AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (IIA) secara resmi mengumumkan meninggalnya pimpinan mereka, Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid, dalam situs resminya shahamat-arabic.com, Kamis (30/7/2015). IIA juga menetapkan tanggal 14 – 17 Syawal 1436 H sebagai hari berkabung dan doa ampunan bagi sang pendiri Imarah Islam Aghanistan tersebut.
"Berdasarkan keputusan Imarah Islam, Masjis Syura dan keluarga Amirul Mukminin rahimahullah menetapkan mulai hari ini yang bertepatan dengan 14 Syawal 1436 H hingga tiga hari ke depan menjadi hari berkabung dan doa ampunan baginya—insyallah—Amirul Mukminin Mulla Umar Mujahidin di seluruh wilayah. Doakanlah rahmat dan ampunan baginya serta keteguhan dan kekuatan Imarah Islamiyah," demikian tertulis dalam pernyataan IIA dan keluarga Mullah Umar yang diterjemahkan kiblat.net.
Ditulis dalam pernyataan itu, Mullah Umar wafat setelah kesehatannya menurun dalam dua pekan terakhir akibat suatu penyakit.
"Beliau meninggal akibat suatu penyakit yang semakin parah dalam dua pekan terakhir, sebelum meninggalkan dunia ini," jelasnya.
Baca juga : Biografi Lengkap Mullah Muhammad Umar Mujahid
Pernyataan itu juga menyampaikan permintaan maaf keluarga Mullah Umar melalui anak tertua, Maula Muhammad Ya’kub dan saudaranya Mullah Abdul Manan Akhnud kepada seluruh rakyat Afghanistan yang haknya terdzalimi selama kepemimpinan Mullah Umar.
"Terakhir, saudara Amirul Mukminin (Mullah Abdul Manan Akhnud) dan anak tertuanya (Maula Muhammad Ya’kub) meminta maaf kepada seluruh orang-orang yang haknya terzalimi dengan cara apapun selama kepemimpinan Mullah Umar Mujahid rahimahullah," ungkapnya.
Sepeninggal Mullah Umar, IIA telah memilih pimpinan baru mereka bernama Mullah Akhtar Mansur. Seperti diberitakan Al Jazeera, pemilihan pemimpin baru tersebut dilakukan pada Kamis (30/7/2015). Namun, belum ada pernyataan resmi dari Taliban terkait laporan tersebut.
Editor : Ally | Jurniscom