Polisi Swedia Buru Teroris Pembakar Masjid

UPPSALA (Jurnalislam.com) – Dalam sepekan terakhir, polisi Swedia mencari paling tidak seorang pelaku yang diduga secara sengaja berusaha membakar masjid di Kota Uppsala dengan cara melemparkan bom Molotov. Beruntung, masjid tak terbakar dan ketika penyerangan berlangsung, tidak ada seorang pun yang berada di dalam.

"Seseorang melempar bom api, bom molotov ke gedung," kata juru bicara polisi Uppsala, Torsten Hemlin kepada kantor berita Swedia TT seperti dikutip AFP. Bukan hanya menyerang, lanjut Hemlin, pelaku juga menuliskan kata-kata rasisme. 

Polisi di kota keempat terbesar Swedia tersebut bertindak setelah mendapat laporan dari penduduk yang melihat seseorang melempar benda terbakar ke arah masjid sekitar jam 04.30 GMT. Polisi menduga, kejahatan tersebut dipandang sebagai usaha melakukan kebakaran secara sengaja, vandalisme dan pemicuan kebencian.

Serangan pada Kamis (1/1/2015) terjadi tiga hari setelah kebakaran malam hari pada masjid di Esloev, Swedia selatan yang diduga dibakar secara sengaja. 

Pada Hari Natal, lima orang cedera ketika bom dilempar melalui jendela masjid di Eskilstuna, sebelah timur ibu kota Stockholm. Sejumlah serangan tersebut terjadi seiring munculnya peningkatan perdebatan terkait imigrasi dan integrasi pencari suaka di negara yang dikenal toleran tersebut. 

Ally | AFP

 

Berita Terkait :

Populasi Muslim Naik, Warga Jerman Lecehkan Masjid

Innalillahi, Dua Masjid di Swedia Dibakar saat Natal

Apa Yang Terjadi Jika Pesawat Memasuki Awan Cumulonimbus

Awan cumulonimbus merupakan awan tebal vertikal yang menjulang sangat tinggi, padat, mirip gunung atau menara. Jika pesawat masuk ke awan ini, apa yang terjadi di dalam pesawat?

Menurut dr Soemardoko Tjokrowidigdo, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penerbangan Indonesia, gangguan sistem peredaran darah dan pernapasan bisa terjadi di dalam pesawat apabila alat pengaturan kabin bertekanan tidak berfungsi.

“Salah satu di antaranya pesawat masuk ke awan cumulonimbus sehingga dapat merusak fuselage pesawat, sehingga terjadi kebocoran yang dapat mengakibatkan meledaknya pesawat sebagai akibat rapid dekompresi atau penyesuaian tekanan dalam dan luar kabin yang mendadak,” papar dr Soemardoko.

Agar penumpang merasa nyaman meski ada potensi gangguan sistem peredaran darah dan pernapasan, maka di pesawat terdapat alat perlindungan diri perorangan (Personal Protective Aquipment, misalnya adanya O2 System). Juga adanya pressurize cabin, di mana tekanan kabin dibuat sedemikian rupa sehingga pesawat hanya diset berada dalam ketinggian kisaran 5.000 – 8.000 kaki. Sedangkan tekanan di luar mengikuti ketinggian jelajah dari pesawat tersebut.

Dituturkan dr Soemardoko, pesawat yang mengalami turbulensi akibat masuk awan cumulonimbus akan mengalami guncangan yang sangat hebat. Pesawat tersebut dapat mengalami down draft atau kehilangan ketinggian yang mendadak. Konsekuensinya bila penumpang tidak memakai seat belt maka akan terlempar ke atas.

Sedangkan bila memakai seat belt akan mengalami gaya G positif yang arahnya dari kepala ke kaki, dan dapat mengakibatkan black out.

“Apabila mengalami updraft maka akan mengalami kebalikan dari down draft, seperti dihentakkan di kursi. Sedangkan bila tidak pakai seat belt akan terlempar setelah dihentakkan di kursi dan akan mengalami apa yg disebut red out oleh karena darah terkumpul di daerah mata,” jelas dr Soemardoko.

Nah, apabila pesawat menghindari awan dengan kecepatan normal maka tidak akan ada pengaruh apa-apa. Penumpang hanya akan merasakan badannya tertekan ke arah kursi.

“Tetapi bila ada penambahan kecepatan secara mendadak ataupun kecepatan naik (rate of climb) tinggi baru mengalami negatif G dengan gejala red out karena berkumpulnya darah di daerah bola mata. Sedang bila pesawat menukik mendadak akan mengalami gangguan keseimbangan udara yang ada di rongga telinga bagian tengah, sus para nasalis, serta di rongga pencernaan yang terasa tidak enak (dyspepsia berat). Sedangkan gejala di mana akan terjadi black out mata akan mengalami kekurangan darah,” paparnya.

 

Deddy | Eramuslim | Jurniscom

 

Di Tahun 2014 Hamas Rubah Strategi Perlawanan Dengan Israel

GAZA (Jurnalislam.com) –  Perlawanan Palestina di Gaza mampu mengubah perimbangan kekuatan dari segi pesenjataan dan strategi pertempuran di tahun 2014. Dalam pertempuran Asful Ma’kul, pihak zionis mengalami kegagalan merealisir tujuan agresi militer ke Gaza, menghadapi kegigihan para pejuang perlawanan, yang makin mengokohkan kemenangan perlawanan dan kemampuan mereka mengambil alih kendali.

Pengamat militer, Kolonel Yusuf Sharqawi menegaskan, kemampuan perlawanan dan perkembangan yang mereka capai selama 2014 terlihat dalam perang terakhir di Gaza, lewat serangkaian taktik militer, di samping peningkatan kualitas persenjataan.

Hal ini menunjukan kemampuan perlawanan mengambil pelajaran dari pertempuran sebelumnya, untuk meningkatkan persenjataan, perbekalan dan persiapan.
Perlawanan mampu menghadirkan keseimbangan dalam perang, dan melakukan strategi yang belum pernah dilakukan militer Arab sebelumnya. Perlawanan Palestina mampu melakukan serangan balasan meski tak seimbang, seperti operasi serangan ke markas musuh.

Perkembangan Industri Roket

Para pengamat mencatat, Brigade al Qassam sukses memproduksi roket berukuran kecil, dengan daya ledak terbatas sejak Intifadah al Aqsha, dan terus berkembang dari satu pertempuran ke pertempuran berikutnya. Terakhir mampu membuat roket yang mampu mencapai 160 km, yang digunakan perlawanan saat menggempur kota Haifa.

Dalam agresi zionis ke Gaza Juli lalu, perlawanan berhasil menembakan 4500 roket, yang diklaim zionis sebanyak 750 ditangkal Irone Dome, seperti dilansir surat kabar zionis, Yediot Aharonot.

Strategi dan Taktik Yang Terus Berkembang

Pengamat zionis, Naji Bathah menegaskan, perkembangan yang dicapai perlawanan Palestina layak dibanggakan selama tahun 2014 dari beragam sisinya.
Kemampuan militer dan perkembangan yang dicapai perlawanan terlihat jelas dalam parade militer Brigade al Qassam di Gaza, di samping uji coba sejumlah roket dan rudal. Semuanya merupakan pesan nyata kepada penjajah zionis, bahwa perlawanan siap dan terus bekerja siang malam, dan ada harga yang harus dibayar penjajah zionis.

Brigade al Qassam merilis, senapan jenis al Ghoul mampu menembak sejauh 2 km, dengan ukuran 14,5 mm. Lebih jitu jika dibandingkan dengan "Dragunov" Rusia 7.62, dan senapan sniper Austria "Steyr" 12,7.

Dalam agresi zionis terakhir ke Gaza, perlawanan mampu mencatat sejumlah kesuksesan strategi militer, termasuk menurunkan pasukan katak yang berjibaku dengan pasukan zionis, dan serangan ke jantung kota zionis, Tel Aviv.

Ababil dan Sistem Persenjataan Laut

Untuk pertama kalinya perlawanan Palestina mampu membuat pesawat tanpa awak untuk tujuan militer, dan mengirim pasukan mariner ke wilayah musuh untuk pertama kalinya.

Selama perang Gaza lalu, Brigade al Qassam merilis kemampuan teknisinya membuat pesawat tanpa awak jenis Ababil 1 dengan 3 prototipe; A1A untuk pengintaian. Jenis A1B untuk penyerangan, dan jenis A1C untuk serangan dan peledakan, dan ketiganya sukses mengudara di wilayah jajahan 48.

Cyber dan Terowongan

Perkembangan canggih lainnya yang dicapai perlawanan Palestina adalah pertempuran cyber, yang mampu menembus rekening pimpinan zionis, dan mengambil kendali sejumlah situs penting zionis, mengirimkan pesan ke ribuan serdadu zionis dan menembus siaran TV Israel, seperti canel 2, canel 10 dalam beberapa kali siaran, dan berhasil merekam sejumlah operasi penyerangan.

Sementara itu terowongan bawah tanah menjadi point penting selama perang, yang digunakan untuk menyerang musuh di garis depan, dan sukses menawan sejumlah serdadu zionis.

Para pengamat enggan merinci perkembangan yang mungkin dicapai perlawanan dan persenjataannya di tahun 2015 mendatang, namun mereka cukup menyebutkan bahwa sampai saat ini produksi dan pengembangan persenjataan tak pernah berhenti.

Hamas telah menegaskan hal itu saat memperingati hari perang Furqon, bahwa pengembangan senjata perlawanan akan terus berlanjut yang akan menjadi duri di tenggorokan musuh. Semua akan mengantar kepada kemenangan dalam pertempuran di masa mendatang.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

ECHM : Setelah Peninjauan Pembangunan Masjid di Kaliningrad Akan Berlanjut

RUSIA (Jurnalislam.com) – Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia telah menerima aplikasi dari Muslim Rusia untuk membangun sebuah masjid di Kaliningrad setelah upaya mereka di pengadilan lokal sempat ditolak.

Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia untuk pertama kalinya menerima aplikasi dari Muslim Rusia untuk membangun sebuah masjid dalam sebuah pernyataan oleh Dagir Khasavov, seorang pengacara terkemuka di Rusia mengenai " Berita Islam."

Aplikasi Muslim yang tinggal di kota Kaliningrad ditolak oleh pengadilan Rusia, kemudian mereka membuat permohonan kepada ECHR.

Muslim di Kaliningrad telah berjuang selama 20 tahun yang panjang untuk membangun masjid mereka sendiri. Umat Islam telah membeli dan mengalokasikan lahan pada tahun 2009.

Pembangunan masjid dimulai pada tahun 2010, tetapi dihentikan pada bulan Desember 2013.

Pengadilan Kaliningrad membuat keputusan yang mengklaim bahwa tanah masjid terletak di area rekreasi dan regional dan pentingnya budaya, dan anulled keputusan alokasi lahan.

Mahkamah Agung Rusia menolak banding dari Muslim Rusia. Pemerintah daerah menuntut agar masjid, yang 80% telah dibangun, dihancurkan.

Sekarang ECHM telah menerima aplikasi umat Islam tersebut, dengan keputusan akan dibuat setelah peninjauan.

Sangat sedikitnya jumlah masjid bahkan bisa disebut  kekurangan, hal ini menyebabkan masalah serius antara Muslim dan pemerintah Rusia.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Sepanjang 2014 Drone AS Tewaskan 153 Warga Pakistan

KARACHI (Jurnalislam.com)  – Setidaknya 153 orang tewas dalam 25 serangan brutal Drone AS di daerah suku Pakistan pada tahun 2014, menurut laporan sebuah lembaga think tank yang berbasis di Pakistan.

Institut Konflik dan Studi Keamanan, Pakistan sebuah think tank yang memonitor serangan drone, mengatakan bahwa 22 dari 25 serangan dilakukan di Waziristan Utara yang bermasalah, salah satu dari tujuh daerah suku semi-otonomi di Pakistan yang dianggap sebagai "jantung mujahidin" oleh AS.

Serangan pesawat tak berawak lainnya dilakukan di dekat wilayah kesukuan Waziristan Selatan dan Khyber Agency. Enam puluh empat orang juga terluka akibat serangan drone, kata laporan itu.

Laporan itu mengatakan pesawat tak berawak terutama menyerang jaringan Taliban yang aktif di negara tetangga Afghanistan, termasuk jaringan Haqqani, yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan asing.

Hanya dua serangan yang diarahkan terhadap Tehreek-e-Taliban Pakistan, koalisi utama Taliban yang bekerja dari dalam negeri Pakistan, yang telah menjadi target operasi tentara Pakistan selama berbulan-bulan.

Serangan drone di Pakistan pernah berhenti pada lima bulan pertama tahun 2014, tetapi operasi kemudian dipercepat ketika tentara Pakistan memulai operasi militer di Waziristan Utara pada bulan Juni.

Lebih dari 3.450 orang telah tewas dalam 416 serangan brutal Drone di Pakistan sejak tahun 2004. Menurut think tank internasional dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty internasional dan Biro Investigasi Jurnalisme, 70 persen lebih korban Drone AS adalah warga sipil .

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

23 Pemberontak Houthi Tewas Dalam Serangan Isytishad di Kota Ibb, Yaman

YAMAN (jurnalislam.com) – Setidaknya 23 pemberontak Syiah Houthi tewas akibat serangan bom isytishad di sebuah pertemuan di kota Ibb di pusat Yaman, saat pertempuran di distrik Radaa juga menewaskan sedikitnya 34 orang.

Ledakan besar hari Rabu (31/12/2014) di pusat kebudayaan tersebut juga melukai gubernur provinsi Ibb dan puluhan orang lainnya, Al Jazeera menyimpulkan.

Petugas medis di tempat kejadian memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan bertambah.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu,

Sementara itu, sedikitnya 34 orang, termasuk 25 Houthi tewas, enam warga Sunni  setempat dan tiga mujahidin AQAP gugur pada hari Selasa dan Rabu pagi dalam pertempuran di desa Khubza dan Almanaseh di kabupaten Radaa di pusat Yaman.

Bentrokan terjadi ketika pemberontak Syiah Houthi mencoba untuk merebut desa-desa dari suku Sunni setempat.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Giliran Uni Emirat Arab Larang Film "Exodus: Gods and Kings"

DUBAI (Jurnalislam.com)  – Setelah Mesir dan Maroko, kini giliran Uni Emirat Arab melarang pemutaran film epik Alkitab "Exodus: Gods and Kings", film yang menyimpang dari agama dan sejarah.

"Film ini menunjukkan Musa bukan sebagai nabi, tapi hanya sebagai seorang pengkhotbah perdamaian," Juma Obaid al-Leem, direktur pelacakan konten media di Dewan Media Nasional, melaporkan kepada Agence France Presse (AFP) pada hari Selasa, tanggal 30 Desember.

Dewan mengatakan bahwa film Ridley Scott, Exodus: Gods and Kings, tentang pelarian Nabi Musa dari fir'aun Mesir terkandung " kesalahan agama dan sejarah".

Pejabat itu menambahkan bahwa alur cerita bertentangan dengan kitab suci. Dia menambahkan film ini juga telah menyalahi aturan dari ketentuan dewan dalam penggambaran Nabi Musa menerima wahyu dari Allah melalui anak.

Representasi Allah dan nabi dalam bentuk media dilarang dalam Islam.

"Kami tidak mengizinkan penyimpangan agama … Ketika datang ke film agama dan sejarah, kita memperhatikan narasi yang benar dan menghindari menyakiti perasaan orang lain," kata Leem.

Dia juga membela Emirat Arab berhak untuk melarang film tersebut, sebagai sensor film di negara Teluk.

"Adalah normal jika kita menyatakan keraguan tentang satu film dari 1000 film," katanya.

Selama akhir pekan lalu, Mesir dan Maroko melarang film epik Alkitab Hollywood atas ketidakakuratan sejarah dan "menggambarkan Allah".

Menurut para pejabat, film "Exodus: Gods and Kings", yang mengklaim bahwa "Musa dan orang-orang Yahudi membangun piramida" penuh dengan kesesatan.

 

Deddy | Onislam | Jurniscom

Para Pemuda Al Quds Serang Bus Israel Dengan Batu Hingga Rusak

AL QUDS (Jurnalislam.com) –  Sekelompok pemuda Palestina pada hari Selasa (30/12/2014) tadi malam menyerang bus Zionis di timur al Quds dengan batu sehingga mengakibatkan kerusakan pada bus tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa  malam, sebagaimana dilansir oleh radio militer Zionis, kepolisian Zionis mengatakan, “Sekelompok pemuda al Quds di daerah Nabi Yakub di al Quds Timur menyerang sebuah bus Israel dengan batu hingga mengenai dan merusaknya.”

Kepolisian Zionis menyatakan bahwa pasukannya sedang melakukan operasi penyisiran untuk mencari para pemuda al Quds yang ikut dalam aksi pelemparan batut tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, kepolisian Zionis menyatakan kerata cepat Israel mengalami kerusakan karena dilempari batu orang-orang Palestina di timur al Quds. Sumber di kepolisian mengatakan, “Kereta cepat mengalami serangan lemparan batu dari sekelompok orang Palestina di timur al Quds sehingga merusak kaca-kacanya.”

Sejak tiga bulan terakhir penjajah Zionis memberlakukan UU yang memenjarakan para pelaku pelemparan kereta cepat dengan hukuman 10 tahun penjara.

PM Zionis Benyamin Netanyahu mengakui pekan ini menambah pasukan kepolisian di kota al Quds sebanyak 400 polisi untuk menghadapi para pelempar batu. Sementara itu pasukan penjajah Zionis melakukan operasi penangkapan secara meluas di al Quds terhadap para pemuda yang ikut dalam konfrontasi di al Quds.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

LSM Jerman-Turki Mengutuk Keras Demonstrasi Anti Islam di Jerman

JERMAN (Jurnalislam.com) – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Islam dan Turki yang berbasis di Jerman, yang menjadi tuan rumah salah satu populasi terbesar imigran Muslim di Eropa, mengutuk keras demonstrasi anti-Islam yang tumbuh di bawah kedok patriotisme di Jerman Timur.

Mengkritik politisi Jerman yang populis serta media Jerman, perwakilan dari LSM menyatakan bahwa sikap dan perilaku tokoh politik dan media yang penuh prasangka buruk dan kecurigaan menyebabkan penciptaan kelompok rasis seperti Patriotik Eropa Menentang Islamisasi Barat (Pegida).

"Saat politisi populis sejak tahun lalu mendekati minoritas Muslim dengan cara yang sangat berprasangka, media Jerman juga, dengan headline Islamophobia mereka, telah membuka jalan bagi Islamophobia," kata Kepala Uni Islam Eropa-Turki (ATIB), Ihsan Oner.

Menurut laporan media Jerman, Pegida tumbuh dari kelompok media sosial dan sekarang terdiri dari sedikitnya 17.000 orang yang berkumpul secara teratur sejak awal Desember di Dresden, tempat kelahiran gerakan tersebut, untuk memprotes Islam, menentang imigran Muslim yang masuk ke Jerman dan menentang yang mereka sebut "ekstremisme agama."

Setiap hari Senin pukul 6 sore, puluhan ribu orang berkumpul di Dresden, sebuah kota di bagian timur Jerman, dan meneriakkan slogan menentang Islam, imigran Muslim dan Islamisasi negara mereka dan juga Eropa. Halaman Facebook kelompok tersebut memiliki hampir 95.000 pengikut. Pawai terakhir terjadi pada tanggal 29 Desember dan yang berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 5 Januari 2015.

LSM seperti Persatuan Islam Eropa-Turki (ATIB), Dewan Pusat Muslim di Jerman (ZMD), Federasi Asosiasi Pekerja Demokratis (DİDF) dan Masyarakat Islam Visi Nasional (IGMG) menyerukan untuk mengakhiri bias politik dan laporan media yang memicu sentimen anti-Muslim dan sehingga mengarah ke pembentukan kelompok-kelompok rasis seperti Pegida dalam masyarakat Jerman, seraya mengatakan bahwa Jerman bisa berbuat lebih baik dalam upaya memerangi rasisme dan diskriminasi.

Direktur Jenderal ATIB, Oner, percaya bahwa gerakan-gerakan dan perilaku anti-Islam meningkat. "Kami khawatir akan masa depan kita sebagai minoritas Muslim di negara ini," katanya.

Mengomentari klaim tumbuhnya Islamisasi di Jerman dan Eropa, Oner mengatakan: "Bagaimana mungkin, Muslim yang tidak mampu melestarikan aset budaya mereka sendiri untuk generasi berikutnya, bisa menguasai Eropa? Bahkan gagak akan menertawakan ini! "

Sekretaris Jenderal IGMG Mustafa Yeneroğlu percaya bahwa Pegida adalah hasil dari politik keamanan yang tidak bertanggung jawab di Jerman.

"Semua masalah ini telah dipicu selama bertahun-tahun oleh para politisi kita. Sejak 9/11, Islam dan Muslim disorot oleh politisi sebagai ancaman utama dalam hal keamanan dalam negeri. Harus ada pebedaan antara risiko ancaman aktual dengan orang-orang yang tidak bersalah," kata Yeneroğlu.

Yerenoğlu meminta politisi Jerman untuk meninjau kebijakan keamanan mereka dan mendesak satuan keamanan untuk berpartisipasi dalam pendidikan antarbudaya dan antar-agama. "Jelas bahwa kita perlu program pencerahan yang penting untuk melawan kelompok-kelompok sayap kanan, anti-Semitisme dan memusuhi Islam."

Kepala ZMD Aiman Mazyek menggarisbawahi bahwa Pegida tidak mewakili seluruh Jerman, serta mengatakan, "Kita hidup di negara yang penuh keragaman dan kami bangga dengan itu."

Dewan Muslim DİDF menuntut diambilnya langkah-langkah serius terhadap diskriminasi anti-Islam, dan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, "Aksi unjuk rasa dilakukan dengan nama Melawan Islamisasi Eropa dan mereka yang bergabung dengan aksi unjuk rasa ini meningkat setiap hari.

"Namun, Jerman tidak datang ke titik ini secara tiba-tiba. Gambaran ini merupakan produk berbagai pihak dan media yang sudah bertahun-tahun gelisah terhadap pengungsi dan pencari suaka yang berasal dari negara-negara Islam." DİDF juga meminta pemerintah Jerman "untuk segera menghentikan pawai rasis dan kebencian yang memicu demonstrasi di Jerman."

Pemerintah Jerman telah bereaksi terhadap demonstrasi. Pada hari-hari awal protes anti-Islamisasi, Kanselir Jerman Angela Merkel memberi peringatan terhadap diskriminasi. "Ada kebebasan berkumpul di Jerman, tetapi tidak ada tempat bagi hasutan dan kebohongan tentang orang-orang yang datang kepada kita dari negara lain," katanya seperti dikutip di Berlin.

Menanggapi berkembangnya sentimen anti-imigran Muslim di Jerman, Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble mengatakan hari Sabtu bahwa manfaat imigrasi harus dipertimbangkan.

"Dunia ini lebih terbuka dan imigrasi membantu semua orang. Sama seperti jutaan pengungsi telah membantu kami membangun Negara kami kembali setelah Perang Dunia II, demikian juga kita perlu imigrasi hari ini," kata Schaeuble kepada sumber berita Bild Online, Reuters melaporkan.

Jerman sadar akan masa lalu Nazi, yang memiliki salah satu kebijakan suaka yang paling liberal di dunia. Presiden Joachim Gauck juga bereaksi terhadap demonstrasi dengan pernyataannya pekan lalu ketika mengatakan, "Orang-orang boleh takut terhadap terorisme Islam. Tapi jangan takut dengan Islam."

Dalam beberapa hari terakhir ini, platform anti-Pegida baru terbentuk secara online di change.org yang memanggil 1 juta tanda tangan untuk membentuk " Jerman yang berwarna-warni." Kampanye ini digagas oleh Karl Lempert dari kota Hannover. Pada hari Senin pekan ini, lebih dari 200.000 orang telah menandatangani petisi.

 

Deddy | Islamophobiawatch | Jurniscom

 

Serangan Isytishad IIA Hancurkan Markas Musuh di Wardak; Puluhan Tewas

WARDAK (Jurnalislam.com)  – Sebuah serangan isytishad menghantam tempat penting bagi pasukan boneka di distrik Syed Abad di provinsi Wardak pada hari Selasa pagi (30/12/2014), menewaskan puluhan tentara musuh, menurut laporan berita Al-Emarah.
 
Selasa dini hari sekitar pukul 08:00 waktu setempat, seorang Mujahid yang berani dari unit isytishad Imarah Islam Afghanistan, Asadullah, yang berasal dari provinsi Helmand melakukan serangan bom mobil pada instalasi tersebut, koresponden Al-Emarah mengatakan pada hari Selasa.
 
Dia menambahkan bahwa pejuang melarikan kendaraan yang penuh bahan peledak ke arah instalasi dan menerobos masuk ke dalam kompleks. Serangan tersebut berhasil membunuh serta melukai banyak tentara boneka.
 
Sebagian besar dari instalasi rusak parah dalam ledakan besar setelah bangunan meledak dan terbakar hebat dan mengepulkan asap hitam.
 
Instalasi yang dijalankan oleh sebanyak 80 tentara boneka merupakan sebuah markas utama dan telah diratakan dalam serangan hari Selasa

Deddy | Shahamat | Jurniscom