Asyiknya Siswa Diajari Mencangkok Bertepatan Hak Asasi Binatang Sedunia

Asyiknya Siswa Diajari Mencangkok Bertepatan Hak Asasi Binatang Sedunia

SOLO (Jurnalislam.com) – Bertepatan dengan hari Hak Asasi Binatang Sedunia, ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta melakukan praktik langsung mencangkok berbagai jenis tumbuhan. Acara ini diikuti sebanyak 156 siswa kelas 6.

“Kegiatan mencangkok hasil aplikasi langsung dari teori dipelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas dan logis sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia,” kata Iman Priyanto, pembimbing praktik.

Bila berhasil tumbuh, kata dia, cangkokan tersebut akan ditanam di Laboratorium Botani Sekolah untuk melengkapi koleksi berbagai tanaman buah dan bunga yang telah ada.

Salah seorang siswa, Farah mengaku senang dengan kegiatan positif ini. Ia memulai dengan membersihkan kulit batang pohon mangga yang akan dicangkok. Ukuran batang sekitar ibu jari orang dewasa. Bagian ranting yang dikuliti menggunakan pisau dapur tersebut panjangnya kira-kira 5-8 cm.

“Awalnya aku tidak percaya diri untuk melakukan tahap demi tahapnya. Namun, setelah aku mencoba akhirnya aku bisa dan lama-lama terasa menyenangkan, jadi aku ingin mencoba lagi. Tahap yang aku sukai itu ketika mengupas kulit batang dan mengerok kambiumnya, sedangkan tahap yang menurutku sulit yaitu ketika menempelkan tanah humus karena tanahnya sering terjatuh,” ungkap anak kelahiran Demak, 3 Mei 2007 ini.

Setiap peserta didik telah membekali diri dengan berbagai benda lain yang digunakan untuk mencangkok. Ada pisau yang tidak berkarat, tanah hitam yang gembur atau humus, plastik atau sabut kelapa atau pakaian bebas, tali plastik atau kabel tis, air, dan tumbuhan dikotill seperti rambutan, mangga, jambu, jeruk dan lain sebagainya.

Jatmiko, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas mengatakan, kegiatan mencangkok tersebut merupakan pembelajaran outdoor bagi para siswa untuk mata pelajaran IPA.

“Nanti hasilnya dinilai oleh guru. Penilaian dari segi batang yang dibawa, langkah kerja benar, hasil cangkok baik dan rapi, dan aspek lainnya serta tidak kalah pentingnya bisa berinteraksi gotong royong membantu temannya yang mengalami kesulitan hal itu cermin dari 5 Nilai Utama Pendidikan Karakter, yaitu Religius, Nasionalis, Gotong Royong, Mandiri dan Integritas,” papar dia.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X