Dihadiri Ratusan Emak-emak, Begini Tausiah Astri Ivo Menyoal Perempuan dan Palu

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Ratusan ibu-ibu dari berbagai kelompok pengajian di Solo Raya mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Baitulamin Cemani, Sukoharjo, Sabtu (20/10/2018).

Selain untuk menambah ilmu, acara itu dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan masjid dan mushola di wilayah terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, dan Donggala).

Tabligh Akbar tersebut diisi oleh Astri Ivo dari Jakarta, mantan artis dengan nama asli Astri Feizaty Ivo.

Dalam pemaparannya, Astri Ivo menyampaikan tentang bagaimana peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana menjadi perempuan ahli surga.

“Allah bukan hanya cinta pada orang yang suci, tapi Allah lebih cinta pada orang-orang yang mensucikan diri,” kata Astri Ivo.

“Lalu bagaimana seorang perempuan bisa mensucikan dirinya?, Yaitu dengan banyak bersedekah,” jelasnya.

Pada akhir pemaparan, Astri Ivo menyampaikan tentang urgensi membantu saudara-saudara korban dari terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, terutama tentang pendirian sebuah masjid dan mushola sebagai pusat kegiatan dan ibadah.

“Di Sulawesi Tengah ibu, ada program pembangunan masjid dan mushola, karena disana (Sulawesi Tengah) masjid dan mushola ada yang roboh,” jelasnya.

“Biaya pembangunan mushola memerlukan dana sekitar 100 juta, bagi ibu-ibu yang mau untuk beramal jariyah bisa menginfaqkan uangnya,” tambahnya.

Sementara itu, Sri Mulyani, koordinator acara pengajian menyampaikan, rasa syukurnya karena telah menjadi bagian untuk meringankan beban wilayah terdampak gempa.

“Alhamdulillah kita bisa ikut serta dalam pembangunan mushola di Sulawesi Tengah.”

“Infaq yang terkumpul sejumlah 109.650.000 dan dua cincin emas,” jelasnya.

Tabligh Akbar yang dimulai setelah salat ashar tersebut berakhir sekitar pukul lima sore, yang diakhiri dengan foto bersama.

ECR: “Masih Banyak PR yang Harus Dikerjakan untuk Saudara Kita di Palu”

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Karang Taruna dan Takmir Masjid Al Barokah Sukoharjo menggelar Tablig Akbar, dan penggalangan dana untuk korban Gempa-Tsunami Palu di Masjid Al Barokah, Sukoharjo, Selasa (16/10/2018).

Relawan ECR (Emergency and Crisis Response), Kelik Subagyo yang baru saja pulang bertugas dari Sigi dan Palu Sulawesi Tengah beberapa hari lalu didaulat menjadi pembicara. Menurutnya, korban terdampak masih sangat membutuhkan bantuan.

“Masih banyak sekali pekerjaan rumah atau PR yang harus segera kita selesaikan bagi saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana alam Palu,” kata Kelik sesaat membeberkan kondisi Palu dan sekitarnya.

Ia mengatakan, selain penyediaan logistik untuk para pengungsi, mereka juga membutuhkan sentuhan rohani. “Karena mereka mengalami trauma,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, musibah dengan penanggulangan yang tidak diketahui sampai kapan selesainya tersebut membutuhkan uluran tangan dari pelbagai pihak. Termasuk masyarakat umum.

“Untuk itu uluran tangan dan tentunya bantuan dari kita masih mereka butuhkan, dan ini tentunya bisa menjadi ladang amal kebaikan bagi kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Budi Alfarisi salah seorang panitia menjelaskan, acara tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada korban terdampak.

Penyerahan bantuan simbolis dari Jamaah kepada relawan ECR

“Walaupun pada malam hari ini kami baru menerima donasi dari jamaah 2.7 jutaan, tetapi saya yakin dari paparan yang disampaikan oleh tim ECR tadi, donasi masih bertambah,” harap Budi.

IKAMI Minta Polisi Tindak Tegas Pengadang Habib Bahar di Bandara Manado

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Habib Hanif Alatas dan Habib Bahar Bin Smith diadang oleh ratusan anggota ormas adat di Bandara Sam Ratulangi, Manado pada Senin (15/10/2018) pukul 17.00 WITA. Mereka menolak kedatangan Bahar karena dinilai memberikan ceramah berisi paham radikal.

Menanggapi itu, sekjen Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Djuju meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku pengadangan terhadap dua tokoh Front Pembela Islam tersebut. Sebab, perilaku tidak terpuji di Bandara tersebut dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara

“Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pasal 210 dinyatakan; “setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara,” katanya kepada Jurnalislam.com, Selasa (16/10/2018).

Ia menjelaskan, semestinya Bandara merupakan wilayah yang steril dari aksi unjuk rasa dan keberadaan orang-orang yang bersenjata tajam maupun senjata api. Djuju mengungkapkan, ia mendapat informasi bahwa sebagian dari para pengadang menenteng dan memamerkan senjata tajam berupa pedang-pedang terhunus.

Koordinator hukum gerakan #2019GantiPresiden ini juga mengungkapkan bahwa pada saat kejadian tersebut, terdapat banyak aparat polisi di area Bandara. Hanya saja, aparat tidak menghalangi, menangkap atau menyita senjata tajam atau pedang-pedang yang dibawa gerombolan pengadang.

“Sebagai negara yang berdasarkan atas hukum, kami meminta kejadian pelanggaran hukum terutama kepada para ulama dan tokoh-tokoh oposisi tersebut tidak selalu berulang. Kami juga meminta kepada aparat hukum untuk menegakkan hukum secara tegas, adil dan menindak hukum, para pihak yang terlibat melawan hukum tanpa adanya intervensi politik dan kepentingan apapun,” jelasnya.

Lebih dari itu, Djuju mengatakan bahwa kedatangan Hanif dan Bahar untuk menghadiri acara haul ayah dari Habib Bahar bin Smith dan berdakwah syiar agama Islam.

Tanggapi Suara Warga Menyoal LGBT, Ini 4 Rekomendasi DPRD Tasik kepada Pemerintah

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Maraknya kasus Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) membuat Komisi IV DPRD Tasikmalaya angkat bicara. DPRD mengaku telah bersinergi dengan pihak dan instansi terkait dan menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan ditawarkan kepada pemerintah.

“Sebenarnya per tanggal 10 Oktober, kami sudah melakukan silaturahmi dengan berbagai pihak diantaranya Kapolres, FKUB, P2TP2A dan KPAID yang menghasilkan suatu rekomondasi,” ungkap ketua komisi IV DPRD Tasik, Ami Fahmi dihadapan para peserta Aksi Tolak LGBT di ruang rapat Paripurna gedung DPRD Tasikmalaya, Senin (15/10/2018).

Berikut ini adalah isi rekomendasi Komisi IV DPRD Tasikmalaya:

Disampaikan dengan hormat, berdasarkan hasil silaturahmi dan koordinasi Komisi IV dengan Kapolres Tasikmalaya, FKUB, P2TP2A dan KPAID Tasikmalaya terkait dengan penomena LGBT yang hari ini berkembang, merekomendasikan kepada pemerintah daerah:

1. Melaksanakan deklarasi bersama, terkait dengan menolak adanya LGBT di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

2. Membuat regulasi penolakan terhadap LGBT.

3. Mensterilkan kompleks pemerintahan/menjaga lingkungan dari aktifitas-aktifitas masyarakat yang negatif.

4. Menjaga identitas kabupaten Tasikmalaya sebagai Kabupaten Seribu Pesantren dan Kota Santri.

Fahmi mengatakan, bahwa selambat-lambatnya tahun 2019 peraturan daerah yang mengatur tentang tata nilai di Kabupaten Tasikmalaya bisa direalisasikan.

“InsyaAllah selambat-lambatnya tahun 2019 kita bisa membuat payung hukum terkait tata nilai kehidupan masyarakat, bukan hanya LGBT,” pungkasnya.

Buntut Maraknya Kasus LGBT, Ratusan Massa ‘Geruduk’ DPRD Tasik

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat Tasikmalaya melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Tasikmalaya, Singaparna, Senin (15/10/2018).

Aksi ini merupakan tanggapan dari maraknya temuan kasus Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) yang dirilis KPAID Tasikmalaya. Ditambah viralnya pemberitaan di sosial media tentang Group Facebook ‘gay’ di Tasikmalaya.

Massa aksi diterima oleh ketua Komisi IV DPRD Tasikmalaya di ruang rapat Paripurna, kemudian diadakan audiensi. Perwakilan massa aksi, Riyan mengatakan bahwa fenomena LGBT di kota santri ini sudah memprihatinkan.

Perwakilan massa aksi diterima di ruang rapat Paripurna, DPRD Tasikmalaya. Foto: Aryo Jipang/Jurnis

Ia menyatakan, data terbaru dari KPAID, setidaknya ada 3 orang LGBT di Singaparna telah terjangkit HIV, dari 18 Kasus HIV/AIDS di Tasikmalaya.

“Total keseluruhan ada 314 orang, tersebar di 37 kecamatan, paling banyak di Singaparna 35 orang/kasus, Rajapolah 28 orang/kasus, Manonjaya 15 orang/kasus, seperti dilansir Harian Radar Tasikmalaya,” tegasnya diruang rapat Paripurna.

Oleh sebab itu, Riyan menuntut pemerintah daerah segera menerbitkan perda terkait penyakit masyarakat LGBT ini.

Menanggapi hal itu, ketua komisi IV, Ami Fahmi mengaku komisinya telah melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan instansi dan pihak terkait seperti: Kapolres Tasikmalaya, FKUB, P2TP2A dan KPAID Tasikmalaya.

Dalam pertemuan itu, menghasilkan suatu rekomendasi kepada pemerintah Tasikmalaya tentang LGBT ini. “Kami di Komisi IV sudah melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan berbagai pihak diantaranya, Kapolres, FKUB, P2TP2A dan KPUD untuk membuat rekomendasi kepada pemerintah daerah,” terangnya kepada massa aksi.

Safari Dakwah ke Bali, Ini Pesan Ustaz Oemar Mita

BALI (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Dakwah Indonesia (Madina), Ustaz Oemar Mita mengimbau umat Islam di Bali untuk memperkuat ukhuwah (tali persaudaraan) dengan saudara sesama Muslim.

“Jangan menyandarkan kebenaran kepada kelompok atau ustaz kita sendiri sehingga menganggap yang di luar kelompoknya adalah salah,” katanya sesaat melakukan safari dakwah di Bali, Ahad (14/10/2018).

Ia menjelaskan dalam beramal, seorang muslim diperbolehkan untuk merasa benar, dengan pilihan dalil (pijakan hukum) yang ia pilih sebagai dasar beramal. “Namun jangan merendahkan saudara kita yang mengambil pilihan dalil yang berbeda dengan kita,” pesannya.

Selain itu, di penghujung safari dakwahnya di Masjid Muhammad, Bali, Oemar Mita memotivasi para peserta untuk memantapkan kembali semangat untuk berhijrah.

“Hijrah itu perkara mulia yang tidak akan membuat hamba menjadi miskin. Yang sering ditakutkan oleh seorang muslim yang akan berhijrah ialah takut rizki berkurang.”

“Padahal kita ini hamba dari Dzat yang Maha Kaya. Jika dulu sebelum hijrah rizki kita banyak namun setelah hijrah menjadi sedikit, maka itulah Alloh memberi nikmat qonaah (merasa cukup),” pungkasnya.

Safari Dakwah ini berlangsung pada Jumat sampai Ahad (12-14/10/2018). Rangkaian acara yang bertema ‘Hijrah Setengah Hati’ ini diselenggarakan oleh The Fa1th bekerja sama dengan Sahabat Subuh Bali, dan Yuk Ngaji Bali di beberapa Masjid. Diantaranya, Musholla Syuhada, Musholla Al Amanah, Masjid Baitul Makmur dan berakhir dengan Tabligh Akbar di Masjid Muhammad, Bali.

Kontributor: Hedy Bali

Asyiknya Siswa Diajari Mencangkok Bertepatan Hak Asasi Binatang Sedunia

SOLO (Jurnalislam.com) – Bertepatan dengan hari Hak Asasi Binatang Sedunia, ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta melakukan praktik langsung mencangkok berbagai jenis tumbuhan. Acara ini diikuti sebanyak 156 siswa kelas 6.

“Kegiatan mencangkok hasil aplikasi langsung dari teori dipelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas dan logis sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia,” kata Iman Priyanto, pembimbing praktik.

Bila berhasil tumbuh, kata dia, cangkokan tersebut akan ditanam di Laboratorium Botani Sekolah untuk melengkapi koleksi berbagai tanaman buah dan bunga yang telah ada.

Salah seorang siswa, Farah mengaku senang dengan kegiatan positif ini. Ia memulai dengan membersihkan kulit batang pohon mangga yang akan dicangkok. Ukuran batang sekitar ibu jari orang dewasa. Bagian ranting yang dikuliti menggunakan pisau dapur tersebut panjangnya kira-kira 5-8 cm.

“Awalnya aku tidak percaya diri untuk melakukan tahap demi tahapnya. Namun, setelah aku mencoba akhirnya aku bisa dan lama-lama terasa menyenangkan, jadi aku ingin mencoba lagi. Tahap yang aku sukai itu ketika mengupas kulit batang dan mengerok kambiumnya, sedangkan tahap yang menurutku sulit yaitu ketika menempelkan tanah humus karena tanahnya sering terjatuh,” ungkap anak kelahiran Demak, 3 Mei 2007 ini.

Setiap peserta didik telah membekali diri dengan berbagai benda lain yang digunakan untuk mencangkok. Ada pisau yang tidak berkarat, tanah hitam yang gembur atau humus, plastik atau sabut kelapa atau pakaian bebas, tali plastik atau kabel tis, air, dan tumbuhan dikotill seperti rambutan, mangga, jambu, jeruk dan lain sebagainya.

Jatmiko, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas mengatakan, kegiatan mencangkok tersebut merupakan pembelajaran outdoor bagi para siswa untuk mata pelajaran IPA.

“Nanti hasilnya dinilai oleh guru. Penilaian dari segi batang yang dibawa, langkah kerja benar, hasil cangkok baik dan rapi, dan aspek lainnya serta tidak kalah pentingnya bisa berinteraksi gotong royong membantu temannya yang mengalami kesulitan hal itu cermin dari 5 Nilai Utama Pendidikan Karakter, yaitu Religius, Nasionalis, Gotong Royong, Mandiri dan Integritas,” papar dia.

Dilanda Kekeringan, Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Wonogiri Ini Bagikan Air Bersih Gratis

WONOGIRI (Jurnalislam.com)  –  Gabungan berbagai lembaga sosial kemanusiaan menggelar pembagian air bersih di Giriwoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, Ahad (14/10/2018). Aksi sosial untuk daerah kekeringan tersebut diberikan kepada 400 kepala keluarga setempat.

“Terima kasih pada bapak-bapak yang telah ikut membantu meringankan beban kita disini, dengan memberikan air bersih,” ungkap Katiman, salah satu ketua RT di wilayah Dusun Nongkosuwit sesaat menerima bantuan.

Pembagian air bersih yang dilakukan oleh MDS (Melangkah Dengan  Sedekah), Salam Care, SINAI (Sinergi Amal Islami), Masjid Baitulamin Cemani, Purnama Grop, dan Dai Berwibawa Giriwoyo ini digelar dari pukul 10 pagi hingga pukul 6 sore waktu setempat.

Pemberian air bersih gratis oleh sejumlah lembaga kemanusiaan untuk wilayah kekeringan di Wonogiri

Ardiansyah, koordinator rombongan kegiatan menjelaskan, setidaknya hari ini ada 10 tangki air bersih yang akan di bagikan di 9 dukuh (dusun). Dari total 25 tangki air bersih yang di sediakan.

“Dukuh itu antara lain di Nongkosuwit, Simpar, Tlogobandung, Manggung, Talunombo, Ngampel (yang terdiri dari Ngampel, Watupleret, dan Kedungwungu), dan Tameng,” tutupnya.

Reporter: Ahmad Twedy

Jaga Imunitas Warga Donggala, ACT Berikan 5 Ekor Sapi

DONGGALA (Jurnalislam.com) – Lem‎baga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menyalurkan bantuan kepada para korban bencana di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah. Bantuan disalurkan kepada para korban yang masih minim mendapatkan bantuan.

Satu diantaranya para korban yang berada di Kelurahan Lompio, Kecamatan‎ Sirenja, Kabupaten Donggala.

Kecamatan Sirenja‎ berjarak 89 KM dari Kota Palu dan ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Pantai di kawasan Sirenja ini merupakan titik pusat gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9/2018) yang berdampak terjadinya tsunami dan likuifaksi di wilayah Palu, Donggala dan Sigi.

Koordinator Posko ACT wilayah Sirenja, Lukman Solehuddin mengatakan terdapat 1.400 pengungsi di Kelurahan Lompio yang kini tinggal di tenda-tenda.

Koordinator Posko ACT wilayah Sirenja Lukman Solehuddin. Foto: Ally/Jurniscom

Mereka dikumpulkan di Dusun 4 karena dianggap cukup aman dibanding tiga dusun lainnya di Kelurahan ini. Untuk bantuan hari ini yang disalurkan ACT yakni berupa daging sapi. Sebanyak lima ekor sapi disembelih untuk disalurkan kepada para korban di tenda pengungsian.

“Bantuan yang sudah kita salurkan di posko yakni sembako untuk mereka makan dan pada hari ini kita potong lima ekor sapi,” kata Lukman di posko pengungsian di Kelurahan Lompio, Sirenja, Ahad (14/10/2018).

Lukman mengatakan alasan ACT menyalurkan daging sapi untuk memastikan para korban mendapatkan asupan gizi yang baik selama berada di pengungsian.

“Mereka sudah dua minggu lebih berada di pengungsian. Otomatis imunitas mereka harus dijaga, kalau imunitas mereka menurun maka keehatan akan terganggu‎,” kata Lukman.

‎Rencananya, daging sapi akan dimasak bersama oleh para korban di pengungsian. Mereka saling bekerjasama untuk memasak daging sapi tersebut.

“Ini daging mau kita masak untuk dimakan sama-sama dan sisanya akan kita simpan untuk beberapa hari kedepan selama berada di pengungsian,” kata Nur, satu diantara korban ‎di pengungsian ini.

 

Reporter: Ally M Abduh

Dirikan Klinik, Forum Me-DAN Palu Berikan Layanan Kesehatan 24 Jam Gratis

SIGI (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) menggelar aksi sosial di desa Beka, Marawola, Sigi pada Sabtu (13/10/2018). Dalam aksi kali ini, relawan Me-Dan melakukan aksi pengobatan gratis.

Koordinator aksi Jacki Ardhiyansyah menjelaskan, pengobatan gratis tersebut merupakan salah satu program yang di jalankan di lokasi bencana. Selain itu, Me-DAN juga membuka layanan kesehatan 24 jam gratis.

“Kita membawa satu orang tenaga medis, di desa tersebut banyak yang mengeluhkan banyak yang sakit, dan ini program yang sudah rutin dilakukan Me-Dan di tempat-tempat bencana,” katanya kepada Jurnalislam.com, Sabtu (13/10/2018).

Pemberian layanan gratis oleh Forum Me-Dan untuk korban Palu

“Dan kita sejak tanggal 4 oktober juga sudah buka klinik 24 jam di posko Me-DAN yang ada di Jalan Dewi Sartika, Palu,” imbuhnya.

Sementara itu, tim kesehatan Forum Me-DAN Syafrin mengatakan, dalam aksi kali ini, rata-rata pengungsi menderita flu, batuk, alergi dan memar karena tertimpa bangunan yang roboh.

“Tadi kita mendapatkan 54 pasien, dengan rata-rata menderita sakit hipertensi, alergi, flu, dan batuk. Karena makanan disana juga kurang baik, selain itu juga banyak yang memar karena tertimpa bangunan roboh dan mereka banyak pikiran karena trauma, dan disini juga sudah mulai sering hujan,” paparnya.