Ismail Haniyah Bersama Delegasi Jihad Bahas Krisis Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Ismail Haniyah pada Senin (05/01/2015) bertemu dengan delegasi pimpinan gerakan Jihad Islam. Bersama delegasi Jihad Islam, Haniyah membahas kerjasama dan krisis yang terjadi di Jalur Gaza.
Kantor Haniyah dalam pernyataannya mengatakan, kedua belah pihak membahas realita politik dan mekanisme kerjasama, juga beberapa krisis kehidpan yang terjadi di Jalur Gaza dan jalan keluar dari krisis tersebut.

Kantor Haniyah menyatakan bahwa Jalur Gaza mengalami krisis listrik sangat parah, di mana waktu pemutusan setiap harinya mencapai 18 jam tiap hari. Sementara itu pemerintah rekonsiliasi menolak memikul tanggaung jawab atas krisis yang terjadi di gaza, terutama berkaitan dengan perlintasan, para pegawai dan sektor kesehatan.

Gerakan Hamas memiliki ikatan yang kuat dengan faksi-faksi perlawanan Palestina dan terus berusaha untuk berkoordinasi dengan mereka dalam banyak langkah yang memberi perhatian pada persoalan dan manusia Palestina, terutama di tengah-tengah blokade yang terus dialami Jalur Gaza, juga di tengah-tengan ancaman-ancaman yang melingkupi Jalur Gaza dari penjajah Zionis .

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom
 

Studi Gender Agama Lain, Dosen UIN Ar-Raniry Ajak Mahasiswa ke Gereja

ACEH (Jurnalislam.com) – DOSEN Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Rosnida Sari yang mengajarkan 'Study Gender dalam Islam' di kampus itu, mengajak mahasiswa mengetahui agama lain dengan berkunjung langsung ke gereja di Banda Aceh. Kisah tentang ini dituliskan Rosnida Sari dan dimuat di australiaplus.com yang merupakan bagian dari media ABC Australia pada 5 Januari 2015. Rosnida pernah belajar di Universitas Flinders di Australia Selatan. 

Di bawah ini adalah tulisan Rosnida Sari yang di australiaplus.com

Saya mempunyai pengalaman yang sangat berkesan dengan mahasiswa-mahasiswi saya. Semester ini salah satu mata pelajaran yang saya asuh adalah Study Gender dalam Islam.

Sepertinya menarik jika mahasiswa yang semuanya Islam ini belajar juga tentang bagaimana agama lain melihat relasi laki-laki dan perempuan di agama mereka.

Niat untuk membawa mahasiswa ini karena saat berada di Adelaide, saya banyak berteman dengan teman lokal. Bahkan saya sempat tinggal bersama keluarga lokal selama tiga bulan di Flagstaff Hill, Australia Selatan.

Saat berteman dengan teman-teman lokal ini saya sering datang memenuhi undangan mereka seperti BBQ, piknik bahkan house warming party. Ketika mereka tau saya beragama Islam dan senang mengunjungi gereja-gereja, mereka berkata bahwa mereka malah tidak pernah mengunjungi mesjid, dan mereka ingin berkunjung ke mesjid suatu saat. Sayangnya, sampai saya kembali ke Aceh, niat itu tidak terealisasikan.

Ketika saya tinggal bersama keluarga lokal, saya juga sempat datang mengikuti beberapa kegiatan gereja yang digawangi oleh ibu. Ibu giat melakukan kegiatan charity seperti membuat club merajut bagi para perempuan di lingkungannya. Tujuannya adalah sebagai tempat berkumpul bagi para perempuan untuk berbagi cerita. Begitu juga sebagai wadah bagi para pendatang baru di lingkungan yang dekat dengan gerejanya, seperti para pendatang dari Rumania atau Vietnam, yang mungkin belum mempunyai kenalan di lingkungan tersebut.

Dengan mengikuti klub merajut ini, ibu dan teman-temannya dari komunitas lokal bisa membantu para pendatang baru ini tadi, yang bisa jadi belum bisa berbahasa Inggris atau belum mempunyai perlengkapan rumah tangga, seperti sofa atau meja makan. Peralatan ini, terkadang diberikan dengan cuma-cuma oleh anggota gereja.

Ayah juga bukan laki-laki sembarangan. Ia pernah menjadi ketua Rotary chapter Adelaide bagian selatan. Ketika berada di Flagstaff Hill, saya sempat mengikuti dua kali kegiatan Rotary, penggalangan dana dengan cara penjualan lukisan dan interfaith dialogue dengan komunitas Ahmadiyah. Selain itu, beliau juga pernah menjadi semacam bupati di salah satu wilayah di Australia Selatan pada akhir tahun 70an hingga awal tahun 80an.

Kesempatan untuk bisa berinteraksi dengan Australia, khususnya Adelaide tidak terlepas dari beasiswa yang saya dapatkan dari pemerintah Aceh untuk melanjutkan study saya di Flinders University. Pemerintah Aceh memberikan beasiswa bagi guru dan dosen yang selamat dari musibah tsunami 2004.

Saya tercatat sebagai seorang dosen baru pada tahun 2006 sehingga berhak untuk ikut tes mendapatkan beasiswa ini. Salah satu negara yang memberikan sumbangan sehingga menjadi beasiswa adalah Australia

Berdasarkan pengalaman tersebut saya lalu mencoba mencoba menjadi 'jembatan' perdamaian bagi umat Kristiani dan Islam di kota saya sekarang, Banda Aceh. Saya kira sudah saatnya saya 'membalas' kebaikan mereka dengan menjadi semacam 'pembawa damai' untuk agama dan budaya yang berbeda ini. 

Kembali ke cerita gereja, karena pendeta di salah satu gereja di Banda Aceh ini adalah teman saya, maka sayapun melakukan pendekatan dan mengatakan bahwa saya ingin membawa mahasiswa untuk berkunjung ke gereja.

Selain untuk tau tentang relasi laki-laki dan perempuan di agama mereka, saya juga ingin agar tidak ada ketidaknyamanan mahasiswa pada mereka yang beragama berbeda. Tujuannya tentu saja agar terjadi kesalingpahaman diantara mereka, menghilangkan prasangka yang sudah dibentuk oleh media (Koran dan TV) atau saat mendengar perbincangan orang lain. 

Dengan mendengar langsung dari pak pendeta dan tentunya pemeluk agama Kristen itu secara langsung, saya harap para mahasiswa ini bisa bertanya langsung sehingga memahami hal-hal yang berkaitan dengan agama Nabi Isa ini.

Awalnya saya khawatir mereka tidak mau datang dengan alasan hujan yang amat lebat atau karena tidak nyaman (takut) untuk datang ke gereja. buktinya adalah: ketika saya tawarkan hal ini pada kelas yang lain, mahasiswa di kelas tersebut ogah-ogahan menjawab. Dari sekitar 26 orang, hanya 3 yang mengatakan ya. Sisanya, ada yang senyum kecut dan menggelengkan kepala.

Tapi ternyata mahasiswa dari kelas gender ini sangat antusias. Beberapa kali diantara mereka menelpon bertanya bagaimana sampai ke gereja. 

Saya memang menyediakan diri untuk datang terlebih dahulu. Selain agar bisa menyambut mereka disitu, juga agar mereka nyaman bahwa ada seseorang yang telah mereka kenal yang ada di tempat asing tersebut.

Lagi-lagi, saya khawatir mahasiswa saya tidak mau bertanya ketika pak pendeta menyelesaikan memaparnya. saya mempersiapkan beberapa pertanyaan dan saya minta beberapa mahasiswa bertanya dengan pertanyaan yang telah saya siapkan tadi.

Tapi ternyata, setelah pak pendeta menyelesaikan paparannya, beberapa mahasiswa malah bertanya dengan pertanyaan mereka sendiri. Artinya mereka juga berminat untuk tau lebih jauh tentang agama Kristen dan pertanyaan mereka direspon langsung oleh penganut agama tersebut.

Saat pulang, saya menyapa seorang mahasiswa yang bajunya terlihat basah, akibat kehujanan. Dia katakan bahwa dia bukan dari kelas Gender saya, melainkan dari kelas lain yang saya asuh. Ia katakan bahwa ia juga memberitahu teman-temannya dari kelas lain tersebut untuk datang dan ia sangat tertarik dengan apa yang telah ia dengar di dalam gereja tersebut.

Apa yang saya pelajari dari kejadian ini adalah:

Tenyata mahasiswa saya tidak begitu kaku untuk datang ke gereja. Nyatanya mereka begitu antusias untuk datang. bagi sebagian muslim, masuk rumah ibadah agama lain adalah sesuatu yang dilarang. tapi saya tidak melihat ini dari mahasiswa saya.

Beberapa mahasiswa saya begitu bersemangat dan antusias untuk mendapatkan ilmu tentang agama yang berbeda. Ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka tanyakan. Meski ada juga mahasiswa yang hanya menjadi pendengar

Saya harap langkah kecil ini bisa menjadi langkah yang lebih besar lagi di masa depan. Saya sangat antusias untuk ini, karena ketika kembali ke ruang kelas, beberapa mahasiswa bertanya kapan mereka bisa datang berkunjung ke rumah ibadat agama lain yang ada di Banda Aceh.

Ally | AtjehPost | Jurniscom

Sejumlah Tentara AS Terlatih Tewas Dalam Serangan di Mogadishu

MOGADISHU (Jurnalislam.com) – Somalia, kelompok afiliasi Al Qaeda yaitu  Al-Shabaab pada hari Ahad (04/01/2015) mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom mobil mematikan di Somalia, Mogadishu pada hari sebelumnya.

"Serangan isytishad yang dilakukan oleh salah satu pejuang kami telah mencapai target yaitu membunuh sejumlah tentara AS yang terlatih," seorang pemimpin gerakan dikutip oleh situs pro-Al-Shabaab, Al-Andalus, mengatakan.

Setidaknya empat orang tewas dan satu terluka dalam ledakan itu, yang terjadi di distrik Waberi selatan Mogadishu, juru bicara pemerintah Somalo, Ridhwan Haji, mengatakan kepada The Anadolu Agency sebelumnya.

Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas beberapa pemboman serupa di Somalia di masa lalu.

Faksi Jihad ini telah berperang melawan pemerintah boneka Mogadishu dan berhasil menguasai banyak daerah di Somalia sejak beberapa tahun lalu.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Akhirnya Pembangunan Dinding Pemisah Tepi Barat Dibatalkan

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Mahkamah Agung Israel pada hari Ahad (04/01/2014) membatalkan pembangunan sebagian dari tembok pemisah Tepi Barat di desa Betlehem barat, Battir.

"Kami akhirnya berhasil mendapatkan keputusan untuk mencegah pembangunan tembok apartheid di desa kami setelah dua tahun berjuang di pengadilan Israel," Akram Bader, kepala desa Battir, mengatakan kepada The Anadolu Agency.

"Ini adalah hari bersejarah bagi masyarakat desa Battir, khususnya, dan orang-orang Palestina, secara umum," tambahnya.

Dia mengatakan, keputusan tersebut harus menjadi langkah pertama menuju dihilangkannya tembok pemisah, yang dibangun sepanjang Tepi Barat yang memisahkan antara permukiman Israel dan zona industri dengan tempat tinggal rakyat palestina.

Tembok pemisah secara efektif memotong sekitar 50.000 warga Palestina di Yerusalem Timur dari pusat kota, menurut pemerintah Palestina.

Pada bulan September tahun lalu, tentara Israel mengajukan permohonan kepada Mahkamah Agung Israel untuk membangun sebagian dinding di Battir, yang terletak tepat di atas jalur kereta api Jaffa-Yerusalem.

Sekitar 4.000 hektar tanah akan diambil dari penduduk setempat untuk pembangunan tembok pemisah tersebut.

"Tentara Israel tidak bisa membangun dinding atau mencuri tanah kami dalam keadaan apapun setelah putusan pengadilan," kata Bader.

"Keadilan akan selalu menang atas ketidakadilan," tambahnya.

Pada bulan Juni tahun lalu, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB telah mengakui Battir sebagai situs warisan dunia.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Imarah Islam Afgahanistan : Laporan Rinci Kerugian Musuh Pada Tahun 2014

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Tahun 2014 merupakan tahun kerugian besar bagi musuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Sepertiga dari Tahun 2014 berisi operasi 'Khalid bin Walid' dan dua pertiganya adalah operasi 'Khaibar' yang masih sedang berlangsung yang menimbulkan kerugian lebih lagi di pihak musuh yang tidak pernah  terlihat di tahun-tahun yang lalu.

Tahun ini korban pasukan asing berkurang karena penjajah dipaksa keluar dari sebagian besar pedesaan dan didorong ke basis barikade mereka di mana telah diberlakukan pembatasan gerakan sambil mendorong pasukan antek tentara bayaran mereka ke lubang kematian.

Banyaknya kerugian di pihak  pasukan antek juga diakui oleh Amerika yang mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun yang  'mematikan' bagi tentara bayaran tersebut. Meskipun terbiasa menurunkan/mengurangi dan menutupi jumlah korban di pihak mereka, jumlah korban tewas masih tetap besar. Mereka mengumumkan kematian lebih dari 5000 tentara selama satu tahun terakhir. Namun angka-angka ini tidak dapat dianggap lengkap karena mereka belum memperhitungkan semua insiden yang terjadi di seluruh negeri.

Teater operasi Emirat Islam melawan pasukan musuh diperluas berlipat ganda di seluruh negeri tahun lalu dan sebagian besar wilayah wilayah benar-benar dibersihkan dari kehadiran musuh.

Tanah di utara juga berubah menjadi batu bara panas untuk musuh tahun lalu seperti di wilayah selatan dan timur. Banyak kabupaten benar-benar dibebaskan dari musuh, sementara musuh dikelilingi dan dikepung di pusat kabupaten lain.

Statistik di bawah ini adalah semua operasi yang dilakukan oleh Mujahidin Emirat Islam yang diterbitkan setelah diselidiki, benar-benar disaring dan bisa diandalkan.

 – Sebanyak 15.554 serangan dilakukan oleh Mujahidin terhadap pasukan musuh sepanjang tahun 2014, rata-rata sekitar 41 serangan setiap hari.

– 812 penyerbu asing tewas sepanjang tahun ini dengan 364 terluka sehingga rata-rata sekitar 2 orang tewas dan 1 terluka setiap hari.

– Total 22.564 tentara ANA, Polisi dan milisi Arbaki tewas tahun lalu dengan 14.807 terluka, rata-rata sekitar 61 tewas setiap hari dan 40 luka-luka.

– Serangan tahun lalu menewaskan 764 komandan musuh tingkat tinggi sehingga sekitar 2 komandan tewas setiap hari.

– Sebanyak 5.063 kendaraan militer musuh (APC, truk pickup, truk logistik dan kendaraan lainnya) hancur tahun lalu, rata-rata sekitar 78 hancur setiap hari.

– Jumlah helikopter musuh dan pesawat jatuh tahun lalu adalah 26.

 – Demikian pula jumlah Mujahidin syahid sepanjang 2014 adalah 930 pejuang dengan 1.251 terluka, dibulatkan sekitar 2 syahid setiap hari dengan 3 lainnya terluka.

– 50 kendaraan Mujahidin juga hancur tahun lalu.

 Demikian Imarah Islam memiliki prestasi besar tahun lalu, 2014, dalam bidang perekrutan dan mengelupas personil dari jajaran musuh dan asimilasi mereka ke kehidupan biasa. Karena upaya tak kenal lelah dari personil Komisi Rekrutmen Emirat Islam di seluruh 2014, total 3545 orang dibawa keluar dari barisan musuh dan bersatu dengan Mujahidin.

Rincian lengkap orang-orang ini, nama-nama mereka, desa, kecamatan dan lain lain diterbitkan bulanan oleh website Al-Emarah.
 
Islamic Emirate of Afghanistan
Cultural Commission
12/03/1436  13/10/1393   04/01/2015

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Israel Lakukan 308 Kali Kekerasan Terhadap Wartawan Sepanjang 2014

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Forum Media dan Komunikasi Palestina Internasional mengeluarkan laporan data bahwa wartawan di Palestina selama tahun 2014 mengalami kekerasan dan pelanggaran sebanyak 308 kali.

Dalam laporan yang terbit hari Ahad (04/01/2015), sebanyak 17 wartawanan tewas di Gaza selama agresi Israel  terakhir, 16 di antaranya asli Palestina dan seorang wartawan Itali semuanya terkena tembakan atau bom atau serangan roket. Sementara sebanyak 58 wartawan lainnya luka saat mereka meliput.

Di sisi lain, sebanyak 25 wartawan ditahan, 53 ditahan saat meliput dan 42 dilarang meliput, 9 kasus ancaman, 4 kasus pelarangan keluar untuk meliput, 23 kasus pemukulan, 11 kasus penghalangan kebebasan.

Rumah wartawan juga tak luput dari kekerasan. Sebanyak 32 rumah watawan menjadi sasaran kekerasan selama agresi Israel  ke Gaza, sebagiannya hancur total.

Lembaga media juga menjadi sasaran kekerasan, 21 kantor lembaga media rusak total atau sebagian selama agresi Israel, 13 lembaga digerebek dan diserang.

Pelanggaran terbanyak di Tepi Barat 54 persen, 33 persen di Jalur Gaza dan 13 persen di Al-Quds.

Pelaku pelanggaran terbanyak adalah pasukan penjajah Israel atau polisi atau bekerjasmaa dengan warga zionis Yahudi.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Mesir Bebaskan Warga Israel Setelah 2 Tahun Dipenjara

MESIR (Jurnalislam.com) – Pemerintah Mesir membebaskan seorang warga Negara Israel setelah dua tahun ditahan dalam penjara atas tuduhan memasuki negara Arab secara ilegal, media Israel melaporkan.

Warga Israel, Andrey Pshenichnikov, dimasukkan ke dalam penjara di Mesir dua tahun lalu setelah mencoba untuk memasuki negara tersebut secara ilegal, situs surat kabar Israel Yedioth Ahronoth mengatakan pada hari Sabtu.

Situs surat kabar Israel Jerusalem Post, sementara itu, mengatakan Pshenichnikov dibebaskan oleh pemerintah Mesir pada hari Sabtu (03/01/2015).

Media itu mengatakan bahwa pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman dua tahun penjara pada 2013 setelah ia menyusup ke Semenanjung Sinai, Mesir timur laut.

Surat kabar itu menambahkan Pshenichnikov, 26, adalah penduduk kota Israel tengah Bat Yam dan menggambarkan dia sebagai aktivis sayap "kiri" yang tinggal di wilayah Palestina untuk beberapa waktu. Otoritas Palestina telah menolak untuk memberinya kewarganegaraan Palestina.

Mengutip kantor berita resmi Mesir, Jerusalem Post menambahkan bahwa ketika ia tiba di Mesir pada tahun 2013, Pshenichnikov tidak membawa paspor.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Al-Emarah studio Rilis Video Terbaru Berjudul ‘Pertempuran Epic Kunar’

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sebuah video baru telah dirilis oleh Komisi Budaya Imarah Islam Cabang Multimedia berjudul 'pertempuran Epic Kunar'.

Video yang diproduksi dengan cemerlang itu berdurasi total satu jam. Bagian pertama video dimulai dengan pengenalan provinsi Kunar kemudian diikuti oleh rekaman serangan Mujahidin di pangkalan dan pos pemeriksaan musuh. Juga terlihat adegan yang menunjukkan pemimpin Imarah Islam untuk wilayah Kunar sedang berjalan di dalam pos yang telah dikuasai tersebut.

Video kemudian menunjukkan adegan korban sipil akibat  Agresi tentara asing, mengangkat tabir media antek asing  yang selalu mencoba untuk menutupi insiden tersebut.

Video kemudian menunjukkan rekaman gubernur provinsi Imarah Islam, Mawlawi Nur Qasim Rahimullah, dan berakhir dengan pesan dari yang terhormat Amirul Mukminin, Mullah Muhammad Umar Mujahid Hafidzullah.

Video tersebut dapat didownload dan dilihat dari link yang disediakan di bawah ini

The Islamic Emirate of Afghanistan
Multimedia Branch
Al-Emarah Studio

 
http://www.shahamat-movie.com/index.php?option=com_webplayer&view=video&wid=134
 
Google+
https://plus.google.com/113403157315022518023/posts/CrEjVuUtp1r?pid=6099647599527507378&oid=113403157315022518023
 
HD 2.15gb
http://www.gulfup.com/?Wi5JMV
http://www.gulfup.com/?IXTQND
http://www.gulfup.com/?Af2mnI
http://www.gulfup.com/?lMiIo0
http://www.gulfup.com/?ykN1Cy
FLV
https://archive.org/details/alemarah48dakonaronohamase
vcd
https://archive.org/details/Alemarah48dakonaroonohamiVcd
mp4 mobile
https://archive.org/details/alemah48dakonaronohamase_57
3gp mobile
https://archive.org/details/alemah48dakonaronohamase3gp

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Istri Pangeran Inggris : Dibalik Burqa, Perempuan Muslim Tetap Tampil Stylish

LONDON (Jurnalislam.com) – Istri Pangeran Edward, The Countess of Wessex, Sophie mengaku menyukai busana muslim dan mendukung wanita muslim di seluruh dunia untuk tetap mengenakan jilbab ketika berpergian.

Bahkan Wanita yang menikah dengan putra bungsu Ratu Elizabeth itu juga memberikan pujian kepada para hijabers. Ia mengatakan bahwa perempuan muslim terlihat sederhana tapi tetap stylish walaupun mengenakan burqa. Mereka yang mengenakan burqa sebenarnya tidak ingin memperlihatkan pakaian modisnya untuk publik.

“Ini jelas kalau perempuan muslim terlihat modis dengan burqa tapi mereka hanya tidak ingin memperlihatkannya. Di balik burqanya mereka tetap tampil stylish,” tutur Sophie dalam wawancara dengan Harper’s Bazaar Inggris.

Sophi juga mengatakan untuk terlihat cantik dan gaya tidak harus selalu memperlihatkan tubuh.

"Ini sangat jelas bahwa perempuan Muslim bisa modis sekaligus mempertahankan kerendahan hati mereka," katanya kepada Harper. "Dan itu adalah cara yang bagus untuk membawa orang bersama-sama, dan mengatakan, 'Lihat, ini adalah apa yang kita benar-benar suka.' Dan apa yang orang lupa adalah bahwa di balik burka (cadar) dan segala sesuatu yang lain, ada seseorang yang mungkin mengenakan sesuatu yang benar-benar sangat modis. Tapi Anda tidak harus menunjukkan banyak tubuh agar indah dan bergaya.

Sophie sudah mengagumi busana muslim sejak lama. Ketika hadir di acara Islamic Fashion Festival 2012 di The Natural History Museum, London, ia mengatakan bahwa busana muslim sangat menarik dan bagus.

Oleh sebab itu, Sophie memberikan dukungan moril kepada para hijabers di dunia agar tidak takut lagi untuk berjilbab di tempat umum.

Ally | WashingtonTimes | Jurniscom

Penertiban Miras Terkendala Adanya Toko yang Berizin

LUMAJANG (Jurnalislam.com) –  Upaya penertiban minuman keras oleh Polres Lumajang terkendala adanya toko yang memiliki ijin menjual baik dari pemerintah pusat dan daerah.

 

Pihaknya berharap Pemkab Lumajang mengkaji kembali dalam pengeluaran ijin penjualan miras sesuai peraturan daerah atau peraturan bupati.”Saya sudah minta ke pak sekda soal pengaturan penjualan miras yang ada ijinnyan” kata Kapolres Lumajang, AKBP Singgamata kepada di Mapolres, Jum’at (02/01/2015)

Menurut dia, pihaknya akan kesulitan memberantas miras bila masih ada toko yang memiliki ijin penjual. Apalagi Miras  lebih banyak mudaratnya dibanding manfaat.”Kami berharap pemkab Lumajang mengkaji ijin penjualan miras,” jelasnya sebagaimana diberitakan beritajatim.

Polres Lumajang dalam penertiban miras hanya bisa menyentuh toko-toko atau warung yang menjual miras tanpa mengkantongi ijin. “Kemarin yang saya musnahkan ribuan, semoga peredaran mira di Lumajang menurun dari tahun ke tahun,” pungkas Singgamata.

Ally | MuslimDaily | Jurniscom