Pantau Langsung Aktifitas Gunung Raung, Me-dan Akan Buka Posko Bantuan

BANYUWANGI (Jurnalislam.com)– Lembaga Kemanusiaan non Pemerintah, Me-Dan (Medis dan Aksi Kemanusiaan) pada hari Selasa (30/06/2015) mendatangi pusat pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Daerah Banyuwangi di lereng Gunung Raung, tepatnya di desa Sumber Arum, Kecamatan Songon, Kabupaten Banyuwangi. Kedatangan tim Me-dan untuk mengetahui secara detail aktifitas Gunung Raung.

"Kami mendatangi BNPB Daerah di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songon, Kabupaten Banyuwangi untuk mengetahui lebih detail aktivitas gunung Raung yang tiga hari ini mengalami dentuman hebat. Dan tidak hanya itu, kami juga ngecek jalur-jalur evakusi di jarak sekitar radius 5-10 km dari kawah gunung,“ terang ketua Me-Dan dr. Didik Sulasmono.

Didik menyampaikan pihaknya akan mengirimkan tim dari Me-dan Jawa Timur dan Bali untuk membuka posko dan melakukan pemetaan jalur evakuasi.

”Kami insya Allah akan mengirimkan tim kami dari Jawa Timur dan Bali untuk pemetaan jalur-jalur evakuasi di daerah itu di 10 km dari kawah, kami juga akan membagikan masker 30 kotak, khususnya kepada warga setempat, dan kami akan berbagi informasi dengan balai pantau BPBD di pengamatan Gunung Raung di Kampung Manggaran, Desa Sumber Arum," lanjutnya.

Didik menambahkan, meskipun gunung Raung statusnya masih siaga III, namun Me-dan akan membuka posko bantuan di sekitar jarak 10 km dari lereng kawah.

Sementara itu, seorang petugas Balai Pemantauan, Erlangga, mengatakan abu vulkanik dari letusan Gunung Raung saat ini menuju kabupaten Bondowoso dan Situbongo.

“Aktivitas siaga III tremor terus meningkat setiap hari, sementara tiupan angin ke barat dan abu Vulkanik menuju di Kab. Bondowoso dan Situbondo,“ jelas Erlangga kepada Jurniscom.

“Seismisitas gunung juga mengalami peningkatan dengan tremor makin tinggi amplitudonya dengan rata-rata 21 milimeter dari sebelumnya hanya 10 milimeter," tambahnya.

Ada tiga daerah yang akan terkena langsung jika Gunung Raung meletus, yaitu 18 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi (Kecamatan Songgon, Kalibaru, Glenmore, Sempu, Genteng dan Singojuruh) dengan total 115.878 jiwa terancam, 4 desa di 2 kecamatan di Kabupaten Bondowoso dengan 1836 jiwa, serta 3 desa di Kabupaten Jember dengan 21.668 jiwa terancam.

 "Total penduduk 139.382 jiwa yang masuk dalam contigency plan pada tahun 2012 lalu. Kami perlu update lagi data terbaru," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Sudarmawan kepada wartawan.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.