Tips Hidup Sehat ala Rasulullah

Tips Hidup Sehat ala Rasulullah

(Jurnalislam.com)–Ada beberapa tips sederhana agar kita sehat sepanjang waktu. Seperti diketahui, sosok Rasulullah adalah sosok yang jarang sekali – atau hanya sekali – sakit.  Ini dia beberapa tips sehat yang dirangkum Jurnalislam.com untuk pembaca:

 

Pertama, asupan awal ke tubuh Nabi saw adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan shalat malam. Beliau mandi pagi sebelum subuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Setelah mandi lalu berangkat ke masjid dengan berjalan kaki guna menunaikan shalat subuh berjama’ah.

Kedua, di pagi hari, Nabi saw membuka menu dengan segelas air sejuk yang dicampur sesendok madu asli. Yang sangat baik untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir, dan peradangan.

Ketiga, Nabi saw sangat selektif dalam hal makanan. Tidak ada satupun makanan yang dikonsumsi bersifat subhat (meragukan) apalagi haram. Selalu halal dan thayyib. Nabi saw mengajarkan makan itu sedikit saja, maksimal 1/3 bagian dari kapasitas perut.

Beliau mengajarkan pada kita agar makan sebelum terlalu lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. Dari aspek adab, beliau makan dalam keadaan tenang, tidak tergesa-gesa dan dengan tempo sedang.

Keempat, Nabi saw sering menyempatkan waktu untuk berolahraga. Terkadang sambil bermain bersama anak dan cucu-cucunya.

Kelima, Nabi saw tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi, pada pertengahan malam kedua. Beliau tidak pernah tidur melebihi kabutuhan.

Keenam, Nabi saw sangat mantap dalam ibadahnya. Baik yang wajib maupun yang sunnah.

Penjelasan di atas hanya sebagian kebiasaan Nabi saw yang dapat menunjang kesehatan. Sangat patut untuk dicontoh dalam pola hidup kita. Marilah kita bersama-sama untuk memperhatikan makanan kita agar tetap terjaga dari keharaman fisiknya dan keharaman cara memperolehnya. Makanan yang sehat dan halal sangat baik bagi kebutuhan jasmani dan rohani kita.

(Yan Aditya/ dari berbagai sumber)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.