Ribuan Warga Turki Turun ke Jalan Protes Larangan Puasa Ramadhan di China

ANKARA (Jurnalislam.com) – Protes pecah semalam di seluruh Turki dengan ribuan orang turun ke jalan menuntut untuk menghentikan dugaan diskriminasi China terhadap Muslim, Anadolu Agency melaporkan Kamis (02/07/2015).

Demonstran berkumpul di Istambul, Izmir, Trabzon, Samsun, Bursa, dan 20 lokasi lainnya Rabu (01/07/2015) malam meneriakkan keadilan bagi daerah yang oleh rakyat Turki dinamakan Turkestan Timur.

Di beberapa tempat protes berlanjut sampai Kamis dini hari tadi.

Pawai oleh beberapa organisasi dan asosiasi dimulai setelah berbuka puasa, dengan orang-orang turun ke jalan, memegang plakat dan meneriakkan slogan-slogan.

Di Tarabya, Istanbul – rumah Konsulat China, dan protes terbesar – ratusan anggota cabang pemuda kekuatan politik yang dominan di negara itu, Partai AK, berkumpul di luar gedung di mana mereka berbuka puasa dengan air dan bagel Turki.

Slogan-slogan seperti "neraka selamanya untuk para penyiksa", "Diam adalah persetujuan, bangun dan keluarkan suara Anda" dan "Kami berdiri dengan Turkestan Timur".

Protes tersebut mengikuti pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Turki pada hari Selasa yang menyatakan "keprihatinan mendalam" tentang laporan bahwa Beijing memberlakukan larangan puasa bagi penduduk Muslim.

"Telah terdengar oleh publik dengan penuh kesedihan bahwa ada laporan pelarangan puasa dan pemenuhan tugas agama lainnya bagi Uighur Turki," kata pernyataan itu.

Pernyataan tersebut tidak memberikan penjelasan apa yang mereka inginkan agar dilakukan China tentang larangan yang dilaporkan.

Pada hari Rabu juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa pemerintahnya telah mencatat pernyataan Turki dan menginginkan klarifikasi.

"Semua kelompok etnis di China berhak atas kebebasan beragama di bawah konstitusi China," kata Hua Chunying melalui seorang penerjemah.

Pada pertengahan Juni, secara luas dilaporkan bahwa China telah melarang puasa di bagian Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang bagi anggota Partai, PNS, siswa dan guru.

Pada hari Kamis, Hua mengatakan bahwa Beijing sedang mengembangkan hubungan yang sangat penting dengan Turki.

"Kami berharap kita dapat mengembangkan hubungan bilateral, berdasarkan rasa saling menghormati keprihatinan utama dan kepentingan bersama satu sama lain," katanya.

"Kami berharap bahwa Turki akan bekerja sama dengan kami untuk mempertahankan pengembangan kelancaran hubungan bilateral."

"Keprihatinan" yang dinyatakan pada Rabu malam mencerminkan sentimen yang dirasakan banyak warga Turki berkaitan dengan masalah Uighur.

Banyak orang Turki yang merujuk Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang China – yang merupakan rumah bagi banyak kelompok etnis minoritas, termasuk warga Turki Uighur – sebagai Turkestan Timur.

Mereka percaya bahwa Uighur ada di antara sejumlah suku Turki yang mendiami wilayah tersebut, dan menganggapnya sebagai bagian dari Asia Tengah, bukan China.

Uighur, sebuah kelompok Turki yang membentuk sekitar 45 persen populasi Xinjiang, telah menuduh China melakukan kebijakan represif yang menahan kegiatan keagamaan Islam, komersial dan budaya mereka.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Pantau Langsung Aktifitas Gunung Raung, Me-dan Akan Buka Posko Bantuan

BANYUWANGI (Jurnalislam.com)– Lembaga Kemanusiaan non Pemerintah, Me-Dan (Medis dan Aksi Kemanusiaan) pada hari Selasa (30/06/2015) mendatangi pusat pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Daerah Banyuwangi di lereng Gunung Raung, tepatnya di desa Sumber Arum, Kecamatan Songon, Kabupaten Banyuwangi. Kedatangan tim Me-dan untuk mengetahui secara detail aktifitas Gunung Raung.

"Kami mendatangi BNPB Daerah di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songon, Kabupaten Banyuwangi untuk mengetahui lebih detail aktivitas gunung Raung yang tiga hari ini mengalami dentuman hebat. Dan tidak hanya itu, kami juga ngecek jalur-jalur evakusi di jarak sekitar radius 5-10 km dari kawah gunung,“ terang ketua Me-Dan dr. Didik Sulasmono.

Didik menyampaikan pihaknya akan mengirimkan tim dari Me-dan Jawa Timur dan Bali untuk membuka posko dan melakukan pemetaan jalur evakuasi.

”Kami insya Allah akan mengirimkan tim kami dari Jawa Timur dan Bali untuk pemetaan jalur-jalur evakuasi di daerah itu di 10 km dari kawah, kami juga akan membagikan masker 30 kotak, khususnya kepada warga setempat, dan kami akan berbagi informasi dengan balai pantau BPBD di pengamatan Gunung Raung di Kampung Manggaran, Desa Sumber Arum," lanjutnya.

Didik menambahkan, meskipun gunung Raung statusnya masih siaga III, namun Me-dan akan membuka posko bantuan di sekitar jarak 10 km dari lereng kawah.

Sementara itu, seorang petugas Balai Pemantauan, Erlangga, mengatakan abu vulkanik dari letusan Gunung Raung saat ini menuju kabupaten Bondowoso dan Situbongo.

“Aktivitas siaga III tremor terus meningkat setiap hari, sementara tiupan angin ke barat dan abu Vulkanik menuju di Kab. Bondowoso dan Situbondo,“ jelas Erlangga kepada Jurniscom.

“Seismisitas gunung juga mengalami peningkatan dengan tremor makin tinggi amplitudonya dengan rata-rata 21 milimeter dari sebelumnya hanya 10 milimeter," tambahnya.

Ada tiga daerah yang akan terkena langsung jika Gunung Raung meletus, yaitu 18 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi (Kecamatan Songgon, Kalibaru, Glenmore, Sempu, Genteng dan Singojuruh) dengan total 115.878 jiwa terancam, 4 desa di 2 kecamatan di Kabupaten Bondowoso dengan 1836 jiwa, serta 3 desa di Kabupaten Jember dengan 21.668 jiwa terancam.

 "Total penduduk 139.382 jiwa yang masuk dalam contigency plan pada tahun 2012 lalu. Kami perlu update lagi data terbaru," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Sudarmawan kepada wartawan.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Jurniscom

 

Pengkaji Budaya Yogya Sebut Sawo Kecik Peninggalan Laskar Diponegoro

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kekalahan Diponegoro dalam sejarah Islam Indonesia menurut pengkaji budaya Yogya, Salim Fillah menjadi syiar Islam yang luas untuk para pengikut Diponegoro yang disebutnya dengan laskar Diponegoro.

“Laskar-laskar ini menyebar ke seluruh Jawa bahkan ke luar Jawa mendirikan desa-desa baru dan menjadi pengajar di desa-desa tersebut dengan dasar-dasar Islam”, paparnya pada peserta Seminar Akbar Islam dan Nusantara di Aula Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL), Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/06/2015).

Para laskar Diponegoro yang menyebar di daerah Jawa, sampai menancapkan kuku dakwah ke Malang. "Kabupaten Banyumas, Kebumen dan ke timur sampai Madiun sampai ke Malang, yang dulu ke utara sampai ke arah Blora, cepu, daerah Kembang. Dimana para pengikut-pengikut diponegoro menyebar dan menancapkan kuku dakwah, menjadi basis untuk dakwah di hari-hari berikutnya", tuturnya.

Sawo Kecik salah satu ciri yang dibawa para laskar Diponegoro ialah adanya pohon sawo berjajar dan kemudian ada pohon sawo kecik. Menurut Salim, ini merupakan kode di antara pengikut pangeran Diponegoro.

“Coba perhatikan di rumah apakah ada pohon sawo berjajar kemudian ada pohon sawo kecik, ini adalah kode di antara pengikut Pangeran Diponegoro”, tutur Salim.

Pohon Sawo tersebut mempunyai filosofi bahwa para laskar Diponegoro untuk merapatkan shaf sedangkan pohon Sawo kecik mengartikan sebar kebaikan.

“Pohon sawo berjajar itu sudah melambangkan untuk merapatkan barisan atau shaf, sawo kecik itu artinya sebar kebaikan, maka sambil menunggu untuk berjihad kembali, rapatkanlah barisan dan tebarkanlah kebaikan untuk sesama”, pungkasnya.

Kontributor : Fikri | Editor : Ally | Jurniscom

Pengkaji Budaya Yogya: Khazanah Jawa Semuanya Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengkaji budaya Yogyakarta, Salim A Fillah mengatakan sejak Sultan Hamengkubuwono I, Islam sudah menjadi asas dalam kehidupan Jawa, termasuk dalam hal makanan dan pakaian, antara lain Sego Wudhu dan Batik. 

Sego wudhu artinya nasi yang berwudhu dengan air santan, makannya pake lauk dan pelengkapnya sambal gepleng. Gepleng berasal dari kata geleng-geleng atau dzikir, yang terbuat dari kedelai hitam, bawang putih, garam. Itu satu contoh saja tata boga dari keraton,” tutur pendiri Majelis Jejak Nabi dalam acara Seminar Akbar Islam dan Nusantara di Aula Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL), Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/06/2015). 

Selain itu, lanjutnya, ada pula batik keraton. Salim mencontohkan batik-batik keraton parang dengan motif Wahyu Tumurun yang biasa dipakai oleh orang keraton pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan dan menyebutkan filosofinya.

“Baju batik dengan motif wahyu tumurun artinya laylatul Qadr. Dipakai untuk 10 malam terakhir di keraton. Ini membuktikan bahwa khazanah kita semuanya Islam," paparnya.

Bahkan, ia juga menjelaskan gambar-gambar yang ada dalam baju batik tersebut, antara lain gambar biji yang mengartikan orang mengamalkan Al-Qur’an itu sudah seharusnya seperti biji yang tumbuh.

“Batu-batu granit mengartikan orang yang hatinya selalu ingat Al-Qur’an maka hatinya tidak akan sekeras batu, keris di depan mengartikan kewaspadaan selalu lebih dikedepankan, kemudian ada surjan garisnya lurik artinya lurus dalam hati, lisan dan amal, samir melambangkan takwa dan selanjutnya adalah tanggung jawab," tuturnya sembari memegang baju batik keraton yang masih terbungkus rapi dalam plastik.

Kemudian, ada pula blankon yang biasa dipakai orang Jawa, khususnya orang Yogya sebagai simbol perlawanan.

“Blankon berawal dari sultan agung yang menjahit dan mengelim sebagai ganti sorban agar jadi lebih praktis. Kalau anda perhatikan, blankon gaya yogya seperti ikatan sorban yang berlapis-lapis, itu simbol perlawanannya orang yogya. Orang kalau pakai blankon maka harus bisa mengayomi masyarakat”, jelasnya.

Terakhir, Salim meminta doa dan menginfokan pada para peserta aka nada buku mengenai Ensiklopedi Dakwah dalam Tradisi Yogya.

Seminar Akbar Islam dan Nusantara merupakan seminar yang diadakan oleh Aliansi Pemuda Islam Indonesia (APII) dan didukung oleh AQL Islamic Centre, Young Islamic Leader (YI-Lead), Qur’anic Generation (Q-Gen), Komunitas Rajin Shalat dan Omah Peradaban. Selain Salim Fillah, Kandidat Doktor Sejarah Universitas Indonesia, Tiar Anwar Bakhtiar dan Ketua Dai dan Ulama se-ASEAN, Zaytun Rasmin, M.A., juga mengisi acara ini. Seminar yang sama akan diadakan pada Ahad tanggal 05 Juli 2015 di lokasi yang sama dengan pembicara Guru Besar Universitas Padjajaran Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, Ketua Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia, Dr. Hamid Fahmy Zarkasy, M.Phil., dan Pengkaji Budaya Jawa Susiyanto M.P.I.

Kontributor : Fikri | Editor : Ally | Jurniscom

Sejarawan : Islam di Nusantara Terbentuk dari Banyak Mazhab

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejarawan Indonesia, Dr. Tiar Anwar Bakhtiar mengkritik penggunaan istilah Islam Nusantara yang dicetuskan belum lama ini oleh Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Azyumardi Azra. Azyumardi menyebutkan hasil dari Islam Nusantara yaitu terjadinya dialog Islam yang universal dengan kebudayaan lokal. 

“Definisi yang lebih rigid ialah fikihnya mazhab syafii, berpegang asy’ari maturidi, tasawufnya Ghazali,” papar Tiar dalam acara Seminar Akbar Islam dan Nusantara di Aula Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL), Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/06/2015).

Padahal, menurutnya, Islam Nusantara adalah konsep politik dan kewilayahan, yaitu nusantara yang terdiri dari Malaysia, Brunai, Singapura, Thailand, Myanmar, Vietnam.

“Maka yang hidup di sini bukan hanya mazhab Syafi'i, tasawufnya ghazali. Maka harus representatif dan harus mewakili semua yang ada di sini,” lanjut Ketua Pemuda Persis itu.

Tiar juga menyebutkan dalam sejarah Indonesia ada Tuanku Imam Bonjol yang diakui sebagai pahlawan Indonesia, kemudian dalam buku Parlindungan yang berjudul Tuanku Rao, ada pergerakan dan perkembangan mazhab Hanbali.

“Pengaruh Imam Bonjol dari Muhammad bin Abdul Wahab. Hanya dulu tidak ada istilah wahabi tapi hanbali. Saya kira perbedaan-perbedaan mazhab ini biasa saja, masalah fikih tidak ada persoalan”, tuturnya.

Tiar juga menuturkan, dalam sejarah Indonesia, Muhammadiyah sudah menyebarkan faham fikih yang tidak selalu Syafi’i, begitu juga juga organisasi masyarakat seperti Al-Irsyad dan Persis.

“Dan ada pendakwah-pendakwah lain yang tidak bergabung dengan ormas yang menyebarkan mazhab selain Syafi’i," ungkapnya.

Sudah hampir dua abad dan sekarang diklaim bukan dari Indonesia, menurut pria asal Garut itu aneh. “Maka yang membentuk nusantara ini bukan hanya satu mazhab saja tapi banyak mazhab,” pungkasnya.

Seminar Akbar Islam dan Nusantara merupakan seminar yang diadakan oleh Aliansi Pemuda Islam Indonesia (APII) dan didukung oleh AQL Islamic Centre, Young Islamic Leader (YI-Lead), Qur’anic Generation (Q-Gen), Komunitas Rajin Shalat dan Omah Peradaban. Selain Salim Fillah, Kandidat Doktor Sejarah Universitas Indonesia, Tiar Anwar Bakhtiar dan Ketua Dai dan Ulama se-ASEAN, Zaytun Rasmin, M.A., juga mengisi acara ini.

Seminar yang sama akan diadakan pada Ahad tanggal 05 Juli 2015 di lokasi yang sama dengan pembicara Guru Besar Universitas Padjajaran Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, Ketua Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia, Dr. Hamid Fahmy Zarkasy, M.Phil., dan Pengkaji Budaya Jawa Susiyanto M.P.I.

Kontributor : Fikri | Editor : Ally | Jurniscom

Media Gagal Berikan Informasi Tentang Islam, Rusia Larang Hijab di Sekolah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Mengungkap meningkatnya ketidaksukaan akan jilbab Islam diantara warga Rusia, sebuah kelompok penelitian menyalahkan media Rusia karena gagal memberikan informasi yang memadai tentang ajaran Islam yang sebenarnya.

"Islam sangat bervariasi, tetapi di media, Islam praktis disamakan dengan teroris, karena berita lebih sering berfokus pada serangan teror dari pada hal-hal yang positif," seorang sosiolog di Pusat Levada, Karina Pipiya, seperti dikutip oleh Moscow Times.

"Mungkin jika ada siaran yang lebih historis, yang menunjukkan umat Islam dari sisi berbeda, maka hasil jajak pendapat akan berbeda."

Sebuah jajak pendapat terbaru oleh pusat penelitian independen Levada menunjukkan bahwa tiga dari empat warga Rusia menentang siswa Muslim memakai penutup kepala (jilbab) di sekolah-sekolah dan universitas.

Jajak pendapat ini menemukan oposisi yang lebih tinggi di Moskow, di mana 91 persen menentang pakaian Islam.

Di Rusia, hanya 18 persen yang percaya bahwa perempuan Muslim harus memiliki hak untuk memakai jilbab ke sekolah-sekolah, sementara 74 persen menentangnya.

Pipiya mencatat bahwa ketidaksukaan Rusia akan jilbab pada dasarnya dimotivasi oleh turbulen dua perang Rusia di Chechnya.

Munculnya militan Islam di Timur Tengah telah menambah kekhawatiran Rusia.

Meskipun fokus ketidaksukaan Rusia bergeser di tengah kebuntuan negara dengan Barat setelah aneksasi Moskow terhadap Krimea, bias media membuat status quo sentimen anti-Muslim terus hidup.

"Pada tahun 2014, dalam konteks krisis Ukraina, fokus tidak suka internal dan ketakutan terkait dengan umat Islam bergeser menjadi musuh politik eksternal," kata Pipiya seperti dikutip.

Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa pergeseran itu "tidak mempengaruhi" hasil jajak pendapat terbaru, yang dilakukan di antara 800 orang dewasa di seluruh negeri dan memiliki margin of error tidak melebihi 4,1 persen.

Islam adalah agama terbesar kedua Rusia yang mewakili sekitar 15 persen dari populasi yang didominasi Orthodox yang berjumlah 145 juta.

Islam melihat jilbab sebagai kode wajib dalam berpakaian, bukan hanya simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.

Debat seputar jilbab telah dihidupkan kembali awal tahun ini setelah Mahkamah Agung Rusia menegakkan larangan penggunaan penutup kepala di sekolah-sekolah di republik Moldova.

Pemimpin Muslim di wilayah itu, Mufti Fagim Shafiyev, mengkritik larangan tersebut, dan mengatakan bahwa hal itu melanggar konstitusi Rusia dan melanggar hak kebebasan beragama, menurut laporan media.

Menteri Pendidikan Rusia Dmitry Livanov juga berpendapat awal tahun ini bahwa siswa harus mengenakan pakaian sekolah"sekuler", Izvestia melaporkan.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Anshar Syariah Libya Bertempur di Bawah Pemimpin Baru

LIBYA (Jurnalislam.com) – Pada tanggal 18 Juni 2015 akun Twitter yang berhubungan dengan Anshar Syariah faksi jihad yang berafiliasi dengan al Qaeda di Libya mencantumkan sebuah link rekaman audio berdurasi 30 menit dari siaran mingguan radio tersebut yang meliput berita dan peristiwa di Benghazi dan di tempat lain di Libya. Rekaman itu merupakan siaran ke-24 yang telah ditayangkan.

Sekitar dua menit pertama, penyiar radio memohon kepada Allah untuk menerima pemimpin pertama, Syeikh Mohammed al Zahawi, sebagai syuhada. Penyiar kemudian meminta Allah untuk melindungi dan memberkahi penerus Syeikh Zahawi, seorang mujahadin yang dikenal sebagai Abu Khalid al Madani.

Pada bulan Januari, Syeikh al Madani mengeluarkan pidato sanjungan Anshar Syariah untuk Zahawi. Sedikit yang diketahui publik tentang Syeikh al Madani. Dan lebih sedikit lagi yang diketahui tentang Syeikh Zahawi, meskipun dia lebih sering muncul di hadapan publik dibanding penggantinya. Misalnya, pertemuan Zahawi dengan Syeikh Usamah bin Laden pada 1990-an.

Selama siaran radio Anshar Syariah, Syeikh al Madani mengatakan bahwa kelompoknya dan umat "tidak akan dapat melupakan penghinaan yang ditujukan kepada Muslim kecuali melakukan jihad." Ini adalah motif standar jihad, mengingat kembali ke masa-masa kemuliaan ketika kerajaan Islam berkuasa atas wilayah yang luas. Syeikh Al Madani melanjutkan dengan mengatakan bahwa otoritas Allah harus dibangun kembali dan dunia sedang menunggu jihadis untuk membebaskan Masjid Al Aqsa dari Zionis Yahudi.

Pidato Syeikh Al Madani, yang memperingati awal Ramadhan, berlangsung beberapa menit. Siaran kemudian beralih ke hal-hal lain, termasuk serangan udara AS baru-baru di Ajdabiya, Libya, di mana veteran al Qaeda Syeikh Mokhtar Belmokhtar diduga menghadiri sebuah pertemuan.

Syeikh Belmokhtar ternyata selamat dari bom, namun beberapa pejuang Anshar Syariah gugur (syahid). Acara radio mereferensikan laporan yang dikeluarkan oleh Anshar Syariah dan Dewan Syura Ajdabiya (ASC), yang secara implisit membantah bahwa Syeikh Belmokhtar telah gugur. Anshar Syariah dan ASC menyebutkan daftar "Syuhada" yang tewas dalam serangan udara AS, tanpa memasukkan Belmokhtar dalam daftar dan mengatakan bahwa tidak ada orang lain lagi yang gugur. (Anshar Syariah beroperasi sebagai bagian dari ASC, memimpin Dewan Syura Revolusioner Benghazi, dan bergabung dengan aliansi lain juga).

Namun, serangan udara AS tidak menjadi kekhawatiran paling mendesak bagi Anshar Syariah. Faksi jihad ini telah terlibat dalam pertempuran sengit melawan pasukan pro-pemerintah Jenderal Khalifa Haftar selama lebih dari satu tahun. Dan kedua belah pihak telah bergulat untuk menguasai Benghazi sejak Haftar meluncurkan Operasi Martabat (Operation Dignity) pada bulan Mei 2014.

Ketika itu Anshar Syariah telah menderita kerugian yang signifikan, termasuk kehilangan pemimpin utama seperti Syeikh Zahawi. Tapi Anshar Syariah terus berjuang dan terus mendistribusikan publikasinya melalui situs jaringan "wartawan" di Twitter, selain Twitter resmi mereka sendiri, yang telah berulang kali dihentikan.

Pada tanggal 22 Juni, misalnya, awak media Anshar Syariah membukukan laporan bergambar yang mendokumentasikan serangan terhadap sebuah barak penuh pasukan Haftar di "sektor barat" Benghazi. Anshar Syariah mengatakan telah memulai serangan dengan bom mobil "remote control". Serangan artileri dan mortir jihadis kemudian berhasil mengusir tentara Haftar.

Seperti kebiasaan mujahidin lain, Anshar Syariah membukukan foto terpisah yang mendokumentasikan "ghonimah" dari serangan mereka yang sukses di barak tentara musuh. Dua truk hancur, masing-masing membawa senjata berat, juga ditampilkan.

Baru-baru ini foto foto lainnya fokus pada kegiatan amal Anshar Syariah di Benghazi, Derna, dan kota-kota lain di Libya. Beberapa gambar menunjukkan anggota "Direktorat Layanan Umum" Anshar Syariah membagi-bagikan tabung gas untuk keluarga yang tinggal di daerah yang dikuasai jihadis. Foto lain menunjukkan pejuang kelompok memberikan "barang rumah tangga" untuk "keluarga miskin" di Derna.

Ada banyak tuduhan dan  spekulasi mengenai hubungan Anshar Syariah dengan Islamic State (IS). Bertentangan dengan berbagai akun yang salah, Anshar Syariah belum bergabung dengan "khilafah" versi Abu Bakar al Baghdadi itu.

Hanya beberapa anggota saja memang ada yang membelot ke IS walaupun kedua kelompok ada kesamaan serangan di dalam Benghazi, tapi Anshar Syariah samasekali tidak mendukung Baghdadi. Karena Anshar Syariah hubungan Anshar Syariah dengan al Qaeda di Magreb Islam (AQIM), cabang resmi al Qaeda yang tetap setia kepada Syeikh Ayman al Zawahiri, dan hubungannya dengan loyalis Al Qaeda lainnya, seperti Syeikh Belmokhtar.

DanSyeikh  al Madani telah menolak panggilan untuk menggabungkan Anshar Syariah dengan IS. Misalnya, pejabat tinggi syariah Ansar al Syariah, Abu Abdullah al Libi, yang berjanji setia kepada Baghdadi awal tahun ini. Tapi pasukannya Syeikh al Madani tidak mengikutinya. Anshar Syariah kemudian menunjuk tokoh lain, Syeikh Abu Tamim al Libi, sebagai penggantinya.

Publikasi Anshar Syariah juga tidak mendukung pandangan bahwa Anshar Syariah telah bergabung dengan Islamic State.

Pada tanggal 21 Juni, Anshar Syariah memposting sebuah link ke buletin mingguan mereka, "Ini adalah Ummah Anda, Satu Ummah." Publikasi pdf meliputi ringkasan tidak hanya kegiatan Ansar al Syariah, tetapi juga kelompok jihad lainnya.

Bagian berita newsletter berisi ringkasan pidato sanjungan al Qaeda di Semenanjung Arab untuk Syeikh Nasir al Wuhayshi, yang menjabat sebagai amir AQAP dan general manager global al Qaeda hingga ia syhaid dalam serangan pesawat tanpa awak AS.

Baik PBB maupun Departemen Luar Negeri melaporkan bahwa cabang Anshar Syariah di Derna telah bersumpah setia kepada Islamic State. Dalam Laporan Negara Terorisme untuk tahun 2014 yang baru-baru ini dirilis, misalnya, Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa Anshar Syariah di Derna "berjanji setia kepada" Negara Islam pada bulan Oktober 2014. Tapi laporan ini tidak benar.

Anshar Syariah secara independen terus menerbitkan berita mengenai kegiatannya di Derna. Berita-berita ini dicap dengan nama Anshar al Syariah, logo, dan lambang-lambang lainnya.

Selain itu, Al Wasat, publikasi yang berbasis di Libya, melaporkan pada 23 Juni bahwa dua tentara Libya tewas di luar pintu masuk selatan Derna selama pertempuran antara Anshar Syariah dan Angkatan Darat Libya. Al Wasat juga mengklaim bahwa Anshar Syariah telah berjuang bersama milisi yang berafiliasi dengan al Qaeda lainnya di Derna melawan milisi Islamic State. Milisi lainnya ini milik Mujahideen Shura Council di Derna, yang mulai memerangi cabang Islamic State  di awal bulan.

Pesan lain terbaru dari Anshar Syariah menunjukkan bahwa mereka bukan bagian dari jaringan internasional Islamic State. Pada tanggal 24 Juni, organisasi memposting banner berisi pertanyaan dan jawabannya, "Kita berjuang untuk apa?" Tidak ada yang menyebutkan "khalifah" Baghdadi di banner itu.

Anshar Syariah menjelaskan bahwa mereka tidak "berjuang untuk dunia ini maupun untuk posisi, kemuliaan, reputasi, atau kekaguman tertentu." Sebaliknya, "kita melawan untuk membela agama kita, untuk mendirikan aturan Allah, dan mengikuti perintah dari pencipta kita. "

Lebih dari dua setengah tahun setelah serangan 11 September 2012, yang membuat Anshar Syariah terkenal di Barat dan masih berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.

Di bawah ini adalah foto Anshar Syariah yang menunjukkan penggunaan bom mobil "remote control", artileri dan mortir dalam serangan pada 22 Juni di barak milik pasukan Jenderal Haftar di Benghazi:

 

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

 

 

 

Hamas Latihan Perang dekat Pemukim Yahudi, Militer Israel Tidak Berkutik

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Koran Israel “Yediot Aharonot” edisi Rabu (01/07/2015) menyebutkan, para pemukim yahudi di pemukiman Netev Ha’sara di kawasan perbatasan Gaza menganggap negara mereka telah kehilangan kemampuan antisipatif, dan Hamas makin berani pasca agresi Israel terakhir ke Gaza.

Dalam laporannya, koran Israel menyebutkan, latihan yang digelar pasukan Hamas yang berjarak hanya puluhan meter dari rumah mereka tak pernah diperkirakan sebelumnya pasca agresi Israel terakhir ke Gaza.

Latihan militer yang digelar Hamas di dekat rumah mereka di Gaza Utara, memicu kekhawatiran mereka, yang berlangsung selama beberapa hari secara intensif, termasuk penembakan menggunakan peluru tajam, senjata berat dan roket.

Menurut koran Israel, komandan militer Israel di kawasan Selatan mengetahui aktifitas yang berlangsung tersebut, pihak pemukim telah mengirimkan surat peringatan kepada pejabat militer dan politisi, namun mereka tak melakukan respon apapun, dengan dalih latihan digelar hanya dekat perbatasan dan masih di area internal Gaza, karena itu militer Israel tak mungkin melakukan operasi selama gencatan senjata.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Kanselir Jerman: Islam Akan Selalu Ada di Jerman

JERMAN (Jurnalislam.com) – Kanselir Jerman Angela Merkel, dalam pidato di sebuah acara buka puasa Ramadhan yang diselenggarakan oleh anggota Integrasi federal, Aydan Ozoguz, mengatakan bahwa tidak ada keraguan bahwa Islam milik Jerman dan akan tetap demikian, World Bulletin melaporkan Rabu (01/07/2015).

Mengambil bagian dalam acara buka puasa resmi untuk pertama kalinya, Merkel juga mengatakan bahwa langkah-langkah lainnya akan diambil untuk membentuk ikatan dengan kelompok-kelompok Muslim dan bahwa tindakan yang diambil atas nama Islam, kekerasan khususnya telah menimbulkan kekhawatiran.

Merkel menegaskan bahwa tidak dibenarkan melempar kecurigaan terhadap Muslim atau mendiskriminasikan mereka karena tindakan kekerasan yang dilakukan orang lain.

Merkel mengutuk tindakan kekerasan terhadap semua tempat ibadah dan mengatakan, seluruh serangan yang terjadi di sebuah "sinagog, masjid atau gereja, semua tindakan terhadap tempat ibadah, dianggap sebagai tindakan kekerasan kepada kita semua".

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

SNH Advocacy Center : Pernikahan Sejenis Melanggar Konstitusi Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Advokat dan aktivis Hak Asasi Manusia dari SNH Advocacy Center, Sylviani Abdul Hamid menegaskan Indonesia tidak dapat memberlakukan pernikahan sesama jenis ke dalam bentuk peraturan. Karena menurutnya pernikahan sesama jenis sangat bertentangan dengan Konstitusi Indonesia.

Konstitusi (UUD 1945-red) menurutnya menganut asas Ketuhanan Yang Maha Esa, dimana di sana tercermin bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragama. Sebagai bangsa yang beragama, maka sudah sepantasnya menolak pernikahan sesama jenis yang merupakan perilaku menyimpang.

“Sebagai Bangsa yang beradab tentu bangsa Indonesia dan juga agama-agama yang ada di Indonesia menolak penyimpangan seksual sebagian kaum hedon ini,” tegas Sylvi dalam rilis SNH Advocacy Center kepada Jurniscom, Rabu (1/7/2015).

“Undang-undang yang ada pun telah tegas menutup celah bagi pernikahan sesama jenis ini,” sambung Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center ini.

Dia mencontohkan aturan tentang Perkawinan misalnya Pasal 1 telah dengan tegas mengatakan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ungkap Sylvi seraya mengutip Pasal 1 dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

"Undang-undang ini merupakan perwujudan dan bentuk komitmen dari segenap Bangsa Indonesia dalam rangka membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagaimana dimuat dalam Konstitusi kita,” lanjut Sylvi.

Menurutnya, budaya dan agama-agama di Indonesia juga sepakat bahwa perkawinan sesama jenis merupakan sebuah aib dan perbuatan amoral yang harus ditolak bahkan dikategorikan sebagai perbuatan dosa. 

“Indonesia memang bukan negara agama, tapi menganut asas Ketuhanan Yang Maha Esa dimana nilai-nilai keagamaan harus dikedepankan, disamping itu Budaya Timur kita juga menjunjung tinggi etika dan moralitas Bangsa oleh karenanya sudah sepantasnya Indonesia melarang pernikahan sesama jenis ini,” tutupnya.

Seperti diketahui, pada hari Jum’at (26/6) Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan untuk diberlakukan aturan secara nasional (sebanyak 50 Negara Bagian) pernikahan sesama jenis, dimana sebelumnya hanya 37 Negara Bagian pernikahan sesama jenis ini secara sah diberlakukan.

Di Indonesia, beberapa publik figur mendukung dan bergembira atas putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat ini. Mereka seakan menanti aturan tersebut juga diberlakukan di Indonesia. Namun, sebagian besar juga menolak dan ada yang anti terhadap pernikahan sesama jenis ini. 

Kontributor : HK | Editor : Ally | Jurniscom