SOLO (Jurnalislam.com) – Meski sempat muncul spanduk penolakan terhadap kedatangan Neno Warisman, panitia Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo tetap menargetkan 10 ribu peserta dalam kegiatan yang akan berlangsung 9 September 2018 nanti.
“Insya Allah, panitia akan tetap melaksanakan kegiatan ini karen tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait acara ini,” ungkap salah satu panitia aksi ustaz Dadyo Hasto kepada Jurnalislam.com, Ahad, (26/8/2018).
“Diharapkan lebih dari jalan sehat pertama dulu karena banyak doorprize yang akan dibagikan serta tema yang diangkat berbeda, semoga peserta lebih dari 10 ribu,” imbuhnya.
Sementara itu, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ustaz Endro Sudarsono yang juga menjadi panitia mengatakan, surat pemberitahuan terkait aksi jalan sehat tersebut sudah di berikan kepada pihak yang berwenang dan sesuai peraturan yang berlaku.
“Kita sudah sampaikan ijin pada pihak Kepolisian, bahkan saran dari Kasat Intel bila mendatangkan artis ibukota harus diberitahukan pada Polda, maka besok Senin kami beritahukan ke Polda,” terang ustaz Endro sebagaimana dilansir dari RMOL Jateng Ahad, (26/8/2018).
Ustaz Endro juga membantah tuduhan yang menyebut aksi jalan sehat tersebut disusupi agenda politik tertentu, menurutnya, jalan sehat yang direncanakan start dan finish di depan lapangan Kotabarat itu, murni dalam rangka memperingati puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas).
“Tidak ada agenda lain, hanya jalan sehat. Kegiatan kami sudah kami beritahukan pada Polsek, Polresta Solo,” tandasnya.
SURABAYA (Jurnalislam.com) – Deklarasi Relawan 2019 Ganti Presiden di Surabaya Ahad (26/8) kemarin diwarnai insiden persekusi. Sekretaris relawan 2019 ganti presiden, Agus Maksum menceritakan bagaimana persekusi dilakukan oleh beberapa pihak.
“Sebelum acara ini digelar, kami telah taati seluruh persyaratan hukum sesuai perundang undangan untuk menggelar aksi ini. Sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” kata Agus Maksum kepada Jurnalislam.com.
Namun, katanya, pihak aparat penegak hukum khususnya polisi menyatakan bahwa aksi Deklarasi #2019GantiPresiden sebagai aksi terlarang karena tak prosesural.
Menurutnya, polisi berdalih bahwa panitia aksi ini tidak dapat menunjukkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Padahal perihal ini tidak diatur dalam perundang-undangan sebagaimana yang telah dijelaskan.
Dan surat pemberitahuan kami tersebut sudah diterima dan sudah ada tanda tangan aparat saat surat tersebut diterima.
Suasana menjelang deklarasi Relawan Ganti Presiden di Surabaya, Ahad (26/8/2018). FOTO: Tyo
“Komitmen kami untuk menggelar aksi secara damai dan bermartabat tetap kami gelar dengan dasar menghormati aspirasi publik yang semakin menguat.Sayangnya polisi bersikap Tidak adil!,” keluhnya.
Aksi relawan, kata Agus malah dibubarkan dengan tindakan represif dan sikap ini dinilai telah menciderai kebebasan berpendapat di muka umum.
“Kami tak gentar karena seluruh kewajiban hukum telah kami laksanakan. Beban moral atas atas aspirasi publik, aksi dalam kondisi darurat di bawah tekanan represif polisi tetap kami gelar di depan DPRD Jawa Timur, Aksi Deklarasi tetap digelar secara damai,” tegasnya.
Walhasil, deklarasi tetap berjalan walau tanpa 2 mobil komando karena disita. Ia menilai bahwa ada perbedaan perlakuan kepada deklarasi lain yang jelas-jelas mengusung nama Joko Widodo.
“Ketika di waktu yang sama, ada aksi serupa di depan Hotel Majapahit yang mengepung Ahmad Dhani agar membatalkan kehadirannya ke lokasi deklarasi. Peristiwa ini menunjukkan kembali Ketidakadilan polisi dalam menegakkan hukum,” tambahnya.
Ia menilai terjadi pembiaran bahkan polisi terkesan memfasilitasi penutupan Jalan Tunjungan dengan tujuan agar aksi kontra #2019GantiPresiden leluasa menyampaikan orasinya.
“Mobil komando mereka dibiarkan berada disitu dalam kondisi baik. Sedang 2 Mobil komando disita,” kata Agus. Ia dan kawan-kawannya akhirnya melanjutkan aksi di depan DPRD Jawa Timur dengan damai.
“Kami selenggarakan dengan segala keterbatasan. Akhirnya ada tukang becak yang mempersilahkan kami untuk memakai becaknya sebagai panggung orasi sekaligus deklarasi yang berhasil di bacakan oleh saya,” tegasnya.
Dan pada saat bersamaan massa aksi deklarasi #2019GantiPresiden semakin berdatangan. Saat itu, kata Agus, polisi tetap berkeinginan kuat membubarkan massa. Massa aksi kontra #2019GantiPresiden pun akhirnya datang. Gesekan hampir tak terhindarkan.
“Kami putuskan untuk membubarkan diri demi keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Seluruh peserta aksi membubarkan diri, sebagian masuk ke Masjid Kemayoran untuk bersiap melaksanakan Sholat Dhuhur.
“Tak lama kemudian BANSER dan GP ANSOR masuk ke Masjid Kemayoran dan melakukan persekusi terhadap massa #2019GantiPresiden yg sedang beriatirahat menunggu shalat zuhur,” kenang Agus.
Demi menghormati Masjid, mereka membubarkan diri dan membatalkan untuk shalat zuhur di Masjid Takmiriyah.
SOLO (Jurnalislam.com)-Perguruan bela diri muslim Tapak Siaga kembali meraih Juara 2 di di kelas B kategori SMA dan Juara 3 di kelas G kategori SMA, di kejuaraan Tranmart Cup 1.
Adalah Luthfi Syahputra dan Andre Kustanto siswa Tapak Siaga Pusat, Banyuanyar Solo yang berhasil mengharumkan nama perguruan yang baru menjadi anggota IPSI di tahun 2018 ini.
Muhammad Abdul Ghoniy, KetuaPerguruan Tapak Siaga mengaku bersyukur atas prestasi anah asuhnya di kejuaraan silat se- Jawa Tengah Transmart Cup 1 di Transmart studio mini Solo, Sabtu-Ahad(11-12/8/2018).
“Alhamdulillah kami penggurus tapak siaga bersykur atas prestasi yang ditorehkan siswa kami di kejuaraan Transmart Cup 1 ini,” katanya.
Menurutnya ini adalah awal yang bagus buat perguruan yang di pimpinya ini,bukan hanya masalah menangya tapi lebih ke arah ke mental dan pengalaman bertanding.
“Awal yang baik kami sebagai pimpinan ataupun pelatih tidak hanya mengajari anak untuk bisa memenangkan pertandingan saja,tapi juga harus siap kalah,karna kekalahan adalah awal dari keberhasilan dan yang paling utama adalah menguatkan mental dan pengalaman siswa”,tutupnya.
Kejuaraan Silat Sejateng Transmart cup 1 ini di di pertandingkan 4 kelas,yaitu SD, SMP, SMA dan Umum dan ikuti puluhan perguruan silat dari Jawa tengah.
Pengungsi Sembalun berbondong-bondong sumbang pengungsi di Lombok Utara
LOMBOK — Korban gempa bumi di pengungsian Dusun Jorong, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, ramai-ramai menyumbangkan sayuran untuk korban gempa di Lombok Utara.
Sebanyak 15 mobil pick up berisi sayuran dan buah-buahan didistribusikan ke lokasi pengungsian di Lombok Utara.
“Kami salurkan ke pengungsian di Lombok Utara, tepatnya ke Desa Tanjung, Gangga, dan Pemenang,” kata Ozi, Kepala Dusun Jorong, Sembalun Bumbung, Senin (13/8/2018) seperti dilansir INA News Agency, kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU).
Rencananya, bantuan sayuran dan minuman dari warga Sembalun Bumbung akan terus disalurkan.
Padahal, menurut Ozi, Dusun Jorong merupakan lokasi yang terkena dampak parah gempa bumi. Terdapat 500 KK dengan jumlah 1328 warga mengungsi di sekitar perkebunan.
“Ndak ada satu pun keluarga yang tinggal di rumah. Semua rumah pada roboh, semua tinggal di tenda,” ungkap Ozi.
Ozi menambahkan warganya sangat antusias memberikan sumbangan.
Walau ditimpa musibah, warga Dusun Jorong, yang mayoritas petani, berlomba-lomba menyumbangkan hasil bumi.
“Alhamdulillah, setiap harinya warga di sini berbondong-bondong antarkan sayuran untuk Lombok Utara,” ungkap Ozi.
Lihatlah ke bawah, jangan melihat ke atas. Demikian pesan Ozi yang mengutip hadits Rasul saat menyampaikan alasan warganya tetap memberi dalam kesulitan.
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” pungkas Ozi.
reporter : Hilman, Foto: aghniya/ Jurnalis Islam Bersatu
LOMBOK (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Wilayah Nusa Tenggara (Nusra) mendirikan posko pengungsian di Pariwisata, Kelurahan Cakra, Kecamatan Mataram – Nusa Tenggara Barat, sejak Senin (5/8/2018).
Ketua Jamaah Ansharus Syariah Wilayah Nusra, Muhammad Taqiyuddin mengatakan bahwa JAS berkolaborasi bersama dengan berbagai relawan dan lembaga kemanusiaan hadir lebih awal pasca gempa untuk menunjukkan kepada mereka bahwasanya umat Islam itu bersaudara.
”Kami mendirikan posko tanggap bencana untuk bisa membantu meringankan beban dari para korban gemba, sekaligus melayani kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan mereka,”katanya.
Selain itu, JAS juga merasakan langsung penderitaan dan kepiluan mereka, mendengarkan keluhan dan harapan mereka, menyaksikan tangisan serta air mata kesedihan mereka, serta untuk membimbing dan membahagiakan mereka agar tidak larut dalam kesedihan.
“Oleh karena itu, kita perlu untuk membantu mereka, mari kita ringankan penderitaan mereka, karena mereka juga adalah saudara kit,” pungasnya.
LOMBOK (Jurnalislam.com) – Gempa bumi yang melanda daerah Lombok NTB para Ahad (5/8/2018) menyisakan duka tersendiri bagi segenap warga NTB. Pasalnya datangnya gempa tersebut membuat seluruh warga ketakutan dan panik.
Dari data yang dihimpun oleh tim Jurnalislam.com dari BNPB setidaknya lebih dari 300 orang meninggal dunia yang tersebar di beberapa tempat diantaranya Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, serta Kota Denpasar.
Selain ratusan korban meninggal, tercatat ribuan juga korban luka akibat gempa tersebut. Mereka menderita luka akibat terkena reruntuhan bangunan yang mereka tempati akibat dahsatnya goncangan gempa.
Sementara itu ratusan ribu warga juga mengungsi ditenda-tenda pengungsian untuk menyelamatkan diri dari gempa.
Dari pantauan tim Jurnalislam di lapangan pada (12/5/2018) sampai hari ini warga masih mengungsi di tenda-tenda pengungsian karena mereka masih merasa trauma dengan gempa dan merasa ketakutan akan datangnya gempa susulan.
Muhsin, warga Kabupaten Lombok Utara menuturkan, sampai nhari ini kami masih tidur di posko pengungsian, karena kami masih merasa trauma terhadap datangnya gempa bumi.
“Selain itu warga juga masih ketakutan akan kembali datangnya gempa susulan, sehingga akan menimbulkan kepanikan serta akan adanya korban lagi. Maka untuk saat ini tempat yan aman bagi kami adalah di posko pengungsian.”
Selain itu juga para relawan masih menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana gempa tersebut, sehingga mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
CIMAHI (Jurnalislam.com) – Jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019, masyarakat Indonesia diimbau menjaga ukhuwah (silaturahim), tidak menuhankan pilpres dan tidak rusak akhlak akibat helatan politik lima tahunan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Pimpinan Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym saat ceramah di acara Tabligh Akbar Mapolres Cimahi, Sabtu (11/8/2018). Dirinya bersyukur, satu tahapan pemilu sudah dilalui dan akan dilanjutkan dengan tahapan-tahapan berikutnya.
Ia berharap, ajang pilpres tidak dijadikan sebagai ajang pertandingan, namun sebagai ajang perlombaan. Artinya, tidak ada pihak yang saling mengalahkan, menjatuhkan, menghancurkan dan melumpuhkan.
“Kita bersyukur satu tahapan sudah dimulai. Kita jadikan perlombaan (dimana) semua berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya lansir Republika.co.id.
Dirinya menambahkan, persoalan saat ini yang dihadapi oleh bangsa adalah akhlak, bukan politik atau ekonomi. Oleh karena itu, selama proses penyelenggaraan pilpres harus menjaga ukhuwah.
“Saya ingin membantu agar pilpres ini akidah umat tetap terjaga, mendukung masyarakat terjaga akhlaknya dan mendukung agar ukhuwah terjaga,” ujarnya.
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana mengatakan kegiatan Tabligh Akbar Polres Cimahi dalam rangka tasyakur Kemerdekaan RI ke-73. Selain itu, menjaga kondusivitas menjelang Asian Games 2019 dan menjelang pengamanan pilpres dan pileg 2019.
MAKASSAR (Jurnalislam.com) – Deklarasi 2019 Ganti Presiden akan digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Ahad (12/8/2018) mendatang di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman.
Sejumlah deklarator nasional 2019 Ganti Presiden, di antaranya Neno Warisman dan musisi John Sang Alang, dijadwalkan hadir memeriahkan acara.
Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Ustadz Mukhtar Daeng Lau, yang juga selaku ketua panitia penyelenggara, mengatakan puluhan ribu massa akan terlibat dalam perhelatan akbar itu.
“Insya Allah, kami sudah melakukan koordinasi dengan semua perwakilan aktivis di sejumlah daerah, mereka sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir dan memeriahkan deklarasi ini,” ujarnya, Jumat (3/8/2018).
Ustadz Mukhtar menjelaskan, deklarasi ini dipelopori oleh puluhan kelompok aktivis Islam yang berhimpun di bawah FUIB Sulawesi Selatan dan didukung oleh sebagai besar ormas Islam.
Ia menegaskan, penyelenggaraan acara tersebut murni inisiatif dari kalangan masyarakat bawah, dan sama sekali bukan pesanan dari kelompok partai politik tertentu.
“Ini murni kehendak masyarakat yang ingin melihat sebuah perubahan ke arah yang lebih baik melalui momentum Pemilihan Presiden tahun depan,” terang Ustadz Mukhtar.
Berdasarkan informasi dari tim panitia seusai melakukan rapat pemantapan sore tadi, sampai sekarang, sudah ada sekitar 40 lembaga ormas dan perwakilan kelompok Islam yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung, di antaranya Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS), Front Pembela Islam (FPI), Pemuda Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), dan Forum Arimatea, serta Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Sulawesi Selatan.
BIMA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Wilayah Nusa Tenggara (Nusra), menyalurkan donasi dan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Lombok.
Bantuan sebesar Rp.20.000.000 itu diserahkan kepada organisasi kemanusiaan Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) NTB pada Rabu (2/8/2018). Ketua Jamaah Ansharusy Syariah wilayah Nusra, Ustadz Muhammad Taqiyuddin mengatakan, bantuan ini merupakan bantuan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh seluruh anggota JAS wilayah Nusra selama tiga hari.
“Sebagai sebuah jamaah yang peduli terhadap sesama muslim, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu mereka, apalagi dengan keadaan mereka yang sangat parah tertimpa gempa,” katanya kepada Jurnalislam.com.
Selain dari hasil penggalangan dana, bantuan juga didapatkan dari titipan atau donasi kaum muslimin Bima yang mempercayakan kepada Jamaah Ansharusy Syariah.
“Bukan kali ini saja kami dari Jamaah Ansharusy Syariah Nusra menggalang bantuan untuk kaum muslimin, tetapi setiap ada kejadian kami selalu berperan dan berusaha untuk terus bisa membantu saudara sesama muslim,” kata ustaz Taqiyuddin.
“Kami berharap mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk saudara muslim di Lombok, dan kami akan terus berupaya untuk membantu mereka, baik itu dengan harta maupun dengan do’a kami,” pungkasnya.
Gempa Lombok pada Ahad (29/7/2018) lalu mengakibatkan ribuan rumah rusak dan 10.000 lebih warga mengungsi. Hingga saat ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat ada 524 gempa susulan.
KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Dua santri Pondok Pesantren Islam Salman Al Farisi (PPISF) Karangpandan, Karanganyar, mendapatkan hadiah umrah pada Daurah Hifdzul Wahyain. Daurah itu digelar oleh Yayasan Hifdzul Wahyain Saudi Arabia.
Daurah yang rutin digelar setiap tahun itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Wadi Mubarok Megamendung, Bogor, Jawa Barat, selama sebulan 29 Juni 2018 – 28 Juli 2018.
Ditemui Jurnalislam.com, disela-sela kesibukannya mengajar, mudir PPISF Ustaz Sanif Ali Syahbana membenarkan berita mengenai kedua santrinya tersebut.
“Alhamdulillah, untuk kali ketiganya Pondok Salman Al Farisi mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti Daurah Hifdzul Wahyain. Dan untuk tahun ini santri kami sebanyak 2 anak mendapatkan hadiah umrah,” jelasnya pada Rabu (1/8/2018).
Lebih lanjut, Ustaz Sanif menjelaskan bahwa ada seleksi ketat untuk bisa mengikuti daurah tersebut. “Selain sudah menyelesaikan hafalan Al Qur’annya sebanyak 30 juz, syarat yang paling utama agar bisa mengikuti daurah tersebut adalah bisa berbahasa arab aktif,” lanjut Ustadz Sanif.
Untuk tahun ini sebenarnya PPISF mengirimkan 20 Santri untuk mengikuti seleksi Daurah Hifdzul Wahyain tersebut, akan tetapi karena ada kesibukan kesantrian maka hanya 6 santri yang diperkenankan mengikutinya.