Madu, Diciptakan Allah dengan Sejuta Manfaat

JURNALISLAM.COM –– Allah subhanahu wata’ala menciptakan segala apa yang ada di bumi ini pasti dengan maksud dan tujuan tertentu, ada yang diciptakan untuk memberikan ujian kepada manusia, namun ada juga yang diciptakan untuk membantu dan memberi manfaat bagi anak cucu adam yang ada di bumi ini.

Begitu pula dengan Madu, ya, ketika mendengarkan kata madu pasti yang terbenak dalam fikiran kita adalah sejuta manfaat yang diberikan oleh cairan yang dihasilkan oleh hewan lebah itu, tapi kalau dimadu ? Pasti kata itu bikin wanita mengerutkan kening kepala namun membuat para pria tersenyum ceria, hihihi

Kembali ke pembahasan madu, ternyata hewan lebahlah yang menghasilan madu. Pada dasarnya lebah mengubah nektar yang ada di bunga untuk menjadi madu, lalu seperti apa prosesnya ? Mari kita ulas satu pertsatu, tapi secara singkat saja ya wankawan, :). Dalam hal ini lebah pekerjalah yang bertugas mengangkut nektar nektar dari bunga. Lebah pekerja memiliki kantong yang dapat menyimpan nektar yang dihasilkan dari 150 hingga 1500 bunga. wah, banyak juga ya ternyata.

Dalam mengambil nektar dari bunga, lebah juga menghantarkan serbuk sari yang membantu proses pembuahan bunga. Jadi simbiosis mutualisme ya, sama sama menguntungkan. Hihihi. Nah, saat kantong kantong lebah sudah penuh terisi dengan nektar, lebah lebah kembali ke sarangnya untuk melakukan proses selanjutnya.

Didalam sarang, sudah ada lebah lain yang sering dinamakan lebah rumahan. Mereka menunggu lebah pekerja membawa nektar nektar dari bunga. Selanjutnya, lebah rumahan kemudian memproses nektar dengan mulut dan perutnya karena memiliki enzim-enzim tertentu. Enzim enzim itu berfungsi untuk memecah bentuk gula pada nektar yang berbentuk disakarida menjadi monosakarida, sehingga bentuknya menjadi lebih sederhana.

Nah, selanjutnya hasil pengolahan dari nektar itu kemudian diletakan di dalam sarang, pada awalnya, nektar mempunyai kandungan air sebesar 70-80 persen, jadi bentuknya sangat cair ya, namun setelah melalui proses pengolahan dengan enzim dan juga suhu didalam sarang lebah yang hangat. Kandungan air itu akhirnya menguap dan membuat kandungan air menjadi sekitar 18 persen saja.

Nah nektar yang sudah diproses dengan sedemikian itu, akhirnya menghasilkan bentuk cairan kendal yang kita kenal dengan madu seperti yang kita lihat sekarang, cukup rumit ya ternyata proses menjadi madu wankawan.

Kemudian pada zaman Mesir kuno, madu sudah menjadi bahan lokal yang dikonsumsi rumah tangga. Madu dihargai sangat tinggi dijaman itu. Bahkan madu pernah dipakai sebagai alat pembayaran oleh masyarakat kala itu, artinya sudah sejak zaman dulu madu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peradaban manusia.

Lalu bagaimana Islam memandang tentang madu, Al Quran sendiri menempatkan secara spesial Lebah Madu dalam salah satu nama surat didalamnya. Yakni surat An Nahl yang artinya Lebah Madu.Dan lebih rinci lagi di ayat ke 68-69 Allah subhanahu wata’ala berfirman,

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir. (QS An Nahl : 68-69)

Di ayat ke 69 menjelaskan bahwa madu bisa menjadi obat yang bisa menyembuhkan manusia, serta bermacam-macam warnanya. Lalu apasih manfaat madu, benarkah madu bisa menjadi obat bagi manusia ? Sebelum sampai kesana, kita cari tahu dulu kandungan yang ada didalam madu.

Madu mengandung glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam jumlah yang tinggi. Menurut Winarno (1982), kadar dekstrosa dan levulosa yang tinggi mudah diserap oleh usus bersama zat-zat organic lain, sehingga dapat bertindak sebagai stimulant bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan. Selain itu, madu juga memiliki sifat antimkiroba. Berdasarkan hasil peneliti Komara (2002), madu memiliki aktivitas senyawa antibakteri terutama pada baktero Gram (+), yakni bakteri S, Aureus, B. cereus. (arie/dbs)

HMI Serukan Kadernya Boikot Produk Cina

SOLO (Jurnalislam.com) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Surakarta melakukan aksi unjuk rasa mengecam pemerintahan Tiongkok yang melakukan pembantaian terhadap muslim Uighur.

Puluhan mahasiswa berkumpul di kantor cabang HMI jalan Yodosipuro no.81 kemudian melakukan konvoi menuju Bundaran Gladak, Solo, Selasa, (18/12/2018).

“Jika pemerintah China tidak segera mengakhiri penindasan kepada muslim Uyghur maka Pengurus Besar (PB) HMI mendesak wakil pemerintahan China untuk segera angkat kaki dari bumi Indonesia. Karena di Indonesia tidak ada tempat untuk negara penindas Muslim dan pelanggar HAM,” kata Korlap aksi Muhammad Nasrul.

Selain itu, kata Nasrul, Sebagai perwujudan dari persaudaraan Universal (Universal Brotherhood) dan Ukhuwah Islamiyah maka PB-HMI menghimbau kepada negara-negara muslim untuk bersatu dan memberikan tekanan politik kepada Cina agar menghentikan penindasan dan pembantaian terhadap muslim Uyghur.

“Kepada pemerintah lndonesia dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam untuk bersatu melakukan tekanan kepada pemerintah China untuk segera menyudahi kekejaman dan penindasan kepada Mushm Uyghur,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Nasrul, PB-HMI mendesak seluruh pengurus pusat hingga cabang untuk melakukan aksi boikot produk Cina yang beredar di Indonesia.

“Menghimbau kepada pengurus Badan Kordinasi, Cabang dan komisariat serta keluarga besar HMI seluruh Indonesia Untuk melakukan aksi serempak turun kejalan serta melakukan boikot terhadap semua produk China di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Soal Uighur, JK : Indonesia Tak Bisa Ikut Campur Masalah Domestik Cina

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan sikap Republik Indonesia yang menolak penindasan dan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina.

Namun, menurut JK, Indonesia juga tak bisa mencampuri urusan dalam negeri Republik Rakyat Cina (RRC).

“Kita semua menolak atau mencegah suatu penindasan kepada hak asasi manusia,” ujar JK seusai memberikan pidato pada konferensi di Jakarta, Senin (17/12).

Jusuf Kalla berkata, Pemerintah Indonesia tidak bisa ikut campur masalah domestik yang dialami Muslim Uighur. Pasalnya, hal tersebut merupakan kedaulatan Cina.

“Kalau masalah domestik, tentu kita tidak ingin mencampuri masalah Uighur. Tapi secara umum, penghentian pelanggaram HAM juga harus kita perjuangkan,” tuturnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengecam keras penindasan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang. Penindasan seperti itu, menurut Din, merupakan pelanggaran nyata atas hak asasi manusia dan hukum inter nasional.

Hak asasi manusia dan International Covenant on Social and Political Rights menegaskan adanya kebebasan beragama bagi sege nap manusia. “Maka, Muslim Uighur yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang memiliki kebebasan menjalankan ajaran agamanya,” ujarnya, Senin (17/12).

President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) itu meminta penindasan dihentikan. Ia juga mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menyelamatkan nasib umat Islam Uighur dan bersikap tegas terhadap rezim Cina agar memberikan hak-hak sipil bagi sesama Muslim.

“Secara khusus, Dewan Pertimbangan MUI meminta Pemerintah Indonesia menyalurkan sikap umat Islam Indonesia dengan bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah RRC dan membela nasib umat Islam di sana,” ucapnya. Kepada umat Islam sedunia, Din mengimbau untuk menyalurkan tangan pertolongan bagi saudara-saudara Muslim lewat cara-cara yang memungkinkan.

Sumber: republika.co.id

 

 

Tips Hidup Sehat ala Rasulullah

(Jurnalislam.com)–Ada beberapa tips sederhana agar kita sehat sepanjang waktu. Seperti diketahui, sosok Rasulullah adalah sosok yang jarang sekali – atau hanya sekali – sakit.  Ini dia beberapa tips sehat yang dirangkum Jurnalislam.com untuk pembaca:

 

Pertama, asupan awal ke tubuh Nabi saw adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan shalat malam. Beliau mandi pagi sebelum subuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Setelah mandi lalu berangkat ke masjid dengan berjalan kaki guna menunaikan shalat subuh berjama’ah.

Kedua, di pagi hari, Nabi saw membuka menu dengan segelas air sejuk yang dicampur sesendok madu asli. Yang sangat baik untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir, dan peradangan.

Ketiga, Nabi saw sangat selektif dalam hal makanan. Tidak ada satupun makanan yang dikonsumsi bersifat subhat (meragukan) apalagi haram. Selalu halal dan thayyib. Nabi saw mengajarkan makan itu sedikit saja, maksimal 1/3 bagian dari kapasitas perut.

Beliau mengajarkan pada kita agar makan sebelum terlalu lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. Dari aspek adab, beliau makan dalam keadaan tenang, tidak tergesa-gesa dan dengan tempo sedang.

Keempat, Nabi saw sering menyempatkan waktu untuk berolahraga. Terkadang sambil bermain bersama anak dan cucu-cucunya.

Kelima, Nabi saw tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi, pada pertengahan malam kedua. Beliau tidak pernah tidur melebihi kabutuhan.

Keenam, Nabi saw sangat mantap dalam ibadahnya. Baik yang wajib maupun yang sunnah.

Penjelasan di atas hanya sebagian kebiasaan Nabi saw yang dapat menunjang kesehatan. Sangat patut untuk dicontoh dalam pola hidup kita. Marilah kita bersama-sama untuk memperhatikan makanan kita agar tetap terjaga dari keharaman fisiknya dan keharaman cara memperolehnya. Makanan yang sehat dan halal sangat baik bagi kebutuhan jasmani dan rohani kita.

(Yan Aditya/ dari berbagai sumber)

Sertifikasi Halal untuk UMKM Terus Didorong

SURABAYA (Jurnalislam.com)– Bank Indonesia mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memiliki sertifikasi halal bagi produknya. Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari mengatakan adanya sertifikasi halal dapat mendorong pengembangan UMKM.

“Yang pada gilirannya akan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya dalam salah satu topik yang diangkat dalam Talkshow Indonesia Shari’a Economy Festival (ISEF) 2018 ‘Sertifikasi Halal untuk UMKM Indonesia’, Jumat (14/12).

Diselenggarakan talkshow ini menjadi wadah bagi peserta, khususnya dari UMKM, untuk mendapatkan informasi mengenai tata cara atau mekanisme/proses memperoleh sertifikasi halal atas produk yang dihasilkan. UMKM merupakan salah satu sektor yang memberi sumbangan besar terhadap ekonomi Indonesia.

“Untuk itulah pengembangan UMKM perlu terus didukung, termasuk dalam industri halal, mengingat besarnya potensi pengembangan industri halal di Indonesia,”ujar Sari.

Saat ini, pengembangan industri halal di Indonesia membutuhkan adanya keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan konsumen. Antara lain dapat diperoleh melalui adanya sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM.

Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi UMKM pun, menurutnya, harus menjadi perhatian. Kehalalan sebuah produk tidak hanya didukung oleh pemilihan bahan, namun juga proses dan mekanisme produksi dari hulu ke hilir. “Pelaksanaan prosedur yang baik diharapkan dapat memperkuat bisnis industri halal UMKM Indonesia sehingga semakin meningkat dan berkembang hingga ke taraf global,” kata dia.

Mengingat kontribusinya bagi penguatan pertumbuhan ekonomi nasional, Bank Indonesia pun berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia akan berkoordinasi dan bersinergi dengan lembaga terkait untuk dukung pengembangan ekonomi syariah di berbagai sektor, termasuk pengembangan UMKM berbasis syariah.

Sumber: republika

 

 

Sinergi Foundation Kembali Tanam Ratusan Bibit Bambu di Garut

GARUT (Jurnalislam.com)–Sebagai aksi nyata dari realisasi program Green Kurban dan Green Akikah, Sinergi Foundation semai 906 bibit pohon bambu di kawasan Gunung Pabeasan, Desa Putrajawa, Kec. Selaawi, Kab. Garut, Sabtu (15/12).

Aksi ini adalah kelanjutan dari penyampaian amanah donatur yang terlibat dalam program Green Kurban dan Green Akikah, dimana setiap satu kurban atau akikah yang dikeluarkan, akan turut ditanam satu pohon. Pun, merupakan bentuk dukungan dan ikhtiar Sinergi Foundation dalam rangka penghijauan bumi.

Tanaman bambu dipilih sebab menyimpan manfaat besar bagi lingkungan. Warga Selaawi, wilayah yang juga menjadi desa binaan Lumbung Desa Sinergi Foundation ini telah membudidayakan bambu di lahan-lahan pedesaan sejak lama. Selain sebagai tumbuhan pencegah erosi, penghasil oksigen, bambu juga bermanfaat sebagai filter menjernihkan air. Hal itu diungkapkan oleh H. Pudin, Ketua Yayasan Selaawi Reksa Mandiri (organisasi kelompok bambu).

“Betapa besar manfaat bambu bagi lingkungan. Apalagi daerah-daerah di Jawa Barat adalah daerah yang rawan banjir dan longsor, bambu berperan penting untuk mencegah 2 hal itu.”, tutur Pudin menjelaskan dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Lebih lanjut, koordinator Lumbung Desa, Egi, menjelaskan kawasan Selaawi ini sudah dijadikan sebagai kawasan lumbung desa berbasis bambu. Dimana di kawasan ini sudah dibuat 5 titik area yang dijadikan sebagai Arboretum, lahan yang dijadikan sebagai tempat penelitian bambu.

Kedepan, selain dijadikan sebagai tempat konservasi, Lumbung Desa Sinergi Foundation juga akan mendorong kawasan Selaawi ini menjadi Desa Wisata Bambu. []

KAMMI Desak Pemerintah Bersikap Tegas kepada Cina Soal Diskriminasi Muslim Uighur

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mengutuk keras sikap diskriminatif yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap muslim Uighur di Provinsi Xinjiang. KAMMI meminta Pemerintah Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, segera berperan aktif dan tegas terhadap China.

“Kami meminta pemerintah tegas terhadap China dalam kasus ini. Karena ini sudah sangat memprihatinkan. Tidak boleh ada negara yang bisa melarang warganya untuk menjalankan ibadah agamanya, ini sudah mencoreng Hak Asasi Manusia yang telah disepakati masyarakat dan dunia internasional” kata ketua umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi dalam rilisnya kepada media, Senin (17/12/2018).

Menurut Irfan, pemerintah Indonesia bisa menggandeng OKI untuk menekan pemerintah China dan menyerukan kasus pelanggaran HAM berat ini di mata internasional.

“Posisi Indonesia sangat menguntungkan untuk terlibat dalam menyerukan Hak-hak muslim Uighur ini, karena selama ini di mata Internasional kita diakui sebagai negara yang konsisten menolak penindasan, termasuk terhadap Palestina” katanya.

“Jangan ada lagi negara yang melarang-larang orang untuk menjalankan ibadah agamanya. Saya berharap pemerintah Indonesia, melalui kemenlu dapat menggalang dukungan untuk membantu muslim Uighur. Karena hingga saat ini sudah jutaan muslim Uighur yang dipaksa masuk ke dalam kamp-kamp konsentrasi di China” tambahnya lagi.

Berdasarkan laporan investigasi UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination dan Amnesty International and Human Rights Watch pada bulan Agustus, sekitar dua juta warga Uighur ditahan otoritas China di penampungan politik di Xinjiang.

Selain itu sebagaimana yang telah diberitakan, banyak para tahanan yang dipenjara untuk waktu yang tak ditentukan dan tanpa dakwaan. Bahkan, penahanan tersebut tidak sedikit yang berujung pada penyiksaan dan kematian.

 

Cerita Hijrah Teuku Wisnu : Pernah Merasa Terlalu Fanatik

MAKASSAR (Jurnalislam.com) —  Event akbar Ummat Fest 2018 telah berakhir Ahad (16/12/2018) kemarin. Banyak publik figur yang diundang ke acara tersebut. Salah satunya adalah, presenter program Berita Islam Masa Kini (BERIMAN) Trans TV Teuku Wisnu.

 

Dalam salah satu sesi Dialog Hijrah bertema “Menuju Hidayah Allah” Bang Inu, panggilan akrabnya, menceritakan proses hijrahnya dihadapan ribuan peserta Ummat Fest 2018 di gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar.

 

“Waktu itu sekitar tahun 2012-2013 kalau dibilang gelombang hijrah pada waktu itu memang tidak seperti sekarang. Mulanya saya juga merasa sendiri. Tapi saya terus ingat hadist tentang ghuroba. Oh jadi gini ya orang Islam kalau sudah Kenal sunnah jadi terasing sendiri,” ujar Teuku lansir keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com.

 

Bahkan banyak diantara permintaan teman-temannya yang ia tolak dengan dalih bahwa hal itu tidak sesuai syariat.

 

Mantan Aktor Terfaforit Panasonic Globe Award ke-12 itu bercerita, sempat diajak nongkrong oleh teman-temannya tapi Teuku tidak bisa.

 

“Teman saya bilang, Wisnu kamu kenapa sih? Sepertinya mereka udah nganggap saya sudah hilang day,” katanya sambil tertawa ringan.

 

“Tapi bang Arie, Dude, dan Dimas Seto akhirnya membuka pikiran saya. Ternyata selama ini saya terlalu fanatik. Nggak mau belajar kalau bukan yang ini. Pokoknya selalu merasa benar sendiri deh,” imbuhnya melanjutkan.

(lidmi)

 

Teuku Wisnu menegaskan bahwa kita bisa jadi umat yang terbaik kalau kita mau berdakwah.

 

“Kemarin saya ketemu ustad Hannan. Beliau bilang kalau Kita cuman baik sendiri dan gak mau berdakwah, maka Kita mustahil jadi umat yang terbaik,” pungkasnya.

60 Anak Binaan Yayasan Al Iman Center Ikuti Program Khitan Ceria

SOLO.(Jurnalislam.com)-Yayasan Al Iman Center adakan Khitan massal yang bertajuk Khitan ceria on the street di Gedung Yayasan Al Iman, Sriwedari Solo, Ahad (16/12/2018).

Ketua Yayasan Al Iman Center, ustaz Zaki menjelaskan bahwa salah satu syariat Islam  untuk menjaga fitrah/kebersihan manusia  adalah khitan.

“Khitan adalah salah satu syariat Allah unyuk menjaga kebersihan dan fitrah manusia yang di ajarkan oleh nabi Ibrahim alaihi salam,” katanya.

Ustaz Zaki menambahkan bahwa Yayasan Al Iman mengadakan acara khitan massal ini karena terkadang khitan dinilai memerlukan biaya yang besar seperti  biaya dokter dan biaya lainnya,

“Jadi kami kemudian berusaha memudahkan dengan mengelar acara ini,” katanya kepada Jurnalislam.com.Ia juga mengucapkan terima kasih  kasih pada semua pihak yang telah membantu suksenya acara ini.

 

“Kami ucapakan terimakasih kepada seluruh  donatur, panitia kegiatan yang bekerja siang malam dan bapak ibu yang medaftarkan anaknya ikut khitan massal ini,semoga amal antum semua mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat”tutupnya.

 

Sebelum di khitan, sebanyak 60 anak peserta khitan di arak keliling dengan becak hias sepanjang CFD Selamet Riyadi, kemudian dinaikkan kereta kuda ke lokasi khitan.

Dalam khitan massal ini dintangani oleh tim dokter dari PKU Muhammadiyah dan tim Dokter dari Rumah Sakit UNS Solo,setelah di khitan peserta mendapatkan bingkisan, tas sekolah,uang saku, alat tulis,kaos dan Alqur’an serta foto bareng keluarga langsung jadi.

Ridho Asfari

Poligami, Hukum Negara, dan Aspek Kesehatan

JURNALISLAM.COM – Akhir-akhir ini ramai pemberitaan pernyataan kontroversial dari ebuah partai baru mengenai penolakannya terhadap poligami. Banyak kalangan yang menanggapi penyataan tersebut, dan ada juga yang senada dengan pernyataan tersebut yang menyatakan bahwa poligami bukan ajaran Islam.

Ini sangat menarik untuk dicermati, karena sebagai umat Islam kita meyakini bahwa semua yang diperintahkan atau dianjurkan oleh syariat pasti membawa manfaat untuk pemeluknya termasuk anjuran untuk poligami.

Dilansir dari Detikhealth, sebuah Penelitian yang dilakukan oleh Virpi Lummaa, seorang ahli ekologi Inggris dari Universitas Sheffield menarik untuk diketahui, dia mempublikasikan penemuannya mengenai hubungan antara poligami dan umur panjang dalam pertemuan tahunan International Society for Behavioral Ecology di Ithaca, New York, Amerika Serikat.

Riset tersebut menyimpulkan bahwa langkah pria untuk melakukan praktek poligami atau beristri lebih dari satu dapat memanjangkan usia bagi pria yang melakukannya.

Penelitian ini melibatkan lelaki berusia 60 tahun yang berasal dari 140 negara penganut poligami. Riset tersebut membuktikan bahwa usia rata-rata pria yang melakukan poligami lebih panjang 12% dibandingkan para pria yang tinggal di 49 negara yang terkenal menganut monogami.

Lummaa menjelaskan bahwa pria yang berpoligami masih memiliki kualitas alat reproduksi yang baik bahkan sampai berusia 80 tahun. Hal inilah yang diperkirakan memperpanjang usia pria tersebut.

Pria poligami akan lebih panjang umur berkaitan dengan faktor sosial dan genetika. Pria tersebut akan terus berjuang menghidupi anak-anak dan istrinya sehingga kemungkinan ia akan lebih baik dalam menjaga kesehatannya.

Peneliti juga mengatakan bahwa suami yang memiliki istri banyak, yang bisa mengurus dirinya lebih baik, tentu akan memiliki kesehatan yang lebih baik. Mereka akan lebih bahagia karena memiliki banyak anak dan kehidupan seksnya sangat terjamin.

“Kebutuhan seksual yang terpenuhi akan membuat kesuburan tetap terjaga meski sudah berusia separuh baya. Kesuburan tersebut akan berpengaruh terhadap fungsi hormon dan mengatur metabolisme tubuh. Kesuburuan berbanding lurus dengan kinerja hormon dan akan membuat pria semakin sehat,” jelas Lummaa (Detikhealth).

Lalu bagaimana Hukum di Indonesia memandang Poligami ?