemerdekaan negara kami. Kami tidak berniat untuk campur tangan dalam urusan (internal) daerah dan negara lain di dunia, kami juga tidak ingin menyakiti mereka. Demikian pula, kami tidak mentolerir peran mereka yang berniat untuk menyakiti kami dan kami mendesak mereka untuk memiliki sikap timbal balik. Saya memanggil semua Mujahidin di daerah perbatasan untuk melindungi perbatasan mereka dan menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga atas dasar saling menghormati."

Jadi, klaim bahwa Mullah Omar hafizullah telah berubah atau bahwa retorikanya berubah adalah palsu. Menurut Daulah, pernyataan ini tidak menunjukkan bahwa Syeikh Usamah memiliki Bai'at udhma, yaitu sebuah Ikrar Kesetiaan yang memerlukan kepatuhan terhadap Penguasa dengan seluruh kemampuan maksimal Anda selama tidak melawan Islam. Namun Daulah mengklaim, bahwa retorika ini menggoda negara-negara lain dan menunjukkan retorika nasionalistik, bahkan mereka menyebutnya " Bai'ah yang busuk."

Hal ini sekali dan untuk selamanya akan menghapus semua garis. Syaikh Usamah rahimullah tidaklah sempurna, dan bukan menjadi parameter atau ukuran kebenaran mengenai apakah mereka akan mendukungnya atau tidak, melainkan saya membuat tulisan ini karena banyak pendukung Daulah menggunakan argumen ini, bahwa mereka (Daulah) mengikuti Syeikh Usamah atau bahwa mereka tidak menyerang beliau di majalah tersebut. Maka saya menulis ini, mohon maaf jika tulisan ini sangat panjang, namun ini harus dilakukan.

Wallahu Ta'ala Alam ..

sumber : Al Muwahiddeen Media

 

Pemerintah Akan Revitalisasi Pasar Klewer

SOLO (Jurnalislam.com) – Kementerian Perdagangan akan segera menyiapkan dana untuk revitalisasi atau pembangunan kembali Pasar Klewer di Surakarta, yang beberapa waktu lalu dilalap si jago merah dan menghanguskan kurang lebih sebanyak 1.532 kios.

"Terkait dana semua harus kita usahakan. Targetnya adalah kita bisa segera merevitalisasi pasar yang terbakar, kita akan upayakan bagaimana caranya," kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel saat meninjau Pasar Klewer di Surakarta, Sabtu (3/1).

Rachmat mengatakan, pihaknya akan segera mencarikan solusi supaya pasar-pasar yang terkena musibah tersebut bisa segera direvitalisasi agar para pedagang bisa segera berdagang lagi, mengingat Pasar Klewer tersebut bukan hanya untuk kepentingan Surakarta, namun juga untuk daerah lainnya.

"Dampaknya, yang jelas perputaran uang per hari di Pasar Klewer kurang lebih sebesar Rp15 miliar per hari, dan hal itu juga mempengaruhi daerah lain yang memasok. Karena dengan adanya masalah seperti ini akan berdampak kepada industri-industri kecil menengah, seperti industri batik," ujar Rachmat.

Kementerian Perdagangan bersama dengan pemerintah pusat, lanjut Rachmat, sedang membahas terkait pengalokasian dana revitalisasi pasar-pasar yang terkena musibah tersebut. "Kemendag dengan pemerintah pusat, sedang membahas. Masih didiskusikan, karena yang terbakar bukan hanya Pasar Klewer saja namun juga terjadi di daerah lain, dan kita lagi hitung semuanya," kata Rachmat.

Pada Jumat malam (2/1), Rachmat juga telah meninjau Pasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, yang pada 22 Desember 2014 lalu mengalami kebakaran hebat dan menghanguskan kurang lebih sebesar 16.000 meter persegi lahannya dan membuat 2.960 los dan kios habis dilahap api.

Kebakaran tersebut merupakan yang ketiga kali sejak 1994 silam, dimana kebakaran skala besar terjadi pada 1994, 2004, dan 2014 dan bagian yang terbakar ada di lantai 1, 2 dan 3 dimana bagian terparah berada di sisi barat pasar induk.

Pasar Induk Wonosobo dan Pasar Klewer Surakarta menjadi tumpuan ekonomi dan perdagangan para pedagang Kecil dan Menengah di wilayah Provinsi Jawa Tengah, khususnya untuk masyarakat Kabupaten Wonosobo dan Kota Surakarta.

Pasar Klewer juga merupakan sentra industri kecil batik dari berbagai daerah, antara lain sentra industri batik Pekalongan, Cirebon, Jepara, dan lainnya.

Ally | Republika | Jurniscom

Tokoh Muda Betawi : Perayaan Tahun Baru Masehi Produk Penjajah untuk Kikis Perayaan Tahun Baru Hijriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tokoh muda Betawi, Ustadz H Muhammad Yusuf Asmawi mengatakan bahwa perayaan tahun baru Masehi sengaja digulirkan untuk mengikis perayaan tahun baru Hijriah. Meski tidak disyariatkan, namun menurut beliau, tahun baru Hijriah sarat akan nilai keagamaan daripada perayaan tahun baru Masehi.

“Perayaan tahun baru masehi adalah produk penjajah yang sengaja dihembuskan untuk mengikis perayaan tahun baru Hijriah yang pada zaman dahulu selalu dirayakan oleh umat Muslim di Indonesia. Walaupun tidak disyariatkan, akan tetapi penuh dengan nilai keagamaan,” tegasnya kepada Jurniscom, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan ini mensinyalir adanya upaya pihak-pihak tertentu untuk merusak generasi muda Islam.

“Dengan adanya perayaan pergantian tahun yang diisi beragam kemaksiatan, pesta pora, dan bahkan menurut berita yang berkembang di dunia maya penjualan kondom meningkat menjelang peringatan pergantian tahun. Dan ini untuk apalagi kalau bukan untuk melakukan zinah,” ungkap ulama yang aktif Dewan Masjid Indonesia itu.

Untuk mengurangi eksistensi perayaan pergantian tahun yang penuh kamaksiatan, beliau mendukung upaya-upaya diadakannya acara tabliqh akbar, dzikir akbar dan muhasabah akhir tahun. “Cara ini yang paling ampuh pada saat ini untuk membendung kemeriahan yang penuh dosa malam pergantian tahun,” sambungnya.

Beliau juga menghimbau umat Islam untuk tidak lagi merayakan pergantian tahun apalagi melihat begitu banyaknya musibah yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia.

Beliau berpesan kepada para da'i dan para jurnalis Islam untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat luas tentang hakikat perayaan malam pergantian tahun. “Sehingga masyarakat luas paham dan Insya Allah dengan sukarela meninggalkan perayaan tidak bermanfaat itu,” pungkasnya.

Irfan | Ally | Jurniscom

Hasil Investigasi DSKS Berbeda Dengan Polisi, Sejalan Dengan Pedagang

Solo (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar Jumpa Pers terkait hasil investigasi terbakarnya Pasar Klewer Solo, Jumat sore pukul 17.00 wib (2/1/2015) di sebuah Rumah Makan di kawasan Manahan Solo.

Dr. Muinudinillah Basri, MA selaku Ketua dan Teuku Azar, Lc selaku sekretaris DSKS serta anggota Tim Investigasi dan Advokasi Drs. Yusuf Suparno dan Endro Sudarsono, S.Pd.

Hasil Investigasi dibacakan Dr. Muinudinillah Basri, MA dan ditambahkan oleh Drs. Yusuf Suparno bahwa Hasil Tim Investigasi DSKS berbeda dengan hasil Temuan Polda Jateng.

“Hasil Temuan Investigasi Dewan Syariah menyebutkan bahwa api timbul bukan akibat korsleting, namun Temuan Polda Jateng sementara menyebutkan bahwa api timbul akibat korsleting,” kata Yusuf.

Sebagaimana diberitakan, Kapolda Jateng, Irjen Pol Nur Ali, telah menyimpulkan bahwa kebakaran Pasar Klewer akibat korsleting listrik.

“Di situ (Blok D lantai 1) itu terjadi air masuk ke pembagi arus. Itu menyebabkan bunga api. Tidak ada korban jiwa,” ungkapnya kepada sindonews, Jumat (2/1/2015).

Kesimpulan Polda Jateng tersebut adalah hasil yang didapat dari penyelidikan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri Cabang Semarang bersama pihaknya.

Namun menurut anggota Tim Investigasi dan Advokasi lainnya, Endro Sudarsono, justru temuan DSKS lah yang menguatkan pendapat dari Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK).

“HPPK menyebutkan bahwa penyebab terbakarnya Pasar Klewer akibat korsleting atau puntung rokok adalah tidak masuk akal,” ujarnya.

Berdasarkan investigasi DSKS, instalasi listrik di pasar Klewer telah diperbaharui empat tahun yang lalu, serta petugas keamanan pasar selalu mematikan listrik pasar Klewer setiap sore hari. Untuk itu, Endro mendesak tim Forensik Polda Jateng untuk bisa menjelaskan 3 titik api dalam waktu yang bersamaan dengan jenis dan sumber api yang sulit dipadamkan.

“Fakta CCTV pasar Klewer dan rumor beberapa pihak sudah mendengar dan mempersiapkan akan terbakarnya pasar Klewer Solo,” pungkas Endro.

Ally | Jurniscom

Temuan DSKS : Kebakaran Pasar Klewer Bukan Karena Korsleting, Tapi…

SOLO (Jurnalislam.com) – Tim Investigasi Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendapatkan hasil berbeda soal penyebab kebakaran pasar Klewer pada Sabtu malam 28 Desember 2014 lalu. Sepuluh orang tim investigasi DSKS menyimpulkan bahwa kebabakaran di pasar kebanggaan masyarakat Solo itu bukan karena hubungan pendek arus listrik (korsleting). Berikut laporan lengkap hasil investigasi DSKS yang diterima redaksi Jurniscom hari ini, Rabu (3/1/2015).

 

Laporan Hasil Investigasi Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS)

Tentang

Terbakarnya Pasar Klewer Solo Sabtu 27 Desember2014

 

Berdasarkan Surat Tugas Ketua DSKS Surakarta Senin 29 Desember 2014 No.80/SI/dewan Syariah-Ska/II/1436 yang menunjuk :

1. Prof.Sulistyo Adi SH, MH

2. Prof.Aidul Fitri Ciada SH,MH DARF,AD

3. Djoko Trisno Widodo, SH

4. Abdurrohim, Lc

5. Edi Lukito, SH

6. Drs.Yusuf Suparno

7. Endro Sudarsono S,Pd

8. Agus Junaidi

9. Suro Wijoyo

10.Salman Alfarizi

Setelah kami kami melakukan investigasi kami dapatkan  data sebagai berikut:

1. Sebelum kebakaran ada abncaman yang ditujukan kepada Ketua HPPK (kiriman paket yang berisi 1 jerigen 5 literan berisi bensin dan korek api setelah paket diterima ada sms masuk ke ketua HPPK berbunyi “disuruh menurut saja atau akan kami bakar “

2. Dua minggu sebelum kebakaran ada kader partai yang menginformasikan kepda pedagang Klewer waktu mau cari kontrakan kios di klewer dia bilang ,”Gelem ra gelem klewer tetep dibangun sedelok maneh bapake  mulih…ojo golek kontrakan disik.” (Mau tidak mau, Klewer tetap dibangun. Sebentar lagi bapak (walikota) pulang, jangan cari kontrakan dulu)

3. Setiap sore oleh petugas keamanan listrik  selalu dimatikan.

4. Instalasi listrik sudah diperbarui 4 tahun yang lalu.

5. Pada hari sabtu 27 desember 2014 sehabis sholat Isyak Humas HPPK  Kusbandi bersama dengan Satpam dan beberapa temannya mendapati di salah satu belakang kios milik ketua HPPK di blok D-87 muncul api dan disemprot dengan 5 tabung APKAR tidak padam cari lagi APKAR sampai habis 21 tabung namun api yang muncul dari belakang kios milik ketua HPPK tidak padam, bahkan semakin membesar dan terdengar di tempat lain di lantai 2 blok DD ada ledakan dan api semakin tidak bisa diatasi oleh Humas HPPK, Satpam dan beberapa teman lainnya akhirnya merasa tidak mampu kemudian memanggil pemadam kebakaran. Api jenis ini sulit dimatikan bahkan menyebar.

6. DAMKAR datang terlambat, penyemprotan tidak di lokalisir bahkan menurut saksi  terkesan menggiring api semakin meluas, slang ada yang putus petugas kurang profesional  air teredia  sedikit kemudian datang damkar yang lain namun api  sudah  meluas.

7. Menurut saksi beberapa sopir DAMKAR tidak ada ditempat mobil damkar disopiri sendiri oleh aparat kepolisian dan setelah sampai di TKP polisi sendiri yang menyemprotkan.

8. Informasi dari salah satu warga Kauman rumah dengan pasar klewer   ±  400 m, sehabis sholat Isyak dari masjid Agung pulang sampai dirumah tercium bau seperti kertas terbakar dia keluar rumah bau semakin menyengat kemudian ketemu dengan linmas dan mengatakan klewer kebakaran ,yang bersangkutan langsung ke TKP sendirian didapati pada Blok D ada kepulan asap yang menghitam dia masuk teriak  “ada orang didalam! Kalau ada segera keluar! Tapi tidak ada respon, sempat dia menyemprotkan apkar tapi api semakin membesar dan terdengar olehnya ledakan kecil  berkali-kali  ledakan  apa itu ? Api semakin menjadi ,karena merasa tidak mampu, dia bawa HT langsung kontek ke DAMKAR dengan kode 65 pihak damkar menerima dan segera ditindaklanjuti akhirnya yang sudah siap DAMKAR gading dan meluncur ke TKP namun api tidak bisa diatasi.

9. Menurut saksi, terjadi cekcok antara Walikota FX. Rudy Hadiatmo dengan petugas kebakaran di TKP ( petugas menghendaki air disemprotkan ke titik api sementara Walikota Rudy menghendaki penyemprotan diarahkan ke lantai 2 karena petugas Damkar mengalah bahkan Rudy mengambilalih penyemprotan sendiri petugas damkar mengalah “ Ben tokno wae ben disemprotke dewe,” (Biarkan saja, biar disemprotkan sendiri) kata Petugas Damkar

Dari kesaksian yang kami dapatkan dari berbagai sumber bahwa kebakaran di pasar Klewer diduga kuat bukan konsleting listrik tetapi faktor lain.

Demikian temuan yang kami dapatkan agar menjadikn maklum adanya.

 

Surakarta, 2 Januari 2015

Ketua DSKS

ttd

Ustadz Dr. Mu’inudinillah Basri, Lc

Ribuan Orang Protes Atas Serangan Masjid di Swedia

BRUSSELS (Jurnalislam.com)  – Ribuan orang di seluruh Swedia sedang mempersiapkan untuk memprotes serangkaian serangan pembakaran terhadap masjid di negara itu.

Lebih dari 6.000 orang diperkirakan akan bergabung dengan tiga protes terpisah pada hari Jumat (02/01/2015) di kota-kota terbesar di Swedia – Stockholm, Gothenburg dan Malmo – menurut halaman Facebook milik penyelenggara.

Penyelenggara mengatakan dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook mereka: "Muslim Swedia bersaksi tentang bagaimana rasisme, terutama Islamophobia tumbuh kuat di Swedia.

"Kejahatan yang didasari kebencian terhadap individu dan majelis lokal terjadi lebih sering dan kami [percaya] bahwa kebebasan beragama terancam di Swedia."

Demonstrasi diselenggarakan setelah tiga masjid diserang oleh pelaku pembakaran di Eskilstuna, Eslöv dan Uppsala.

Sekitar 40 kelompok yang berbeda dijadwalkan untuk mengambil bagian dalam protes termasuk Dewan Muslim Swedia dan Assosiasi PBB Swedia.

Menteri Kebudayaan , Alice Bah Kuhnke juga siap untuk hadir.

Sebuah masjid di timur kota Uppsala dibakar pada malam tahun baru, dan merupakan serangan pembakaran ketiga terhadap masjid di Swedia sejak 25 Desember saat pembakaran pertama kali terjadi di sebuah masjid di kota tenggara Eskilstuna, dan melukai lima orang.

Masjid juga diserang di kota selatan Eslöv pada tanggal 29Desember. Tidak ada yang terluka saat itu.

Expo, sebuah yayasan Swedia yang berupaya meningkatkan kesadaran tentang rasisme dan xenophobia, mengatakan sedikitnya 12 serangan telah terjadi pada masjid di seluruh negeri sepanjang tahun 2014.

Para pejabat Swedia mengutuk serangan itu sebagai sesuatu yang "busuk" dan sama saja dengan "serangan terhadap kebebasan beragama di negara ini."

Rangkaian serangan tersebut terjadi di tengah perdebatan mengenai imigrasi dan munculnya partai sayap kanan, Demokrat Swedia.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Tiga Wartawan Al Jazeera Minta Pengadilan Ulang

MESIR (Jurnalislam.com) – Pengadilan Tinggi Mesir telah menerima permohonan banding tiga wartawan Al Jazeera yang telah dipenjara selama lebih dari satu tahun, dan memerintahkan pengadilan ulang, pengacara pembela mengatakan.

"Mereka tidak akan dibebaskan sampai sampai ada keputusan pengadilan yang baru, yang akan memutuskan apakah akan membebaskan mereka atau tidak," kata Mostafa Nagy, pengacara pembela, pada hari Kamis (01/01/2015).

Peter Greste, Mohamed Fahmy dan Baher Mohamed menolak jaminan pada sidang banding karena pengadilan mengatakan kasus ini harus kembali ke pengadilan pidana.

"Pengadilan Kasasi telah menerima permohonan banding mereka dan memerintahkan pengadilan ulang," kata pengacara Greste di Amr Al-Deeb setelah sidang berlangsung hanya 30 menit.

Setelah permohonan itu ditolak oleh pengadilan kasasi hari ini, seorang juru bicara Al Jazeera mengatakan:

"Baher, Peter dan Muhammad telah secara tidak adil di penjara selama lebih dari satu tahun, dan sekarang Pihak berwenang Mesir memiliki pilihan sederhana, yaitu membebaskan mereka dengan cepat, atau terus menahan mereka sambil melanjutkan ketidakadilan ini dan merugikan citra negara mereka sendiri di mata dunia. Mereka seharusnya memilih yang pertama."

Pengacara Negad Al-Borai mengatakan kepada wartawan setelah sidang bahwa ia berharap untuk sebuah "happy ending" – akhir yang bahagia untuk kasus ini.

"Pengadilan memiliki hak untuk membebaskan mereka hari ini," katanya.

Pengacara mengatakan mereka percaya pengadilan ulang untuk mereka bertiga akan diselenggarakan dalam waktu satu bulan.

Saudara lelaki Greste, Mike dan Andrew mengatakan mereka kecewa dengan keputusan pengadilan.

"Kami telah belajar di masa lalu bahwa perjuangan ini belum berakhir sampai ia keluar dan sepertinya ada jalan panjang di depan kami."

Adel Fahmy, saudara Muhammad Fahmi, mengatakan ia berharap kakaknya akan dibebaskan pada hari Kamis. Dia mengatakan setiap pengacara memiliki waktu tiga menit untuk berdebat mengenai sikap mereka terhadap kasus ini.

"Saya berharap lebih hari ini," katanya.

Jehan Rashed, istri Baher Mohammed, mengatakan bahwa dia juga berharap suaminya akan dibebaskan hari ini, namun juga menganggap bahwa perkembangan itu masih merupakan langkah yang positif.

"Saya gugup menunggu keputusan pengadilan sejak pagi, terima kasih Tuhan mereka menerima banding, dan ini merupakan langkah kecil tapi positif menuju pembebasan suami saya," kata Rashed.

Pemerintah Mesir tidak memberikan komentar langsung terhadap putusan tersebut.

Amnesty International mengatakan diadakannya pengadilan ulang berarti mengakui ada kelemahan dalam keputusan pengadilan yang pertama.

"Orang-orang ini seharusnya tidak pernah dipenjara sejak awal dan tidak harus menghabiskan satu hari pun di penjara. Alih-alih memperpanjang penahanan mereka yang tidak adil hingga pengadilan ulang, mereka seharusnya dibebaskan segera," kata Hassiba Hadjsahraoui, Deputi Direktur Amnesty International Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ketiga wartawan tersebut tidak menghadiri sidang singkat yang dimulai sekitar 09:00 waktu setempat (0700 GMT) di Kairo.

Wartawan berkumpul untuk melaporkan sidang namun tidak diperbolehkan masuk ke dalam saat sesi argumen, tetapi kemudian mereka masuk ke ruang pengadilan.

Trio wartawan tersebut telah dipenjara di Mesir selama 369 hari, setelah salah dituduh dan kemudian dinyatakan bersalah karena membantu Ikhwanul Muslimin.

Greste dan Fahmy dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara, sementara Mohamed menerima tambahan tiga tahun karena memiliki peluru yang sudah terpakai di tangannya, yang ia ambil di lokasi demo.

Para wartawan telah berulang kali mengatakan bahwa mereka dihukum hanya karena melakukan pekerjaan mereka.

Para hakim yang menghukum wartawan menyebutkan alasan mereka pada bulan Juli, mengatakan mereka dipertemukan "oleh iblis" untuk mengacaukan negara.

Al Jazeera menyebut tuduhan terhadap tiga wartawan tersebut tidak masuk akal dan menuntut pembebasan mereka.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Israel Akan Tingkatkan Pasukannya di Yerusalem

YERUSALEM (Jurnalislam.com)  – Pemerintah penjajah Israel mempertimbangkan rencana untuk meningkatkan kekuatan polisi di Yerusalem akibat konflik yang muncul baru-baru ini antara penduduk Palestina dan pasukan keamanan Israel, menurut harian Israel Haaretz.

Menurut surat kabar Israel, rencana itu diprakarsai oleh Menteri Keamanan Umum Yitzhak Aharonovitch sejak penculikan dan pembunuhan Mohamed Abu Khdeer – seorang pemuda Palestina dari distrik Shuafat Jerusalem Timur – oleh pemukim Yahudi pada bulan Juli.

Rencana itu memakan biaya antara $ 154,000,000 dan $ 179.000.000 dan akan mempekerjakan 1.160 polisi tambahan dan pembangunan dua kantor polisi baru di lingkungan Yerusalem Timur, Silwan dan Isawiya.

Fasilitas tambahan akan dibangun di dekat flashpoint kompleks Masjid Al-Aqsa, tambahnya. Juga akan melibatkan pembentukan tim intelijen gabungan termasuk polisi, badan keamanan internal Israel, Shin Bet, dan tentara.

Menurut Haaretz, rencana tersebut akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yang pertama akan terjadi segera, yang kedua setelah enam bulan, dan yang ketiga setelah satu tahun.

Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki dan Jerusalem Timur sejak akhir Oktober, ketika Israel menutup sebentar kompleks Masjid Al-Aqsa setelah seorang rabi ekstremis terluka dalam penembakan di Yerusalem Barat.

Kerusuhan berlanjut dalam kota yang diduduki ketika pasukan Israel menewaskan seorang pemuda Palestina yang diduga menembak rabbi tersebut, dalam serangan di rumahnya di Yerusalem Timur.

Sejak itu, beberapa warga Israel tewas dan terluka dalam serangkaian serangan terpisah oleh warga Palestina – baik di dalam Israel maupun di wilayah-wilayah pendudukan.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga di dunia.

Mengutip pejabat intelijen yang tidak disebutkan namanya, Haaretz mengatakan bahwa badan-badan keamanan Israel mengharapkan "serangan aktivis" yang melibatkan warga Palestina dari Yerusalem Timur terus berlanjut, terutama serangan "serigala" aksi individu.

Penggunaan bom molotov terhadap sasaran Israel dan polisi di kota suci ini juga diharapkan meningkat, laporan tersebut mengatakan.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Satu dari Delapan Warga Jerman Dukung Gerakan Anti-Muslim

BERLIN (Jurnalislam.com) – Sebuah jajak pendapat dilakukan untuk mengetahui sejauh mana dukungan warga Jerman terhadap gerakan anti-Muslim. Hasilnya menunjukkan, satu dari delapan warga Jerman bersedia bergabung dalam gerakan anti-Muslim.

Warga Jerman yang mendukung gerakan anti-Muslim menyatakan, bersedia untuk bergabung jika di wilayah mereka ada gerakan protes terorganisasi terhadap umat Islam. Survei ini juga menyoroti kalau warga memiliki ketakutan kalau para politisi pada umumnya terlalu lunak terhadap pertumbuhan imigrasi yang terjadi di Jerman.

Sebelumnya, gerakan Warga Eropa Patriotik Melawan Islamisasi di Barat (Pegida) mengadakan unjuk rasa anti-Muslim mingguan di bagian timur kota Dresden. Hingga 22 Desember lalu, aksi ini telah diikuti lebih dari 17 ribu warga Jerman. 

Al Arabiya melansir, sejumlah unjuk rasa kecil juga terjadi di beberapa kota lainnya. Pediga juga merencakan akan memperluas cakupan aksi protes anti-Muslim ke beberapa kota lainnya di Jerman.

Dalam jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Forsa untuk salah satu majalah, sebanyak 13 persen dari 1.006 warga Jerman menunjukkan kesediaan untuk mengikuti aksi protes anti-Muslim. Selain itu, 29 persen dari warga Jerman tersebut juga percaya, Islam mulai berpengaruh terhadap kehidupan di Jerman.

Banyak dari mereka yang sebenarnya khawatir akan pertumbuhan pencari suaka. Meskipun dua per tiga peserta jajak pendapat tersebut percaya bahwa pernyataan "Islamisasi di Jerman" terlalu berlebihan. 

Mereka khawatir para pencari suaka yang kebanyakan dari Suriah akan memenuhi Jerman. Pada 2014 pencari suaka di jerman meningkat hingga mencapai 200 ribu orang. 

Jumlah ini empat kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah pencari suaka pada 2012.

Ally | Republika | Jurniscom

Sepanjang 2014: Israel Bunuh 2240 dan Tangkap 5824 Warga Palestina

RAMALLAH (Junalislam.com) – Laporan tahunan yang diterbitkan oleh Pusat Studi Tawanan dan HAM Palestina “Ahrar” menyebutkan bahwa sebanyak 2240 orang Palestina gugur di Tepi Barat, al Quds dan Jalur Gaza selama tahun 2014 karena menjadi target langsung penjajah Zionis.
Menurut laporan Ahrar Center, telah terjadi penangkapan terhadap 5824 warga Palestina selama tahun 2014. Sedikitnya 170 di antaranya dari Jalur Gaza, 5539 dari Tepi Barat dan al Quds, di tambah dengan 115 kasus penangkapan di wilayah Palestina terjajah tahun 1948.

Direktur Ahrar Center Fuad Khafasy mengatakan, “Kota-kota Tepi Barat menjadi ajang penumpahan aksi Zionis selama tahun 2014, terjadi banyak perang dan infiltrasi militer sehingga mengakibatkan banyak jumlah syuhada dan warga yang ditangkap.” Sebagian besar dari mereka ditangkap dari rumah-rumahnya atau dari pos-pos militer yang didirikan penjajah Zionis di seluruh wilayah Tepi Barat.

Penyebaran korban yang gugur selama 2014 adalah sebagai berikut, sebanyak 2.181 warga gugur di Jalur Gaza akibat eskalasi dan agresi yang dilancarkan penjajah Zionis dari awal Juli hingga akhir Agustus, 58 warga gugur diTepi Barat dan al Quds (Jerusalem), serta satu orang dari wilayah yang dijajah Zionis sejak tahun 1948.

Adapun penyebaran penangkapan sepanjang tahun 2014 berdasarkan urutan bulan, selama bulan Januari 383 warga, bulan Februari 312 warga, Maret 364 warga, April 312 warga, Mei 370 warga, Juni 911 warga, bulan Juli  636 warga, bulan Agustus 467 warga, September 565, Oktober 350 warga, kemudian sebanyak 635 warga selama bulan November, dan pada bulan Desember, 519 warga.

Sedang sebaran penangkapan berdasarkan urutan kota, menurut laporan Ahrar Center adalah: 1. Al Quds (Jerusalem) 1580 tahanan, 2. Hebron: 1456 tahanan, 3. Bethlehem: 580 tahanan, 4. Nablus: 530 tahanan, 5. Jenin: 45 tahanan, 6. Ramallah: 366 tahanan, 7. Tulkarem 180 tahanan 0,8 – Gaza: 170 tahanan, 9. Qalqilya: 150 tahanan 0,10 – wilayah yang diduduki sejak 1948: 115 tahanan, Salfit: 115 tahanan, 11. Tubas 72 tahanan, dan terakhir Jerikho 60 tahanan.
Ahrar Center dalam laporannya menyebutkan bahwa selama tahun 2014 seorang tahanan Palestina gugur di dalam penjara Zionis, yaitu Raed Jabari dari Hebron. Dia meninggal akibat dipukuli selama interogasi di dalam penjara-penjara Israel.

Selama tahun 2014 terjadi penangkapan puluhan wanita Palestina, khususnya wanita al Quds yang bersiaga di dalam masjid al Aqsha, yang sebagian besar akhirnya dibebaskan setelah setelah ditahan selama berjam-jam atau berhari-hari. Masih ada 21 wanita Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel dan yang paling lama adalah Lena Jerboni yang ditahan 13 tahun yang lalu.

Selama tahun 2014 penjajah Zionis juga menculik dan menahan 30 anggota Dewan Legislatif Palestina. Hingga akhir tahun 2014 masih ada 20 anggota dewan yang ditahan ditambah dua menteri Palestina.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa penjajah Zionis sengaja menarget para mahasiswa Palestina, di mana lebih dari 800 mahasiswa telah ditangkap. Aksi-aksi penangkapan ini merupakan upaya dari pihak penjajah Zionis untuk mengganggu pertumbuhan masyarakat Palestina.

Selain itu juga ada upaya sengaja oleh penjajah Zionis untuk menarget anak-anak Palestina, terutama anak-anak di daerah perbatasan:  al Quds, Qalqiliya, dan beberapa desa di Ramallah. Tidak ada angka yang akurat terkait jumlah anak-anak yang ditangkap, karena sebagian besar korban telah dibebaskan beberapa jam setelah penangkapan.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom