Mujahidin Suriah Bentuk Koalisi Anshar al Syariah untuk Pertempuran di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sejumlah faksi jihad Suriah kembali membentuk koalisi untuk melawan pasukan rezim Bashar Asaad. Koalisi yang digagas Jabhah Nusrah itu bernama Anshar al Syariah, nama yang juga digunakan oleh afiliasi Al Qaeda di Timur Tengah dan Afrika Utara. Anggota Anshar al Syariah terdiri dari faksi-faksi jihad Suriah yang sebelumnya juga berjuang bersama di Idlib dalam koalisi Jaisyul Fath.

Koalisi tersebut terdiri dari 12 faksi jihad Suriah, diantaranya Ahrar Syam, Anshar al Din, Jaisyul Mujahidin al Islam, Brigade Al Tawhid Wal Jihad dan lain-lain. Faksi jihad Anshar al Khilafah juga bergabung dengan Anshar al Syariah. Sebuah faksi jihad dengan nama yang sama didirikan pada Desember 2012, ketika lima brigade, termasuk satu yang bernama Brigade Ansar al Syariah, digabung. Pada saat itu, sumber The Long War Journal mengidentifikasi lima kelompok konstituen Ansar al Khilafah sebagai unit lokal Jabhah Nusrah. Ansar al Khilafah dan Jabhah Nusrah bersama-sama menyerbu sebuah kota di provinsi Aleppo pada bulan Juli tahun 2013.

Fokus awal  Anshar al Syariah adalah wilayah Jamiyat al Zahra dari Aleppo, yang merupakan wilayah kunci rezim Syiah Assad, karena berisi beberapa aset militer rezim paling penting. Anshar al Syariah telah memposting peta pertempuran secara online.

Pada bulan Maret, Jabhah Nusrah dilaporkan meledakkan sebuah bangunan milik divisi intelijen Angkatan Udara rezim Suriah di Jamiyat al Zahra.

Pasukan rezim Syiah Assad mendapatkan berbagai serangan yang menggempur  pertahanannya di kota Aleppo.

Penciptaan operasi terkoordinasi bersama Anshar al Sharia terjadi hanya beberapa minggu setelah koalisi lain, yang dikenal sebagai "Fatah Halab," dibentuk. Fatah Halab terdiri lebih dari dua lusin faksi jihad.

Anshar al Syariah di Aleppo adalah kelompok koalisi terbaru yang terbentuk tahun ini yang mencakup Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham. Setiap aliansi memiliki simbol independen untuk media komunikasi.

Simbol tersebut digunakan bersama logo individual masing-masing koalisi. Logo Anshar al Syariah dapat dilihat di sebelah kanan, dan sudah digunakan oleh konstituennya.

Di bawah ini adalah sejarah singkat dari pembentukan koalisi penggabungan operasi  yang dipimpin oleh Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham di Suriah tahun ini. Dengan menggabungkan sumber daya mereka, bersama dengan para mujahidin dari berbagai faksi jihad, para jihadis telah mencapai keberhasilan penting di medan perang terutama di Idlib.

Jaysh al Fateh (Tentara Penaklukan) di provinsi Idlib adalah koalisi yang pertama kali dibentuk tahun ini. Hanya butuh beberapa hari bagi kelompok tersebut untuk melawan pasukan Syiah Bashar al Assad dari kota Idlib pada akhir Maret. Dan Jabhah Nusrah mempertunjukkan penggunaan rudal TOW buatan Amerika hasil ghanimah pada awal pertempuran saat mujahidin menghancurkan tank rezim Syiah Suriah di perimeter kota.

Selain Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham, organisasi pendiri asli Jaysh al Fateh termasuk Jund al Aqsa, Liwa al Haqq, Jaysh al Sunna, Ajnad al Sham, dan Faylaq al Sham. The Long War Journal telah mengidentifikasi Jund al Aqsa sebagai sebagai faksi jihad untuk al-Qaeda. Kelompok-kelompok lain bergabung dengan Jaysh al Fateh di Idlib juga.

Keberhasilan Jaysh al Fateh berlanjut berminggu-minggu setelah jatuhnya Idlib, saat berhasil merebut kamp militer Al Mastoumah dan kota Ariha, serta daerah lain yang sebelumnya dikendalikan rezim Syiah Assad.

Maarakat an-Nasr (Battle of Victory) adalah nama yang diberikan kepada kelompok gabungan yang menyerbu Jisr Al Shughur, sebuah kota utama di provinsi Idlib, pada bulan April. Aliansi tersebut mengikuti Jaysh al Fateh, tapi berisi konfigurasi anggota yang berbeda.

Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham bergabung dengan Jaysh al Islam, Ansar al Din, dan Ansar al Sham sebagai anggota pendiri aliansi. Faksi – faksi lain berpartisipasi dalam pertempuran untuk Jisr Al Shughur juga. Dan kota dengan cepat jatuh ke mujahidin.

Jaysh al Fateh (Tentara Penaklukan) Qalamoun dibentuk pada awal Mei untuk melawan Syiah Hizbullah, kelompok bersenjata Syiah yang didukung Iran yang mendukung rezim Bashar al Assad, dan Islamic State.

Jabhah Nusrah telah lama melawan Syiah  Hizbullah di pegunungan Qalamoun yang terletak strategis, yang berada di perbatasan antara Suriah dan Libanon. Mengendalikan pegunungan tersebut adalah kunci untuk Syiah Hizbullah, yang perlu bergerak bolak-balik antara basis di Lebanon dan Damaskus.

Dalam sebuah posting di Twitter resminya tak lama setelah didirikan, Jaysh al Fateh menulis bahwa "kesetiaan" di antara "faksi-faksi" menyebabkan banyak yang bergabung. Selain Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham, cabang Qalamoun dari Jaysh al Fateh dilaporkan mencakup beberapa pejuang dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang membelot. Aliansi kemungkinan bekerja sama dengan faksi-faksi jihad  lain yang menonjol di wilayah ini, termasuk Jaysh al Islam.

Jaysh al Haramun (Tentara Haramun) dibentuk pada pertengahan Juni dan dinamai Gunung Haramun, yang merupakan bagian dari pegunungan yang terjepit di antara Suriah, Lebanon dan bagian yang dikuasai Israel di Dataran Tinggi Golan. Haramun terletak di provinsi Quneitra di barat daya Suriah. Ajnad al Sham adalah salah satu anggota aliansi Jaysh al Haramun, seperti beberapa kelompok yang lebih kecil.

Salah satu pernyataan pertama Jaysh al Haramun ditujukan kepada warga di desa-desa Druze. Koalisi ini bertujuan untuk menjaga Druze dan tidak memaksa mereka ke dalam aliansi terbuka dengan rezim Assad. Media sosial aliansi mencakup gambar "ghanimah" yang dikuasai oleh pejuang, termasuk rudal yang ditembakkan dari bahu.

Seperti juga koalisi lainnya, Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham adalah anggota pendiri. Fatah al Sham dan berbagai faksi jihad lainnya telah bergabung juga.

Sumber : The Long War Journal | Editor : Deddy, Ally | Jurniscom

 

 

Adakan Sanlat di Lapas Anak Tangerang, GPR Hadirkan Imam dari Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dari hari Rabu tanggal 1 hingga Jum’at 3 Juli lalu, Gerakan Peduli Remaja (GPR) mengadakan pesantren kilat untuk 205 anak didik Lembaga Pemasyarakatan (Andikpas) Pria Tangerang. Serangkaian acara diadakan untuk memeriahkan kegiatan yang berlangsung di Masjid Lapas Baitur Rohman ini, antara lain fun game, diskusi dan kuis Islami, buka puasa bersama, tausiyah dan motivasi, pembagian makanan dan shalat tarawih bersama Imam Palestina, syaikh Syadi Filyan. 

Dalam kesempatan itu, Imam Palestina menceritakan kondisi Gaza dan memotivasi anak-anak Lapas agar tetap bertaubat kepada Allah Swt.

“Allah Swt. berfirman, bertaubatlah kalian semua ke jalan Allah insyaa Allah orang-orang yang bertaubat nanti akan jadi org yang beruntung dan Rasulullah bersabda, anak cucu Adam pernah melakukan dosa dan kesalahan dan sebaik-baik pendosa adalah mereka yang bertaubat,” tuturnya di hadapan anak-anak Lapas setelah selesai melaksanakan shalat Tarawih pada Kamis malam (2/7/2015).

Selain itu, Imam Masjid Burham ini juga memberikan semangat beribadah walau secara fisik mereka terpenjara.

“Gaza penjara terbesar di dunia dalam kekangan Yahudi Zionis, namun banyak anak-anaknya yang hafal Qur’an dan ribuan anak banyak yang giat sekali shalat di masjid padahal keadaan mereka sangat sengsara,” ungkap pria asal Ramalah itu berapi-api.

Sementara itu, ketua GPR Suci Susanti, S.Sos.I, menjelaskan tujuan diadakannya pesantren kilat tersebut adalah untuk memberikan semangat Ramadhan pada anak-anak lapas. Semangat dalam meraih taubatan nasuha dan semangat dalam mendalami agama.

Pesantren Kilat untuk Lapas Anak Pria Tangerang merupakan kegiatan yang diadakan oleh Gerakan Peduli Remaja (GPR) bekerja sama dengan Sahabat Al-Aqsha, Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI) Jakarta, Yayasan Al-Khansa BSD dan Majelis Ta’lim Aisyah. Selain Imam Palestina, Syaikh Syadi Filyan, mantan Komedian YKS, Caesar dan pengisi acara Khazanah dan Khalifah Trans 7, ustadz Arifin Nugroho Lc., juga mengisi kegiatan yang diadakan di Masjid Lapas Baitur Rohman ini.

Gerakan Peduli Remaja (GPR) merupakan sebuah gerakan yang telah terbentuk 29 Desember 2011. Dengan Bunda Suci sebagai ketuanya, GPR fokus memberikan pelatihan kepada anak-anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Laki-laki Tangerang secara rutin setiap hari Rabu. Tidak jarang juga mengadakan perlombaan futsal di Lapas yang dihadiri oleh beberapa komunitas di Jabodetabek.*

Kontributor : Sarah | Editor : Ally | Jurniscom

Serangan Islamofobia “Meningkat 23,5 Persen di Perancis”

PARIS (Jurnalislam.com) – Tindakan Islamofobia di Perancis meningkat 23,5 persen dalam enam bulan pertama 2015 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sebuah organisasi non-pemerintah Perancis mengatakan dalam sebuah laporan baru.

Angka tersebut dirilis hari Kamis (02/07/2015) dalam sebuah laporan berjudul "Islamofobia di Perancis enam bulan setelah serangan pada kantor majalah satir Charlie Hebdo Januari 2015 " oleh organisasi Collective against Islamophobia in France yang berbasis di Paris.

"Serangan terhadap masjid, ancaman pembunuhan terhadap wanita berkerudung, anak-anak sekolah dipermalukan oleh guru mereka, siswa perempuan dilarang mengenakan rok panjang, profil agama anak-anak Muslim, propagasi pidato kebencian dan bahkan deklarasi perang terhadap umat Islam yang digambarkan sebagai kolom kelima … konsekuensi telah dan masih mengerikan bagi umat Islam," kata laporan itu.

Selain itu, serangan fisik meningkat 500 persen dan serangan verbal meningkat 100 persen selama bulan-bulan awal tahun 2015, kata laporan itu, menambahkan bahwa wanita termasuk di antara korban pertama dari Islamophobia.

"Diskriminasi dan kekerasan terhadap orang dewasa sekarang bergabung dengan penghinaan yang diderita banyak anak-anak Muslim yang disalahkan atas serangan tersebut," katanya.

Namun, beberapa orang yang membuat keluhan tentang tindakan Islamofobia ternyata melapor  karena dua alasan utama: "Agen menolak untuk memperhatikan keluhan saya," dan kedua: "Pelaku jarang dihukum dan jika mereka dihukum, hukumaannya sangat ringan."

Laporan itu juga menyebut terjadinya dialog baru antara perwakilan Muslim dan Kementerian Dalam Negeri Perancis, dan mencatat bahwa kementerian telah "mendesak aparat kepolisian untuk menerima pengaduan dari korban Islamofobia".

Setelah serangan Charlie Hebdo mematikan di Prancis Januari lalu, Islamophobia diyakini telah meningkat pesat di Perancis, yang merupakan rumah bagi hampir lima juta Muslim, yang kebanyakan adalah dari Afrika Utara.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Dua Roket dari Mesir Hantam Israel selatan

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Dua roket ditembakkan dari Semenanjung Sinai, Mesir, dan  mendarat di daerah terbuka Eshkol di Israel selatan pada hari Jumat (03/07/2015), Anadolu Agency melaporkan,

"Sirene dibunyikan setelah satu roket menghantam Israel selatan, tidak ada korban yang dilaporkan," kata seorang juru bicara militer Israel melalui Twitter.

Juru bicara polisi Israel Micky Rosenfeld mengatakan bahwa polisi menemukan roket lain.

Pasukan Israel kemudian menutup jalan raya utama dan melakukan pencarian di daerah.

Milisi bersenjatakan granat roket (RPG) menyerang setidaknya 10 pos pemeriksaan keamanan dan kantor polisi di provinsi Sinai Utara.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Israel Perketat Aturan untuk Jamaah Shalat Jumat di Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Prosedur ketat yang diberlakukan kepolisian Israel berdampak pada jumlah kaum muslimin yang shalat Jumat di Masjidil Aqsha, hanya sekitar 200 ribuan yang bisa masuk Al-Aqsha. Infopalestina melaporkan Jumat  (03/07/2015).

Syekh Azzam Khatib, Kepala Bagian Wakaf Islam di Al-Quds dalam keterangan persnya mengatakan, sekitar 200 ribuan kaum muslimin menunaikan shalat Jumat di Masjidil Aqsha.

Menurutnya, prosedur ketat Israel berdampak jelas pada jumlah kaum muslimin yang shalat di Masjidil Aqsha. Ribuan aparat kepolisian Israel bertebaran di kawasan sekitar Masjidil Aqsha, kota Lama dan sekitarnya.

Khatib Masjidil Aqsha, syekh Ikrimah Shabri dalam khutbah jumatnya menyampaikan, kedatangan Anda semua ke Masjidil Aqsha untuk menunaikan shalat fardhu dan shalat Jumat merupakan respon nyata keimanan, dan pesan nyata kepada penjajah yang menguasai Al-Aqsha, serta pesan kuat kepada dunia internasional bahwa warga Baitul Maqdis mencintai Al-Aqsha, cinta karena keimanan, hati dan perasaan mereka terikat erat dengan Al-Aqsha.

Penjajah Israel memberlakukan prosedur ketat sejak pagi bagi kaum muslimin dari Tepi Barat yang hendak menunaikan shalat Jumat ke 3 Ramadhan di Al-Aqsha.

Departemen Wakaf Islam di Al-Quds memperkirakan sekitar 350 ribu kaum muslimin bisa menunaikan shalat Jumat di Al-Aqsha, setelah sebelumnya diijinkan bagi laki-laki berusia di atas 40 tahun dan kaum muslimat dari Tepi Barat untuk shalat di Al-Aqsha.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Ansharusyari’ah Banyuwangi Bagikan Ta’jil Gratis

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah Majmuah Banyuwangi membagikan ta’jil gratis di perempatan lampu merah Karangente, Banyuwangi, Kamis (2/7/2014).

“Pembagain ta’jil ini bertujuan bahwa Ansharusyariah di Banyuwangi peduli kepada saudara se-Islam, dan kami dari Jamaah Ansharusyariah Imarah Maj’muah Banyuwangi ingin menunjukkan bahwa kita selalu ada untuk umat Islam,” kata korlap aksi, Muhammad Ikhsan.

Selain itu, lanjutnya, sesuai dengan moto Ansharusyariah –Dengan Syariah, Membangun Dakwah, Merajut Ukhuwah- Ansharusyariah Banyuwangi tidak ingin membangun dakwah untuk mempererat persaudaraan.

“Jadi dengan ini kami tidak membedakan jama’ah apapun. Kami ingin membangun dakwah dengan jamaah Islam lain dan khususnya untuk menambah persaudaraan,” tambah Ikhsan.

Selain ta’jil gratis, anggota Ansharusyariah pun membagi-bagikan selebaran berisi himbauan dengan tema “Ramadhan Mubarok, Tinggalkan Maksiat Perbanyak Ibadah”.

Jangan bohong, jangan marah. Banyak berziki, Tadarus Alquran dan  tentang keutamaan Bulan Ramadhan, seperti di dalam hadist, yang artinya : Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti di ampuni.” (HR. Bukhari ),” bunyi himbauan tersebut.

“Alhamdulillah Acara penyebaran himbauan dan pembagaian ta’jil gratis berjalan dengan lancar dan  semua itu pasti bermanfaat. Kita mengharap hanya kepada Allah SWT, mudah-mudahan selalu diberikan keistiqomahan untuk mengemban amanah Allah di dunia ini, dan selalu diberi kesempatan lagi untuk acara-acara seperti ini berikutnya, Amin,” ungkap Ikhsan di akhir kegiatan.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Jurniscom

Isi Ramadhan, IMS Gelar Khitanan Massal Mualaf Mentawai

MENTAWAI (Jurnalislam.com) – Islamic Medical Service (IMS) menggelar berbagai kegiatan sosial di Kepualaun Mentawai, Sumatera Barat pada Ramadhan tahun ini. Diantara kegiatan sosial itu adalah khitanan massal mualaf, layanan kesehatan, serta buka puasa dan sahur bersama.

Rangkaian kegiatan sosial ini berlangsung pada 28 Juni 2015 dan dipusatkan di Klinik IMS Mentawai yang berlokasi di komplek Islamic Center Syekh Shaleh ar-Rajhi, Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai. IMS merupakan lembaga layanan kesehatan nasional milik organisasi massa Islam Hidayatullah.

Dalam rilis IMS dikatakan bahwa masyarakat yang berada di sekitar komplek Islamic Center dan dari beberapa pulau berdatangan untuk mengikuti berbagai rangkaian acara.

“Para Mualaf dewasa yang berasal dari Matatonan, Maelepet, Muara, Simolaklak dan Munthe berdatangan ke IMS untuk menghadiri rangkaian cara yang sudah dipersiapkan jauh hari sebelum Ramadhan,” tulis IMS.
 
Untuk peserta khitan massal berjumlah 158 orang yang terdiri  dari 100 orang mualaf dewasa dan 58 orang anak-anak. Peserta khitanan massal paling muda berusia lima tahun, sedangkan yang paling dewasa adalah 65 tahun.

“Untuk metode khitan sendiri menggunakan smart klamp untuk peserta yang tinggal tidak jauh dari Klinik IMS, sedangkan yang jauh dari klinik bahkan menempuh 6 jam perjalanan untuk sampai ke klinik IMS mereka menggunakan metode laser,” kata dokter Syarifuddin Hamid dari IMS.

Para mualaf senang dengan kegiatan khitanan massal ini. Rupinus (65 tahun) mengaku bersyukur dan merasa lega setelah dikhitan. “Alhamdulillah, sebagai muslim yang salah satu kewajiban adalah khitan bagi laki-laki yang sudah baligh, hari ini saya merasa sempurna menjadi muslim,” kata Rupinus.

Setelah dikhitan, para peserta mendapatkan bingkisan berupa peralatan shalat dan uang saku. Sejak beberapa tahun belakangan ini, alhamdulillah IMS telah mengkhitan para mualaf dan dhuafa Mentawai sekitar 500 orang.

Menurut data IMS, ada ratusan mualaf yang masih menunggu antrian untuk turut dikhitan. Rencananya pada 13 Juli 2015 bertepatan dengan 26 Ramadhan 1436, IMS kembali menggelar kegiatan serupa di Mentawai.

“Bagi para kaum muslimin yang turut perduli terhadap saudara seiman yang berada di kepulauan Mentawai. IMS dengan tangan terbuka dan sangat berysukur jika ada yang turut memberi perhatian kepada para mualaf yang berada di daerah pelosok dan terpencil. Mereka butuh perhatian dan kepedulian kita,” terang dokter Syarifuddin.*

IMS | Editor : Ally | Jurniscom

Warga Aab Garmi Nyatakan Dukungan Untuk Imarah Islam Afghanistan

BADGHIS (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari provinsi Badghis Utara mengatakan bahwa pada Rabu (01/07/2015) pagi, sebuah pertemuan besar diadakan oleh warga wilayah Aab Garmi di kabupaten Sang Atish dimana mereka menyatakan dukungan penuh mereka untuk Imarah Islam, El Emarah News melaporkan Kamis (02/07/2015).

Warga juga memberikan 30 pria bersenjata, dengan biaya sepenuhnya akan ditutupi oleh warga, di bawah kepemimpinan Nam Haq dan Mullah Bismillah untuk melayani Mujahidin melindungi agama dan tanah mereka.

Para pemimpin lokal Imarah Islam juga memberikan pidato, mengingatkan orang-orang tentang kewajiban, kebutuhan dan manfaat dari Jihad saat ini seraya juga berterima kasih kepada warga atas pemahaman dan menyadari realitas yang ada.

Daerah Aab Garmi yang terdiri dari 10 desa dan sekitar 2.000 rumah adalah salah satu benteng strategis milisi Arbaki di kabupaten Sang Atish, namun warga bosan dengan proses Arbakism dan mulai menjangkau Imarah Islam setelah menendang keluar semua milisi.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Pertumbuhan Penduduk Muslim Latin Meningkat Cepat di AS

AMERIKA SERIKAT (Jurnalislam.com) – Mualaf Muslim Hispanik telah meningkat tinggi selama lebih dari 10 tahun, menurut laporan., lansir World Bulletin Kamis (02/07/2015).

Gelombang pertama mualaf Muslim Hispanik datang pada 1980-an dan 90-an menurut analsis oleh Divinity School di University of Chicago yang mengatakan bahwa sebagian besar dipengaruhi oleh Afrika-Amerika yang merupakan bagian dari Nation of Islam.

Gelombang kedua mualaf terjadi setelah 9/11 ketika ketertarikan terhadap Islam dan Muslim adalah meningkat di Amerika Serikat, dan gelombang baru ketiga adalah karena upaya penjangkauan oleh Hispanik-Muslim seperti organisasi Islam in Spanish, sebuah situs berbasis Houston yang berfokus pada terjemahan teks-teks Islam. Situs web lain, Latinodawah.org menyediakan daftar kelompok Latino-Muslim AS di seluruh negeri dan juga memiliki daftar panjang kelompok di seluruh Amerika Latin, memberikan kesempatan bagi mereka untuk membangun jaringan dan menjangkau orang lain.

Katherine Ewing, seorang profesor agama Columbia University juga sepakat bahwa ada peningkatan jumlah etnis Latin yang masuk Islam, dan dalam sebuah wawancara lebih dari dua tahun lalu dikatakan bahwa jumlah mualaf adalah antara 50.000 hingga 100.000 mualaf Latino AS.

Menurut Imam Houston Isa Parada, sebuah kisah profil di Houston Chronicle tahun 2012 mengatakan setidaknya ada 00 Muslim Latino di Houston saja.

Sebuah stasiun radio publik di Miami, WLRN, melaporkan pada 2013 bahwa tingkat mualaf yang sama terlihat pada tahun 1960 yaitu etnis Amerika Afrika.

Dua wilayah dunia, Spanyol dan Afrika, memiliki sejarah panjang dengan dunia Arab.

"Bahasa kami dipelihara oleh lebih dari 4.000 kata yang berasal dari bahasa Arab," Wilfredo Ruiz, seorang Muslim kelahiran Puerto Rico dan seorang pengacara untuk South Florida dari Dewan Hubungan Amerika-Islam mengatakan kepada WLRN. "Ini seperti menemukan kembali masa lalu Anda. Daerah yang di masa lalu bersembunyi."

Muslim Arab memerintah Spanyol selama sekitar 800 tahun selama Abad Pertengahan dan membuat Semenanjung Iberia menjadi salah satu peradaban paling maju pada masanya, menurut WLRN.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Al Shabaab Rilis Foto Serangan di Leego, Somalia Selatan

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Kurang dari sepekan setelah serangan Shabaab di basis Pasukan Uni Afrika (AMISOM) di Leego, Somalia selatan, cabang Al Qaeda tersebut merilis beberapa foto serangan untuk memverifikasi beberapa hal.

Foto-foto tersebut menunjukkan serangan di pangkalan militer Leego, serta pejuang Shabaab yang menewaskan puluhan tentara Burundi.

Al Shabaab juga mengatakan bahwa mereka akan segera merilis sebuah pernyataan terpisah berisi identitas para tentara yang tewas.

Serangan terhadap pangkalan militer menyebabkan sekitar 70 dari 100 tentara Burundi yang ditempatkan di sana tewas. Serangan istisyhad memungkinkan tim penyerang menembus markas.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Shabaab di stasiun radio Al Andalus, mengatakan bahwa pasukan Al Shabaab mampu mengumpulkan banyak senjata ringan dan berat.

Radio Al Furqan, juga mengatakan bahwa para mujahidin  Al Shabaab juga menyita beberapa kendaraan dan  menyampaikan khotbah untuk warga sipil di sekitar.  

Al Shabaab menyatakan bahwa mereka menguasai kota Leego dan bendera mereka "sekarang berkibar di atas kota”.

Serangan itu dilakukan oleh "Batalyon Syeikh Abu Zubair," yang diberi nama mantan amir  Al Shabaab yang Syahid dalam serangan pesawat tanpa awak AS tahun lalu.

Batalyon Syeikh Abu Zubair juga berada di belakang serangan terhadap pasukan Ethiopia dua pekan lalu di Somalia selatan. Lebih dari 60 tentara Ethiopia dikabarkan tewas dalam serangan itu. Shabaab juga telah merilis beberapa gambar dari "penyergapan" pasukan Ethiopia.

Mujahidin al Shabaab terus menjadi ancaman bagi pasukan pemerintah Somalia, meskipun mendapat gempuran sengit oleh pasukan pemerintah di Mogadishu dan Kismayo.

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom