Rupiah Semakin Terpuruk, Dolar Terus Menguat

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Nilai tukar rupiah terpantau terdepresiasi pada perdagangan pagi ini, Senin (15/10/2018), saat pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terdepresiasi 33 poin atau 0,22% di level Rp15.230 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Garuda kemudian terpantau melemah 38 poin atau 0,25% ke level Rp15.235 per dolar AS pada pukul 08.21 WIB.

Padahal, pada perdagangan Jumat (12/10/2018), rupiah mampu rebound dan berakhir terapresiasi 38 poin atau 0,25% di posisi Rp15.197 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS pagi ini terpantau lanjut naik 0,11% atau 0,108 poin ke level 95,329 pada pukul 08.13 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan penguatan 0,128 poin atau 0,13% di level 95,349, setelah pada perdagangan Jumat (12/10) mampu rebound dan berakhir menguat 0,21% atau 0,204 poin di posisi 95,221.

sumber : bisnis.com

Hasil Riset : Muslim Indonesia Pandang Produk Halal adalah Kewajiban

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Hasil riset Center of Halal Lifestyle and Consumer Studies (CHCS) menyatakan bahwa 72,5% konsumen Muslim meyakini pentingnya mengkonsumsi makanan yang halal. Mereka berkeyakinan mengkonsumsi produk halal bagian dari kewajiban sebagai Muslim.

Menurut Hanny Nurlatifah, Direktur Eksekutif CHCS, Hal ini dikarenakan umat islam di Indonesia semakin sadar akan pentingnya kehalalan produk. Kesadaran religiusitas masyarakat juga mendorong gaya hidup halal di Indonesia. Situasi ini menjadi tantangan bagi pelaku industri.

Tren halal awareness ini, papar Hanny, yang juga dosen riset pemasaran UAI, berdampak luas menjangkau berbagai industri. Dari mulai industri makanan, wisata dan perjalanan, pakaian dan fashion, kosmetik, finansial, farmasi, media, pendidikan hingga urusan fitness, olahraga dan budaya.

‘Artinya penting bagi perusahaan untuk bisa Memahami tuntutan konsumen dan mengantisipasi perubahan pasar. Dua hal tersebut adalah kunci memenangi persaingan,” tegasnya dalam siaran persnya, Sabtu (11/10) lansir Republika.co.id.

Chairman CHCS, Firsan Nova menambahkan bahwa Isu kehalalan produk menjadi relevan dan mendapatkan momentum di tengah Membanjirnya produk global masuk ke Indonesia.

Hal Ini Mendorong pemain global untuk menghalalkan produknya. Fenomena ini terlihat dari ramai nya gerai fastfood global dengan berupaya mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Terlepas dari isu kehalalan, pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh relatif baik. Kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 540 triliun, menjadikan sektor ini salah satu penyumbang terbesar terhadap PDB RI.

Berdasarkan riset Thomson Reuters, Indonesia menempati expenditure rank peringkat pertama. Namun demikian, dari sisi player rank, peringkat Indonesia tidak masuk 10 besar. Artinya Indonesia merupakan pasar besar tanpa diimbangi oleh produsen domestik yang besar pula. Merek-merek lokal belum banyak mengisi pasar domestik.

Hal ini menurut Firsan yang juga pengajar di Fakultas Ekonomi Unsada “adalah tantangan bagi para pelaku industri lokal untuk mengisi relung pasar yang sesungguhnya relatif besar”. “Masa depan adalah untuk mereka yang bersiap hari ini” pungkasnya.

sumber : republika.co.id

BI dan IDB Luncurkan Pedoman Prinsip Wakaf

NUSA DUA (Jurnalislam.com) — Bank Indonesia bersama Islamic Development Bank (IDB) secara resmi telah meluncurkan Waqf Core Principles (WCP). Sebanyak 29 prinsip pengaturan tata kelola tersebut diharapkan bisa meningkatkan upaya pengembangan wakaf di seluruh dunia.

“Grup IDB telah mengembangkan manajemen WCP bekerja sama dengan BI dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai upaya bersama dalam memberikan penilaian pada elemen regulasi dan manajemen wakaf,” kata Wakil Presiden Bidang Pengembangan Kemitraan IDB Nouri Jouini di Nusa Dua, Bali pada Ahad (14/10) lansir Republika.co.id.

Dia mengatakan, prinsip-prinsip yang dicanangkan tetap memberikan fleksibilitas pada pengembangan wakaf di seluruh dunia. Tujuan utama prinsip-prinsip tersebut adalah untuk mewujudkan manajemen wakaf yang kredibel sekaligus meningkatkan peran wakaf sebagai instrumen finansial di negara-negara muslim.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo turut memberikan apresiasi pada peluncuran WCP. Dia menekankan, wakaf memiliki potensi besar untuk bisa membantu pemenuhan pembiayaan dari sejumlah program terutama untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Salah satu solusi yang tersedia adalah memanfaatkan ekonomi dan keuangan Islam,” kata Perry.

Prinsip-prinsip yang diatur dalam WCP secara umum terkait dengan pengaturan hukum, pengawasan, tata kelola yang baik, manajemen risiko, dan kepatuhan syariah.

Berikut ini adalah 29 Poin dari WCP yang telah diluncurkan:

  1. Tanggung jawab, tujuan, kekuatan, independensi, akuntabilitas, dan kolaborasi
  2. Kelas aset
  3. Kegiatan yang diizinkan
  4. Kriteria perizinan
  5. Transfer manajemen wakaf
  6. Pengambilalihan institusi dan aset wakaf
  7. Pendekatan pengawasan Wakaf
  8. Teknik dan alat pengawasan Wakaf
  9. Pelaporan pengawasan wakaf
  10. Kekuatan koreksi dan sanksi dari pengawas wakaf
  11. Konsolidasi pengawasan
  12. Hubungan tuan rumah
  13. Tata kelola Nazir yang baik
  14. Manajemen risiko
  15. Manajemen koleksi
  16. Risiko pihak lain
  17. Manajemen pencairan
  18. Masalah aset wakaf, ketentuan, dan cadangan
  19. Transaksi dengan pihak-pihak terkait
  20. Negara dan risiko transfer
  21. Risiko pasar
  22. Risiko kerugian aset wakaf dan reputasi
  23. Pembagian risiko laba-rugi
  24. Risiko pencairan
  25. Kepatuhan syariah dan risiko operasional
  26. Kepatuhan syariah dan audit internal
  27. Laporan keuangan dan audit eksternal
  28. Pengungkapan dan transparansi
  29. Pelanggaran layanan wakaf

Gempa Palu, Bank Dunia Disebut Siap Kucurkan 655 Juta Dolar

PALU (Jurnalislam.com)–Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memastikan World Bank akan membantu revitalisasi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Kisaran bantuan tersebut diperkirakan sebanyak US$ 655 juta.

 

“World bank akan memberikan bantuan dalam bentuk dana dan support lainnya untuk rehabilitasi gempa di sini,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berkunjung di Jalan Manggis, Balaroa, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat, (11/10).

 

Menurut Jusuf Kalla, pembicaraan soal revitalisasi Sulawesi Tengah sudah dilakukan sejak dirinya melakukan pembicaraan sejumlah pihak di istana negara.

Namun pengukuhan MoU tersebut kembali dibicarakan olehnya dengan  Bank Dunia, PBB, BNPB dan Pemerintah Provinsi saat tiba di Bandara Mutiara Al Jufri, Sulawesi Tengah pada Pukul 10.00 WIT.

 

“Tadi saya rapat di bandara dan kantor gubernur, lihat keadaan lapangan. Kami membahas bagaimana pembenahan dan rehabilitasi infrastruktur pasca gempa,” ucap Jusuf Kalla.

 

Hal lain yang akan didalami dari kunjungan PBB dan World bank di Sulawesi Tengah adalah janji revitalisasi kota Palu, Sigi, dan Donggala secepat. Dia berjanji akan terlaksana paling lambat dua bulan mendatang.

 

“Paling lambat dua bulan masyarakat akan dibangun dengan hunian sementara. Dua bulan paling lambat masyarakat akan pindah dari tenda ke hunian sementara,” ujar Jusuf Kalla.

 

Menanggapi titah orang nomor dua negeri ini, Kepala Badan Nasional Penanggungulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengaku senang dengan pernyataan Jusuf Kalla tersebut.

 

Apalagi PBB dan World bank mau menyuntikan anggaran revitalisasi kota di Sulteng. Terutama sebagai dukungan warga Sigi, Palu, dan Donggala yang terkena dampak paling besar dari tsunami dan gempa.

 

“Sekjan PBB sangat bersedih, sangat sulit kalau tidak menyampaikan jika tidak sedih. Menyampaikan simpati dan solidaritas. Pemerintah dalam menanggapi bencana sangat baik,” ujar Willem Rampangilei di lokasi yang sama.

Adapun nilai sumbangan yang akan diberikan, menurutnya sekitar US$ 655 juta. Bantuan ini dipergunakan untuk perbaikan 20.000 rumah anti gempa. Pembangunan jalan sekitar 3.850 km di sepanjang Sulteng. Pembangunan irigasi seluas 1.500 kilometer, 677 sekolah yang hancur.

 

Bantuan ini juga digunakan untuk  relokasi 500 bangunan infrastruktur di Ibukota Palu, Donggala, Sigi yang dianggap cukup besar mengalami guncangan gempa. Tak lupa pembangunan kesehatan 72 klinik dan 8000 kubik resktukturisai air bersih. Pun fasilitas sanitasi sistem sebanyak 1.200 WC dan mck. (Dimeitri Marilyn)

Masa Evakuasi Berakhir, ACT Berhasil Temukan 226 Jenazah

PALU (Jurnalislam.com) – Selama 10 hari melakukan pencarian korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah, relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah mengevakuasi 226 jenazah.

“Sejak 2 sampai 11 Oktober kemarin, ada 226 jenazah ‎yang berhasil dievakuasi tim rescue ACT dari berbagai titik bencana di Kota Palu,” ujar Manajer Komunikasi ACT, Lukman Aziz, Jumat (12/10/2018).

Lukman menyebutkan jenazah itu ditemukan dari wilayah Hotel Roa-Roa, RS Undata, Pantai Talise dan Perumnas Balaroa.

Dari keempat tempat itu, jumlah jenazah terbanyak yang berhasil dievakuasi tim ACT terdapat di RS Undata. “Di RS Undata kita evakuasi 139 jenazah pada Selasa 2 Oktober 2018‎,” kata Lukman.

Lukman menuturkan saat ini proses evakuasi pencarian korban telah berhenti dilakukan mengikuti keputusan pemerintah pusat.

Namun, apabila ada keluarga yang memberikan informasi tentang keberadaan korban maka pihaknya akan mengusahakan evakuasi.

“Kalau mereka mengetahui titik pasti korban pasti kami akan bantu evakuasi tapi bukan mencari lagi karena sudah dihentikan,” kata Lukman.

Selain melakukan evakuasi korban, relawan ACT juga memberikan bantuan lainnya ‎berupa logistik, dapur umum hingga tenaga medis.

Reporter : Ally M Abduh

JK : Paling Lambat Dua Bulan, Pengungsi Pindah ke Huntara

PALU (Jurnalislam.com) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menargetkan dua bulan untuk menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.

“Akan dibangun segera dalam waktu dua bulan paling lambat, semua akan pindah dari tenda-tenda pengungsian ke hunian sementara,” kata JK saat meninjau lokasi likuifaksi di Perumnas Balaroa, Kota Palu, Sulteng, Jumat (12/10/2018).

Pemprov Sulteng yang akan segera menyiapkan lahan huntara yang akan dihuni oleh 78.994 orang pengungsi itu.

Sementara itu, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menyebut pihaknya telah menyiapkan lokasi di empat titik di untuk dibuatkan hunian sementara.”Sudah disurvei dicadangkan ada 4 titik,” ucap Longki.

Menurut Longki, saat ini pihak Dinas PUPR Provinsi Sulteng telah meneliti lokasi tersebut, tempat yang akan dihuni layak atau tidak untuk masyarakat.m”Sudah disiapkan, lagi diteliti sekarang,” ujar Longki.

Lebih Lanjut, Longki menyebut titik hunian sementara terdapat di daerah Tondo dan Talise, Kota Palu. “Daerah Palu, Tondo dua titik dan Talise juga dua titik jelasnya.

Reporter:  Ally Muhammad Abduh

Sekjen PBB dan Bos Bank Dunia Kunjungi Palu, Siap Kucurkan Bantuan

PALU (Jurnalislam.com)—Wakil Presiden Jusuf Kalla mendampingi Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan Direktur Bank Dunia Kristalina Ivanova Georgieva mengujungi Palu, Jumat (12/10/2018).

Pantauan Jurnalislam.com, setelah meninjau dampak gempa dan tsunami, Guterres menyampaika bela sungkawa dan juga solidaritas kepada rakyat Indonesia, khususnya korban gempa.

Ia juga berjanji akan membantu proses pemulihan pasca gempa. “Kami siap mendukung pemerintah Indonesia,” katanya.

Direktur Bank Dunia Kristalina Georgieva pun menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban gempa. Bank Dunia, katanya akan juga terlibat memberikan bantuan rehabilitasi bencana.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan akan segera membentuk badan rehabilitasi / satgas gempa Palu.

“Untuk  rekosntruksi itu beratnya ke PU, untuk relokasi ke pemerintah setempat, gubernur dan wali kota,” pungkasnya.

reporter : Ally M Abduh

 

Wali Kota : Kembalilah, Jangan Tinggalkan Palu!

PALU (Jurnalislam.com)–Wali Kota Palu, Hidayat meminta agar warga Palu jangan meninggalkan Palu. Menurutnya, Palu kini dalam kondisi berproses untuk pulih.

“Saya rapat dengan pak gubernur tadi malam, banyak pemilik toko meninggalkan Palu. Ini mudah-mudahan ada ruko-ruko sudah terbuka. Saya berharap, mari ini tanggungjawab kita semua, pemilik ruko-ruko itu tolong balik ke Palu, segera balik ke Palu kalau ada di luar daerah,” kata Hidayat kepada Jurnalislam.com, Selasa (9/10/2018) di Kantor Walikota jl. Balai Kota Timur No.1, Tanamodindi, Mantikulore, Kota Palu.

Bahkan, Hidayat mengatakan bahwa Palu sudah aman, hanya gempa-gempa dengan skala kecil saja yang sedang terjadi.

“Palu aman, Palu harus kita bangun sama-sama. Jangan lagi ada yang keluar-keluar daerah ini. Bahwa BMKG menyatakan tidak akan ada lagi susulan gempa yang dahsyat. Kembali lah ke Palu.” Kata Hidayat.

Apalagi, tambah Hidayat, aparat keamanan sudah menjamin keamanan Palu. “Saya beberapa kali dengan Kapolres, bahkan pak Danrem menjamin keamanan Kota Palu. Memang, situasi hari pertama kedua ketiga itu masyarakat kita maklumi kalau situasi begitu. Kita maklumi, trauma,” tambahnya.

Karenanya, ia mengimbau agar masyarakat jangan meninggalkan Palu dan segera kembali ke Palu.

“Palu harus kita bangun sama-sama. Jangan lagi ada yang keluar-keluar daerah ini,” pungkasnya.

reporter ; Ally M Abduh

Jamaah Ansharusy Syariah Bagikan Ratusan Paket Sembako di Palu

PALU (Jurnalislam.com)- Pelayan Masyarakat (Yanmas) Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) menggelar aksi pembagian sembako kepada korban terdampak gempa dan tsunami Palu di jalan Dewi Sartika, no 5 selasa, (9/10/2018). Dalam aksi kali ini, Yanmas Ansharusy Syariah membagikan sekitar 200 paket sembako.

“Hari ini kita membagikan sekitar 200 paket sembako terdiri dari beras 5 kg, gula 1kg dan minyak 1 kg untuk korban terdampak yang saat ini masih memburuhkan banyak bantuan,” terang korlap aksi Hilman kepada Jurnalislam.com, Selasa, (9/10/2018).

Yanmas, kata Hilman, kedepan akan melakukan terus aksi aksi semacam ini guna meringankan penderitaan saudara setanah air yang saat ini sedang menghadapi ujian dari Allah.

“Saat ini posko Yanmas berada di Jalan Dewi Sartika, saat ini bantuan dari pemerintah kan juga masih belum rata, kedepan Yanmas akan melakukan aksi pembagian sembako kepada korban setiap dua hari sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, Dahia warga jalan Ramba yang terdampak gempa dan tsunami berterimakasih atas apa yang diberikan kepada warga. Ia juga bersyukur masih bisa selamat dari gempa berkekuatan 7,7 SH pada jum’at, (9/10/2018) yang lalu.

“Dapurnya roboh, dindingnya retak retak, ini tangan saya tertimba reruntuhan, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa, terima kasih kepada Yanmas, ini sangat membantu,” kata Dahia.

MUI Sesalkan Atlet Judo Indonesia Didiskualifikasi Karena Berjilbab

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pejudo putri Indonesia Miftahul Jannah gagal tampil di Asian Para Games 2018 kelas -52 kg yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Senin (8/10), karena menggunakan jilbab.

Miftahul Jannah terpaksa didiskualifikasi dari pertandingan yang seharusnya digelar pukul 10.00 WIB itu karena memegang teguh prinsip hidupnya untuk tidak melepas jilbab.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Plt Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Zainut Tauhid menyesalkan keputusan wasit yang mendiskualifikasi pejudo Indonesia Miftahul Jannah di Asian Para Games 2018 karena menolak untuk melepas jilbab saat bertanding.

“Seharusnya wasit mempertimbangan untuk menghormati hak asasi manusia terhadap pejudo yang melaksanakan keyakinan agamanya,” katanya kepada Jurnalislam.com, Selasa (09/10/2018).

Menurutnya, penanggung jawab pertandingan judo Asian Para Games 2018 dapat mengkomunikasikan hal tersebut dengan pihak yang membuat peraturan agar dapat merevisi aturan yang sifatnya diskriminatif dan tidak sesuai dengan semangat penghormatan terhadap HAM.

“Waktu di gelaran Asian Games saja ada beberapa atlet yang waktu tanding menggunakan hijab tidak masalah. Seperti atlet karate, panjat tebing dan panah. Jadi agak aneh jika pada Asian Para Games hal tersebut dilarang,” tambah Zainut..

Selain itu, MUI mendesak kepada penanggung jawab pertandingan judo untuk menjelaskan kepada publik alasan pelarangannya secara detail. “Tidak cukup hanya karena ada peraturan semata, agar masyarakat tidak salah paham,”pungkasnya.