Pengkaji Budaya Yogya Sebut Sawo Kecik Peninggalan Laskar Diponegoro

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kekalahan Diponegoro dalam sejarah Islam Indonesia menurut pengkaji budaya Yogya, Salim Fillah menjadi syiar Islam yang luas untuk para pengikut Diponegoro yang disebutnya dengan laskar Diponegoro.

“Laskar-laskar ini menyebar ke seluruh Jawa bahkan ke luar Jawa mendirikan desa-desa baru dan menjadi pengajar di desa-desa tersebut dengan dasar-dasar Islam”, paparnya pada peserta Seminar Akbar Islam dan Nusantara di Aula Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL), Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/06/2015).

Para laskar Diponegoro yang menyebar di daerah Jawa, sampai menancapkan kuku dakwah ke Malang. "Kabupaten Banyumas, Kebumen dan ke timur sampai Madiun sampai ke Malang, yang dulu ke utara sampai ke arah Blora, cepu, daerah Kembang. Dimana para pengikut-pengikut diponegoro menyebar dan menancapkan kuku dakwah, menjadi basis untuk dakwah di hari-hari berikutnya", tuturnya.

Sawo Kecik salah satu ciri yang dibawa para laskar Diponegoro ialah adanya pohon sawo berjajar dan kemudian ada pohon sawo kecik. Menurut Salim, ini merupakan kode di antara pengikut pangeran Diponegoro.

“Coba perhatikan di rumah apakah ada pohon sawo berjajar kemudian ada pohon sawo kecik, ini adalah kode di antara pengikut Pangeran Diponegoro”, tutur Salim.

Pohon Sawo tersebut mempunyai filosofi bahwa para laskar Diponegoro untuk merapatkan shaf sedangkan pohon Sawo kecik mengartikan sebar kebaikan.

“Pohon sawo berjajar itu sudah melambangkan untuk merapatkan barisan atau shaf, sawo kecik itu artinya sebar kebaikan, maka sambil menunggu untuk berjihad kembali, rapatkanlah barisan dan tebarkanlah kebaikan untuk sesama”, pungkasnya.

Kontributor : Fikri | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X