Surat Klarifikasi Mullah Abdul Qayyum Zakir Anggota Dewan Pimpinan Imarah Islam Afghanistan

Surat Klarifikasi Mullah Abdul Qayyum Zakir Anggota Dewan Pimpinan Imarah Islam Afghanistan

Semoga damai, rahmat dan berkah Allah bagimu:

Saudara Muslim yang dihormati dan Mujahidin yang saya sayangi, Saya telah mendengar bahwa Mullah Muhammad Hassan Rahmani, Mullah Abdul Razzaq, Mullah Muhammad Rasul dan orang lain telah mengklaim di radio dan beberapa pertemuan bahwa Mullah Abdul Qayyum bertentangan dengan Mullah Akhtar Muhammad Mansur Sahib.

Klaim ini benar-benar tidak berdasar. Saya meyakinkan Anda semua bahwa saya akan mengerahkan upaya penuh bekerja untuk Imarah Islam dan berharap kepada  Allah bahwa saya akan menjadi salah satu orang yang paling taat.

Saya mengharapkan doa dari semuanya

Wassalam,

Adik junior Anda
Mullah Abdul Qayyum Zakir
31/07/2015

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Deklarasi Dewan Pimpinan Imarah Islam Mengenai Penunjukan Amir Baru Imarah Islam Afghanistan

Deklarasi Dewan Pimpinan Imarah Islam Mengenai Penunjukan Amir Baru Imarah Islam

الحمدلله رب العلمین والصلوة والسلام علی رسوله محمد و علی آله وأصحابه أجمعین و بعد

Saudara Muslimin Kami!

Seperti yang Anda ketahui, pendiri dan pemimpin Imarah Islam Afghanistan, Yang Mulia Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga rahmat Allah besertanya) telah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

Setelah ia meninggal, dewan terkemuka Imarah Islam, para ulama dan orang-orang terhormat dari negeri ini mulai memilih kepemimpinan baru. Anggota dewan terkemuka Imarah Islam, orang-orang sholeh dan para ulama, mereka semua orang cerdas dan berpengaruh, di tengah diskusi yang berkepanjangan, memutuskan dalam rapat untuk menunjuk rekan terdekat dan terpercaya Mullah Muhammad Umar Mujahid dan mantan wakil Kepala Imarah Islam, Mullah Akhtar Muhammad Mansur, sebagai pemimpin baru Imarah Islam.

Mullah Akhtar Muhammad Mansur, yang selama ini dianggap sebagai orang yang dapat diandalkan dan tepat untuk memikul tugas berat ini bahkan di masa akhir Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga rahmat Allah besertanya) dan telah sejak lama memegang administrasi Imarah Islam, sehingga dewan terkemuka Imarah Islam dan ulama menilai dia sebagai pribadi yang cocok dan berbakat untuk memegang kepemimpinan Imarah Islam Afghanistan dan menunjuknya sebagai pemimpin sah mereka.

Dalam pertemuan pengangkatan kepemimpinan ini, para ulama, orang-orang sholeh dan pejabat Imarah Islam berjanji setia kepada Mullah Akhtar Muhammad Mansur sebagai Amirul Mukminin sesuai dengan prinsip mendengarkan dan ketaatan. Dia, sebagai Amir yang sah, juga menjanjikan komitmennya untuk menegakkan Hukum Syariah.

Demikian pula, setelah upaya konsultasi dan persetujuan, ulama Moulavi Haibatullah Akhunzada (mantan kepala peradilan Imarah Islam), dan Mullah Sirajuddin Haqqani – seorang Komandan Jihad terkenal dan merupakan anak tokoh Jihad dan ulama terkenal Moulavi Jalauddin Haqqani (semoga Allah melindungi dia), diangkat sebagai wakil kepala Imarah Islam Afghanistan.

Dewan terkemuka Imarah Islam berdoa kepada Allah SWT untuk melimpahkan kepemimpinan yang baru diangkat ini dengan ketabahan, kejujuran dan kesetiaan kepada Allah dan mengajak Bangsa Muslim, khususnya seluruh Mujahidin Imarah Islam, untuk menaati dia sebagai Amir (pemimpin) mereka yang sah.

Dewan Pimpinan Imarah Islam Afghanistan.
14 Syawal-ul-Mukarram 1436 H
30 Juli 2015 M

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Astaghfirullah, Warga Yahudi Bakar Bayi Palestina Berusia 18 Bulan di Tepi Barat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Segerombolan warga Yahudi Israel berasal dari wilayah Yahya dan dari wilayah Yesh Kudis, Tepi Barat, Palestina pada Jum'at (31/7/2015) pagi menyerang sebuah rumah warga palestina dari keluarga Said Dawabesh di selatan Nablus, Tepi Barat.

Dengan beringas gerombolan Yahudi itu membakar rumah keluarga Dawabesh yang di dalamnya terdapat Said Dawabesh bersama istri dan 4 orang putra putrinya yang sedang tidur. Keluarga Dawabesh itu mengalami luka bakar serius, sedangkan salah satu putra Said, Ali Dawabesh, seorang bayi yang masih berusia 18 bulan tewas mengenaskan.

Setelah membakar rumah, Yahudi menulis di tembok rumah dengan kata-kata rasis and kotor, "Kami cinta mati akan kehidupan dan akan membunuh semua muslim Palestina."

Sebelumnya, ratusan tentara zionis Israel juga menyerang Masjid Al Aqsa. Mereka melukai jamaah shalat dan merusak sejumlah fasilitas masjid termasuk Al Qur'an.

Laporan Abdillah Onim di Gaza, Palestina | Editor : Ally | Jurniscom

 

 

 

TAM Desak Polri Tangkap Dua Pengurus GIdI Pemicu Tragedi Tolikara

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Tim Advokasi Muslim (TAM) kembali menyurati Polri terkait tragedi Tolikara. TAM mendesak Polri untuk segera menangkap dua pengurus Gereja Injili di Indonesia (GIdI) Nayus Wenda, S.Th. dan Marthen Jingga, S.Th, MA penandatangan surat provokatif GIdI berisi larangan umat Islam untuk melaksanakan shalat Iedul Fitri 1436 H. Surat tersebut dinilai sebagai pemicu tragedi Tolikara yang menyebabkan Masjid Baitul Muttaqien serta rumah dan kios milik umat Islam habis dibakar massa GIdI, Jumat (17/7/2015) lalu.

TAM kemudian melaporkan dua pengurus GIdI tersebut kepada Polri dengan Laporan Polisi Nomor : TBL/547/VII/2015/BARESKRIM tertanggal 20 Juli 2015, namun belum ada tanggapan dari Polri. Oleh sebab itu, TAM kembali melayangkan surat kepada Polri untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Berikut isi surat TAM Nomor : 18/Ek.TAM/LP/VII/15 tanggal 30 Juli 2015 perihal Permohonan Tindak Lanjut Laporan Polisi Nomor : TBL/547/VII/2015/BARESKRIM tanggal 20 Juli 2015 yang diterima redaksi Jurniscom, Jumat (30/7/2015).

Kepada Yth : Kapolri

Dari : Tim Advokasi Muslim untuk Keutuhan dan Kedaulatan NKRI

Perihal : Permohonan Tindak Lanjut LP Nomor : TBL/547/VII/2015/BARESKRIM Tanggal 20 Juli 2015

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan hormat.

Sehubungan dengan Laporan Polisi Nomor : TBL/547/VII/2015/BARESKRIM tertanggal : 20 Juli 2015 tentang adanya dugaan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi sesuatu pertemuan agama sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 175 KUHPidana, atas nama Terlapor : Sdra. Nayus Wenda, S.Th. dan Sdra. Marthen Jingga, S.Th, MA, dengan ini kami memohon agar dilakukan pengembangan penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara aquo.  Berikut pokok-pokok uraian yang dapat kami sampaikan, sebagai berikut:

Pertama     :      Berdasarkan penelitian dan kajian kami, pihak Terlapor selain telah diduga melakukan tindak pidana Pasal 175 KUHPidana juga terindikasi kuat melakukan tindak pidana Pasal 160 KUHPidana Jo Pasal 170 KUHPidana Jo Pasal 156a KUHPidana, Jo Pasal 55 KUHPidana. Untuk itu, maka dipandang layak kepada mereka ditetapkan sebagai ”Tersangka”.

Kedua        :      Terkait dengan adanya dugaan terjadinya perbarengan perbuatan pidana (concursus), dan telah memenuhi syarat obyektif (ancaman diatas 5 tahun) dan syarat subjektif (dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya dan melarikan diri), maka kami mengharapkan agar kepada yang bersangkutan dilakukan penangkapan dan penahanan.

Ketiga        :      Bahkan ternyata pula dari berbagai keterangan, informasi dan data yang didapatkan dari berbagai Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk secara independen antara lain, TPF Komat, TPF MUI Pusat, TPF Jurnalis Islam Bersatu (JITU), dan lain-lain menunjukkan bahwa Organisasi Gereja Injili di Indonesia (GIDI) sebagai korporasi terindikasi kuat telah melakukan tindak pidana Makar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 KUHPidana jo Pasal 108 KUHPidana jo Pasal 110 KUHPidana jo Pasal 110 KUHPidana jo Pasal 111 KUHPidana dan keterhubungannya dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Negara Asing, khususnya Israel.

Keempat    :      Selain tindak pidana Makar sebagaimana disebutkan pada butir ketiga di atas, Organisasi GIDI juga terindikasi kuat melakukan tindak pidana teroris sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 6 jo Pasal 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Teroris dan juga kejahatan Hak Asasi Manusia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.

Demikianlah Surat Permohonan ini kami sampaikan agar dapat menjadi perhatian dan dipenuhi adanya dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Hormat Kami

Tim Advokasi Muslim Untuk Keutuhan dan Kedaulatan NKRI

Pelapor,

H. M. Rizal Fadillah, S.H.

Mengetahui,

                        Ketua Umum                                                                          Sekjend

DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.                            H.M. Ismed, S.Sos, M.Pi.

Tembusan Kepada Yth:

  1. Presiden Republik Indonesia
  2. Pimpinan DPR RI
  3. Jaksa Agung RI
  4. Kepala BIN
  5. Kepala BNPT
  6. Ketua Kompolnas
  7. Ketua Komnas HAM
  8. Ketua Umum MUI Pusat
  9. Ketua Umum Ormas-Ormas Islam 

 

Editor : Ally | Jurniscom

 

Mullah Umar Wafat, IIA Tetapkan 14 – 17 Syawal Hari Berkabung

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (IIA) secara resmi mengumumkan meninggalnya pimpinan mereka, Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid, dalam situs resminya shahamat-arabic.com, Kamis (30/7/2015). IIA juga menetapkan tanggal 14 – 17 Syawal 1436 H sebagai hari berkabung dan doa ampunan bagi sang pendiri Imarah Islam Aghanistan tersebut.

"Berdasarkan keputusan Imarah Islam, Masjis Syura dan keluarga Amirul Mukminin rahimahullah menetapkan mulai hari ini yang bertepatan dengan 14 Syawal 1436 H hingga tiga hari ke depan menjadi hari berkabung dan doa ampunan baginya—insyallah—Amirul Mukminin Mulla Umar Mujahidin di seluruh wilayah. Doakanlah rahmat dan ampunan baginya serta keteguhan dan kekuatan Imarah Islamiyah," demikian tertulis dalam pernyataan IIA dan keluarga Mullah Umar yang diterjemahkan kiblat.net.

Ditulis dalam pernyataan itu, Mullah Umar wafat setelah kesehatannya menurun dalam dua pekan terakhir akibat suatu penyakit.

"Beliau meninggal akibat suatu penyakit yang semakin parah dalam dua pekan terakhir, sebelum meninggalkan dunia ini," jelasnya.

Baca juga : Biografi Lengkap Mullah Muhammad Umar Mujahid

Pernyataan itu juga menyampaikan permintaan maaf keluarga Mullah Umar melalui anak tertua, Maula Muhammad Ya’kub dan saudaranya Mullah Abdul Manan Akhnud kepada seluruh rakyat Afghanistan yang haknya terdzalimi selama kepemimpinan Mullah Umar.

"Terakhir, saudara Amirul Mukminin (Mullah Abdul Manan Akhnud) dan anak tertuanya (Maula Muhammad Ya’kub) meminta maaf kepada seluruh orang-orang yang haknya terzalimi dengan cara apapun selama kepemimpinan Mullah Umar Mujahid rahimahullah," ungkapnya.

Sepeninggal Mullah Umar, IIA telah memilih pimpinan baru mereka bernama Mullah Akhtar Mansur. Seperti diberitakan Al Jazeera, pemilihan pemimpin baru tersebut dilakukan pada Kamis (30/7/2015). Namun, belum ada pernyataan resmi dari Taliban terkait laporan tersebut.

Editor : Ally | Jurniscom

Pernyataan Resmi Imarah Islam Afghanistan atas Wafatnya Amirul Mukminin Syeikh Mullah Muhammad Umar Mujahid

JURNALISLAM.COM – Maraknya pemberitaan tentang wafatnya Amirul Mukminin Syeikh Mullah Muhammad Umar Mujahid benar adanya, berikut ini adalah rilisan berita tentang wafatnya Amirul Mukminin dari Imarah Islam Afghanistan.

Pernyataan Mengenai Wafatnya Amirul Mukminin Mullah Umar Mujahid—rahimahullah—dari Dewan Syura Imarah Islam Afghanistan dan Keluarganya

Segala puji bagi Allah, kita memuji, meminta pertolongan, meminta ampunan dan bertaubat hanya kepadanya. Kami berlindung dengan nama Allah dari keburukan jiwa dan perbuatan. Barang siapa yang diberi petunjuk, dia tidak akan sesaat, dan barang siapa yang disesatkan, dia tidak akan mendapat petunjuk. Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, yang tidak ada yang mempersekutukannya. Kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, semoga shalawat dan salam atasnya, keluarga dan sahabatnya.

Amma Ba’ad …

Allah SWT berfirman: “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu. Dan barang siapa yang menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami berikan balasan kepada orang yang bersyukur.”

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Ali Imran: 145-147)

Kematian pasti, kami beriman bahwasanya Allah satu-satunya Dzat yang maha hidup dan tidak akan mati. Manusia dan jin pasti mati. Lihatlah Adam dan mahluk Allah paling baik, Muhammad bin Abdullah. Mereka juga wafat dan meninggalkan dunia yang fana ini.

Melihat kenyataan yang tiada tempat untuk menghindarinya ini, pemimpin Imarah Islam Afghanistan dan keluarga Mullah Umar “Mujahid” mengumumkan: Pemimpin dan pendiri Imarah Islam Mullah Umar “Mujahid” telah meninggal dan pulang kepada pemiliknya (Allah) serta meninggalkan kehidupan dunia yang fana ini karena suatu penyakit.

Inna lillah wa Inna Ilaihi Raji’iun, semoga Allah memberikannya rahmat seluas-luasnya dan menempatkannya di Surga.

Mullah Umar “Mujahid”—rahimahullah—adalah seorang komandan lagi pemimpin yang ikhlas untuk umat Islam. Beliau mengibarkan bendera Islam di masa-masa sulit dan mendirikannya menurut dasar-dasar dan perangai-perangai politik Syariat, sebagai sebuah pemerintahan Islam yang menyeluruh. Sebelumnya, orang-orang mukmin Afghanistan belum merasakan kenikmatan pemerintah Islam! Beliau memberikan contoh nyata penegakan syariat Allah kepada seluruh dunia.

Mungkin tulisan-tulisan ini hanya menghandung kepahlawanan komandan dan pemimpin ini, oleh karenanya kita beralih ke inti permasalahan: Amirul Mukminan—rahimahullah—telah meninggalkan dunia ini. Tugas kita saat ini adalah mencontohnya, merawat amanah yang diembannya (Imarah Islamiyah) yang beliau tinggalkan untuk kita, komitmen dengan Syariat Islam, berkorban, ikhlas serta tawakal kepada Allah, sabar dan teguh di atas kebenaran serta takut kepada Allah, supaya Allah SWT meringankan beban berat ini dan menjadikan beban ini sampai pada tujuan akhirnya, dan memberikan kenikmatan kemenangan dan keberhasilan di dunia serta akhirat.

Mullah Umar “Mujahid” hidup di negaranya meskipun diburu, dipantau dan di bawah tekanan internasional yang ingin menangkapnya. Selama empat belas tahun beliau tidak pernah keluar satu hari pun dari Afghanistan, baik menuju Pakistan maupun negara-negara lainnya. Beliau mengatur urusan-urusan Imarah Islam dari dalam tanah airnya sendiri.

Banyak bukti dan penguat yang menegaskan bahwa beliau tidak pernah keluar dari Afghanistan. Ini menunjukkan keberanian dan integritas beliau. Beberapa waktu lalu, akhirnya beliau meninggal akibat suatu penyakit yang semakin parah dalam dua pekan terakhir, sebelum meninggalkan dunia ini.

Amirul Mukminin—rahimahullah—meski tubuhnya satu pada hakikatnya dia adalah umat, gerakan, misi dan pemegang keamanan suci. Barang siapa yang ingin kebaikannya dan memenuhi janji kepadanya, marilah kita lanjutkan amanahnya (Imarah Islamiyah) yang ditinggalkan untuk kita.

Kita sebagai seorang muslim individu dan kelompok wajib mencurahkan segala upaya untuk menguatkan, menyatukan, meluaskan dan menolong Imarah Islam. Kita harus menggabungkan kekuatan negara gabungan ini karena kemulian rakyat Muslim lagi mujahidin serta kemenangan mereka terkandung dalam persatuan barisan dan kekuatan.

Amirul Mukminin Mullah Umar “Mujahid”—rahimahullah— telah meletakkan pondasi Imarah Islam sebagai gerakan yang besar, yang meninggalkan pondasi bangunan kokoh, dan pikiran-pikiran penuh keikhlasan, dan formasi yang detail dan terorganisir. Untuk itu, bertenang-hatilah wahai para mujahid dan seluruh umat Islam, seluruh pejabat dan anggota Imarah Islam dengan karunia dan pertolongan Allah akan meneruskan proyek ini sampai tuntas sebagaimana harapan Amirul Mukminin Mulla Umar “Mujahid” rahimahullah. Dan yang demikian itu tidaklah sulit dan berat bagi Allah.

Berdasarkan keputusan Imarah Islam, Masjis Syura dan keluarga Amirul Mukminin rahimahullah menetapkan mulai hari ini yang bertepatan dengan 14 Syawal 1436 H hingga tiga hari ke depan menjadi hari berkabung dan doa ampunan baginya—insyallah—Amirul Mukminin Mulla Umar Mujahidin di seluruh wilayah. Doakanlah rahmat dan ampunan baginya serta keteguhan dan kekuatan Imarah Islamiyah.

Terakhir, saudara Amirul Mukminin (Mullah Abdul Manan Akhnud) dan anak tertuanya (Maula Muhammad Ya’kub) meminta maaf kepada seluruh orang-orang yang haknya terzalimi dengan cara apapun selama kepemimpinan Mullah Umar Mujahid rahimahullah. Mereka meminta doa ampunan dan rahmat tiada henti dari seluruh umat Islam untuknya. Kepada seluruh umat, Islam terlebih warga Afghanistan yang juga mujahidin, yang ikut merasakan musibah besar ini, semoga Allah memberikan kami dan mereka kesabaran serta ketabahan.

Dewan Syura Imarah Islam Afghanistan,

Keluarga Mullah Umar Mujahidin rahimahullah

13 Syawal 1436 H/30 Juli 2015 M

 

Sumber: http://www.shahamat-arabic.com/archives/5046

Baca juga: Biografi Lengkap Amirul Mukminin Imarah Islam Afghanistan, Mullah Mohammad Umar Mujahid

Deddy | Jurniscom

 

Pernyataan Imarah Islam Afghanistan Mengenai Rumor Inisiasi Pembicaraan Damai

Pernyataan Imarah Islam Mengenai Rumor Inisiasi Pembicaraan Damai

Media yang beredar melaporkan bahwa pembicaraan damai akan berlangsung segera antara Imarah Islam dan rezim Kabul baik di negara China atau Pakistan.

Imarah Islam telah menyerahkan semua kekuasaan mengenai hal ini kepada Political Office dan tidak mengetahui adanya proses tersebut.

Imarah Islam, sesuai dengan kebijakan, telah membentuk badan tertentu yang bertanggung jawab untuk menangani semua urusan politik. Kami telah berulang kali mengklarifikasi hal ini sebelumnya dan telah menjelaskan sikap Imarah Islam.

 
                                             Imarah Islam Afghanistan

                                                   14/10/1436 Hijriah

1394/08/05 Hijriah Surya                                           30/07/2015 Masehi

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Jet Tempur Rezim Assad Targetkan Pasar, Bunuh 27 Warga Sipil di Idlib

Suriah (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur rezim Suriah menewaskan 27 warga sipil, termasuk 10 anak-anak, pada Rabu (29/07/2015) malam setelah meluncurkan serangan udara di kota-kota Saraqub dan Maaret al-Numan di provinsi Idlib Suriah utara.

"Pesawat-pesawat tempur menargetkan daerah pasar menggunakan rudal, menewaskan 25 orang, termasuk delapan anak-anak," Laits Faris, anggota Pertahanan Sipil Suriah di kota Saraqib, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Faris mengatakan tim penyelamat masih mencari orang-orang di bawah reruntuhan. Dia menambahkan bahwa banyak toko di daerah tersebut hancur dalam serangan.

Sementara itu, Omar Ilwan, seorang aktivis media dari Maaret al-Numan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pesawat militer rezim sering menargetkan lingkungan barat kota dengan rudal.

Dua anak dari keluarga yang sama tewas dan ibu mereka serta seorang anak lainnya terluka.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Prof Dr Salim Bajri Ingatkan Jokowi Berlaku Adil Atas Tragedi Tolikara

CIREBON (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Cirebon, Prof Dr KH Salim Bajri mengingatkan presiden Joko Widodo untuk berlaku adil terkait tragedi Tolikara.

"Kepada presiden RI Ir. Joko Widodo berlaku adil lah anda dalam menyelesaikan masalah. Anda mengaku muslim, takutlah anda kepada adzab Allah, takutlah kepada adzab Alloh SWT jika anda tidak berlaku adil," kata Guru Besar Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Cirebon itu kepada Jurniscom melalui pesan singkat, Kamis (30/7/2015).

Beliau mempertanyakan alasan presiden Jokowi yang tidak mengecam para pelaku teror yang menodai Hari Raya Iedul Fitri 1436 H itu. Presiden justru malah mengundang mereka ke istana negara.

"Bagaimana ini bisa terjadi, para pelaku teror terhadap umat Islam dan pelaku pembakaran masjid anda beri santunan dan ketua teroris GIDI anda undang ke istana? Bandingkan jika para pelaku teror itu adalah beragama Islam, pasti anda akan mengecam itu perbuatan terorisme, anda akan menerjunkan Densus 88 dan densus tidak segan-segan membunuhnya ditempat. Saya menuntut anda berlaku adillah anda," tegas beliau.

Prof Salim kembali mengingatkan Jokowi akan adzab Allah, jika presiden tetap tidak berlaku adil.

"Sungguh adzab Alloh sangatlah keras. Semua manusia akan mengalami mati, anda dan saya pasti akan mati cepat atau lambat. Jika anda tidak berlaku adil dalam masalah ini, maka adzab Allah akan datang. Cepat atau lambat. Baru-baru ini kita bisa melihat gempa di papua," pungkasnya.

Seperti diberitakan Kompas, Jum'at (24/72015) lalu, Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pengurus Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di Istana Merdeka. Dalam pertemuan itu, hadir pula Ketua GIDI Papua Lipiyus Biniluk.

Reporter : Agung | Editor : Ally | Jurniscom

Surat Wanita Muslim Inggris untuk PM David Cameron

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Gencarnya pemerintah Inggris dalam membatasi ruang gerak kaum Muslim dengan aturan barunya yaitu “kontra-ekstremisme”, telah menarik reaksi keras dari kelompok-kelompok Muslim dan organisasi non-pemerintah bahkan individu warga Muslim disana.

Rencana “kontra-ekstremisme” lima tahun yang di resmikan oleh Perdana Menteri Inggris itu justru menuai Islamophobia baru dan kecaman warganya. Berikut ini surat yang ditujukan langsung untuk David Cameron dari seorang muslimah Inggris, sebagaimana yang dilansir oleh OnIslam.net pada hari Kamis (30/07/2015).

Dear Mr Cameron,
Apakah arti sebenarnya dari pembicaraan Anda tentang radikalisasi minggu ini bagi seseorang seperti saya?

Meskipun lahir di Manchester, tumbuh di sini dan menjadi Mancunian yang bangga (mari kita abaikan dukungan saya untuk Liverpool FC), untuk pertama kalinya dalam 37 tahun saya merasa seolah-olah saya tidak dianggap. Dan ya, saya Muslim. Hanya seorang Muslim Inggris.

Aku terbiasa mendengar istilah "komunitas Muslim" dan terpikir tentang masyarakat pekerja keras yang damai yang menetap di Inggris untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Sekarang aku mendengar itu lagi dan mendapatkan gambaran mengenai disalahpahami, masyarakat yang takut diserang dan merasa perlu untuk terus menerus meminta maaf dan membela keyakinan keagamaannya.

Ada banyak tanggapan terhadap pidato Anda, dan beberapa analisis yang diteliti dengan baik. Tapi aku ingin kau mendengarkan seseorang seperti saya. Saya perlu memiliki keyakinan bahwa orang yang membentuk masa depan anak-anak saya memiliki pemahaman tentang dampak undang-undang yang diberlakukan oleh Anda dan pemerintah Anda.

Mari kita mulai dengan usulan mengenai paspor. Anda mengatakan pekan ini bahwa orang tua akan memiliki kekuatan untuk menyita paspor anak mereka jika mereka takut mereka akan melakukan perjalanan ke Suriah atau Irak berjuang untuk Isis. Tidak ada orang tua yang menginginkan anak mereka melakukan hal itu – dan bukan hanya orang tua Muslim. Mengapa ada orang yang mau bergabung dengan Isis adalah di luar pemahaman saya, sehingga memiliki kemampuan sebagai orangtua untuk menghentikan anak saya agar tidak menyakiti dapat saya terima. Tapi saya ingin tahu, jika paspor anak saya disita, akankah mereka kemudian diberi label "ekstrimis non-kekerasan" dan, jika demikian, apa yang akan menjadi konsekuensi bagi mereka?

Ada banyak pembicaraan mengenai "ideologi". Agar jelas, "ideologi" tidak membuat saya merasa terisolasi. "Ideologi" tidak mendorong radikalisasi. Justru Islamophobia, kebijakan luar negeri dan standar ganda yang membuat saya merasa terisolasi dan takut dan, saya menduga, mereka itulah sebenarnya kekuatan pendorong di balik radikalisasi.

Seperti orang lain sebelum Anda, termasuk Tony Blair, Anda mengatakan bahwa keberatan Anda bukanlah terhadap Muslim dan Islam, tetapi terhadap jihad kekerasan. Namun sulit bagi saya untuk percaya bahwa Anda tulus, ketika Anda malah membuat sekelompok masyarakat yang hanya berbicara tentang aspek-aspek Islam tertentu sekarang dianggap ekstrimis.

Muslim dan Islam telah difitnah dan dirasuki setan oleh masyarakat dan media. Serangan Islamofobia sedang meningkat. Dan tidak, saya belum menjadi sasaran serangan Islamofobia, tapi saya juga tidak cukup naif untuk berpikir bahwa serangan itu tidak akan terjadi pada saya hanya karena saya tidak memakai jilbab atau karena pakaian saya lebih kebarat-baratan. Saya saat ini merasa takut membuka aplikasi berita lalu menemukan kasus lain yang tidak adil, atau judul bias yang membuat saya kemudian harus minta maaf, apakah itu tentang perawatan anak atau pembunuhan dengan kekerasan.

Saya senang mendengar Anda menyebutkan Islamofobia, tapi apa yang telah Anda lakukan untuk mengatasinya? Apakah saya melewatkannya dalam pidato Anda, David? Sebelum pemilihan umum, Theresa Mei mengusulkan Islamophobia dicatat sebagai kejahatan yang terpisah, tetapi apakah hal itu benar-benar akan terjadi?

Prasangka media terhadap penggunaan istilah "terorisme" telah menciptakan hubungan antara kata Muslim dan terorisme, menanamkannya dalam pikiran orang dan menyebarkan kebencian terhadap komunitas Muslim. Anders Behring Breivik dicap teroris sebelum diketahui bahwa ia bukan Muslim; setelah itu banyak yang memilih menamakan dia "pembunuh massal" sebagai gantinya. Dylann Roof digambarkan oleh banyak orang hanya sebagai "penembak", walaupun memiliki manifesto kebencian. Jika mereka Muslim, mereka pasti akan dengan lugas dianggap "teroris". Mengapa saya harus melarang anak-anak saya menonton berita atau membaca koran? Media menggunakan beberapa tindakan – yang cukup jelas tidak memahami makna Islam – untuk menodai 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia dan membusukkan agama damai ini. Media perlu mengambil tanggung jawab atas bagaimana umat Islam diperlakukan di Inggris dan untuk meningkatnya Islamophobia.

David, Anda perlu memastikan bahwa media berlaku adil dalam melaporkan berita. Standar ganda yang berlaku, dan tidak cukup dipantau oleh regulator Ipso, turut berkontribusi terhadap kurangnya "rasa memiliki" dan radikalisasi.

Anda benar-benar gagal dalam menetapkan kebijakan luar negeri. Apakah Anda benar-benar percaya kita tidak menyadari keberadaan gajah besar di ruang? Saya tidak akan masuk ke politik dari berbagai pemboman, tapi bagaimana saya menjelaskan kepada anak saya bahwa 519 anak-anak Palestina tewas tahun lalu dan Inggris tidak melakukan apa pun, sementara sekitar setengah juta orang tewas di Irak dengan alasan berburu senjata pemusnah massal yang tidak ada? Dapatkah Anda datang dan menjelaskan hal tersebut kepada dua anak laki-laki saya?

Aku ingin tahu apa yang ditawarkan masa depan bagi mereka. Apakah mereka dapat mempraktekkan iman mereka atau akan mereka harus melakukannya diam-diam karena takut guru melaporkan mereka di bawah undang-undang “Pencegahan” saat ini? Akankah tanda-tanda meningkatnya praktik keagamaan dilihat sebagai tanda "radikalisasi" di bawah undang-undang ini? Undang-undang yang sama ini disebut sebagai “kegagalan” dalam sebuah surat terbuka kepada sebuah koran nasional utama bulan ini oleh akademisi Inggris, bukan hanya umat Islam. Setiap manusia, terlepas dari apakah mereka adalah guru atau dokter, akan menghentikan keburukan yang terjadi kepada orang lain. Sebagai dokter umum saya tidak perlu undang-undang yang memberitahu saya untuk melaporkan seseorang yang saya rasa akan merugikan orang lain: saya fikir itu sangat menghina. Apakah Anda pikir saya telah menghabiskan 12 tahun karir saya mengizinkan timbulnya bahaya?

Peluang kerja seperti apa yang akan tersedia untuk anak-anak saya? Anda menyatakan rasa jijik kepada mereka yang percaya bahwa "Muslim mengambil alih pemerintah" saat Muslim hanya ingin terlibat dengan sistem – dan pasti ini cocok dengan "nilai-nilai Inggris". Tapi bagaimana Anda akan memastikan bahwa hal ini saja sudah cukup? Anda gagal menyebutkan bagaimana Anda akan mengatasi diskriminasi saat ini yang dihadapi oleh umat Islam di tempat kerja. Dimana intervensi kebijakan untuk mengatasi masalah ini sehingga umat Islam merasa bahwa mereka "berada di tempat yang tepat"?

Anda mengatakan bahwa Anda ingin "memberdayakan" suara moderat di kalangan Muslim Inggris. Saya menyambut itu dengan sepenuh hati. Jadi, kapankah Anda akan mengganti the Quilliam foundation dengan orang-orang yang mewakili saya dan memiliki beberapa kredibilitas dan dihormati diantara Muslim Inggris? Ada Muslim dan organisasi "moderat" yang bersedia bekerja dengan Anda untuk mengatasi ancaman radikalisasi dan yang mewakili 2,7 juta Muslim Inggris yang tinggal di Inggris.

Pikiran-pikiran dan kekhawatiran tidak akan ada habisnya. Ini adalah realita menjadi seorang Muslim di Inggris saat ini. Jika Anda tulus mengatasi "ekstremisme" bicaralah dengan orang-orang yang peduli dan menganggap masalah ini benar-benar penting.

Saya menunggu balasan Anda.

 

Deddy | OnIslam | Jurniscom