Soal Ajakan Ucapkan Selamat Natal, Komnas HAM Harus Berani Usut Walikota Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Melaporkan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebelumnya, beredar video FX Rudyatmo yang mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengucapkan kalimat ‘Selamat Natal dan Tahun Baru 2018’ saat apel pagi pada Kamis, (21/12/2017) lalu.

Ketua DSKS Dr. Muinudinillah Basri menerangkan berdasarkan fatwa MUI bahwa umat Islam dilarang mengucapkan ucapan selamat Natal, sehingga tidak boleh dipaksa mengucapkannya.

“Sementara di UUD 1945 menyatakan bahwa negara menjamin kebebasan beragama dan kepercayaan (pasal 28E Jo pasal 29 ayat 1). Bahkan dalam pasal 28 1 UUD 1945 dinyatakan bahwa kebebasan beragama tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan diperkuat lagi dengan pasal 22 UU No 39/1999 tentang HAM,” imbuhnya.

Untuk itu, Dr. Muin meminta kepada Komnas HAM agar melakukan penyidikan dan investigasi atas dugaan pelanggaraan HAM yang dilakukan FX Rudyatmo.

“Untuk dilakukan penyidikan dan investigasi atas dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Walikota Surakarta,” ujarnya.

“Merekomendasikan kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti atas dugaan pelanggaran hukum, baik pelanggaran HAM dan atau tindak pidana umum, ataupun pelanggaran lainnya,” tandasnya

Walikota Solo Dilaporkan ke Komnas HAM

SOLO (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Melaporkan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebelumnya, beredar video FX Rudyatmo yang mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengucapkan kalimat ‘Selamat Natal dan Tahun Baru 2018’ saat apel pagi pada Kamis, (21/12/2017) lalu.

“Ini tindak lanjut dari apa sudah kita laksanakan kemarin, yaitu audensi ke DPRD Surakarta, dan sedang berproses disana dan kemudian secara hukum kita pertegas, memang ada dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Wali Kota Surakarta saat apel pagi hari Kamis,(21/12/2107),” kata Endro Sudarsono, Divisi Advokasi DSKS kepada wartawan di Kantor DSKS, Pajang, Solo, Jumat (9/12/2017).

Sementara itu, Ketua DSKS Dr. Muinudinillah Basri menjelaskan, bahwa pengaduan tersebut bersumber dari akun Facebook Pemkot Surakarta yang di Upload pada Sabtu,(23/12/2017). Menurutnya, nampak ada beberapa yang mengenakan kerudung dan beragama Islam.

“Menurut agama Islam bahwa mengucapkan selamat hari raya besar agama lain selain agama Islam hukumnya haram berdasarkan keputusan Fatwa MUI Jawa Timur tahun 2014,” paparnya.

MUI Jatim Apresiasi Peran Masyarakat Sosialisasikan Fatwa tentang Atribut Natal

SURABAYA (Jurnalislam.com)— Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Jawa Timur melakukan aksi sosialisasi Fatwa MUI Jawa TImur dan Fatwa MUI no.56 tahun 2016 soal larangan ucapan selamat Natal dan mengenakan atribut Natal bagi umat Islam.

Terkait hal ini, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur ustaz M Yunus mengapresiasi peran serta masyarakat membantu mensosialisasikanFatwa MUI. Karena, menurut M Yunus, masyarakat membutuhkan panduan terkait akidah dan sudah digariskan dalam fatwa MUI.

“Saya kira ini ikhtiar yang baik untuk memberikan penyadaran kepada umat akan hal yang boleh dan tidak didalam agama Islam. Masyarakat butuh guidance dari ulama dan tokoh agama. Sosialisasi sangat dibutuhkan, dan kami mengapresiasi kepada ormas atau jamaah yang turut mensosialisasikan,” katanya kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Ansharusy Syariah Jatim Sosialisasikan Fatwa MUI Soal Larangan Ucapan dan Atribut Natal

Tak hanya itu, M Yunus juga berharap agama lain pun turut membuat panduan agar tidak ada lagi kasus seorang muslim melanggar aturan agamanya seperti mengenakan atribut agama lain.

“Berharap pada majelis agama lain terutama majelis agama Kristen dan Katolik untuk memberikan penyadaran dan pendidikan toleransi yang baik dan benar kepada umatnya agar tidak memberikan stigma yang keliru sehingga dapat berakibat timbulnya friksi dalam masyarakat,” pungkasnya.

Ansharusy Syariah Jatim Sosialisasikan Fatwa MUI Soal Larangan Ucapan dan Atribut Natal

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Jawa Timur melakukan aksi sosialisasi Fatwa MUI Jawa TImur dan Fatwa MUI no.56 tahun 2016 soal larangan ucapan selamat Natal dan mengenakan atribut Natal bagi umat Islam. Ketua Hisbah JAS Jatim ustaz Ya’kub mengatakan bahwa aksi ini merupakan agenda rutin.

“Bila tahun sebelumnya hanya merujuk pada Fatwa MUI Jatim. Semenjak tahun ini kita mulai merujuk pada Fatwa MUI terbaru Nomor 56 Tahun 2016,” kata Ustaz Ya’kub kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Di setiap daerah, aksi sosialisasi ini dilakukan dengan cara beragam. Di Surabaya dan Blitar, Fatwa MUI dan Fatwa MUI Jatim dibagikan kepada masyarakat. Amir JAS Jawa Timur Ustaz Hamzah Baya mengatakan bahwa program Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Amanar) terus digalakkan Jamaah Ansharusy Syariah.

“Aksi untuk membentengi akidah umat ini adalah satu kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim karena ini adalah bagian dari amal yang sangat diperintahkan Allah dalam Islam yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar, “ katanya.

Ia berharap, dengana adanya sosialisasi ini, masyarakat mengetahui tentang larangan mengenakan atribut agama lain juga ucapan selamat kepada perayaan agama lain.

Pihak Ini Diduga Ada di Balik Deportasi Ustaz Abdul Somad dari Hongkong

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Otoritas Bandara Hongkong mendeportasi dai kondang Ustaz Abdul Somad yang sedianya mengisi pengajian WNI di Hongkong Ahad ini. Banyak pihak bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

“Otoritas Bandara Internasional Hongkong diketawai masyarakat dunia. Tidak ada alasan mengaitkan ustadz AS (Abdul Somad) dengan terorisme. Beliau itu ustadz yang ilmiah, kalem, kritis sekaligus lucu. Bagaimana bisa distigma teroris. Apa tidak ada alasan yang lebih masuk akal?,” kata Ustadz Mochammad Yunus selaku Sekretaris Jenderal GUIB (Gerakan Umat Islam Bersatu) Jawa Timur, kepada Jurnalislam.com.

Menurut Ustadz Yunus, kebijakan Otoritas Bandara Hongkong ini, jelas tidak berdiri sendiri. Ia menduga kasus ini terkait dengan pesanan pihak tertentu di dalam negeri.

“Mereka ini yang belum bisa menerima kekalahannya dalam Pilgub DKI dan beberapa waktu lalu Ustaz Somad pun dipersekusi saat akan mengisi kajian di Bali,” tambahnya.

Pihak ini, kata Yunus diduga memberikan informasi yang salah kepada otoritas Bandara Hongkong.

“Ustadz Shomad dianggap pihak yang turut serta dalam memberikan penyadaran kepada umat Islam agar memilih pemimpin muslim. Saya melihat cebongers masih belum move on sampai detik ini,” tegasnya.

 

ISAC Minta Polisi Usut Video Wali Kota Solo Ajak ASN Muslim Ucapkan Selamat Natal

SOLO (Jurnalislam.com)- Beredarnya video pernyataan Walikota Surakarta FX Rudyatmo yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengucapkan ‘Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018’ membuat resah umat Islam. Pasalnya, terlihat beberapa ASN berhijab ikut mengucapkan kalimat yang dalam agama Islam hal tersebut jelas-jelas dilarang.

Video berdurasi 34 detik yang dilakukan saat apel pagi di depan Balaikota Surakarta itu belakangan diketahui, diunggah resmi dari halaman Facebook Pemkot Surakarta pada Sabtu (23/12/2017).

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono menilai, bahwa apa yang dilakukan FX Rudyatmo terlalu memaksakan kehendak bagi ASN yang beragama Islam.

“Bagi yang menirukan ucapan selamat Natal merasa tidak nyaman, sedangkan yang memimpin ucapan selamat Natal dinilai telah memaksakan kehendak dan menodai ajaran Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com Sabtu, (23/12/2017).

“Peserta upacara pada apel pagi khususnya yang beragama Islam merasa resah, karena bertolak belakang dengan keyakinan,” imbuh Endro. Lebih lanjut, Endro mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa pelarangan mengucapakan perayaan hari raya umat Kristen tersebut.

“Mengucapkan, ucapan selamat Natal bagi umat Islam adalah Haram berdasarkan fatwa MUI,” sambungnya.

Untuk itu, Endro berharap agar aparat kepolisian untuk menyelidiki video tersebut, karena, kata Endro, jika ada paksaan kepada ASN untuk melakukan hal itu, maka dapat dipidana sebagaimana yang dinyatakan oleh Kapolri Tito Karnavian beberapa hari yang lalu.

“Mendukung pernyataan Kapolri bahwa pemaksaan terkait persoalan apapun, tidak sekedar permasalah keagamaan pelaku bisa ditindak secara hukum pidana,” tandasnya.

 

MUI Bima : Haram Kenakan Atribut dan Ucapkan Selamat Natal

BIMA (Jurnalislam.com) – Jelang perayaan Natal 25 Desember 2017, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima NTB secara resmi mengeluarkan imbauan untuk umat Islam. Ketua Umum MUI Kota Bima KH Saleh Ismail mengatakan agar masyarakat saling bertoleransi menjaga kedamaian dan ketertiban selama peribadatan kaum Nasrani.

MUI juga mengingatkan bahwa haram hukumnya seorang muslim menghadiri perayaan Natal. “Berdasarkan keputusan fatwa MUI pusat tertanggal 7 maret 1981 M/ 1 Jumadil Awal 1401 Holeh komisi fatwa mui pusat bahwa perayaan natal di indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa, akan tetapi natal itu tidak dapat dipisahkan dengan soal akidah dan ubudiyah,” kata KH Saleh Ismail dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Sabtu (23/12/2017).

Ia pun mengingatkan kembali mengacu Fatwa MUI Jawa Timur, bahwa mengenakan atribut Natal juga mengucapkan selamat Natal hukumnya haram.

“Setiap muslim diharamkan memakai atau mengenakan atribut atau simbol-simbol tertentu yang mencerminkan atribut atau simbol dari suatu agama tertentu selain islam,” katanya.

Hal tersebut, menurut MUI jelas mencerminkan bentuk penyerupaan diri (tasyabuh) dengan syi’ar agama lain.

“Juga setiap muslim juga diharamkan untuk berpartisipasi, memberikan simpati dan ikut bersuka cita serta memberikan ucapan selamat atas hari raya dari agama lain selain Islam,” pungkasnya.

Diduga Modus Kristenisasi, WNI Keturunan Disebut Bagikan Makanan ke Siswa di Solo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Menjelang momen Natal, Sekolah Dasar (SD) Kwarasan 1, Grogol, Sukoharjo didatangi 5 orang yang mengaku dari ‘Komunitas Cinta Anak Indonesia’ pada Jum’at, (15/12/2017) lalu. Mereka berniat membagikan snack kepada semua siswa dan guru di SD tersebut.

Hal itu dikatakan yang dikatakan kepala sekolah SD Kwarasan 1 Al Amin saat ditemui wartawan Sabtu, (23/12/2017). Ia menjelaskan, bahwa kedatangan 5 orang itu terjadi saat istirahat jeda ujian sekolah.

“Itu mereka datang kalau nggak salah Jumat pagi waktu murid istirahat, pada jadwal ujian. Sekitar 5 orang Cina semua,” terang Al Amin

Lebih lanjut, Amin menerangkan bahwa kelima orang yang diduga misionaris tersebut, meminta izin kemudian masuk ke kelas-kelas di SD tersebut.

Mereka, lanjut Amin, kemudian memberikan orasi lalu membagikan minuman kemasan, makanan ringan, permen dan sebuah stiker bertuliskan ‘Tuhan Mengasihi Saya, Tuhan Mengasihi Indonesia, Tuhan Mengasihi Dunia, Saya Mengasihi Tuhan’ yang dibungkus plastik ditali dengan pita warna merah putih.

Merasa khawatir dengan permen yang tidak ada keterangan jelas tersebut, akhirnya Amin Usai meminta semua murid untuk mengumpulkan snack yang berjumlah 150 bungkus itu.

Al Amin

“Selain ada stiker seperti itu, kita juga takut makanannya itu ada permen nanti bisa keracunan atau kenapa-kenapa. Maka kita serahkan ke Puskesmas untuk diteliti lebih lanjut. Hingga satu Minggu ini tidak ada jawaban dari Puskesmas. Sudah satu Minggu malah ada yang berubah bentuk, mungkin nanti akan kita bakar,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, aktifis anti pemurtadan Solo Ustadzah Dewi Purnamawati mengungkapkan, bahwa aksi semacam itu salah satu cara pendangkalan akidah terselubung.

Untuk itu, dirinya meminta umat Islam yang mengetahui hal seperti itu untuk mendokumentasikan lalu memviralkan agar seluruh masyarakat mengetahui hal-hal seperti itu.

“Ayo Laskar dan umat Islam bergerak. Kalau ada seperti itu kita viralkan, dipoto, divideokan dan minta KTP yang bersangkutan. Biar kapok mereka, pelaku harus dilaporkan ke berwajib,” paparnya.

“Ini sudah masuk kristenisasi, karena mereka datang kepada orang muslim,” tandasnya

 

Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Imbauan Wali Kota Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Menjelang Hari Natal dan tahun baru, Wali Kota Bima NTB, H Quraish H Abidin mengeluarkan surat himbauan. Dalam keterangan yang diterima redaksi Jurnalislam.com, Kamis (21/12/2017), orang nomor satu Bima itu meminta warga menjaga keamanan dan ketertiban.

Berikut imbauan Wali Kota Bima :

  1. Melaksanakan dzikir dan do’a pada masing-masing masjid dan mushollayang ada si wilayah kota bima.
  2. Menjaga keamanan, ketertiban, kondusifitas, dan stabilitas lingkungan masing-masing.
  3. Agar Kepada karyawan tidak diwajibkan memggunakan atribut agama tertentu yang bukan agama yang dianutnya.
  4. Agar seluruh umat beragama untuk tetap saling menjaga keutuhan, toleransi antar umat beragama dalam konteks hubungan sosial masyarakat, saling tolong menolong, menghormati dan menghargai.
  5. Agar tidak merayakan pergantian tahun baru masehi dengan membunyikan petasan dan sejenisnya serta menghindari penggunaan narkotika dan minuman beralkohol, ugal-ugalan di jalan, pesta sex dan berzina serta begadang semalam suntuk yang tidak bermanfaat.

 

‘Pak Jokowi, Pelajar yang Tawuran Dikirim Saja ke Palestina’

AMBARAWA (Jurnalislam.com) – Ratusan pelajar dari Sekolah Teknik Menengah (STM) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Semarang dan sekitarnya melakukan aksi peduli Palestina di Alun-Alun Ambarawa, Tambakboyo, Semarang, Kamis (21/12/2017).

Dino salah satu siswa dari SMK 1 Bawen yang mengikuti aksi mengatakan bahwa dirinya merasa geram atas penjajahan Israel terhadap Palestina. Siswa kelas 10 jurusan mesin pertanian ini juga meminta masyarakat mendoakan Palestina.

“Kita juga harus mendoakan Palestina, Israel itu terlalu kejam, kuk tega-teganya sampai segitunya, padahal Palestina kan nggak punya salah sama Israel,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu siswa dari SMK Islam Sudirman, Grabak, Magelang memberi pesan kepada Presiden Jokowi, menurutnya, dari pada banyak siswa yang tawuran, kata dia, lebih baik dikirimkan ke Palestina untuk membantu rakyat Palestina yang saat ini mengalami penindasan dari militer Israel.

“Siswa-siswa dari pada pada tawuran dikirim kesana saja pak, kayak siswa Jakarta harusnya sudah sampai sana pak, salam buat pak Jokowi,” pungkasnya..