Iran Dihantam Gelombang Panas 72 Derajat Celcius

IRAN (Jurnalislam.com) – Iran dihantam tekanan gelombang panas besar yang melewati Timur Tengah, dengan suhu melonjak lebih dari 70C, The Telegraph melaporkan hari Sabtu (01/08/2015).

Gelombang panas tersebut baru pertama kali terjadi di kota Bandar Mahshahr Iran, di mana suhu panas kota tersebut adalah salah satu yang tertinggi yang pernah tercatat.

Suhu panas tersebut direkam oleh sekelompok ahli cuaca, merupakan sesuatu yang belum pernah dialami pada sebuah kota dalam sejarah umat manusia.

“Itu adalah salah satu pengamatan suhu paling luar biasa yang pernah saya lihat dan itu adalah salah satu angka yang paling ekstrim yang pernah terjadi di dunia,” kata ahli meteorologi AccuWeather, Anthony Saglia.

Tingkat panas terik 50C juga menyerang Irak, sehingga para pejabat terpaksa memberlakukan libur empat hari karena terlalu panas untuk bekerja.

Lagi, 5 Milisi Syiah Houthi Tewas dalam Pertempuran di Taiz, Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Lima milisi Syiah  Houthi dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka hari Ahad, 2 Agustus 2015 di provinsi Taiz Yaman, dalam bentrokan dengan pasukan yang setia kepada presiden di pengasingan, Abd Rabbuh Mansour Hadi, sumber pro-Hadi lokal mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sumber, yang berbicara dengan syarat anonim, juga mengatakan bahwa salah satu pejuang pro-Hadi telah tewas dan sepuluh lainnya terluka dalam pertempuran itu.

Dalam perkembangan terkait, milisi Syiah Houthi dan pasukan sekutu yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada hari Ahad menghantam posisi militer Saudi di selatan Arab Saudi, menurut saluran televisi Yaman Al-Masirah.

Milisi Houthi dan pasukan pro-Saleh "menembakkan sekitar 20 rudal dan puluhan proyektil lainnya di pos militer Al-Maazab di daerah Jazan sebelah barat daya Arab Saudi", penyiar dilaporkan.

Namun pernyataan saluran TV tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Yaman berada dalam peperangan September lalu, ketika Syiah Houthi menguasai ibu kota Sanaa. Pada bulan April, aggressor Houthi juga berhasil menduduki provinsi Aden di selatan Yaman, mengakibatkan Hadi – bersama dengan sebagian besar pemerintahannya – terpaksa melarikan diri ke Arab Saudi.

Beberapa pekan terakhir pasukan pro-Hadi merebut kembali sebagian besar provinsi pesisir, memungkinkan untuk kembalinya beberapa pejabat pemerintah Yaman dari Riyadh, meskipun Hadi sendiri belum kembali ke negara yang sedang dilanda perang tersebut.  

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Pemerintah Mesir Tangkap 200 Anggota Ikhwanul Muslimin dalam Sepekan

KAIRO (Jurnalislam.com) – Pasukan pemerintah telah menangkap 19 anggota Ikhwanul Muslimin dalam operasi keamanan baru, sehingga jumlah anggota kelompok yang ditahan selama seminggu terakhir berjumlah 200 orang, menurut Kementerian Dalam Negeri Mesir.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Ahad, 2 Agustus 2015, kementerian mengumumkan bahwa 19 anggota Ikhwanul yang ditahan dalam 24 jam terakhir tersebut melakukan dan menghasut "tindakan kekerasan".

Penangkapan terbaru tersebut menambah jumlah anggota kelompok yang ditahan dalam seminggu terakhir atas tuduhan kekerasan terkait menjadi 200.

Ikhwanul Muslimin, kelompok asal Presiden Mohamed Mursi yang terguling itu dicap sebagai "organisasi teroris" oleh pemerintah Mesir pada akhir 2013.

Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa mereka berkomitmen melakukan aktivisme yang murni damai.

Mesir berada dalam konflik sejak militer melakukan kudeta menggulingkan Mursi – presiden pertama yang dipilih secara bebas di negara itu dan juga merupakan pemimpin Ikhwanul – pada pertengahan 2013.

Dalam lebih dari dua tahun sejak itu, pemerintah Mesir telah melancarkan tindakan keras tanpa henti terhadap perbedaan pendapat politik, menewaskan ratusan dan menahan puluhan ribu.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Mujahidin IIA Hancurkan 6 APC dan Tewaskan 2 Komandan Musuh di Nawzad

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan El Emarah News hari Ahad (02/07/2015) mengatakan bahwa pasukan bayaran mendapat  beberapa serangan di Barakzo dan Khwala Jamal daerah kabupaten Nawzad pada Sabtu pagi, pertempuran berat  terjadi di mana Mujahidin Imarah Islam menggunakan senjata berat. Beberapa APC disita dari musuh sebagai ghanimah, akibat pertempuran itu 2 komandan kunci (Gul alias Kandahari dan Hameed Gul) tewas dan puluhan korban lainnya berjatuhan serta 4 APC hancur.

Dalam pertempuran terpisah, sebuah kendaraan lapis baja pembawa personel ANA (tentara boneka bentukan AS) hancur berantakan terkena IED di daerah Jazi Karez dan yang kedua di Garmi Karez  daerah yang sama pada waktu malam harinya.

Puluhan korban berjatuhan disebabkan tiga ledakan tersebut namun angka pasti korban belum diketahui.

Klaim musuh telah merebut kembali pusat distrik Nawzad benar-benar palsu. Pusat distrik masih di kontrol kuat oleh Mujahidin Imarah Islam dan bendera putih dari Imarah Islam masih berkibar di wilayah itu.

Seorang polisi pemerintah Afghanistan juga bergabung dengan Mujahidin di distrik Sangin, pada hari Sabtu.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Organisasi di Inggris Berjanji Berikan Bantuan Penuh untuk Keluarga Dawabasyah

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Organisasi Eropa untuk Solidaritas Palestina menegaskan dukungan dan bantuan penuh untuk keluarga Dawabasyah, yaitu warga Palestina yang rumahnya dibakar oleh para pemukim zionis Yahudi beberapa hari lalu, Infopalestina melaporkan Ahad (02/08/2015). (baca juga: Warga Yahudi Bakar Bayi Palestina Berusia 18 Bulan di Tepi Barat)

Ketua organisasi yang berkantor di London ini, Amin Abu Rashid telah berkomunikasi dengan pihak keluarga, dan menyampaikan kutukan keras atas kejahatan keji terhadap korban, dan berharap kesembuhan segera bagi para korban.

Atas nama organisasi, Abu Rashid berjanji memberikan bantuan untuk meneguhkan pihak keluarga atas musibah yang dialami, termasuk rumah sementara bagi keluarga sampai membangun rumahnya kembali.

Bersama segenap dokter asal Palestina di Eropa, organisasi akan memberikan bantuan medis bagi para korban untuk berobat di rumah sakit Eropa.

Pihak organisasi menuntut segera menyeret pelaku pembakaran keji terhadap bocah Dawabasyah, dan sebelumnya pembakaran terhadap bocah Khadir, dan menghukum para pelaku, termasuk para pimpinan penjajah Israel.

Organisasi meminta dukungan internasional untuk menekan pihak penjajah Israel, supaya menghentikan pelanggaran yang dilakukan para pemukim yahudi terhadap warga sipil Palestina di wilayah Tepi Barat dan Al-Quds.

Segenap organisai Palestina di Eropa, terutama Aliansi Dokter Palestina sejak beberapa tahun lalu telah memberikan bantuan bagi korban kejahatn Israel dengan merawat mereka di sejumlah rumah sakit di benua Eropa.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Amnesty Internasional: Muslim di Republik Afrika Tengah Dipaksa Menjadi Kristen

AFRIKA TENGAH (Jurnalislam.com) – Setelah berbulan-bulan pembersihan etnis populasi Muslim di Republik Afrika Tengah (Central African Republic/CAR), sebuah kelompok hak asasi manusia terkemuka mengungkapkan Muslim yang tersisa menghadapi represi dan kristenisasi di tangan milisi Kristen, untuk menghapus Muslim dari negara tersebut.

"Setelah memaksa puluhan ribu Muslim meninggalkan CAR Barat, milisi anti-Balaka sekarang menekan identitas agama ratusan Muslim yang menetap atau yang telah kembali," Joanne Mariner, penasihat respon krisis senior Amnesty International, kepada Agence France Presse (AFP).

Kelompok hak asasi yang berbasis di London tersebut pada hari Jumat (31/07/2015) mengatakan bahwa Muslim yang selamat dari pembantaian tahun lalu saat ini terancam dan "dipaksa untuk melepaskan agama mereka."

Laporan Amnesty berjudul "Identitas terhapus: Muslim di daerah etnis dibersihkan dari Republik Afrika Tengah" , mengatakan bahwa umat Islam yang telah kembali ke rumah mereka di sebagian besar wilayah barat negara itu setelah pembunuhan massal dan pengusiran paksa besar-besaran tahun 2014 "oleh milisi anti-Balaka bersenjata dilarang mewujudkan agama mereka di depan umum."

Beberapa muslim "telah dipaksa masuk Kristen dengan ancaman kematian," tambah laporan itu.

"Di daerah tanpa kehadiran pasukan perdamaian PBB, Muslim ditargetkan dengan impunitas," Amnesty menegaskan.

Laporan itu mengutip kesaksian mantan Muslim 23 tahun di wilayah Sangha-Mbaere yang menegaskan bahwa Muslim dipaksa untuk masuk agama Kristen oleh milisi anti-Balaka Kristen.

"Kami tidak punya pilihan selain bergabung dengan Gereja Katolik. Pasukan anti-Balaka bersumpah mereka akan membunuh jika kami tidak tunduk," kata saksi Muslim kepada Amnesty International.

Laporan Amnesty datang hanya beberapa hari setelah International Rescue Committee mengatakan bahwa CAR "membutuhkan awal yang baru, atau akan menjadi studi kasus sebuah  negara yang gagal".

Muslim CAR telah menghadapi kematian di tangan milisi Kristen anti-Balaka sejak akhir 2013 dan awal 2014. Menurut laporan PBB, milisi anti-Balaka menggerebek rumah Muslim untuk membunuh anak-anak dan perempuan, melakukan penjarahan dan merusak properti.

Seiring dengan pembunuhan, penculikan, penyiksaan dan penangkapan sewenang-wenang serta penahanan, dalam CAR yang dilanda perang, penyelidikan PBB juga menemukan bukti adanya kekerasan seksual.

Demi melarikan diri dari kematian, banyak Muslim mengungsi  ke wilayah-wilayah Muslim di barat Yaloké, Carnot, dan Boda, namun di sana pun mereka terjebak. Desember lalu, HRW memperingatkan bahwa ratusan warga Muslim di bagian barat Republik Afrika Tengah yang terjebak dalam wilayah tersebut berada dalam kondisi mengenaskan.

Selain pembantaian, pembunuhan sektarian, dan pembersihan etnis, salah satu tanda yang paling jelas dari intensitas kebencian agama adalah penghancuran masjid di negara itu, Amnesty mengatakan dalam laporannya.

Kelompok itu mengatakan bahwa di hampir semua kota dan desa, "masjid dijarah, dirusak atau dihancurkan di awal 2014, pada saat yang sama populasi Muslim diusir."

"Beberapa pihak memperkirakan bahwa lebih dari 400 masjid hancur."

April lalu, seorang utusan AS mengatakan bahwa hampir seluruh 436 masjid di CAR telah hancur dalam kekerasan.

Samantha Power, duta besar AS untuk PBB, menyebut kehancuran tersebut "agak gila, dingin".

Lebih dari 6.000 orang telah tewas sejak krisis dimulai pada bulan Maret 2013.

"Tantangan utama adalah kurangnya keamanan. Pemerintah memahami mereka menghadapi jalan panjang tetapi mereka harus mampu menegaskan kendali atas daerah-daerah yang jauh terlempar," Joanne Mariner, penasihat respon krisis senior di organisasi yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan pekan ini bahwa lebih dari 1.000 orang masih mencari orang-orang yang mereka cintai, setahun setelah dipisahkan selama gelombang kekerasan.

"Sangat sedikit keluarga yang terhindar rasa sakit dan ketidakpastian akibat terpisah dari orang yang dicintai," Scott Doucet, kepala ICRC sub-delegasi untuk barat negara itu, mengatakan.

PBB mengatakan bahwa 2,7 juta orang, atau lebih dari setengah penduduk, masih membutuhkan bantuan, sementara 1,5 juta orang terkena dampak kerawanan pangan.

Kantor lembaga global untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan kebutuhan kemanusiaan terus melebihi sumber daya yang tersedia.

Sementara itu LSM Doctors without Borders (MSF) sebelumnya telah menjelaskan bahwa negara berada dalam keadaan darurat kesehatan kronis yang berlarut-larut.

CAR, sebuah negara yang terdiri dari daratan yang kaya mineral, berubah anarkis pada bulan Maret 2013 ketika pejuang Séléka menggulingkan François Bozize, seorang penganut Kristen, yang telah berkuasa sejak tahun 2003 melalui kudeta militer.

Pada bulan Januari 2014, Catherine Samba-Panza, walikota Bangui, dilantik sebagai presiden perempuan pertama CAR.

Dia diganti Michel Djotodia, presiden Muslim pertama di negara itu sejak kemerdekaannya dari Perancis pada tahun 1960, yang mengundurkan diri awal bulan ini karena tekanan internasional dan regional.

Deddy | OnISlam | Jurniscom

Laporan Bang Onim : Palestina Memanas, Krisis Masih Menyelimuti

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Setelah beberapa hari lalu ratusan warga dan tentara Yahudi Zionis Israel menodai kiblat pertama bagi Umat Islam dunia yaitu Masjid Alaqsa Almubarok, dengan aksi brutal yaitu menyerang Masjid Alaqsa, melempari dengan bom suara dan gas air mata ke dalam masjid Alaqsa, sehingga melukai lebih dari 100 muslim Palestina yang beradanya.

Di susul dengan tindakan yang tidak berprikemanusiaan, hari Jumat (31/7/2015) pagi terhadap keluarga Dawabes di Nablus, Tepi Barat. Segerombolan warga Yahudi Zionis Israel (La'natulloh ala Yahudi), membakar rumah keluarga Dawabesh saat mereka masih tertidur. Akibatnya semua penghuni rumah menderita luka bakar serius dan menewaskan bayi 18 Bulan yang masih menyusui bernama Ali.

Beberapa jam kemudian, pejuang Palestina di Gaza membalas aksi brutal Yahudi melontarkan roket ke wilayah Israel, dan dalam jeda beberapa menit kemudian militer Angkatan Laut zionis Israel menembak secara membabi buta dari arah laut ke arah pemukiman warga Gaza di Bait Lahiyah Gaza bagian Utara.

Akibat rentetan tembakan secara membabi buta oleh Angkatan Laut zionis Israel, mengenai 1 orang warga sipil Gaza bernama Muhammad Hamid Almasry berusia 29 tTahun, dan melukai beberapa orang lainnya. Sang Korban Muhammad Hamid Almasry sempat dievakusi ke Rumah Kamal Udwan Gaza Utara, akan tetapi nyawanya tidak tertolong karena beberapa peluru bersarang di tubuh dan bagian dada korban, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Dan sudah 8 tahun hingga kini wilayah Gaza masih di bawah blokade oleh Israel. Krisis kemanusiaan semakin menambah penderitaan warga Gaza baik itu krisis kKesehatan beberapa hari lalu saya diundang oleh pihak Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza City dalam hal koordinasi kesulitan yang dialami oleh Menkes Gaza Palestina. Dalam pembahasan tersebut mereka menyampaikan bahwa obat-obatan yang urgen bagi para pasien mulai, langka yaitu 38 persen berkurang, begitu juga alat kesehatan khususnya alat kesehatan sekali pakai (disposible) 37 persen berkurang, ada beberapa alat kesehatan yang rusak dan karena berkali-kali diperbaiki, dalam rapat koordinir tsb, pihak MENKES Palestina di Gaza menyodorkan nama obat dan nama alat kesehatan yang rusak, mereka berharap agar surat tsb dapat saya sampaikan ke Bpk. Joko Widodo selaku Presiden RI dan selembar surat untuk Ibu MENKES RI.

Selain krisis kesehatan, juga kini warga Gaza mulai mengeluh akan krisis air minum, krisis air minum ini disebabkan oleh krisis listrik yang hingga kini masih menyelimuti warga Gaza, memang benar kondisi demikian, dibenarkan oleh Abdillah Onim WNI perwakilan Rakyat Indonesia di yang hingga kini masih menetap di Gaza City sekaligus PJ Yayasan Daarul Qur'an Nusantara Cab.Gaza Palestina.

Di lain sisi, keluarga fakir dan anak yatim di Gaza tak pernah terselesaikan akan permasalahan yang mereka alami yaitu kesulitan mendapatkan bantuan seperti bahan makanan dan air minum serta penerang alternatif.

Sumber permasalahan dan inti dari krisis yang terjadi di Gaza adalah Blokade Israel dan penutupan pintu perlintasan Rafah ( perlintasa Gaza-Mesir), 1,8 juta jiwa warga Gaza menggantungkan harapan hidup mereka untuk mendapatkan bahan pokok dan bahan makanan dan untuk bertahan hidup yaitu hanya dari pintu perilintasan Rafah, karena terowongan sudah dihancurkan oleh militer zionis Israel.

Mohon doa, agar tidak terjadi kondisi yang tidak kita ingin kan, kasian anak-anak Gaza dan para wanita.
Semoga Allah swt melindungi mereka, memebrikan kesabaran dan keuatan kepada warga Gaza Palestina serta menjaga kesucian Masjid Alaqsa, amin//SPnews Agency Gaza City.

Laporan Abdillah Onim dari Gaza, Palestina | Editor : Ally | Jurniscom

 

Jabhah Nusrah Tangkap Pasukan “Divisi 30” Bentukan AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, telah merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa mereka telah menangkap pasukan dari sebuah kelompok bersenjata yang disebut "Divisi 30" yang dilatih AS. Pernyataan itu dirilis hari Jumat (31/07/2015) di salah satu Twitter resmi Jabhah Nusrah, sebagaimana yang dilansir oleh The Long War Journal.

Jabhah Nusrah mengatakan Divisi 30 adalah bagian dari skema agresor Amerika yang bertentangan  dengan kepentingan rakyat Suriah, para pasukan tersebut memasuki  medan perang beberapa hari lalu setelah menyelesaikan program pelatihan dan membentuk "inti" dari "tentara nasional".  Jabhah Nusrah menggagalkan upaya Amerika untuk  memperkuat "oposisi moderat."

Jabhah Nusrah juga mengatakan bahwa para pasukan tersebut berkoordinasi dengan koalisi lainnya  yang didukung AS, yang secara teratur membom posisi Jabhah Nusrah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) secara independen melaporkan bahwa pesawat tempur koalisi AS telah mengebom posisi Jabhah Nusrah. Laporan SOHR juga mendukung keterangan Jabhah Nusrah tentang pasukan Devisi 30, mengatakan bahwa "50 anggota dari Divisi 30 memasuki Suriah pada bulan Juli … setelah menyelesaikan pelatihan oleh negara-negara barat di Turki."

Awal pekan ini, pernyataan yang dikaitkan dengan "Divisi 30" telah diposting online, bahwa Jabhah Nusrah menangkap pemimpin dan pasukan Devisi 30.

Jabhah Nusrah juga menyerukan anggota "Divisi 30" untuk meninggalkan "proyek Amerika," atau mereka akan menemukan diri mereka dalam bidikan para mujahidin.

Bersamaan dengan perilisan pernyataan, Jabhah Nusrah melancarkan serangan terhadap markas Divisi 30 di Azaz, kota utara Aleppo.

Sebuah pernyataan terpisah yang dikaitkan dengan Divisi 30 dan dipublikasikan secara online sebelumnya hari ini mengatakan bahwa mujahidin al Qaeda memulai serangan mereka dini hari tadi. Beberapa pasukan “Divisi 30” tewas dalam pertempuran, menurut pesan itu.

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

 

Mullah Akhtar Muhammad Mansur Serukan Persatuan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Amir Imarah Islam Afghanistan (Taliban Afghanistan) telah mengeluarkan pernyataan audio yang pertama, menyerukan persatuan dan menjanjikan untuk melanjutkan perjuangan.

“Saya telah berserah diri untuk menerima tanggung jawab besar yang diberikan oleh para ulama berpengaruh ini hanya demi melayani agama Illahi dan kelanjutan serta keberlangsungan proses Jihad  yang masih sedang berlangsung. Dalam situasi yang rumit, kewajiban kepemimpinan adalah kewajiban besar dan kita semua harus bersama-sama berdoa kepada Allah SWT untuk membantu dan membimbing agar jujur ​​melaksanakan tanggung jawab ini, semua orang yang bertanggung jawab di Imarah Islam harus bekerja sama dengan kepemimpinan baru sehingga pengorbanan Jihad dekade sebelumnya terus lestari dan tujuan kita tercapai dengan dukungan Allah SWT,” tegas Mullah Akhtar Mansur, sebagaimana yang dilansir Voice of Jihad. (baca juga: Ratusan Komandan Jihad, Ulama dan Pejabat Berjanji Sumpah Setia)

Dalam pesan berdurasi 33 menit yang dirilis pada hari Sabtu, 1 Agustus 2015, Mullah Akhtar Muhammad Mansur  juga menyarankan pengikutnya untuk tidak memperhatikan rumor yang menyebar tentang Taliban.

"Kita semua harus bekerja untuk mempertahankan kesatuan. Perpecahan dalam barisan hanya akan membuat senang musuh-musuh kita, dan menyebabkan masalah lebih lanjut bagi kita," tegasnya.

Lalu berkaitan tersebarnya pemberitaan di media internasional  bahwa Imarah Islam akan melakukan perundingan damai  dengan pemerintah Afghanistan setelah pengangkatan Mullah Akhtar Muhammad Mansur, mendapat respon langsung oleh Taliban dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Imarah Islam dan tanggapan Mullah Akhtar Mansur.

“Imarah Islam, sesuai dengan kebijakan, telah membentuk badan tertentu yang bertanggung jawab untuk menangani semua urusan politik. Kami telah berulang kali mengklarifikasi hal ini sebelumnya dan telah menjelaskan sikap Imarah Islam,” demikian yang tertulis dalam pernyataan sikap tentang pembicaraan damai. (baca juga: Pernyataan Imarah Islam Afghanistan Mengenai Rumor Inisiasi Pembicaraan Damai)

"Tujuan dan slogan kami adalah untuk menerapkan syariah dan sistem Islam, dan jihad kami akan berlanjut sampai hal ini dilakukan," kata Mullah Akhtar  Mansur menambahkan dalam pesannya.

Mullah Akhtar Mansur juga memuji Mullah Umar Mujahid dan mengatakan bahwa meskipun banyak upaya untuk memecah belah Taliban, mereka tetap berdiri teguh dan menggagalkan konspirasi.

Mullah Akhtar Muhammad Mansur adalah pemimpin kedua Taliban Afghanistan setelah  Mullah Muhammad Umar Mujahid, pendiri  Imarah Islam pada tahun 1990 yang meletakkan pondasi Imarah Islam sebagai gerakan besar, membangun pondasi bangunan kokoh, dan pikiran-pikiran penuh keikhlasan, dan formasi yang detail dan terorganisir.

 

Deddy | Shahamat | Aljazeera | Jurniscom

Ratusan Komandan Jihad, Ulama dan Pejabat Berjanji Sumpah Setia Kepada Amir Baru Imarah Islam Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Seperti dilansir koresponden situs Al Emarah, Kamis 30 Juli 2015, di sore hari, beberapa anggota komisi tinggi Imarah Islam Afghanistan (taliban Afghanistan), gubernur, kepala kabupaten, kepala dan anggota komisi provinsi, banyak pemimpin kelompok dari berbagai wilayah negeri, guru dari beberapa madrasah dan orang terhormat lainnya mengambil sumpah setia kepada Mullah Akhtar Muhammad Mansur, Amir (pemimpin) baru Imarah Islam Afghanistan.

Pada kesempatan ini, pemimpin baru Imarah Islam, Mullah Akhtar Muhammad Mansur, wakilnya, Moulavi Haibatullah Akhunzada serta beberapa ulama lainnya, orang-orang Alim, pejabat dan partisipan Mujahidin Imarah Islam, beberapa ulama dan pemimpin Imarah Islam saling menyampaikan pidato.

Setelah itu, Mullah Akhtar Muhammad Mansur, pemimpin Imarah Islam yang baru  berbicara dan memberi informasi rinci tentang meninggalnya Amirul Mukminin (semoga jiwanya beristirahat dalam damai) dan penunjukan penggantinya kepada para hadirin.

Dia mengatakan bahwa dia telah berserah diri untuk menerima tanggung jawab besar yang diberikan oleh para ulama berpengaruh ini hanya demi melayani agama Illahi dan kelanjutan serta keberlangsungan proses Jihadi  yang masih sedang berlangsung.

Dia menambahkan bahwa dalam situasi yang rumit, kewajiban kepemimpinan adalah kewajiban besar dan kita semua harus bersama-sama berdoa kepada Allah SWT untuk membantu dan membimbing agar jujur ​​melaksanakan tanggung jawab ini. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa semua orang yang bertanggung jawab di Imarah Islam harus bekerja sama dengan kepemimpinan baru sehingga pengorbanan Jihad dekade sebelumnya terus lestari dan tujuan kita tercapai dengan dukungan Allah SWT.

Setelah menyampaikan sambutannya, para pengikut bersumpah setia kepadanya sebagai Amir (pemimpin) Imarah Islam baru yang sah dan kemudian dilaksanakan sholat sore (Ashar) berjamaah untuk kepemimpinannya.

Menurut laporan lain, di tempat yang berbeda, ketika ribuan ulama, orang-orang Alim, Mujahidin dan kaum Muslim biasa sedang berkumpul untuk berpartisipasi dalam upacara pemakaman seorang ulama terkenal, mendiang Moulana Abdul Sattar Jan (semoga jiwanya beristirahat dengan damai), datang pemberitahuan bahwa Yang Mulia, Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid telah meninggal dan digantikan oleh Mullah Akhtar Muhammad Mansur bersama dengan Moulavi Haibatullah Akhunzada dan Mullah Sirajuddin Haqqani sebagai wakilnya dan sumpah setia harus diambil untuk mereka; di saat-saat duka dan berkabung, saat sebagian besar peserta sedih dan menangis, mereka mengangkat tangan mereka dan bersumpah setia kepada Amirul Mukminin yang baru dan berjanji memberikan dukungan mereka untuk kepemimpinan baru Imarah Islam sambil mengucap takbir Suci 'Allahu Akbar ' atau 'Allah Maha Besar'.

Perlu disebutkan bahwa berita dukungan dan sumpah setia kepada pimpinan Imarah Islam yang baru diangkat secara bergantian datang dari berbagai wilayah negara dan rinciannya dapat ditemukan di situs resmi Imarah Islam 'Al Emarah'

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom