Skema Anti-Teror Inggris Memicu Islamophobia

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi Inggris, yang berkampanye "perang melawan teror",  kelompok Students Right, telah memicu Islamofobia dan membatasi kebebasan berbicara di kampus-kampus Inggris.

"Perguruan Tinggi memiliki landasan hukum sebagai benteng kebebasan berbicara dan tempat bagi ide-ide," kata direktur CAGE Dr Adnan Siddiqui dalam sebuah pernyataan yang diperoleh OnIslam.net.

"Dalam merangkul definisi luas dari 'ekstremisme' yang dimaksudkan oleh pemerintah, yang dapat diterapkan untuk mengeluarkan peserta yang tidak diinginkan dari wacana publik, apa yang dilakukan Students Right bertentangan langsung dengan prinsip-prinsip inti tersebut."

Tuduhan CAGE tersebut keluar setelah Students Right melaporkan skema kontra-terorisme pemerintah yaitu memberi stigma kepada CAGE karena membela tersangka teror.

Digambarkan sebagai kelompok "pro-teroris" oleh Students Right, CAGE menyebut tuduhan tersebut "fitnah" dan "tidak benar".

"Laporan yang  menunjukkan korelasi antara peristiwa yang terjadi di universitas dan terorisme, tidak ada bukti bahwa teroris menghadiri acara universitas," Siddiqui berpendapat.

"Data yang digunakan dalam laporan ini benar-benar tidak memadai bahkan membuat penilaian mengenai adanya korelasi, dan tidak menghubungkan keduanya melainkan hanya sindiran.

"Laporan ini malah menilai bahwa hanya dengan menjadi seorang mahasiswa Muslim di sebuah universitas di Inggris saat acara tersebut diadakan kemungkinan akan menjadi penyebab radikalisasi, sebuah asumsi yang dengan sendirinya bias."

Kelompok anti-Muslim secara luas ditolak oleh National Union of Students (NUS), the NUS Black Students’ Conference dan beberapa serikat mahasiswa termasuk LSE, UCL, Birkbeck, Queen Mary dan Kings College London.

Disponsori oleh think-tank neo-konservatif Henry Jackson Society (HJS), kelompok itu digambarkan dalam laporan Spinwatch sebagai "sangat dipengaruhi oleh Islamofobia dan menerima Perang Melawan Teror secara terbuka ".

Pada tahun 2014, Students Right, yang menghambat upaya pro-Palestina di kampus, merilis sebuah laporan yang dicap sebagai "perburuan" terhadap Muslim.

"Universitas Inggris memiliki tradisi melarang pembicara yang dianggap 'ekstrimis'. Penayangan pandangan yang bertentangan dengan pendapat mainstream diperlukan bagi masyarakat untuk menegakkan kebenaran. Banyak gerakan modern didirikan berdasarkan sesuatu yang dulunya dianggap ide 'ekstrimis', "kata Direktur CAGE.

Dia melanjutkan dengan mengatakan: "Upaya memberangus pandangan populer adalah pelanggaran nilai-nilai keterbukaan dan debat di Inggris.

"Jika pembicara dilarang, orang akan menemukan pengganti untuk bertukar pandangan jauh dari wacana publik, sehingga kecil kemungkinan mendapatkan tantangan."

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar yaitu sejumlah hampir 2,7 juta.

Sebuah jajak pendapat Financial Times menunjukkan bahwa  Inggris adalah negara yang paling mencurigai umat Muslim.

Deddy | OnIslam| Jurniscom

 

Presiden Erdogan ke China Bahas Perdagangan Bilateral dan Muslim Uighur

BEIJING (Jurnalislam.com) – Perdagangan bilateral adalah fokus diskusi hari Rabu (29/07/2015) selama kunjungan pertama Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Cina sebagai presiden, tetapi para pemimpin kedua negara juga menyentuh isu-isu yang lebih sensitif.

Sumber presiden Turki mengatakan kepada Anadolu Agency setelah pertemuan Erdogan dengan Presiden Xi Jingping bahwa kedua negarawan telah membahas isu seputar populasi Muslim China.

Sekitar 350 muslim Uighur yang ditahan di pusat penahanan di Thailand telah menjadi pusat perang tarik-menarik diplomatik antara kedua negara. China mengidentifikasi Uighur sebagai bagian dari barat laut Xinjiang, sementara Turki menyambut mereka sebagai bagiannya.

Turki juga telah menyuarakan keprihatinan atas laporan bahwa anggota komunitas Muslim China dilarang berpuasa – saran yang menyebabkan protes terhadap Beijing di Turki dan pembakaran bendera oleh nasionalis Turki.

Masalah ini merupakan topik pada pertemuan tersebut, kata sumber-sumber yang tidak ingin disebutkan namanya karena alasan kerahasiaan.

Mereka menambahkan bahwa rencana Erdogan bertemu dengan perwakilan dari masyarakat Uighur China dan Muslim Hui disambut oleh pejabat China.

"Sensitivitas Turki tentang integritas teritorial Cina tersebut [juga] disebutkan dalam pertemuan itu, Turki juga tidak menerima insiden teroris di China," kata sumber itu.

Media pemerintah China melaporkan bahwa "Milisi Muslim" telah mengatur serangan terhadap kantor polisi dan simbol lain negara di Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur, yang oleh banyak orang Turki disebut sebagai Turkestan Timur.

Sebelum mendelegasikan pembicaraan di Great Hall of People, Erdogan mengatakan kepada media bahwa kedua negara telah membuka jalan bagi kerjasama strategis pada tahun 2010 dan sekarang "siap untuk menempatkan rencana tersebut dalam praktek."

 "Kami mengambil langkah pertama pada tahun 2010 bersama China dengan aliansi strategis, dan sekarang berada dalam tahap latihan. Kami melihat hubungan kami dengan China dari cara strategis," katanya.

"Kunjungan ini akan memperkuat pemahaman antar bangsa dan membantu persahabatan antara orang-orang kami," tambahnya.

Perjalanan tiga hari tersebut adalah perjalanan diplomatik kedua Erdogan ke negara itu, setelah kunjungan sebelumnya pada tahun 2012 sebagai perdana menteri.

Baca juga : Pemimpin Uighur: Dunia Diam Saat Kejahatan Terhadap Muslim Uighur Masih Berlangsung

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Kabupaten Nawzad Dibebaskan Mujahidin IIA Setelah Pertempuran Sengit

HELMAND (Jurnalislam.com) – Serangan terkoordinasi diluncurkan oleh Mujahidin Imarah Islam  pada hari Selasa  (28/07/2015) melawan sisa posisi musuh di sekitar pusat kabupaten Nawzad dan telah berakhir pada sore harinya, El Emarah News melaporkan Rabu (29/07/2015).

Para pejabat mengatakan bahwa Mujahidin berhasil menyerbu gedung PRT bersama dan lebih dari 2 pos pemeriksaan semalam, menewaskan 14 tentara bayaran serta menyita peluncur RPG dengan 50 magazin, 6 senapan AS, 14 senapan varian Ak, comm a. radio, 14000 Ak dan magazin PKM dan peralatan tempur lainnya.

Musuh pengecut juga meninggalkan 3 pos pemeriksaan di daerah Garmi Karez dan 2 pos pemeriksaan lain di sekitar pusat kabupaten, sementara serangan berat  ditargetkan pada  bangunan kantor pusat kabupaten dan kantor pusat polisi, laporan menambahkan bahwa seluruh pusat kabupaten jatuh ke Mujahidin  IIA setelah musuh terpaksa melarikan diri.

Mujahidin merebut banyak senjata, amunisi, kendaraan dan peralatan militer lainnya sementara beberapa mayat musuh dikatakan masih tergeletak di tempatnya.

Pejabat menambahkan bahwa saat ini Mujahidin telah menangkap konvoi musuh yang melarikan diri dalam penyergapan antara kabupaten Gerishk dan Musa Kala dan kemungkinan seluruh pasukan musuh tersebut ditangkap atau dibunuh.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Puluhan Ulama akan Bergabung dalam Aksi Peduli Al Aqsha

TURKI (Jurnalislam.com) – Puluhan ulama dan lembaga Islam di kota Istanbul bergabung mendukung para pejuang di Masjidil Aqsha, dan menjadikan hari Jumat besok sebagai hari untuk membela Masjidil Aqsha dan Palestina, dengan aksi massa dan protes unjuk rasa, Infopalestina melaporkan Rabu (29/07/2015).

Para ulama merilis pernyataan dengan judul “Kejahatan Menyerbu Al-Aqsha” dan mengutuk serbuan pihak yahudi, dan kepolisian Israel terlihat membiarkan serbuan ke Al-Aqsha.”

Ketua Organisasi Ulama Palestina di luar negeri, Syeikh Nawaf Takruri membacakan konferensi pers berisi dukungan bagi pejuang Palestina di Masjidil Aqsha.

Para ulama terlihat bergerak intensif pasca serbuan Israel terhadap Masjidil Aqsha dalam perayaan kehancuran sinagog, di mana pasukan Israel menyerang warga, sejumlah mereka terluka dan beberapa ditangkap. Para pemukim yahudi melanjutkan serbuannya ke halaman Masjidil Aqsha yang dikawal ketat pasukan kepolisian Israel.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Hamas Serukan Aksi Solidaritas Al Aqsha Jumat Besok

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Gerakan perlawanan Islam Hamas, Selasa (28/7) mengajak semua elemen masyarakat Palestina melakukan aksi solidaritas Al-Aqsha yang akan dipusatkan di kota Hebron, Jum’at besok (31/07/2915), lansir  Infopalestina .

Melalui jejaring pusat Infopalestina Hamas menyerukan ke publik warga kota Hebron bergabung dalam aksi solidaritas Al-Aqsha, setelah shalat Jum’at besok, mulai dari Masjid Washoya Rasul di wilayah selatan Hebron, disamping untuk mengecam penyerangan Zionis yang berulang-ulang ke Al-Aqsha.

Hamas menganggap aksi ini merupakan bentuk perlindungan terhadap Masjid Al-Aqsha dan para Jama’ahnya yang sedang mempertahankan tempat suci ummat Islam.

Hamas menyerukan gerakan protes Palestina pada Jum’at besok menyusul penyerangan mereka terhadap pribadi Rasul dan penodaan mereka terhadap Al-Aqsha.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Presiden GIDI Sulit Ditemui Wartawan Pasca Penetapan Dua Tersangka

JAYAPURA (Jurnalislam.com) – Koordinator Departemen Bidang Hukum Dan Hak Asasi Manusia (HAM) Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pusat, Pendeta Petrus Marbel menemui perwakilan Tim Pencari Fakta Komite Umat untuk Tolikara (TPF Komat Tolikara) beserta wartawan di Kantor GIDI Pusat, Sentani, Jayapura, Selasa (27/07/2015).

Kunjungan TPF Komat Tolikara beserta wartawan tersebut dalam rangka untuk bertemu dengan Presiden GIDI, Pendeta Dorman Wandikbo. Pasalnya, pasca penetapan 2 tersangka atas tragedi Tolikara, TPF Komat Tolikara beserta beberapa wartawan sulit menemui Presiden GIDI, saat masih berada di Tolikara.

Hal itu, dirasakan JITU selama menghimpun informasi di lapangan (Tolikara). Sejauh upaya yang telah dilakukan, sejak tiba di Tolikara dan kembali ke Sentani, Jayapura, bahkan hingga berita ini diturunkan, anggota JITU belum bisa bertemu langsung dengan Presiden GIDI untuk konfirmasi terkait dengan tragedi di Tolikara, Jum'at (17/07/2015) lalu.

Ketua Tim Pemulihan Pasca Bencana Sosial, Edy Rangek Tasak sebanyak dua kali menyampaikan bahwa ingin memediasi untuk mempertemukan TPF Komat Tolikara serta waratwan dengan Presiden GIDI maupun pengurus GIDI lainnya. Namun, semuanya gagal.

"Saya akan bantu untuk bisa bertemu dengan Presiden GIDI maupun para pengurus GIDI lainnya," kata Edy saat melakukan pertemuan dengan TPF Komat Tolikara, Badan Amil Zakat dan sejumlah wartawan di Kantor Bupati Lama, Tolikara, belum lama ini.

Bahkan, Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo saat dikonfirmasi beberapa wartawan, menuturkan bahwa pasca penangkapan 2 tersangka atas tragedi Tolikara, baik Presiden GIDI maupun pengurus GIDI lainnya sedang tidak ada di Tolikara.

Sementara, Pendeta Petrus mengatakan jika Presiden GIDI belum bisa ditemui karena masih mempersiapkan segala sesuatu bersama tim kuasa hukum dan HAM GIDI Pusat terkait dengan panggilan Polda untuk pemeriksaan.

"Kalau besok bisa bertemu, tetapi kalau sekarang tidak bisa," kata Petrus saat menemui wartawan dan TPF Komat Tolikara, di Kantor GIDI Pusat, Sentani, Jayapura, Selasa (28/07/2015).

Pendeta Petrus menambahkan bahwa setelah usai pemeriksaan oleh pihak penyidik Polda, melalui Departemen Hukum dan HAM GIdI Pusat, Presiden GIDI akan menggelar konferensi pers bersama wartawan.

Dan sehari sebelumnya, pada Senin (27/07/2015), beberapa wartawan dan TPF Komat Tolikara sudah mendatangi kantor GIDI Pusat untuk menemui Presiden GIDI dan diterima salah satu pengurus GIDI.

"Mohon maaf, Bapak Presiden GIDI sampaikan kepada wartawan semua, bahwa hari kami ada tamu banyak. Jadi, besok mohon datang lagi ke sini," kata pengurus GIDI yang tak mau menyebutkan namanya kepada wartawan, di depan kantor GIDI Pusat, Sentani, Jayapura, Senin (27/07/2015).

Di waktu dan tempat terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol. Patriage menyatakan bahwa Presiden GIDI pada Senin (27/07/2015), sejak pagi hingga sore belum datang ke Polda memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap dirinya atas tragedi Tolikara.

"Sudah sejak pagi ditunggu tidak datang. Bahkan mereka sulit ditemui pasca penetepan terhadap 2 tersangka," kata Kombes Patriage kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (27/07/2015) siang.

Laporan Achmad Fazeri/JITU | Editor : Ally | Jurniscom

Kapolres Tolikara Dicopot? Kabid Humas Polda Papua: Lebih Pas Dipromosikan

JAYAPURA (Jurnalislam.com) – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol. Patriage, SH, MH menyampaikan bahwa AKBP Suroso, SH tidak dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Tolikara, akan tetapi dipromosikan.

"Sepertinya lebih pas dipromosikan. Lebih tepat sumber dari Sumdaman Polri karena kaitannya dengan pembinaan karier pers," kata Kombes Pol Patriage saat dikonfirmasi JITU melalui pesan singkat, Selasa (28/07/2015).

Pernyataan itu disampaikan Kombes Pol Patriage menanggapi pernyataan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisari Jenderal Budi Waseso yang menyebutkan bahwa AKBP Suroso, SH dicopot.

Sebagaimana dilansir laman Republika Online, Budi mengatakan pencopotan yang dilakukan terhadap AKBP Suroso pasti sudah ada penilaian yang dilakukan oleh pemimpinnya, dalam hal ini Inspektur Jenderal Yotje Mende selaku Kapolda Papua.

Waka Polda Papua, Brigjen Pol Rudolf Roja mengatakan jika jabatan AKBP Suroso, SH sebagai Kapolres Tolikara dicopot, maka, AKBP Suroso tidak akan mendapatkan job. Sementara, saat ini AKBP Suroso justru mendapatkan job promosi sebagai Inspektur Bidang Operasi (Irbid Ops) di Polda Papua.

"Saya bilang, Kalau kita copot dia, dia non job. Sekarang dia dapat job promosi jabatan sebagai Irbid Ops di Polda Papua," tukas Brigjen Pol. Rudolf.

Laporan Achmad Fazeri/JITU | Editor : Ally | Jurniscom

Wakapolda Papua Bantah AKBP Suroso Dicopot Jabatannya Sebagai Kapolres

JAYAPURA (Jurnalislam.com) – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Rudolf Roja membantah pemberitaan antaranews.com mengenai pencopotan AKBP Suroso sebagai Kapolres Tolikara.

"Itu Antara ngarang-ngarang. Anda tahu? Kalau bilang pencopotan, sikap Polres yang lama tidak mendapat promosi jabatan ke jabatan mandat, sebagai Irbid Ops (Inspektur Bidang Operasi), penyetujuan beliau," kata Brigjen Pol Rudolf kepada sejumlah wartawan di Kantor Polda Papua, Senin (27/07/2015) sore.

Sebagaimana diberitakan antaranews.com, Senin (27/7/2015), pasca tragedi Tolikara Jum'at (17/7/2015), Kapolres Tolikara AKBP Suroso dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Tolikara kemudian digantikan oleh AKBP Musa Korwa. Namun Brigjen Pol. Rudolf menegaskan jika pemberitaan antaranews.com itu ada keliru.

"Itu keliru, coba tanya, saya akan tuntut dia kalau dia bikin salah," tegas Brigjen Pol Rudolf.

Brigjen Pol Rudolf menegaskan jika jabatan AKBP Suroso, SH sebagai Kapolres Tolikara dicopot, maka, AKBP Suroso tidak akan mendapatkan job (non-job). Sementara, tegasnya, saat ini AKBP Suroso mendapat job promosi sebagai Irbid Ops di Polda Papua.

"Saya bilang! Kalau kita copot dia, dia non job. Sekarang dia dapat job promosi jabatan sebagai Irbid Ops di Polda Papua," tegas Brigjen Pol. Rudolf.

"Itulah saya bilang, wartawan, badnews is goodnews, goodnews is badnews. Nah, kalian begitu toh. Headline-nya berbeda dengan isi di dalamnya," kata Brigjen Pol Rudolf.

Brigjen Pol. Rudolf menegaskan bahwa tidak benar jika AKBP Suroso, SH itu dicopot dari jabatannya. Sebab, lanjutnya, sekarang dia (AKBP Suroso, SH) mendapat jabatan sebagai Irbid Ops Polda Papua.

"Itu tidak benar. Kalau itu benar, dia non job. Sekarang dia dapat jabatan, terus kalau saya bilang dicopot, Waka Polda gila kah? Waka Polda bodoh sekali kah? Gitu toh," pungkas Brigjen Pol Rudolf.

Laporan Achmad Fazeri/JITU | Editor :Ally | Jurniscom

Muslimah Moskow Berjuang Lawan Persepsi Negatif

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Untuk menciptakan citra yang lebih positif tentang Islam di Rusia, sekelompok perempuan Muslim bergabung menghapus stereotip dan meningkatkan status sosial perempuan Muslim di negara ini.

"Kami membuat Muslim menjadi trendsetter," Natalia Narmin Ichaeva, spesialis humas, mengatakan kepada The New York Times pada hari Selasa (28/07/2015).

Ichaeva adalah salah satu penyelenggara bazar busana amal yang digelar di Moskow Mei lalu untuk mempromosikan budaya Islam.

Acara berisi puluhan wanita yang mengenakan jilbab warna-warni dan gaun bermotif bunga serta berpose di bawah langit abu-abu ibukota.

Acara ini merupakan karya spesialis public relations Muslim, Ichaeva, dan kelompok muda Moscovite Muslims yang mencoba membantu mendefinisikan kembali citra Islam di Rusia.

"Setiap waktu adalah waktu yang baik untuk memecahkan stereotip," Zulfiya Raupova, komposer yang menyebut dirinya seorang Muslim sekuler, mengatakan.

Kelompok-kelompok antusias percaya bahwa umat Islam di Rusia telah menerima dorongan humas setelah gejolak di Ukraina, yang meletus lebih dari setahun lalu, dan menawarkan mereka kesempatan untuk mengubah persepsi yang salah.

"Saya melihat Muslim keluar dari sorotan," kata Rezeda Suleyman, perancang busana berusia 23 tahun.

Suleyman mengatakan saat ini lebih mudah untuk pergi keluar dengan pakaian tertutup dan menjual pakaian sederhana miliknya kepada wanita non-Muslim.

Meskipun telah banyak upaya untuk mendefinisikan kembali peran Islam, beberapa Muslim mengakui bahwa berintegrasi ke dalam arus utama masih menemui banyak tantangan, menurut sebuah film dokumenter yang dipublikasikan oleh The New York Times.

"Tidak ada satupun di kereta bawah tanah yang terlibat perkelahian dengan saya. Saya bisa sholat. Tapi Moskow tidak memiliki masjid. Hanya ada empat masjid di sini. Sebuah tangan memiliki jari lebih banyak dari jumlah masjid yang dimiliki Moskow, "Muhammad Ali, seorang mualaf Muslim Rusia, mengatakan dalam sebuah dokumenter.

"Mereka mengatakan tidak ada lahan untuk [untuk membangun lebih banyak masjid], tetapi mereka menemukan lahan untuk pusat perbelanjaan."

Mengenai masalah itu, mufti Moskow menyatakan: "Salah satu alasan mengapa masjid tidak bisa dibangun sayangnya adalah opini publik. Ketika kita mendapatkan lahan, aktivis memprotes setiap konstruksi masjid.

"Rusia [secara resmi] adalah negara sekuler, orang di sini [Kristen] Ortodoks.

"Sebagai mufti Moskow, saya sering mendorong [Muslim] untuk aktif, dan saya menyalahkan berkurangnya peran di masyarakat akibat kurangnya tindakan," tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya Muslim Rusia untuk menghidupkan kembali pendidikan Islam, sebuah kamp musim panas Muslim dibuka untuk anak laki-laki dari seluruh negeri.

Sekitar 150 anak laki-laki berusia antara 9 dan 13 tahun akan menghadiri kamp dan rekreasi untuk anak-anak Muslim Rusia tahun ini.

Puluhan anak-anak dari Moskow, St. Petersburg, Tatarstan, Bashkortostan, Chechnya, daerah Sverdlovsk dan Ryazan serta daerah Povolzye di sekitar Saratov akan mendapat pengetahuan mengenai dasar-dasar Islam, juga sejarah, prinsip-prinsip moral dan praktek ritual.

"Kelompok membaca Al-Qur'an diadakan di pagi dan sore hari, sekitar 30 anak-anak mengitari para pemimpin," kata Imam Abdulkhakim-Hazrat Yafarov, yang mengajar anak-anak tentang Al Qur'an, Sputnik melaporkan pada hari Selasa (28/07/2015).

Berkemah juga akan melibatkan beberapa kegiatan olahraga, hiking dan berbagai acara budaya, serta mengenakan pakaian keagamaan dan makan makanan halal.

"Selain mempromosikan gaya hidup sehat, kamp juga memelihara patriotik anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kesadaran kewarganegaraan dan memberi mereka pendekatan proaktif untuk hidup," sebut sebuah paragraf di koran kamp.

Siswa Muslim akan memiliki kesempatan untuk berlatih kaligrafi, seni dan tarian nasional diantara kegiatan lain.

Muslim adalah sektor yang paling cepat berkembang dan paling beragam etnis penduduknya di Moskow.

Dengan populasi resmi 12,5 juta, ibukota Rusia tersebut sekarang menjadi rumah bagi setidaknya 1,5 juta Muslim, menurut analis politik Alexei Malashenko.

Pekan lalu, Moskow menyaksikan shalat Idul Fitri utama  di mana lebih dari 60.000 jamaah berkumpul untuk sholat di masjid kubah-emas Sobornaya.

Menurut Russia Today, para ahli mengatakan bahwa, pada tahun 2050, umat Islam akan berjumlah sekitar setengah dari penduduk Rusia, membuatnya menjadi salah satu negara terbesar di dunia.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

 

Koalisi Mujahidin Jaysh al Fateh Berhasil Kuasai Pembangkit Listrik Terbesar di Suriah Utara

SURIAH (Jurnalislam.com)Jaysh al Fateh (Tentara Penaklukan), sebuah koalisi mujahidin Suriah anti – Syiah Assad yang menyerbu banyak provinsi Idlib awal tahun ini, melancarkan serangan baru terhadap rezim  Syiah Assad.  Koalisi yang terdiri dari berbagai faksi jihad menggunakan kubu di Idlib untuk mendorong mujahidin ke selatan ke dataran Al Ghab, yang dianggap strategis dan penting bagi pemerintah rezim Suriah, The Long War Journal melaporkan Selasa (28/07/2015).

Koalisi mujahidin  telah lama mengincar dataran tersebut, kemajuan terbaru mereka di provinsi ini memicu pertempuran saat ini. Al Ghab terletak di selatan Jisr Al Shughur, sebuah kota di Idlib yang dikuasai koalisi mujahidin Suriah sejak bulan April.

Jika serangan baru tersebut berhasil, maka kemungkinan akan berlanjut pada posisi lainya pemerintah rezim Suriah baik di provinsi Latakia maupun Hama. Latakia, kubu keluarga Assad, terletak di sebelah barat dataran Al Ghab di pantai Suriah. Sedangkan Hama terletak di selatan.

Seperti biasa, berbagai faksi jihad  anggota Jaysh al Fatih menggunakan situs media sosial masing masing untuk melaporkan berita pertempuran yang baru.

Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, dan Ahrar al Sham, sebuah organisasi perjuangan Al Qaeda, telah menerbitkan beberapa foto dan video sejak serangan dimulai.

Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham berjuang berdampingan dalam berbagai aliansi, termasuk Jaysh al Fateh, dengan kelompok-kelompok lain di seluruh Suriah.

Faksi jihad lain yang terlibat dalam pertempuran antara lain meliputi: Jund al Aqsa (pasukan al-Qaeda), Junud al Sham (kelompok yang dipimpin Chechnya afiliasi al-Qaeda), Harakah Islam Turkistan (kekuatan didominasi Uighur yang merupakan bagian jaringan internasional Al Qaeda), Ajnad al Sham, dan Faylaq al Sham (atau "legiun Sham," yang digambarkan sebagai koalisi kelompok-kelompok Islam).

Pada Twitter resmi, Jaysh al Fateh mengatakan bahwa pejuangnya telah menguasai hingga 11 lokasi, termasuk kota-kota, desa, dan pembangkit listrik Zeyzoun.

Di waktu lalu, pasukan Syiah Assad telah menahan pergerakan mujahidin untuk merebut Zeyzoun. Tapi media Jaysh al Fatih memberitakan keberhasilan koalisi mujahidin menguasai Zeyzoun dan menggarisbawahi pentingnya pencapaian itu. Ahrar al Sham dan Faylaq al Sham mengatakan pembangkit listrik tersebut kini di tangan mujahidin.

Selain itu, Twitter yang terkait dengan Ahrar al Sham menggambarkan Zeyzoun sebagai pembangkit listrik terbesar di Suriah utara. Menurut laporan pers, Zeyzoun memasok listrik ke Jisr Al Shughur dan Al Ghab.

Dalam tweet terpisah, beberapa faksi jihad dari Jaysh al Fateh juga mengatakan telah menguasai Zeyzoun.

Banyak gambar yang dihasilkan sejauh ini bersama dengan logo masing-masing organisasi, serta simbol koalisi Jaysh al Fateh.

 

Deddy | The long War Journal | Jurniscom