Forum Me-Dan, Ansharuyariah dan DKM At-Taqwa Bantu Korban Gempa Lombok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wujud kepedulian terhadap para korban Gempa Lombok NTB, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) bekerjasama dengan Jamaah Ansharusy Syariah NTB, serta DKM At-Taqwa Tanah Abang melakukan aksi penggalangan dana di Jl.KH Manshur Tanah Abang, Rabu (1/8/2018).

Aksi yang dilakukan pukul 16.00 wib hingga menjelang maghrib ini, dilakukan sekitar 10 orang perwakilan dari Forum Me-DAN Wilayah DKI Jakarta, Anggota Ansharusyari’ah NTB dan DKM At-Taqwa Tanah Abang.

“Dalam Aksi ini kami memanfaatkan kemacetan yang biasa terjadi Jl. K.H. Mas Manshur depan Masjid At-Taqwa Tanah Abang,” terang Ridwan salah satu panitia aksi, sekaligus Ketua Forum Me-DAN Wilayah Jakarta.

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan, bahwa jarak bukan suatu halangan untuk dapat ikut peduli terhadap sesama. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut peduli dan dapat membantu korban gempa bumi di Lombok, NTB.

“Kami mengajak kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat. Meskipun posisi kita jauh di Jakarta, tidak menjadi halangan bagi kita untuk membantu,” tambahnya.

Ridwan juga mengungkapkan, bahwa aksi kepedulian teehadap korban gempa Lombok ini akan terus berlangsung, rencananya Forum Me-Dan akan melakukan aksi serupa beberapa waktu kedepan.

“Aksi ini merupakan hari pertama, insya Allah lusa pada Jum’at (3/8/2018) aksi kedua akan dilaksanakan,” pungkasnya.

Reporter: Ridwan Abdullah

Ceramah di Semarang Lancar, Ormas Penolak Ustaz Abdul Somad Malah Tak Muncul

SEMARANG–(Jurnalislam.com)- Walaupun ada penolakan, Tabligh Akbar yang menghadirkan dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) sukses digelar di lapangan sepak bola leboh raya pedurungan Semarang, Senin (31/7/2018)

Antusiasme ribuan jamaah hadir, hal itu terlihat dari penuhnya Lapangan sampai meluber ke jalan-jalan. Tak hanya itu, jamaah juga hadir dari berbagai kota seperti solo, karanganyar, juwana, pati, wonosobo, temanggung dll

Acara yang diselenggarakan oleh Masjid Alhikmah pada malam hari itu mengusung tema “Menjalin Ukhuwah Menuai Hikmah”

Mengawali ceramahnya, Ust Abdul Somad menerangkan berbagai macam jenis ukhuwah, diantaranya ukhuwah Islamiah

“Kita malam ini tidak dipersaudarakan oleh suku, kita tidak dipersaudarakan oleh bahasa tapi kita ada titik temu yang mempersaudarakan kita adalah la ila ha illallah,” tutur ust Abdul somad saat mengawali tausiahnya

Selain itu ust juga menyampaikan salah satu ukhuwah yang lainnya yaitu ukhuwah wathoniah, yang mana ukhuwah tersebut yang dikemas dalam bingkai persaudaraan dalam negara kesatuan republik Indonesia

Dengan gaya kocak khas UAS tak sedikit jama’ah yang tertawa renyah, walaupun begitu tak mengurangi esensi dakwah yang dibawanya

Acara tabligh akbar tersebut juga dihadiri dari perwakilan Polri, TNI, dan jajaran perangkat Camat, RT, RW.

Pengamananpun juga dijaga ketat oleh aparat dan Ormas Islam, karena dikhawatirkan adanya profokasi oleh ormas yang tidak menghendaki tabligh akbar tersebut berlangsung

Sebelumnya diberitakan adanya ormas PGN pimpinan Nuril Arifin, yang menolak tabligh akbar tersebut, mereka menuduh Ustaz Abdul Somad adalah corong HTI yang anti Pancasila. Namun, tak tampak ormas PGN di lokasi.

Sampai acara berakhir acara berlangsung tertib dan aman

Respon Gempa Lombok, Sinergi Foundation Gandeng Forum Zakat Buka Help Center

LOMBOK (Jurnalislam.com)–Gempa bumi berkekuatan 6.4 SR melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Ahad, 29 Juli 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korbal; sebanyak 16 orang meninggal, 355 warga menderita luka-luka, dan lebih dar 5000 rumah rusak.

Menggandeng Forum Zakat (FOZ), Sinergi Foundation membuka donasi bantuan untuk membantu korban gempa dengan membuka Help Center di desa-desa dengan dampak gempa terparah.

CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia mengatakan ada dua posko bantuan kemanusiaan yang sudah hadir di tengah korban gempa di NTB. Posko itu berada di Desa Sembalun Lendang Luar Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur NTB (Depan kecamatan sembalun).

Posko kedua FOZ, tambahnya, ada di Dusun Sambik Elen 1 Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kedua desa tersebut merupakan daerah dengan dampak gempa yang cukup parah.

“Kami membuka donasi bantuan untuk masyarakat NTB. Bantuan segera disalurkan melalui posko-posko di lokasi,” kata Ima.

Menurut Ima, saat ini ada beberapa bantuan yang dibutuhkan masyarakat seperti makanan, terpal, bantuan medis, dapur umum, hingga kebutuhan bayi dan balita.

Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, bisa langsung membantu dengan transfer donasi ke rekening kemanusiaan Sinergi Foundation BSM 7060300709 atau menghubungi 081220667263.

PA 212 Soloraya Turut Hadiri Kajian Ustaz Abdul Somad di Semarang

SOLO (Jurnalislam.com) -Lebih dari 500 massa ummat Islam yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 Soloraya hadiri pengajian tabligh akbar ustaz Abdul Somad di lapangan Padurungan Mijen Semarang pada Senin malam,(30/7/2018).

Habib Adnan selaku korlap aksi mengatakan kebrangkatanya ke Semarang sebagai ungkapan rasa syukur nikmat Iman dan Islam kita dalam bentuk kepedulian dan perhatian terhadap saudara seiman.

“Sebagai mana kita ketahui saudara kita di Semarang akan mengadakan tabligh akbar dan akan di persekusi oleh ormas tertentu, maka sebagai bentuk kepedulian kita maka kami akan hadir bersama 30 elemen di Semarang,” katanya saat di temui Jurnalislam.com di titik kumpul Masjid Goro Assalam pabelan kartasura pada hari Senin, (30/7/2018).

Menurutnya, kebrangkatan elemen PA 212 ke Semarang guna menjalin ukhuwah, dan mempererat silaturahim.”Indahnya ukhuwah islamiyah, meskipun cukup jauh kita akan bersafar dengan niat silaturahim dan mempererat ukhuwah,”tambahnya.

Lebih lanjut Habib Adnan berharap kedepan Ustaz Abdul Somad bisa hadir di Solo.”Saat ini tim PA 212 yang berangkat duluan ke semarang selain koordinasi juga mendekati tim dari UAS supaya bisa hadir di Solo,” pungkasnya.

Reporter: Ridho Asfari.

Pusat Dakwah Media Gelar Pelatihan Membuat Video via HP

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) -Pusat Dakwah Media (PUSDAM) gelar pelatihan mengambil dan mengedit gambar video via HP Android di Gedung Ar-Risalah, Madegondo, Grogol Sukoharjo, Ahad (29/7/2018).

Praktisi media Umar Aziz menjadi pemateri dalam helatan ini. Dalam pemaparannya, Umar Aziz mengingatkan bahwa yang lebih penting selain teknik dalam pengambilan foto dan video hingga penyuntingan yaitu konsistensi.

“Iya kalau kita mau main di media, apapun itu, mau FB, instagram, youtube dan twitter, syaratnya cuma satu, yaitu konsisten, Konsisten posting”tegasnya.

Ketua panitia, Ponidi berharap dengan adanya pelatihan ini, kegiatan masjid yang biasanya terbatas hanya di masjid tidak di ekspos bisa dipublikasikan atau memviralkan kegiatanya di tempat peserta beraktivitas.

“Berangkat dari kegiatan masjid yang kurang terekpos kami dari PUSDAM memfasilitasi supaya kegiatan-kegiatan di masjid bisa di publikasikan di media sosial,”ungkapnya.

Dalam pelatihan ini peserta selain dapat teori, mereka juga langsung terjun untuk praktik.

Reporter : Ridho Asfari.

DSN MUI Godok Fatwa Industri Keuangan Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Dewan Syariah Nasinal Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tengah membahas empat fatwa di industri keuangan syariah. Fatwa-fatwa tersebut rencananya bakal dikeluarkan tahun ini.

Wakil Ketua Badan Pelaksana Harian DSN MUI, Jaih Mubarok, menyebutkan, empat pembahasan yang akan dijadikan fatwa tersebut antara lain mengenai pasar modal yakni Efek Beragunan Aset Syariah (EBAS) Kontrak Investasi Kolektif (KIK), serta Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dua lainnya masing-masing mengenai biaya administrasi dan biaya riil, serta tentang Margin During Construction (MDC).

“Agenda kami ke depan empat sampai lima fatwa lagi tahun ini akan kami keluarkan untuk mendukung industri,” kata Jaih kepada wartawan di Jakarta, pekan lalu lansir Republika.co.id.

Sebelumnya, DSN MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai Efek Beragunan Aset Syariah (EBAS) dan fatwa EBAS Surat Partisipas (SP). Kemudian saat ini yang dibahas mengenai EBAS KIK. Ketiganya berkait dengan sekuritisasi pembiayaan perumahan.

Pembahasan mengenai EBAS KIK belum memperoleh titik temu karena pada saat pembahasan terakhir, regulator dan industri masih belum berhasil menjelaskan kepada DSN MUI mengenai underlying asset. “Karena yang disampaikan kepada kami kan future income itu kan masih menggantung masih ghoror (belum ada kejelasan),” ucap Jaih.

Dia mencontohkan, jalan tol boleh digunakan sebagai underlying. Namun kalau pendapatan jalan tol yang akan disewakan kepada pengguna di masa yang akan datang itu tidak boleh, tetapi untuk membayar kupon itu dibolehkan. Hal tersebut dinilai agak rumit dijelaskan dari sisi syariah.

Kemudian fatwa tentang KSEI dinilai sudah dalam tahap naskah kesiapan. Fatwa mengenai KSEI akan menjadi pelengkap fatwa DSN MUI No 80 tentang Bursa Efek Indonesia (BEI). “Karena KSEI memang memerlukan kegiatan yang secara syariah, hari ini sudah berjalan tetapi belum ditegaskan dalam fatwa,” imbuh Jaih.

Terkait fatwa tentang biaya administrasi dan biaya riil, DSN MUI belum mendapatkan rumus yang disepakati. Sementara, fatwa tentang MDC (margin during construction) dengan tujuan bagaimana lembaga keuangan syariah (LKS) bisa memperoleh pendapatan padahal barangnya belum jadi.

Hal itu diibaratkan membangun perkebunan, kebunnya belum menghasilkan. DSN MUI tengah mencari rumus untuk diterapkan di lembaga keuangan syariah.

“Kebetulan kita punya fatwa ijarah maushufah biz zimmah, kemudian dalam jual beli kami punya fatwa jual beli salam dan istishna mungkin itu bisa jadi kerangka,” ucapnya.

 

Ini Target Pendidikan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

SOLO (Jurnalislam.com) – Kebutuhan pendidikan agama merupakan elemen dasar kepribadian yang kuat terhadap anak didik sejak dini menjadi tantangan yang sangat nyata di tengah-tengah tantangan dan harapan Modernisasi ilmu Pengetahuan Teknologi Informasi dan Komputerisasi.

Pentingnya pendidikan agama tersebut yang menjadi tolak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah yang telah berusia 83 tahun menjadikan berilmu, beramal saleh dan berkemajuan sebagai pilar utama sekolah ini. Sekolah sangat berorientasi pada pencapaian keseimbangan dan pencerminan antara IMTAQ dan IPTEK secara integral diberikan kepada peserta didik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko menjelaskan, pendidikan agama sedari awal menjadi program unggulan dari sekolah ini. Siswa akan mendapat pelajaran menghafal al Qur’an, bahasa Arab, dan program-program lain sebagainya seperti Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat, Kantin Sehat, UKS Modern, Perpustakaan Modern, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan portal Rumah Belajar Pustekkom Kemendikbud. Kendati demikian, program di luar pendidikan agama tidak abai.

“Kalau pagi itu mereka Setiap hari kepala sekolah, guru, karyawan pukul 07.00 WIB Kultum, Senin Nasionalisme, Selasa Integritas, Rabu Gotong Royong, Kamis Mandiri, Jum’at Religius, untuk anak kelas 6 Shalat Dhuha, pukul 07.30-08.05 tahfiz al Qur’an dipandu buku monitoring, The Future Generation Of Islamic School, ujar Jatmiko menggambarkan aktivitas sekolah, Jumat (27/7/2018).

Dalam penerapannya, seorang pengajar menganalisis kebiasaan dan kegemaran, kesamaan minat, rasa merasa sehingga terbangun rasa aman, nyaman dan percaya diri bagi siswa yaitu mendahului dengan murajaah (mengulang) membaca al Qur’an bersama, tebak surat, sambung ayat, Talaqqi (pembelajaran secara tatap muka antara guru dan siswa), dan demontrasi serta tes yang terarah, terukur secara kondisional.

Sedangkan target hafalan kelas 1 semester satu 9 surat, semester dua 6 surat, kelas 2 semester satu 4 surat, semester dua 4 surat, kelas 3 semester satu 4 surat, semester dua 4 surat, kelas 4 semester satu 3 surat, semester dua 2 surat, kelas 5 semester satu 1 Surat, semester dua 1 Surat dan kelas 6 Muraja’ah juz 30. Daftar isi bukunya ada monitoring salat, hafalan, Iqra’ monitoring membaca Qur’an, dan Juz Amma.

Menurut Jatmiko, aktivitas sekolah berlangsung hingga pukul 14.00 WIB bagi kelas 1 dan 2. Sementara kelas III hingga VI pulang sehabis salat Ashar pukul 15.45. Kecuali Guru yang piket 16.15 WIB. Ia menambahkan sekolah mempunyai tujuh target pendidikan al Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab (ISMUBA).

Ketujuh target tersebut antara lain, Siswa memiliki kemampuan membaca, memahami, dan menghafal al Qur’an dengan baik, siswa punya keteguhan aqidah Islamiyah, Kemampuan memahami dan melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah, penguatan pembentukan akhlak mulia, pengembangan rasa cinta kepada nabi, sebagai teladan, pengembangan rasa cinta dan ghirah bermuhammadiyah, serta kemampuan berbahasa Arab.

“diharapkan peserta didik mampu menjadi manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlakul karimah, menjadi insan berpengetahuan, rajin ibadah, cerdas, prodktif, kreatif, inovatif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi menjaga keharmonisan secara pribadi maupun sosial dan mengembangkan budaya Islami dalam komunitas sekolah sesuai Qur’an dan Sunnah,”katanya.

Namun, dalam proses pengasuhan dan mendidik, ada beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya mereka (orang tua) sibuk, sehingga fokus dan perhatian terhadap anak masih kurang. Zaman ini disebut era digital, komunikasi bisa melalui twitter, facebook, instagram, whatsApp, handphone, televisi digital, radio digital dan lain sebagainya.

Padahal, sinergi dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua sangat urgent untuk mempraktikkan petik praktik baik ajaran sekolah. Solusinya pihak sekolah, wali kelas selalu proaktif mengirim pesan melalui group whatsApp, buku penghubung, buku monitoring, buku Ekstrakurikuler dan ada agenda pertemuan dengan para wali murid diawal tahun.

“Sepanjang yang saya tahu, sekolah selalu berusaha yang terbaik dengan memperhatikan peningkatan kualitas guru dengan pelatihan-pelatihan, seperti kurikulum 2013, guru Pai belajar Tahsin setiap hari Sabtu di Perguruan Muhammadiyah, guru sangat vital dan sentral peranannya,” ujarnya.

Komunitas Tionghoa dan Mualaf Center Semarang Gelar Baksos dan Tabligh Akbar

SEMARANG – (jurnalislam.com) – Sejumlah elemen umat Islam Semarang adakan kegiatan Bakti sosial dan Tabligh akbar di Musholla Nikmatu Taibin bantaran Sungai Sleko, Semarang, Jawatengah bekerja sama dengan MCI, Forum Me-Dan Semarang, YANMAS, Salimah, dan Amil Zakat Nurul Hayat.

Bakti Sosial diawali dengan Tabligh Akbar oleh Ko Rico dari (Komunitas Tionghoa Muslim), dan Agus Triyanto (Ketua Muallaf Center Semarang) bertema “Nikmat Islam dan kewaspadaan pemurtadan”.

Kegiatan Bakti Sosial dilaksanakan untuk menjalin persaudaraan umat dan mengenalkan lebih dalam tentang agama Islam demi membentengi aqidah dari beberapa misionaris Kristen yang pernah datang ke kampung sleko.

“Agama Islam itu agama yang sangat teratur, semua yang kita lakukan sudah ditetapkan tata caranya, dari cara berpakaian, cara kita berbicara, sampai meludah pun ada caranya.” Ungkap Koh Rico saat mengisi Materi Kajian

Kemudian dilanjut pembagian paket sembako oleh YANMAS dan Me-Dan Kabuaten Semarang dan Baitul Mal Salimah.

“Kami warga sleko mengucapkan banyak terimakasih kepada lembaga-lembaga yang telah ikut serta acara Tabligh akbar dan juga bakti sosial, terutama materi-materi yang di berikan oleh pak ustadz, semoga Allah membalas kebaikan bapak bapak semua, Amin”. ucap Ismi Tartopan ketua RT 3 Sleko

Reporter : Hasan shoghir

Di Ijtima Ulama, Habib Rizieq Ingatkan Petahana Bisa Dikalahkan

MEKAH (Jurnalislam.com) – Habib Rizieq Sihab memberikan sambutan pada pembukaan ijtima ulama yang digelar GNPF Ulama di Jakarta, Jumat (28/7/2018). Melalui video jarak jauh, Habib menyampaikan bahwa koalisi keumatan yang tangguh dapat mengalahkan calon incumbent (petahana).

“Belajarlah dari pilkada DKI. Bagaimana keiklasan niat dan kebulatan tekat mampu mengalahkan petahana yang ditopang negara,” kata Habib Rizieq dalam sambutannya.

Ia berharap, Ijtima ulama kali ini dapat memunculkan koalisi keumatan yang tangguh dan siap meruntuhkan keangkuhan rezim saat ini.

“Koalisi yang lahir dari rahim ijtima ini akan didukung oleh gelombang umat yang besar yang selama ini silent majority yang termajinalkan,” ungkapnya.

Karenanya, Habib mengingatkan umat agar selalu optimis karena pada akhirnya lah, kebenaran yang akan menang.

“Karenanya jangan pernah takluk pada kekayaan kebesaran dan kekuatan kezaliman. Ingat saat yg haq sudah tiba maka yg batil akan sirna,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ijtima Ulama digelar GNPF MUI di Jakarta selama 3 hari (27-29/7/2018). Nampak hadir ratusan tokoh agama dari berbagai daerah se-Indonesia dan juga tokoh politik seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Habib Salim Segaf Al Jufri, Zulkifli Hasan, Yusril Ihza Mahendra, Fadli Zon, dll.

Reporter: Gio

Ini Pesan Perjuangan Habib Rizieq di Pembukaan Ijtima Ulama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Habib Rizieq Sihab memberikan sambutan pada pembukaan ijtima ulama yang digelar GNPF Ulama di Jakarta, Jumat (28/7/2018). Melalui video jarak jauh, Habib menyampaikan apresiasi dengan adanya ijtima ulama.

“Secara khusus kita sampaikan apresiasi kepada GNPF Ulama,” kata Habib Rizieq. Ia menekankan bahwa ijtima ulama digelar untuk membahas persoalan bangsa di berbagai bidang seperti hUkum, politik, ekonomi dan keumatan.

“Melalui ijtima ini kita berharap memperkuat barisan umat menuju Indonesia berkah. Saya menyerukan agar ijtima mendorong sekuat tenaga untuk menyatukan partai- partai politik yang selama ini berjuang bersama umat melawan tirani kezaliman,” tambahnya.

Habib Rizieq berharap umat merangkul erat partai-partai pendukung umat dan terbuka kepada partai lain yang ingin bergabung memikirkan umat.

“Ayo kita satukan koalisi umat untuk NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.Ayo kita satukan mereka dalam gerakan perjuangan melawan komunisme, liberalisme, islam pobia. Ayo duduk bersatu, kedepankan kepentingan bangsa negara dan agama,” tegasnya.

Seperti diketahui, Ijtima Ulama digelar GNPF MUI di Jakarta selama 3 hari (27-29/7/2018). Nampak hadir ratusan tokoh agama dari berbagai daerah se-Indonesia dan juga tokoh politik seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Habib Salim Segaf Al Jufri, Zulkifli Hasan, Yusril Ihza Mahendra, Fadli Zon, dll.

Rencananya, akan ada rekomendasi capres setelah musyawarah ijtima ulama.

Reporter: Gio