Soal Pidato Ormas, API Bersatu Minta Jokowi Copot Tito dari Jabatan Kapolri

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Aktivis Pergerakan Islam (API) Bersatu meminta Presiden Joko Widodo agar mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian dari jabatannya lantaran ucapannya yang dianggap merendahkan ormas Islam.

“Kami mendesak Presiden RI Bapak Joko Widodo untuk segera memberhentikan Saudara Tito Karnavian dari Jabatan Kapolri,” kata Ketua API Bersatu, Asep Syaripudin dalam rilis yang diterima Jurnalislam.com.

Asep pun menolak dengan tegas tuduhan yang tidak berdasar dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada ormas-ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah sebagai kelompok yang ingin merontokkan NKRI.

“Kami mengecam Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang telah berulang kali meresahkan umat Islam dan telah mengkotak-kotakkan umat Islam Indonesia terbelah menjadi dua kubu, yaitu umat Islam yang tetap mempertahankan NKRI dan umat Islam yang ingin merontokkan NKRI,” pungkasnya.

Berikut merupakan penggalan ucapan Tito dalam video yang beredar di media social yang diprotes ormas-ormas Islam:

Semua Kapolda saya wajibkan untuk membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua Polres wajib membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten dan kota. Para Kapolsek wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah, jangan dengan yang lain. Dengan yang lain itu nomor sekian, mereka bukan pendiri negara, mau merontokkan negara malah iya.

Jelang Pilkada, Hati-hati ‘Jebakan Betmen’ Politisi Mendadak Shaleh

SURAKARTA (Jurnalislam.com) —Penasihat Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK) Ustaz Syamsuddin Asrori mengatakan agar umat Islam mewaspadai ‘jebakan betmen’ para politisi yang mendadak shaleh.

“Berhati-hatilah kepada para politikus yang mendadak shaleh dengan 3 doktrin kepada kita,”katanya kepada Jurnalislam.com disela-sela mempersiapkan Acara Launching JUMPA 2 di Joglo Arahmah Panjang Surakarta, Rabu (24/1/2018).

“Tiga doktrin itu adalah love. Seolah-olah mereka cinta kepada kita. Lalu trust, seolah mereka percaya, dan terakhir respect, seolah mereka peduli kepada kita,” tambahnya.

Jelang Pilkada, Waspada Elit Politik Tiba-tiba Merapat ke Umat Islam

Menurut Direktur Pondok Pesantren Baitul Rahmah Qur’ani (BRQ) Karanganyar ini, lihatlah track record pemimpin sejak masa lalu dan konsistensinya dalam Islam, bukan yang mendadak.

“Carilah calon pemimpin yang minimal memiliki dua karakter yang pertama adalah orang yang ringan langkah kakinya mendatangi shalat 5 waktu ke Masjid dan orang yang muamalahnya berpihak kepada umat Islam,” pungkasnya.

Berencana Bangun Masjid di Lahan Warga, DSKS Minta Pemkot Surakarta Hormati Putusan MA

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah massa yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan elemen umat Islam Surakarta memprotes rencana pembangunan Masjid Raya Solo yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, di kawasan tanah milik warga Sriwedari, Surakarta, Ahad, (28/1/2018).

Menurut anggota Divisi advokasi DSKS Endro Sudarsono, Masjid Solo yang rencananya akan dilakukan peletakan batu pertama oleh Pemkot Surakarta pada Senin, (5/2/2018) tersebut, merupakan tanah milik seorang warga yang secara resmi telah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2016 lalu.

“Kembali mengingatkan bahwa putusan Peninjauan Kembali (PK) dari pihak Pemkot Surakarta ditolak oleh Mahkamah Agung,” katanya kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Mengacu putusan MA, tanah Sriwedari seluas 99.889 m2 adalah milik ahli waris Wiryodiningrat sebagaimana PK MA No. 478-/PK/PDT/2015 pada Februari 2016,” imbuhnya. Lebih lanjut Endro mengatakan, bahwa belum ada kerelaan dari ahli waris Wiryodiningrat dan taman Sriwedari tersebut saat ini dalam proses eksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Untuk itu, ia memberi masukan kepada untuk berkomunikasi dengan ahli waris atau memindahkan rencana pembanguna masjid tersebut di tempat lain.

“Agar mengkomunikasikan kepada ahki waris terkait rencana pembangunan masjid tersebut atau mengganti tempat pembangunan masjid tidak di Sriwedari, misalnya dilahan bekas bangunan Polwil Surakarta,” tandasnya.

MCS dan MT Al Harokah Semarang Gelar Kajian dan Baksos untuk Mualaf

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Mualaf Center Semarang (MCS) bekerja sama dengan Majlis Ta’lim Al Harokah menggelar tabligh akbar bertajuk ‘Pengajian Muaaf dan pembagian 100 sembako’ di Masjid Baiturrohim, jl Gabahan no 71 Semarang Tengah, Sabtu (27/1/2018) dengan pemateri Ketua MCS ustaz Agus Triyanto.

Dalam paparannya, ia mengingatkan kembali jamaah yang mayoritas mualaf agar senantiasa memegang teguh tauhid.”Jika kita tidak beragama Islam berarti kita menyekutukan Allah , ada yang menyembah batu, ada yang menuhankan orang shaleh dan ada juga yang menuhankan Yesus ( Nabi Isa-red),”tuturnya saat memberi tausiah

Ditegaskan juga bahwa Allah akan mengampuni semua dosa apapun kepada hamba-Nya kecuali dosa syirik. “Allah akan mengampuni setiap dosa, kecuali syirik (menyekutukan Allah), walaupun mereka (orang kafir) berbuat baik di dunia tapi diakhirat kelak mereka termasuk orang yang merugi,” tegasnya

Acara tersebut juga di isi juga pengakuan dari seorang mualaf, Cynthia Sukotjo yang berprofesi sebagai dokter kandungan yang masuk Islam sejak tahun 2002. Ia memberi pesan yang dianggap sangat membekas kepada para mualaf lainnya agar menjaga hidayah Islam

“Allah akan menimpakan azab yang pedih kepada siapa yang kembali kafir setelah Allah beri petunjuk (hidayah),”ucap cdr. Cynthia saat menceritakan perjalanan hidupnya setelah masuk Islam. Dip engujung acara tersebut, ada juga ikrar syahadat oleh Ibu Sri Sudirminasih yang memutuskan memeluk Islam dan dipandu usta Ali dan disaksikan oleh Ibu Wachidah, perwakilan dari forum komunikasi penyuluh agama Islam Kecamatan Candisari beserta para jama’ah yang hadir.

Acara yang dimulai sujak pukul 09.00 tersebut diakhiri dengan pembagian 100 paket sembako dan shalat zuhur berjamaah.

Pamer Kebaikan di Tengah Umat Kalau Ada Kepentingan, Ciri Kaum Munafik

SOLO (Jurnalislam.com)- Juru bicara Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir mengimbau kepada umat Islam, agar waspada dengan banyaknya elit politik yang mendekati umat Islam jelang tahun politik kedepan.

“Mereka berubah sesaat untuk kepentingan mereka, supaya dianggap orang baik, dipercaya dan seterusnya, fenomena seperti ini tidak jauh dari orang orang munafik, maka masyarakat dan umat Islam harus waspada dengan tokoh tokoh seperti ini,” katanya kepada Jurnalislam.com di Brantan, Pajang, Solo, Rabu, (24/1/2018).

Menurut ustaz Iim, sapaan karibnya, sejak jaman Rasulullah, orang munafik selalu menampakan kebaikannya ditengah umat Islam, namun, katanya, bila mereka tak bersama umat Islam, maka mereka adalah orang-orang yang getol memusuhi Islam.

“Karena ini sebagai bentuk tipu daya kepada masyarakat, masyarakat ditipu dengan penampilan dan bentuk kemunafikan,” paparnya.

Jelang Pilkada, Waspada Elit Politik Tiba-tiba Merapat ke Umat Islam

SOLO (Jurnalislam.com)- Juru bicara Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir mengimbau kepada umat Islam, agar waspada dengan banyaknya elit politik yang mendekati umat Islam jelang tahun politik kedepan.

“Agar waspada kepada tokoh-tokoh ini, karena tiba-tiba mendekat kepada umat Islam. Mereka berubah sesaat untuk kepentingan mereka, supaya dianggap orang baik, dipercaya dan seterusnya Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Menurutnya, orang-orang seperti ini benar-benar harus diwaspadai karena, bisa jadi setelah kepentingan politiknya tercapai, ia malah akan menyingkirkan kepentingan umat.

“Karena tokoh seperti ini apabila berkuasa pasti akan melakukan kerusakan dan selalu bera’mar mungkar dan bernahi ma’ruf, dan kita selama ini betul-betul capek mengahadapi orang seperti ini,” ujarnya.

“Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wata’ala menolong kita dari orang orang yang seperti itu,” tandasnya.

FUI – PSHT Surakarta Berdamai, Polisi Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

SOLO (Jurnalislam.com) – Kepala Polresta Solo, Kombes Pol AKBP Ribut Hari Wibowo mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas kota Surakarta, hal ini ia sampaikan paska terjadinya gesekan yang melibatkan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan simpatisan Forum Umat Islam (FUI) Surakarta pada Minggu, (21/1/2018).

“Ini yang punya permasalahan saja sudah berdamai, yang lain lain ngapain, mari kita bersama sama menjaga kota Surakarta sesuai aman nyaman dan kondusif,” katanya kepada Jurnalislam.com usai lakukan mediasi di Polresta Surakarta, Kamis, (25/1/2018) malam.

Lebih lanjut, ia meminta agar para simpatisan kedua belak pihak tersebut menjaga surat kesepakatan perdamaian yang telah disepakati, untuk itu, ia meminta agar simpatisan mereka tidak terpancing dan terprovokasi oleh ulah oknum yang tidak bertanggung-jawab.

“Yang lain jangan ikut-ikutan, ini sudah di damaikan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, telah terjadi kasus perkelahian yang melibatkan Budi Raharjo (33) dan Sigit Nobiyanto (34) di halaman Masjid Istiqomah, Purwosari, Surakarta pada minggu, (21/1/201), belakangan diketahui, bahwa Budi adalah salah satu simpatisan FUI Surakarta dan Sigit adalah anggota PSHT Sukoharjo.

FUI Surakarta dan Perguruan Pencak Silat PSHT Sepakat Berdamai

SOLO (Jurnalislam.com) – Setelah melakukan mediasi selama lebih dari 2 jam di Polresta Surakarta, akhirnya Forum umat Islam (FUI) Surakarta dan organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melakukan perjanjian kesepakatan damai pada Kamis,(25/1/2018) malam.

Hal ini terkait, permasalahan yang melibatkan antara Budi Raharjo (33) warga Purwosari, Surakarta, yang juga takmir Masjid Istiqomah, Purwosari dan Sigit Nobiyanto (34) warga Waru, Baki, Sukoharjo anggota PSHT, yang sebelumnya sempat terlibat perkelahian di halaman Masjid Istiqomah Purwosari, Laweyan, Surakarta, pada Minggu, (21/1/2018) lalu.

Dalam kesepakatan yang ditandatangani kedua belak pihak tersebut, mereka berkomitmen untuk saling menjaga kondusifitas kota Solo yang sempat memanas paska munculnya kasus yang melibatkan kedua ormas yang mempunyai massa dengan jumlah besar tersebut.

“Kedua belak pihak sanggup dan bersedia untuk menjaga kondusifitas kota Solo dan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” kata Kepala Polresta Solo, Kombes Pol AKBP Ribut Hari Wibowo saat membacakan surat perjanjian perdamaian di hadapan kedua belak pihak.

“Apabila kemudian hari timbul suatu permasalahan dan tindak pidana yang melibatkan simpatisan dari kedua belak pihak, akan diproses sesuai perundang-undangan yang berlaku tanpa ada intervensi dari kedua belak pihak,” tandasnya.

Kasus ini sendiri terjadi pada Ahad (21/1/2018) sekitar pukul 03.30 Wib, diduga bermula ketika Sigit terlibat cekcok mulut dengan penumpang wanita dari taksi daring yang dikendarai oleh Diki, melihat cekcok tersebut, Diki berusaha melerai dan memisahkan dan meminta Sigit untuk meninggalkan lokasi.

Namun sigit tidak mau meninggalkan lokasi, dan sempat adu mulut dengan Diki, disaat bersamaan, Budi yang saat itu berada di dalam Masjid Istiqomah dan mau melakukan shalat malam, ikut keluar dan meminta Sigit untuk meninggalkan lokasi tersebut.

Budi mengaku mencium aroma alkohol dari mulut Sigit yang kala itu tetap tak menggubris permintaan tersebut, dan bahkan melakukan pemukulan terhadap Diki. Melihat hal tersebut, Budi mengaku dengan spontan menghentikan sikap Budi dengan melakukan pembelaan dengan batu bata yang berada di sekitar lokasi.

PT RUM Sebut Waktu Satu Bulan Hanya Bisa Kurangi Dampak Bau 50 Persen

 

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Aksi warga menolak PT RUM memunculkan kesepakatan agar PT RUM dapat menghilangkan limbah bau dalam waktu satu bulan. Presiden Direktur PT Rayon Utama Makmur (RUM) Pramono menjelaskan bahwa dalam satu bulan ke depan, pihaknya akan berusaha mengurangi efek limbah bau mirip septic tank dari PT RUM sebanyak lebih dari 50 %.Kini, pihaknya belum bisa menghilangkan limbah bau secara total karena terkendalanya kesediaan alat.

“Satu bulan itu menekan. Kalau mau menghilangkan total, kita harus datangkan mesin dari Denmark itu, yang dari Austria, itu saya nggak bisa janji. Teknisinya kan besuk selasa baru datang, itu kita tekan agar secepat mungkin bisa kirim mesinnya, cuma saya kasih jangka tadi mungkin bisa satu tahun,” katanya kepada wartawan di gedung DPRD Surakarta, Jum’at,(19/1/2018) usai audensi dengan warga yang terkena dampak limbah PT RUM.

Ia berjanji akan berusaha menekan mungkin separuh lebih, dalam satu bulan ini kan saya akan disampingi tim UMS yang dinilainya memiliki beberapa pakar tekonologi lingkunga.

Lebih lanjut, Pramono mengatakan, bahwa dirinya juga belum bisa memastikan dalam jarak radius berapa kilometer, limbah bau tersebut akan berkurang. Namun, katanya, dia akan berusaha semaksimal mungkin guna mengurangi efek limbah bau yang sekitar 4 bulan lalu sudah dikeluhkan masyarakat karena membuat efek, muntah, mual, pusing dan lainnya.

“Radius itu sulit mas, karena tergantung dari angin, karena kita didalem nggak apa-apa tetapi di luar tau tau ada bau, semua itu harus lihat dalam,” ujarnya.

“Angin inilah yang membuat bau tersebar. Kalau limbah cair kan mudah penanganannya bisa pakai pipa bisa disalurkan, kalau gas ini kan dilepaskan dibawa angina. Saya ingin menekan supaya gas ini dikabut, ditangkap partikel baunya kemudian kita salurkan ke pipa jadi limbah cair,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya akan berkordinasi terus dengan tim ahli dari UMS dan UNS. Ia juga mempersilahkan jika ada tim independen lainnya yang ingin bergabung untuk ikut berusaha menyelesaikan masalah yang membuat ribuan warga Nguter, Sukoharjo menggeruduk Gedung DPRD Sukoharjo pada Jum’at,(19/1/2018).

“Misalkan teman-teman dari UNS, UMS dan lainnya silahkan, dan tentunya biaya yang memikul dari perusahaan,” pungkasnya.

Audiensi Berlangsung Alot, Ini Kesepakatan PT RUM dengan Warga Nguter Sukoharjo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)—Warga Nguter Sukoharjo menggelar aksi (19/1/2019) meminta PT RUM ditutup karena dianggap telah mencemarkan lingkungan. Perwakilan warga akhirnya diterima DPRD Sukoharjo untuk melakukan audiensi bersama Bupati dan perwakilan PT RUM.

Pantauan Jurnalislam.com, audiensi berlangsung alot hingga timbul ketegangan. Namun, akhirnya warga dan PT RUM mencapai kesepakatan. Dalam keputusan yang ditandatanngani 3 perwakilan masyarakat yakni Pramono, Tomo, Ari Suwarno dan presiden direktur PT RUM Pramono, terdapat beberapa poin yang disepakati kedua pihak tersebut.

“Bahwa PT Rayon Utama Makmur (RUM) bersedia untuk menghilangkan dampak bau yang dihasilkan dari limbah PT RUM sesuai baku mutu lingkungan,” kata ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto yang membacakan surat kesepakatan itu dihadapan massa yang berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sukoharjo.

“Selanjutnnya, untuk pelaksanaan PT RUM akan melibatkan, 1.Tim independen dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan tim independen yang sedia berjuang. 2.Perwakilan masyarakat yang menandatangani kesepakatan ini dalam rangka pemantauan upaya menghilangkan dampak bau,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Nurjayanto, PT RUM harus menghilangkan limbah bau dalam waktu maksimal satu bulan. “Apabila Dalam waktu 1 bulan PT RUM belum dapat menghilangkan dampak bau tersebut PT RUM bersedia menghentikan sementara proses produksinya sampai dengan membuat instansi Sulfure Acid (H2504) Recovery,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan warga Ari Suwarno mengaku siap mengawal janji 1 bulan dari pihak PT RUM itu. Namun, tambahnya, jika pihak PT RUM menghianati dan tidak bisa mengatasi sumber masalah tersebut, maka dirinya bersama warga akan mengadang aktifitas PT RUM dan akan menggerahkan massa yang lebih besar untuk menuntut keadilan kembali.

“Kalau memang satu bulan masih tercium bau, kita akan aksi menghadang kegiatan PT RUM, kalau pemerintah tidak memperhatikan massa kita kerahkan lagi, Kita kawal, kalau masih di ingkari kita bergerak lagi, kita paksa kita tutup,” tegasnya.