10 Hari Pasca Gempa, Kondisi Jenazah Sulit Diidentifikasi

PALU (Jurnalislam.com) – Sepuluh hari pasca gempa, evakuasi korban gempa 7,7 SR yang mengakibatkan likuifaksi di Perumnas Balaroa, Kota Palu masih terus berlanjut. Hari ini, Senin (8/10/2018) tim SAR gabungan berhasil menemukan 6 jenazah.

Jenazah yang ditemukan kebanyakan sudah tidak bisa diidentifikasi karena kondisinya yang hancur. Hanya 1 orang berhasil diidentifikasi oleh keluarganya, yaitu anak berusia 3 tahun.

“Keluarganya meyakini kalau itu adalah anaknya, dari baju biru yang dikenakannya,” kata Setiawan Abbas, Kepala Tim 5 Basarnas di Perumnas Balaroa, Kota Palu.

Sementara itu Setiap harinya evakusi dilakukan mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 17.00.

Evakuasi dilakukan oleh 70 personel tim SAR gabungan dengan bantuan 6 unit eskavator.

Reporter: Ally Muhammad Abduh

Perkuat Persatuan Umat dan NKRI, Fuimara Gelar Tabligh Akbar

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Ribuan orang menghadiri tabligh akbar bertajuk “Dengan Ukhuwah Islamiyah Kita Galang Persatuan dan Penguatan Aqidah Umat Untuk Menjaga NKRI” yang digelar Forum Ukhuwah Islamiyah Magelang Raya (Fuimara),  bertempat di Masjid Nursalim Sanggrahan Kec. Mungkid Kabupaten Magelang (07/10/18).

Hadir sebagai pemateri; Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, S.Ip, M.Si, FPI Sragen Ustadz Mala Khunaefi, Panglima LPI Jateng KH. Ahmad Rofi’i, Ustaz Umar Said dari Pimpinan GPK Jogja, Mantan Aktivis Gereja Ustazah Dewi Purnamawati, Ketua Panitia Tabligh Akbar FUIMARA Drs. Hendrarto, M.Si, Wakil Ketua Panitia Gus Hendratno, Jamaah Mualaf Center Magelang Raya, FPI Temanggung, dan ormas lainnya.

Ketua Panitia Tabligh Akbar Fuimara, Drs. Hendrarto, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa acara bertujuan untuk menguatkan akidah umat dan bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita tercinta ini.

 

“marilah kita bersama sama menjaga NKRI dari pihak – pihak yang ingin menghancurkan Indonesia tercinta dengan menyatukan aqidah umat Islam dan bergerak pada tujuan yang sama”. ujar Hendrarto pada sambutannya.

Paparan dilanjutkan oleh Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, S.Ip, M.Si tentang kewaspadaan akan pecah belahnya umat Islam.

“Umat islam sekarang ini banyak yang terpecah belah karena banyak penyusupan pemikiran yang bisa mempengaruhi akidah umat,” kata Kivlan.

Kegiatan berjalan lancar. Tampak hadir berjaga ormas Islam Jamaah Ansharusy Syariah dan elemen umat Islam lainnya..

Reporter : Hasan Shoghir

 

‘Mengganas’, Dolar AS Tembus Rp 15.200

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah siang ini menembus level Rp 15.200. Kurs dolar AS sebelumnya berada di level Rp 15.190.

Nilai tukar dolar AS berada di level tertingginya di Rp 15.200 dan level terendahnya di Rp 15.185 seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/10/2018) lansir Detik.com.

Mata uang Paman Sam terus menguat seiring membaiknya kondisi ekonomi AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Angka pengangguran AS turun hingga 3,7% pada periode September 2018 dan merupakan yang terendah dalam 49 tahun.

Suku bunga acuan AS juga baru saja dinaikkan ke level 2-2,5%. Kenaikan suku bunga acuan AS sudah diprediksi oleh pelaku pasar seiring membaiknya data perekonomian AS.

Diperkirakan The Fed masih akan melakukan penyesuaian suku bunga sekali lagi di tahun ini dan tiga kali di tahun depan.

sumber: detik.com

Pesawat Komersil Sudah Mulai Beroperasi di Bandara Kota Palu

PALU (Jurnalislam.com) – Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah sudah mulai beroperasi. Rencananya runway sepanjang 2.250 meter tersebut ditargetkan dapat beroperasi normal pada 11 Oktober 2018 mendatang.

Pantauan Jurnalislam.com, terlihat pesawat komersil Lion Air dan Wings Air mulai beroperasi di bandara tersebut. Meski ada juga beberapa maskapai belum mulai beroperasi pasca gempa dan tsunami yang menimpa Sulawesi Tengah.

“Sudah berangsur mulai beroperasi, tapi memang untuk masakapai Garuda belum,” kata salah satu anggota TNI Mayor Santos yang berjaga di sekitar bandara, Senin (8/10/2018) kepada Jurnalislam.com.

Sejumlah bantaun untuk para korban pun terus berdatangan melalui bandara, terlihat beberapa pesawat Hercules milik TNI AU sedang menurunkan bantuan logistik. Sejumlah relawan asingpun nampak terlihat wara wiri di bandara.

“Bantuan sudah banyak berdatangan yang sebagain diangkut oleh pesawat Hercules,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan perbaikan runway Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Sulawesi Tengah. Runway sepanjang 2.250 meter tersebut ditargetkan dapat beroperasi normal pada 11 Oktober 2018.

“Tanggal 11, paling lambat tanggal 12 runway sepanjang 2.250 meter bisa digunakan. Artinya pesawat yang lebih besar, Airbus 320 juga 737 yang lain bisa mendarat. Sehingga dari jakarta bisa langsung ke sana,” ujar Budi Karya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/10/2010).

Reporter: Ally Muhammad Abduh

Rupiah Melemah, Pemerintah Diminta Waspada Penurunan Daya Beli

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Pemerintah diminta mewaspadai melemahnya daya beli masyarakat akibat menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah. Terlebih bila penguatan dolar diikuti kenaikan suku bunga perbankan.

Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad) Aldrin Herwani mengatakan, menguatnya dolar dikhawatirkan diikuti opsi melakukan penyesuaian suku bunga. Tujuannya untuk menarik dana masyarakat. Namun, bila kebijakan itu diambil, dapat berimbas pada sektor riil.

“Para pelaku usaha juga akan melakukan penyesuaian harga jual produk, bila suku bunga kredit naik. Imbasnya, buying power masyarakat akan melemah. Itu membuat masyarakat mengubah, menunda, atau mengurangi rencana serta anggaran belanjanya,” kata Aldrin, Ahad (7/10/2018) lansir Sindonews.com.

Melemahnya daya beli masyarakat menyebabkan banyak barang tertumpuk. Industri-industri pun terancam keberlangsungannya karena berkurangnya income hasil penjualan produk.

Pemerintah, lanjut dia, mesti mencari atau melakukan kajian untuk menghindari opsi kenaikan suku bunga sehingga dampak penguatan dolar tak berimbas ke sejumlah sektor di Indonesia.

Aldrin menjelaskan, kondisi saat ini masih lebih baik dibanding 1998. Meski rupiah terdepresiasi, namun indikator perekonomian nasional masih positif. Kondisi ini, lanjutnya, berbeda dengan 1998 yang saat itu, ekonomi nasional goyang karena berbagai faktor.

“Memang benar bahwa rupiah terdepresiasi. Namun, jika perbandingannya dengan kondisi 1998, saat ini masih lebih baik,” tandas dia.

sumber: sindones

BNPB: Sistem Kelistrikan di Sulteng Sudah 75% Normal

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Infrastruktur listrik, telekomunikasi, jalan, bandara dan suplai BBM sudah mulai pulih di daerah terdampak gempa Sulawesi Tengah. Bantuan dari negara asing pun sudah mulai mengalir ke lokasi bencana.

“Saat ini 75% sistem kelistrikan di Sulteng sudah menyala karena PLTU Mpana sudah beroperasi normal. lima gardu induk dan transmisi Sulselbarteng sudah beroperasi, dan 80 genset sudah beroperasi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Update Tanggap Bencana Sulteng’ di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (6/10/2018).

Adapun, Sutopo menambahkan, suplai BBM ke wilayah terdampak sudah mencapai 75% dari kebutuhan. Sebanyak 17 SPBU sudah beroperasi. Sedangkan, transportasi jalan sekitar Kota Palu sudah tembus 6 km dari sebelumnya yang terputus sepanjang 12 km. Bandara Mutiara Sis Aljufri sudah bisa mengoperasikan penerbangan komersial di samping penerbangan perbantuan dari militer dan bantuan asing.

Menyangkut percepatan pemulihan sistem telekomunikasi, menurut Sutopo sudah mengalami kemajuan cukup banyak. Saat ini, Base Transceiver Station (BTS) operator seluler suduah pulih sekitar 60%. “Ini disebabkan pulihnya pasokan listrik di Palu,” jelasnya.

Selain itu, dari data termutakhir BNPB pada H+8 ini, dijelaskan, sampai Jumat (05/10/2018) malam tercatat 1.649 orang korban meninggal, tersebar di Kabupaten Donggala 159 orang, 1.413 di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 16 orang dan 1 orang di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

“Paling banyak korban memang di Palu. Kami melihat itu disebabkan terjangan tsunami, belum terevakuasi semua area tadi. Kita terus berusaha mengevakuasi dan semua jenazah yang ditemukan sudah dimakamkan semua,” pungkasnya.

Relawan Nilai Penanganan Gempa Palu oleh Pemerintah Belum Maksimal

Jurnalislam.com–Upaya penanganan korban yang terdampak bencana di Palu yang dilakukan pemerintah pusat dinilai belum maksimal. Hal itu diketahui dari hasil assessment yang dilakukan tim relawan gabungan Jawa Barat per 4 Oktober 2018.

Salah satu kendala yang dihadapi yaitu minimnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang tersedia, sehingga membuat proses distribusi relawan dan bantuan logistik untuk korban bencana menjadi terhambat.

Asisten Operasional Relawan Gabungan Jabar Reggi Munggaran mengatakan, kedatangan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja beberapa waktu lalu rupanya belum memberikan dampak signifikan.

“Faktanya BBM masih langka, listrik masih belum pulih 100 persen, akses darat banyak yang terputus serta akses udara dan laut masih mandeg sehingga penanggulangan bencana Palu-Donggala masih lambat,” kata Reggi dalam keterangan tertulis, Jumat (5/10/2018) lansir Kompas.com.

“Padahal faktor-faktor tersebut adalah penunjang utama untuk percepatan penanggulangan bencana Palu-Donggala,” imbuh dia.

Hingga saat ini, sudah 67 warga Jawa Barat yang selamat dari bencana gempa dan tsunami telah dipulangkan kembali ke kampung halaman.

Sesuai alur, mereka diterbangkan dengan menggunakan pesawat komersial dari Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan untuk transit.

Setelah itu, mereka kembali diterbangkan menuju Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. Sementara itu, masih ada sekitar 135 warga Jawa Barat yang menanti dipulangkan namun masih terkendala lantaran ada sejumlah hal yang menghambat.

Saat ini, Reggi menambahkan, tim gabungan masih terus melakukan langkah kemanusiaan, seperti penanganan kesehatan bagi warga yang selamat, evakuasi korban yang meninggal, mencari korban hilang hingga mendata kebutuhan korban di posko pengungsian secara terukur.

Ia pun berharap, agar semua pihak dapat bergerak lebih cepat dalam menangani para korban. Sehingga, sejumlah kendala yang terjadi di lapangan dapat segera tertangani.

Rupiah Melemah, Ekonom : Gagal Bayar Utang Swasta Sebabkan PHK Massal

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa per September 2018 turun 2,6% ke level US$ 114,8 miliar.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, penurunan cadangan devisa tersebut terbilang tipis. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan shock besar di akhir 2018.

Menurut dia, apabila cadangan devisa dihemat untuk intervensi rupiah artinya rupiah berpotensi melemah. Hingga saat ini (5/10) nilai tukar rupiah ada di posisi Rp 15.182 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan sampai akhir tahun cadangan devisa diperkirakan akan kembali turun ke level US$ 110 miliar. 

Dengan kondisi ini, menurut analisis Bhima, rupiah juga akan terus mengalami tekanan hingga akhir tahun. Meskipun tetap ada tekanan global. Bhima memprediksi rupiah capai level Rp 15.200-15.600 per dollar AS pada akhir tahun.

“Ditambah dengan hantaman dari dollar, pelemahan rupiah berimbas pada gagalnya bayar utang swasta. Swasta akan tunda ekspansi dan kalau terjepit bisa sebabkan PHK massal,” ungkap Bhima lansir Kontan.co.id

Bhima melihat pemerintah belum banyak mengeluarkan cadangan devisa untuk kebutuhan stabilitas rupiah. Penggerusan cadangan devisa masih difokuskan pemerintah untuk membayar utang rutin. 

sumber: kontan

Analis Prediksi Rupiah Melemah hingga Rp 15.500 Per Dolar

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi kurs rupiah  masih akan melemah hari ini. William memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.000 – Rp 15.550 per dolar Amerika Serikat.

“Setelah data ekonomi AS semakin membaik dan pernyataan hawkish Powell, maka dollar AS akan semakin menguat,” kata William saat dihubungi, Jumat, 5 Oktober 2018 lansir Tempo.co.

Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 15.133 pada 4 Oktober 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 45 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 15.088 pada 3 Oktober 2018. Sedangkan pada 4 Oktober 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 15.209 dan kurs beli Rp 15.057.

Kemarin pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 75 poin menjadi Rp 15.139 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.064 per dolar AS.

“Dolar AS bergerak menguat terhadap beberapa mata uang kuat dunia, termasuk rupiah seiring data tenaga kerja di Amerika Serikat yang naik,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018.

Mikail mengemukakan penyerapan tenaga kerja di sektor swasta Amerika Serikat naik menjadi 230 ribu pekerja pada September, lebih tinggi dibandingkan Agustus yang sebanyak 168 ribu. “Angka itu juga lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar 185 ribu. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari lalu,” katanya lansir Tempo.co.

 

BNPB : 3,8 Juta Penduduk Indonesia Berisiko Terancam Tsunami

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 3,8 juta jiwa penduduk Indonesia memiliki risiko terhadap ancaman bencana tsunami. Kawasan Indonesia Timur dinilai lebih rawan terhadap tsunami.

“Waktu untuk menyelamatkan diri hanya 30 menit hingga 40 menit. Karena itu, mitigasi bencana tsunami penting,” kata Sutopo dalam jumpa pers terkait gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Rabu (3/10/2018).

Sutopo mencontohkan gempa 7,8 Skala Richter diikuti tsunami 36 meter di Flores pada 12 Desember 1992 yang menyebabkan 2.600 orang tewas dan hilang. Jarak waktu antara gempa dengan tsunami hanya lima menit.

Singkatnya, waktu antara gempa dengan tsunami karena tsunami di Indonesia bersifat lokal. Artinya, sumber gempa pemicu tsunami berada di sekitar wilayah Indonesia.

“Kawasan Timur Indonesia lebih rawan tsunami, tetapi masih minim penelitian, sarana prasarana, sosialisasi dan mitigasi tsunami,” jelasnya.

Selain gempa dan tsunami di Flores pada 1992, kejadian serupa juga pernah terjadi di Ambon pada 1674. Tercatat, 2.243 orang tewas akibat tsunami dengan ketinggian 80 meter hingga 100 meter.

“Antara 1629 hingga 2018, gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, terdapat 176 kejadian tsunami besar dan kecil,” katanya.

Sementara itu, penduduk Indonesia yang berisiko terancam gempa bumi sebanyak 148,4 juta jiwa. Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.

Sumber : Republika.co.id