Kini Giliran Ratusan Pelajar STM dan SMK Semarang Gelar Aksi Peduli Palestina

AMBARAWA (Jurnalislam.com) – Ratusan pelajar dari Sekolah Teknik Menengah (STM) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Semarang dan sekitarnya melakukan aksi peduli Palestina di Alun-Alun Ambarawa, Tambakboyo, Semarang, Kamis (21/12/2017).

Dengan aksi tersebut, para siswa ingin menunjukan bahwa tradisi tawuran bukan lagi menjadi kebiasaan, mereka menunjukan kepeduliannya terhadap muslim Palestina dengan mengibarkan Bendera Palestina dan beberapa poster bertuliskan For Palestina dan Save Palestina serta nama sekolah masing-masing.

“Ini adalah Forum Save Palestina, karena Israel itu kejam, tidak mempunyai sisi kemanusiaan dan Indonesia harus membantu dalam hal apapun,” kata salah satu peserta dari SMK Saraswati Salatiga, Bagas Andriyansah kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Senada dengan hal itu, Dino salah satu siswa dari SMK 1 Bawen mengatakan bahwa ukhuwah islamiyah menjadi salah satu alasan mereka untuk melakukan hal tersebut.

“Sesama muslim kan harus saling membantu, saling tolong-menolonglah, bukan cuma dana, tapi jangan lupa juga doa, dan untuk indonesia agar bisa berpartisipasi membantu Palestina,” katanya.

Pelajar Kristen Semarang : Cukuplah Menjadi Manusia untuk Membantu Palestina

SEMARANG (Jurnalislam.com)- Bagi Antonio, seorang pelajar SMKN 5 Semarang, urusan Palestina menjadi urusan kemanusiaan. Walau dirinya beragama Kristen, bukan berarti dirinya tak peduli kepada Palestina.

Karena, Antinio menganggap Palestina bukan hanya urusan umat Islam saja. “Untuk empati dan membantu Palestina tidak harus sebagai orang muslim cukup kita menjadi manusia,” kata antonio siswa SMK N 5 Semarang kepada Jurnalislam.com, Rabu (20/12/2017) saat melakukan aksi peduli palestina di Semarang

Pun sebagai warga Indonesia, ia mengecam penjajahan atas Palestina. Hal ini mendorongnya untuk terus mendukung pemerintah memerdekakan Palestina.

“Seharusnya bangsa Indonesia ikut serta dalam kondisi palestina yang sekarang sebagai bentuk balas budi karena Bangsa yang pertama kali mengakui kedaulatan kemerdekaan Indonesia 1945 adalan Palestina,” pungkasnya.

 

Fenomena Suuzhan kepada Hamas, Husnuzhan kepada Penguasa Zalim

Oleh : Fuad Al Hazimi*

Belakangan ini beredar video ucapan terima kasih para petinggi Hamas kepada Iran yang membantu persenjataan mereka. Padahal kita semua tahu Iran adalah pusatnya Syiah. Lalu komentar miring bahkan tuduhan seketika diarahkan kepada Hamas, tanpa sedikitpun ada husnuzhan atau prasangka baik kepada kaum muslimin yang sedang berjihad melawan agresor Yahudi.

Dalam kondisi darurat di mana negeri-negeri kaum muslimin yang memiliki persenjataan lengkap tidak mau peduli sementara nyawa kaum muslimin di Gaza selalu dalam bahaya detik demi detik, apakah kita masih meragukan perjuangan dan kesungguhan Hamas dan Brigade Izzuddin Al Qassam ? Saya berhusnuzhan mereka punya strategi yang tidak akan sampai menjual Dien mereka. Hanya saja kondisi darurat memaksa mereka melakukan strategi demi menjaga jiwa dan Dien mereka.

Mengapa mayoritas kita sangat cepat su’uzhan kepada para mujahidin yang puluhan tahun membuktikan iman dan jihadnya tapi begitu huznuzhan kepada para penguasa zalim yang sangat anti Islam, hanya karena mereka “masih sholat” ?

Bukankah Indonesia juga bekerjasama dengan Iran ?
Bukankah Arab Saudi bekerjasama dengan Amerika ?
Bukankah Mesir bekerjasama dengan Israel ?
Apakah mereka ini dalam kondisi darurat seperti Palestina ?
Lalu mengapa para pengkritik itu diam seribu bahasa hanya karena mereka “masih shalat” ?

Yang terakhir, bukankah di akhir zaman nanti kaum muslimin juga “terpaksa” berdamai dengan Romawi untuk melawan “musuh dari belakang kalian” ? Bahkan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam menyebut perdamaian itu dengan kalimat “shulhan aaminan” atau perdamaian yang terjaga, aman dan saling percaya.

Beberapa hadits berikut semoga bisa mencerahkan kita dan mendorong kita bersikap inshof dan adil

عن ذي مخبر رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ستصالحون الروم صلحا آمنا فتغزون أنتم وهم عدوا من ورائكم فتنصرون وتغنمون وتسلمون ثم ترجعون حتى تنزلوا بمرج ذي تلول فيرفع رجل من أهل النصرانية الصليب فيقول غلب الصليب فيغضب رجل من المسلمين فيدقه فعند ذلك تغدر الروم وتجمع للملحمة

Dari Dzu Mihbar, seorang laki-laki dari kalangan shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Kalian pasti akan melakukan perdamaian dengan Romawi dengan aman. Kalian bersama mereka akan memerangi musuh dari belakang kalian. Kemudian kalian akan dimenangkan dan berhasil mendapatkan ghanimah serta selamat. Kemudian kalian kembali pulang hingga kalian singgah di sebuah daerah yang tinggi. Tiba-tiba seorang laki-laki dari kaum Nashrani mengangkat salib seraya berkata : “Salib telah menang”. Hingga marahlah seorang dari kaum muslimin dan mendorongnya. Maka ketika itu mulailah tentara Romawi berkhianat serta menyiapkan pasukannya untuk pertempuran besar”

[HR. Abu Dawud no. 4292; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 2767].

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم وإن الله يؤيد هذا الدين بالرجل الفاجر

Dari Abi Hurairah radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Sesungguhnya Allah (bisa jadi) menolong agama ini melalui perantaraan orang fajir”

[HR. Bukhari no. 2897 dan Muslim no. 111].

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata :

{ والذي يظهر أن المراد بالفاجر أعم من أن يكون كافرا أو فاسقا }

“Yang nampak adalah bahwa maksud dari kata Al Faajir lebih umum daripada sekedar makna kafir dan fasiq saja”

[Fathul-Baari juz 7 no. 3970].

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam juga pernah meminjam baju besi kepada Shafwan bin Umayyah ketika ia masih kafir sebagaimana riwayat :

عن صفوان بن أمية أن رسول الله صلى الله عليه وسلم استعار منه أدراعا يوم حنين فقال أغصب يا محمد فقال لا بل عارية مضمونة

Dari Shofwan bin Umayyah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah meminjam darinya beberapa baju besi sewaktu perang Hunain. Ia bertanya : “Apakah ia rampasan ya Muhammad ?”. Maka beliau menjawab : “Tidak, ia pinjaman yang ditanggung”

[HR. Abu Dawud no. 3562; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahiihah no. 631].

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah meminta bantuan kepada Bani Tsaqif yang masih kafir ketika tekanan dari kaum kafir Quraisy semakin menjadi-jadi setelah meninggalnya Abu Thalib yang senantiasa melindungi beliau (walaupun akhirnya beliau tidak mendapatkan bantuan sebagaimana yang diharapkan).

Dan yang lebih jelas adalah ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersepakat dengan qabilah Bani Khuza’ah (dari kalangan musyrikin) untuk saling tolong menolong ketika peristiwa Perjanjian Hudaibiyyah.

Marilah kita kedepankan husnuzhan kepada mereka yang telah nyata-nyata membela rakyat Palestina. Wallahu a’lamu bish shawab.

*Penulis adalah Pengurus Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah

Ustaz Bachtiar Nasir Serukan Pegiat Kemanusiaan Bersinergi Bersama AIMMA

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Sebagai langkah konkret pasca aksi 1712, Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa (AIMMA) resmi dibentuk. Pembina AIMMA Ustaz Bachtiar Nasir menyerukan kepada segenap pegiat kemanusiaan agar bersinergi dan berkolaborasi bersama AIMMA.

“Kami mengajak kepada seluruh lembaga pegiat kemanusiaan untuk Palestina, untuk bersatu dan bergabung atau bekerjasama dengan AIMMA,” kata ,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (20/12/2017).

AIMMA, kata pria yang karib disapa UBN ini memfasilitasi lembaga-lembaga kemanusiaan yang konsen terhadap isu Palestina untuk bersinergi membantu rakyat Palestina.

Ia pun meminta masyarakat terus mendukung perjuangan Palestina melawan penjajahan Israel.

“Menyerukan kepada seluruh umat untuk mempererat persaudaraan dan persatuan dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel,” pungkasnya.

Sejumlah NGO tergabung dalam AIMMA seperti : Aspac For Palestine, ACT, KNRP, Spirit of Aqsa, KISPA, Sahabat Al- Aqsha, Adara Relief Internasional, MP4P, HASI, Wahdah Islamiyah, FS-LDK, AWG, dan masih banyak lainnya.

 

 

Pasca Aksi 1712, Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa Resmi Dibentuk

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Pasca aksi bela Palestina atau aksi 1712 yang dihadiri jutaan orang, NGO dan pegiat kemanusiaan Indonesia menggagas Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa (AIMMA).

Pembina AIMMA Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa AIMMA digagas sebagai wadah berkolaborasi lembagai kemanusiaan dan langkah konkret menindaklanjuti amanah aksi 1712 lalu di Monas.

“Oleh karena itu, AIMMA (Aliansi Indonessia Membela Masjid Al Aqsa) memfasilitasi lembaga-lembaga kemanusiaan yang konsen terhadap isu Palestina untuk bersinergi membantu rakyat Palestina,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (20/12/2017).

Tak lupa, pria yang karib disapa UBN ini mengucapkan apresiasi terhadap rakyat Indonesia yang terus berjuang membela Palestina. Ia pun meminta kepada setiap elemen yang mumpuni agar terus mengedukasi masyarakat terkait penjajahan Israel atas Palestina

“Menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk terus meningkatkan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Mengingat perjuangan pembebasan Palestina membutuhkan waktu yang panjang dan energi yang besar,” pungkasnya.

Sejumlah NGO tergabung dalam AIMMA seperti : Aspac For Palestine, ACT, KNRP, Spirit of Aqsa, KISPA, Sahabat Al- Aqsha, Adara Relief Internasional, MP4P, HASI, Wahdah Islamiyah, FS-LDK, AWG, dan masih banyak lainnya.

Bentengi Akidah Umat dari Kristenisasi, Mualaf Center Semarang Gelar Tabligh Akbar dan Bakti Sosial

SEMARANG (JurnalIslam.com) – Membentengi akidah umat dari upaya pemurtadan dan kristenisasi di Semarang, Mualaf Center Semarang (MCS) bekerja sama dengan lembaga dan komunitas Islam seperti Baitul Maal Hudatama, Pemuda Hijrah, Me-Dan mengadakan tabligh akbar dan bakti sosial di Masjid Alhikmah, Kampung Kaliasin Semarang Utara, Selasa (19/12/2017)

Acara diisi oleh ustaz Sulaiman, praktisi yang berkecimpung di dakwah daerah yang marak kristenisasi dan pemurtadan. Pada saat yang sama, pihak nasrani juga menggelar acara di gereja daerah sekitar.

“Acara ini di harapkan untuk menguatkan akidah umat dan menandingi acara yang akan di adakan gereja dekat situ, mereka (gereja) mengadakan acara besar juga di hari dan jam yang sama,” kata Ketua Mualaf Center Semarang (MSC) Agus Triyanto, ketua MCS.

Panitia pun membagikan bingkisan dan santunan kepada para aktivis, pengajar TPQ. “Kami dari MSC juga mensuport Para Ustazah dengan memberi santunan kepada mereka, karena lewat merekalah Aqidah adik-adik TPQ disini terjaga,” ucapnya.

Ditambahkan, Mualaf Center Semarang akan selalu berkomitmen dan akan terus dakwah menguatkan akidah umat dan berupaya menanggulangi pemurtadan terutama di daerah daerah yang rawan pemurtadan

 

Gelar Aksi, Giliran HMI Solo Serukan Boikot Massal Produk Israel

SOLO (Jurnalislam.com)- Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surakarta melakukukan aksi unjuk rasa di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Selasa, (19/12/2107). Mereka mengecam pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat atas pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel,” kata korlap aksi Jati Narendro.

Jati juga mengajak masyarakat agar segera meninggalkan segala produk Israel, menurutnya, sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia, gerakan boikot massal akan membuat Israel merugi.

“Menghimbau seluruh warga Indonesia untuk memboikot seluruh produk Yahudi Israel, mengajak warga Indonesia untuk membantu warga Palestina baik secara material maupun non material,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa tindakan militer Israel terhadap warga Palestina sudah melampaui batas, untuk itu, ia mendesak seluruh negara muslim untuk memutuskan hubungan diplomatik kepada Israel.

“Mengutuk tindakan brutal dan biadab tentara Israel terhadap warga Palestina,” lanjutnya.

Pihaknya juga Mendukung segala bentuk perjuangan Pemerintah Indonesia dalam upaya pembebasan Palestina.

Angkatan Muda Muhammadiyah Soloraya Serukan Boikot Produk AS dan Israel

SOLO (Jurnalislam.com)-Ratusan umat Islam Soloraya yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Soloraya, menggelar aksi bela Palestina di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Surakata, Selasa, (19/12/2017).

“Kami menuntut Amerika Serikat agar mengembalikan kedaulatan Palestina terhadap kepemilikan Al-Quds,” tegas Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta, Suyanto,

Lebih lanjut, Suyanto menegaskan, bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat terkait Yerusalem sangat menyakiti umat Islam, untuk itu, ia mendesak Pemerintah untuk segera memutuskan hubungan diplomatik dengan AS.

“Kami minta sebagai negara mayoritas Islam Indonesia menggunakan kekuatan politik. Hal ini untuk membebaskan Palestina dari cengkraman Israel,” paparnya.

Suyanto juga mengatakan, bahwa Muhammadiyah yang siap untuk memboikot produk-produk Yahudi AS dan Israel. Pihaknya juga menyerukan agar boikot produk ini juga dilakukan seluruh ummat Islam di Indonesia maupun dunia.

Pemerintah Harus Berani Beri Sanksi Politik dan Ekonomi kepada AS

SURABAYA (Jurnalislam.com) -Gabungan elemen mahasiswa dan pelajar Surabaya menggelar Aksi Bela Palestina di depan Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya, Ahad (17/12/2017) mengecam klaim Trump bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Dalam tuntutannya, mahasiswa dan pelajar meminta pemerintah berani bersikap dan memberi sanksi tegas kepada AS yang telah melukai hati umat Islam sedunia.

“Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan sanksi yang tegas kepada Amerika Serikat dari berbagai sektor seperti politik, ekonomi, dan lain-lain,” kata Lutfi Rahmad, Koordinator Aksi dalam pernyataannya kepada Jurnalislam.com.

Massa pun meminta kepada Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa Timur menyatakan sikap untuk menutup dan mengusir Konsulat Jendral Amerika Serikat dari Kota Pahlawan.

Gabungan Elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Surabaya Gelar Aksi Bela Palestina

“Menyeru kepada seluruh elemen masyarakat Surabaya terkhusus umat Islam untuk senantiasa bersiap-siaga dan menjawab panggilan Jibad dengan senantiasa berdoe dan berkorban baik dengan harta serta jiwa raga untuk membebaskan Al-Quds dari kecaman Israel dan menyerahkan kepada Palestina,” pungkasnya.

Pantauan Jurnalislam,com, ratusan massa berasal dari berbagai elemen seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Surabaya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHT, PKS Muda, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unesa, dan para pemuda Surabaya yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Palestina (Gempa).

Gabungan Elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Surabaya Gelar Aksi Bela Palestina

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Gabungan elemen mahasiswa dan pelajar Surabaya menggelar Aksi Bela Palestina di depan Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya, Ahad (17/12/2017) mengecam klaim Trump bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Pantauan Jurnalislam,com, ratusan massa berasal dari berbagai elemen seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Surabaya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surabaya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Surabaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHT, PKS Muda, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unesa, dan para pemuda Surabaya yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Palestina (Gempa).

“Umat Islam sedunia tidak rela kalau Masjid Al Aqsa direbut zionis Israel, sehingga permasalahan Al-Quds tidak hanya masalah Palestina saja melainkan seluruh umat Islam di manapun berada. Indonesia sebagai negara yang merdeka memiliki tanggung jawab besar atas masalah Palestina,”kata Koordinator aksi Lutfi Rohman.

Para mahasiswa pun mengingatkan kembali tentang UUD 1945 bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. ”Palestina lah sebagai negara yang awalan mengakui kedaulatan Indonesia tatkala negara yang lain cenderung tidak mendukung, Palestina adalah saudara bangsa Indonesia,” pungkasnya.