Responsive image

FUI Surakarta dan Perguruan Pencak Silat PSHT Sepakat Berdamai

FUI Surakarta dan Perguruan Pencak Silat PSHT Sepakat Berdamai

SOLO (Jurnalislam.com) – Setelah melakukan mediasi selama lebih dari 2 jam di Polresta Surakarta, akhirnya Forum umat Islam (FUI) Surakarta dan organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melakukan perjanjian kesepakatan damai pada Kamis,(25/1/2018) malam.

Hal ini terkait, permasalahan yang melibatkan antara Budi Raharjo (33) warga Purwosari, Surakarta, yang juga takmir Masjid Istiqomah, Purwosari dan Sigit Nobiyanto (34) warga Waru, Baki, Sukoharjo anggota PSHT, yang sebelumnya sempat terlibat perkelahian di halaman Masjid Istiqomah Purwosari, Laweyan, Surakarta, pada Minggu, (21/1/2018) lalu.

Dalam kesepakatan yang ditandatangani kedua belak pihak tersebut, mereka berkomitmen untuk saling menjaga kondusifitas kota Solo yang sempat memanas paska munculnya kasus yang melibatkan kedua ormas yang mempunyai massa dengan jumlah besar tersebut.

“Kedua belak pihak sanggup dan bersedia untuk menjaga kondusifitas kota Solo dan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” kata Kepala Polresta Solo, Kombes Pol AKBP Ribut Hari Wibowo saat membacakan surat perjanjian perdamaian di hadapan kedua belak pihak.

“Apabila kemudian hari timbul suatu permasalahan dan tindak pidana yang melibatkan simpatisan dari kedua belak pihak, akan diproses sesuai perundang-undangan yang berlaku tanpa ada intervensi dari kedua belak pihak,” tandasnya.

Kasus ini sendiri terjadi pada Ahad (21/1/2018) sekitar pukul 03.30 Wib, diduga bermula ketika Sigit terlibat cekcok mulut dengan penumpang wanita dari taksi daring yang dikendarai oleh Diki, melihat cekcok tersebut, Diki berusaha melerai dan memisahkan dan meminta Sigit untuk meninggalkan lokasi.

Namun sigit tidak mau meninggalkan lokasi, dan sempat adu mulut dengan Diki, disaat bersamaan, Budi yang saat itu berada di dalam Masjid Istiqomah dan mau melakukan shalat malam, ikut keluar dan meminta Sigit untuk meninggalkan lokasi tersebut.

Budi mengaku mencium aroma alkohol dari mulut Sigit yang kala itu tetap tak menggubris permintaan tersebut, dan bahkan melakukan pemukulan terhadap Diki. Melihat hal tersebut, Budi mengaku dengan spontan menghentikan sikap Budi dengan melakukan pembelaan dengan batu bata yang berada di sekitar lokasi.

Bagikan
Close X