Ini Poin Penting Seminar Nasional Bendera Tauhid di Surabaya

SIDOARJO (Jurnalislam.com)—Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur menggelar Seminar Nasional bertajuk ‘Bendera Tauhid dalam Lintasan Sejarah, Perspektif Shirah dan Ketatanegaraan Indonesia’ di Hotel Utami Surabaya, Rabu (28/11/2018).

Acara ini menghadirkan para pakar di bidangnya masing-masing. Hadi pula dalam acara ini perwakilan MUI Jatim dan Kapolda Jatim Inspektur Jendral Polisi Drs. Lucky Hermawan, juga ratusan peserta seminar dari berbagai kalangan.

Pembicara seminar yang juga Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suteki menegaskan bahwa bendera tauhid sampai detik ini tidak pernah dilarang oleh negara.

“Beda halnya dengan bendera PKI yang sudah jelas dilarang Undang-undang negara. Bila hukum sudah ditumpangi oleh politik, maka hukum itu hanya akan menjadi mainan sehingga tidak pada porsi,” kata Suteki.

Ia juga mengatakan jika masyarakat  saat ini lebih disibukkan oleh bendera tauhid ketimbang bendera bintang kejora yang jelas membahayakan keutuhan dan stabilitas nasional.

Pemateri lainnya, kurator kebangsaan Bung Karno yang juga Guru Besar ITS, Prof. Daniel mengatakan bahwa bendera tauhid dapat menjadi pemersatu umat Islam yang selama ini tekesan terkotak-kotak oleh organisasi.

“Politik Genduruwo ini sangat menakuti umat islan saat ini sehingga membuat kita menjadi bodoh dan terbelenggu dengan kondisi politik saat ini. Selain itu kasus pembakaran bendera tauhid juga terdapat 2 masalah yaitu menolak kebangkitan islam dan menolak kemerdekaan yang Allah berikan”, kata  Prof. Daniel

Sementara itu, perwakilan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jatim,  ustaz Bahrul Ulum  mengatakan secara fikih, tak ada satupun mahzab dalam Islam yang menolak benera tauhid.

“ Pada intinya tidak ada yang menolak kecuali mereka yang tidak suka yaitu dari kalangan munafik dan kafir,”tegas Ustaz Bahrul Ulun, M.Pi.

Ustaz Felix Siauw Ajak Pemuda Muslim Penuhi Monas di Reuni 212

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Dai kondang keturunan Thionghoa ustaz Felix Siauw mengajak para pemuda muslim untuk hadir dalam acara reuni 212 di Monas, Jakarta, Ahad, (2/12/2018).

Menurutnya, Allah menurunkan barakahnya pada aksi yang diawali atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok 3 tahun yang lalu itu.

“Saya mengajak kepada teman teman sekalian untuk meramaikan mengikuti dan mensukseskan reuni 212 tanggal 2 desember 2018,” katanya kepada Jurnalislam.com di Masjid Al Mukmin, Pondok, Sukoharjo, Sabtu, (24/11/2018).

Bagi ustaz Felix, aksi 212 adalah sebuah keberkahan yang diturunkan oleh Allah. “Sebuah hidayah yang turun tanpa henti disitu, karena kita melihat ketika 3 tahun yang lalu, 212 itu memberikan banyak sekali semangat bagi kaum muslimin,” sambung ustaz Felix.

Ustaz Felix ikut membantah atas tuduhan adanya agenda politik di aksi reuni 212, secara nyata, katanya, efek 212 membuat banyak orang untuk kembali ke ajaran Islam dan menunjukan pada dunia bahwa Islam adalah agama perdamaian.

“Orang banyak yang mengatakan bahwa itu ditunggangi politik, orang bisa mengatakan itu makar, orang bisa mengatakan dan lain sebagainya, yang jelas setelah 212 masjid masjid tambah rame, yang jelas setelah 212 orang lebih banyak ikut kajian,”paparnya.

“Setelah 212 orang lebih banyak mengetahui apa itu islam, bagi saya itu lebih dari cukup alasan bagi teman teman sekalian untuk hadir disana dan rasakan hidayah Allah melimpah ruah disana,” tandasnya.

Pameran Indonesia Expo di Jeddah Hadirkan Produk Dalam Negeri

JEDDAH (Jurnalislam.com)— Pameran produk unggulan bertajuk ‘Made In Indonesia Expo 2018’ untuk pertama kalinya digelar di Jeddah, Arab Saudi, guna memperkenalkan produk-produk unggulan asal Indonesia di Arab Saudi dan Timur Tengah.

“Jadi pameran ini untuk mempromosikan Indonesia di Arab Saudi khususnya dan Timur Tengah umumnya. Karena, Indonesia belum dipandang sebagai sebuah negara yang memiliki potensi hubungan dagang atau tempat wisata dan investasi yang menguntungkan,” kata Ketua Penyelenggara Pameran Indonesia Expo 2018 Sukur Sakka di Jeddah, Selasa (27/11).

Pameran yang diselenggarakan di Jeddah Center for Forums & Events, Jeddah, Arab Saudi ini akan menampilkan 75 anjungan produk-produk dan jasa asal Indonesia dari berbagai perusahaan. Menurut SUkur, 70 persen di antara produk yang dipamerkan adalah produk makanan, mengingat makanan asal Indonesia memiliki peluang besar di pasar Arab Saudi.

“Makanan mulai dari kopi, makanan jadi, cokelat, karena itu yang kelihatannya peluang terbesar yang ada di sini. Produk itu yang bisa memikat,” ungkap Sukur.

Pada pameran perdana ini, Sukur mengutamakan pengenalan produk maupun jasa asal Indonesia. Kendati demikian, Sukur berharap agar pameran yang digelar mulai 28 November hingga 1 Desember 2018 tersebut mampu menghasilkan satu miliar dolar AS.

Menurut Sukur, pameran ini terselenggara atas kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Indonesia dan Jeddah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), dan Kementerian Perdagangan.

Dalam rangkaian ini, pihak Kemendag akan melaksanakan forum bisnis dan mempertemukan pengusaha Jeddah dan Indonesia untuk menjalin kerja sama bisnis. Diperkirakan, terdapat sekitar 1.000 pengunjung yang akan menghadiri pameran yang akan resmi dibuka pada Rabu (28/11) pukul 19.00 waktu Jeddah tersebut.

Sumber: republika.co.id

Aneh, P3M Mengaku Tak Kenal Donatur Proyek Memata-matai Masjid

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) merilis hasil studi terkait hasil memata-matai masjid-masjid di lingkungan pemerintah yang terpapar radikalisme.

Hasil studi ini sebenarnya dirilis pada 18 Juli 2018 lalu, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Dari hasil studi P3M terhadap aktivitas khutbah di lingkungan mesjid di lingkungan pemerintahan, P3M menyebut dari 100 masjid yang dimata-matai ada 41 masjid pemerintah terpapar radikal.

Hasil ini kemudian dikutip Badan Intelijen Nasional (BIN) dan bergulir menjadi polemik.

Dipilihnya masjid pemerintah sebagai objek untuk menyederhakan studi, merujuk data ormas versi Kemendagri per Januari 2018 mencapai 159 ribu ormas, jika 10 persennya adalah ormas Islam, maka studi akan semakin kompleks dengan keragaman masjid-masjid di berbagai wilayah dengan kultur dan corak di masing-masing daerah.

P3M kemudian bekerjasama dengan Rumah Kebangsaan dalam hal dukungan dana. Agus menambahkan, Rumah Kebangsaan dipilih karena dinilai memiliki visi misi yang sama, memiliki program sosial kemasyarakatan yang didalamnya termasuk pemberdayaan rumah ibadah.

“Kami bilang ke teman-teman, kami tidak punya banyak duit untuk studi, telepon Rumah Kebangsaan punya program masjid, kami kontak mereka dan setuju,” kata Agus Muhammad dalam program ILC, 27 November 2018.

Anehnya, saat ditanya lebih jauh, Agus mengaku tidak tahu apa itu Rumah Kebangsaan dan siapa pimpinan lembaga yang dia sebut sebagai donatur riset ‘Masjid Terpapar Radikal’. Ia hanya menyebut Rumah Kebangsaan layaknya LSM sosial kemasyarakatan.

“Ketuanya saya enggak tahu, kami kerjasama dengan direkturnya Erika,” ujarnya.

Dalam kesempatan lain, penceramah Ustaz Haikal Hassan menyebut Rumah Kebangsaan dipimpin oleh Darmadi Durianto, anggota Komisi VI dari PDIP.

“Yang anggota humasnya namanya Charles, Oktafius, saya saja tahu,” timpal Ustaz Haikal di ILC.

“Kalau bapak bekerjasama dengan PDIP bilang aja enggak apa-apa, atau bukan PDIP tapi pribadi Darmadinya ya silakan aja. Tapi kalau sampai enggak tahu Rumah Kebangsaan itu, semua orang tahu Rumah Kebangsaan. Pak Darmadi Durianto, anggota Komisi VI PDIP,” katanya.

Sumber: viva.co.id

Ormas Islam Protes Iklan Berkonten Pornografi, EC Karaoke Minta Maaf

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Sejumlah anggota ormas Islam Soloraya mendatangi Mapolsek Grogol, Sukoharjo terkait munculnya iklan EC Karaoke di Solo Baru, ahad, (25/11/2018) malam.

Mereka meminta kepada Polsek Grogol dan Polres Sukoharjo mengingatkan EC Karaoke yang telah memasang iklan di Instagram dan Baliho yang dinilai kurang pas

Hadir perwakilan Ormas Islam Endro Sudarsono (LUIS), Agus Junaidi (KMM), Bangun (Bang Japar), Hamru (FUI Karanganyar), Nur (Konas) dan diterima Yatno Kanit Intel Polsek Grogol dan Kardi anggota Intel Polres Sukoharjo. Sedangkan dari EC Karaoke hadir Riski, mewakili manajemen.

Akhirnya management EC Karaoke Riski secara lesan mengakui kesalahan, minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi baik secara lisan maupun tulisan.

“EC Karaoke sudah 2 kali ini mengiklankan wanita seksi. Yang pertama Desember 2017 melalui Instagram dan kali ini melalui Instagram dan Baliho,” kata Humas LUIS Endro Sudarsono senin, (26/11/2018).

Endro Juga meminta agar pihak pengelola Hartono Trade Center (HTC) selaku pemilik ruang iklan dan baliho agar lebih selektif mengiklankan diruang publik.

“Ormas Islam mengingatkan juga terkait jam operasional yang sering dilanggar,” tandasnya.

Presiden Hadiri Kemah Pemuda Islam, Polisi Dinilai Menghina Eksistensi Jokowi

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com)- Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak menyebut pihak aparat kepolisian melakukan penghinaan terhadap Jokowi atas munculnya dugaan kasus penyimpangan anggaran kemah dan apel Pemusa Islam Indonesia dari Menpora tahun 2017 yang lalu.

 

“Bagi saya sih sebenarnya apa yang dilakukan terhadap pihak kepolisian justru menghina pak Jokowi, dimana pak Jokowi sendiri pada saat iti adalah orang yang ikut senang dengan acara itu dan kami diminta oleh Menpora untuk membantu dan kami membantu,” katanya saat ditemui Jurnalislam.com usai pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Gedung Sportorium UMY senin, (26/11/2018).

 

“Dan kami akhirnya dengan peristiwa ini kami merasa dikerjain dan akhirnya kami memutuskan akan mengembalikan bantuan dari kemenpora tersebut,” imbuhnya.

 

Dahnil juga merasa Pemuda Muhammadiyah (PM) dikriminalisasi atas tuduhan penyimpangan anggaran yang ditujukan kepadanya. Padahal sebelumnya, niat PM ikut dalam kegiatan kemah itu dalam rangka membantu Presiden Jokowi yang selama ini kerap disebut anti terhadap Islam.

 

“Terkait dengan upaya kami membantu pak Jokowi hadir pada saat itu dan bahkan beliau datang tanggal 10 kemudian bergeser menjadi tanggal 16 demi supaya umat islam bisa dipersatukan, kami berusaha membantu kemudian tuduhan tuduhan anti islam terhadap pak Jokowi, kemudian kami berusaha membantu dalam konteks ini tapi kemudian justru kami dikriminalisasi oleh polisi,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Dahnil mengaku seharusnya kontrak proposal yang diajukan Pemuda Muhammadiyah sudah batal paska bergantinya acara, dan ia juga menjelaskan tidak bisa terlibat langsung akibat terkendala masalah umur.

 

“Karena memang kontraknya sudah batal secara hukum, tadinya pengajian akbar kemudian digeser menjadi apel akbar, jadi teman teman yang mengerjakan itu,” ungkapnya.

 

“Jadi saya sampaikan kepada mereka bahwa ini terang upaya kriminalisasi karena kalau kemudian cara cara seperti ini dilakukan ormas, semua OKB bisa di kriminalisasi, jadi berharap stop perilaku seperti ini,” pungkas Dahnil.

Polisi Enggan Ungkap Identitas Pelapor Dahnil

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih merahasiakan identitas pelapor kasus dugaan korupsi kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia pada 2017 lalu.

Polisi beralasan, kerahasiaan itu dijaga untuk memberikan perlindungan kepada pelapor.

“Ya, sama kayak pelapor di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kan tidak semua diungkap. (Korupsi) ini kan lex specialis, kejahatan extraordinary,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Dedi mengklaim penyelidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak itu berdasarkan laporan masyarakat, bukan laporan model A buatan penyidik.

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada unsur politik pada penyelidikan yang dilakukan Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu.

“(Laporan) dari masyarakat. Detailnya silakan tanya ke Polda Metro. Yang jelas, Polri bekerja sesuai dengan fakta hukum,” kata Dedi.

sumber: viva.co.id

 

Untuk Bayar Utang, BPJS Mengaku Akan Disuntik Dana Rp5,6 Triliun

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebut bakal kembali mendapatkan suntikan dana sebesar Rp5,6 triliun dari Kementerian Keuangan guna melunasi tunggakan yang belum dibayarkan ke rumah sakit mitra kerja sama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyebutkan suntikan dana itu merupakan review kedua yang dihasilkan dari rapat dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Jadi hasil review kedua yang baru bersifat sementara itu adalah sudah diputuskan pemerintah akan menyuntik lagi dana subsidi Rp5,6 triliun. Jadi ini akan segera berproses,” kata Fachmi, dikutip dari Cnnindonesia.com, Senin (26/11).

Dia menjelaskan sebelumnya pihaknya telah mendapat suntikan dana pertama sebesar Rp4,9 triliun pada akhir September lalu. Seluruh dana tersebut, menurut dia, sudah digunakan untuk melunasi tunggakan kepada rumah sakit.

Rencananya, suntikan tahap kedua, akan digunakan untuk melunasi sisa tunggakan yang belum dibayarkan kepada rumah sakit. Saat ini, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kemenkeu terkait proses administratif pencairan dana.

“Kami mohon kepada rumah sakit untuk tetap melayani dengan baik. Komitmen ini komitmen kami bersama untuk tetap menjaga program ini tetap berkelanjutan,” pungkasnya.

Kondisi keuangan BPJS Kesehatan saat ini memang tengah mengalami defisit. Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo beberapa waktu lalu mengatakan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menunjukkan potensi defisit neraca keuangan BPJS Kesehatan tahun ini mencapai Rp10,98 triliun.

sumber: cnninonesia.com

Prabowo Jadi Pembicara Utama Acara ‘The Economist’ di Singapura

SINGAPURA (Jurnalislam.com)–Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dijdwalkan akan menjadi pembicara utama pada acara “The World in 2019” Gala Dinner di Singapura pada Selasa, 27 November 2018. Acara tersebut diselenggarakan oleh majalah terkemuka di Inggris, The Economist.

“Acara itu diselenggarakan oleh The Economist, majalah berpusat di London, Inggris yang populer dan paling terpercaya bagi para pemimpin dan pengambil keputusan dunia dalam ulasan nya mengenai isu sosial, ekonomi, dan politik global,” kata Direktur Hubungan Internasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Irawan Ronodipuro melalui keterangan tertulisnya, Senin (26/11).

Menurut Irawan, dalam forum itu Prabowo diundang untuk memaparkan pandangan strategisnya dalam upaya memajukan bangsa Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan, komunitas pengambil keputusan internasional ingin mengetahui lebih lanjut pandangan strategis Prabowo dalam membawa Indonesia menjadi negara berdaulat yang bisa berkontribusi untuk perekonomian global.

“Salah satu strategi yang akan ia titikberatkan adalah kemampuan Indonesia untuk menyediakan pasokan bioenergi untuk keperluan global dengan adanya 10 juta hektar lahan degradasi yang bisa diolah kembali untuk menghasilkan bioenergi,” tutur Irawan.

Selain itu, dalam kegiatannya selama dua hari di Singapura Ketua Umum Partai Gerindra itu juga sempat bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Senin (26/11).

rawan mengatakan, PM Loong merupakan salah sahabat Prabowo. Agenda pertemuan tersebut juga belum lama dibuat.

“Agenda pertemuan dengan PM Loong ini juga belum lama dibuat. Sebagai salah satu sahabat Prabowo, tentunya PM Loong menyambut langsung saat Prabowo ke Singapura,” ucap Irawan.

Sumber : Kontan.co.id

 

Catat! Muslim Fashion Festival Akan Digelar Bulan Mei 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Muslim Fashion Festival Indonesia (Muffest) ke-4 akan kembali digelar di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat pada 2-5 Mei 2019 mendatang.

Muffest yang diselenggarakan oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan Diandra Promosindo menggandeng community partner, yakni Hijabers Mom Community dan Hijabers community menghadirkan Trend Forecasting 2019/2020 dengan tema Singularity.

“Muffest diarahkan sebagai muara dari perkembangan terkini industri fesyen Muslim Indonesia, yang meliputi segi kualitas, kuantitas, inovasi bisnis, teknologi dan tren,” kata Ali Charisma selaku National Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC) saat jumpa pers di Pasific Place, SCBD, Jakarta Pusat, Senin, 26 November 2018.

Ali meyakini bahwa ajang ini akan memperluas akses dan meningkatkan kompetisi produk fesyen Muslim Indonesia. Selain itu, supaya produk lokal bisa bersaing di tingkat internasional.

“Dan terakhir dapat mewujudkan Indonesia sebagai pusat belanja, produksi dan barometer tren fesyen muslim global,” ujarnya.

Dalam Muffest 2019, ada sebanyak 100 desainer yang akan menampilkan koleksi busana. Bakal ada empat tema dalam Muffest 2019, yakni Exuberant, Neo Medieval, Svarga, dan Cortex di Muffest 2019.

“Utamanya Singularity, tapi keempat tema itu tidak bisa lagi dirangkum karena konsumen bermacam-macam,” kata Ali.

Keempat tema tersebut memiliki karakter busana muslim yang sangat kuat. Svarga, misalnya, yang menampilkan gaya berbusana lebih etnik, Neo Medieval menonjolkan gaya yang lebih bold dan berani, Cortex menampilkan busana bergaya muda, sementara Exuberant lebih mengarah pada gaya lebih elegan dan mapan.

Sumber: viva.co.id