PMII Surabaya : UU MD3 Anti Kritik dan Otoriter

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Mahasiswa Surabaya menggelar aksi tolak revisi Revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) di Gedung DPRD Surabaya, Senin (19/2/2018). Ketua Pengurus Cabang PMII Surabaya Fathur Rosi menilai UU MD3 baru sarat materi dan pasal anti kritik dan otoriter.

“Kriminalisasi terhadap masyarakat yang kritis, ketimpangan penegakan hukum, adalah fenomena yang akan terjadi dimasa yang akan datang seiring dengan disahkannya Undang-undang No. 17 Tahun 2014 tentang MD3,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sebenarnya bahwa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) juga bisa mengambil langkah hukum apabila ada yang merendahkan kehormatan Dewan atau anggotanya. Hal tersebut diatur dalam Pasal 122 huruf K. Berikut adalah kutipan pasal tersebut.

“Mengambil langkah hukum dan/atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR,” kutipnya.

PC PMII Surabaya, kata dia, meminta Presiden untuk turun tangan mengeluarkan Perppu terkait polemik ini.

“Sejalan dengan itu, kami mendesak presiden mengeluarkan Perpu Merevisi Pasal -pasal yang mengandung kontroversial didalam UU MD3,” pungkasnya.

Aksi Mahasiswa Surabaya Tolak RUU MD3 Berakhir Ricuh

Surabaya (jurnalislam.com) Aksi penolakan Revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) oleh mahasiswa di DPRD Kota Surabaya berakhir ricuh, Senin (19/2/2018).

Kericuhan ini lantaran Ketua DPRD Kota Surabaya Ir. Armuji tidak memberikan kepastian mendukung atau tidak. Hal ini yang memperkeruh suasana menjadi memanas ketika politisi dari PDI Perjuangan meninggalkan puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi tak terhindarkan. Bahkan beberapa mahasiswa sempat diamankan agar bisa meredam bentrokan. Aksi berlanjut dengan memblokir Jalan Yos Sudarso depan Gedung DPRD Kota Surabaya.

Ketua Pengurus Cabang PMII Surabaya Fathur Rosi dalam orasinya mengatakan bahwa pengesahan revisi UU MD3 adalah suatu bentuk prisai baru untuk para koruptor agar leluasa untuk membuat kebijakan secara sewenang-wenang.

“Kami menolak Keras RUU MD3 karena sudah menyalahi Amanat Demokrasi. Pengesahan ini terkesan sangat cepat, yang kita anggap sebagai alat untuk persiapan menjelang akhir periode atau pun menjelang pesta demokrasi 2019,” teriaknya dihadapan Ketua DPRD Surabaya Armuji.

Menurutnya, banyak sekali ketimpangan dalam revisi UU tersebut, dan dianggap akan menjadikan DPR sebagai Lembaga super power yang sulit disentuh oleh proses hukum. Ia melanjutkan, anggota DPR tidak dapat diperiksa tanpa adanya izin Presiden dan pertimbangan dari MKD. Hal itu tertuang dalam Pasal 245.

Selain itu, kewenangan DPR diperkuat dalam Pasal 74 yang mengatur wewenang memberikan rekomendasi dan berhak melayangkan hak interpelasi, hak angket, serta hak menyatakan pendapat dan mengajukan pertanyaan bila rekomendasi itu tak dilaksanakan.

Tokoh dan Ulama Solo Deklarasikan Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS)

SOLO (Jurnalislam.com)- Sejumlah tokoh nasional dan ulama Soloraya tampak menghadiri deklarasi Gerakan Indonesia Shalat Subuh Soloraya di Masjid Nurul Iman Kalitan Solo,pada Ahad (18/2/2018).

Acara yang di hadiri ribuan jamaah ini dimulai dengan shalat subuh berjamaah dan dilanjutkan tausiah oleh tokoh dan para ulama. Mereka menegaskan bahwa shalat subuh untuk mencari keberkahan dan keutamaan di waktu subuh serta shalat subuh sebagai tanda awal akan kemenangan Islam.

Tokoh Forum Umat Islam (FUI) Bernard Abdul Jabar membacakan deklarasi GISS dan diikuti segenap hadirin. “Kami jamaah subuh Masjid Nurul Iman Kalitan Solo menyatakan pagi ini bertekad dan senantiasa istiqamah untuk datang ke masjid- masjid terdekat untuk shalat shubuh berjamaah,” katanya.

Ia pun menyerukan agar warga dapat mengajak anggota keluarga,tetangga dan kawan- kawan untuk shalat shubuh berjamaah di masjid.

“Semoga dengan adanya GISS indonesia ke depan kan menjadi NKRI yang berkah,aman dan sentosa,”pungkasnya.

Sejumlah tokoh yang ikut hadir diantaranya Amien Rais (Dewan Pembina Persaudaraan Alumni 212 )Eky Pitung (Tokoh Betawi), Bernar Abdul Jabbar (Sekum PA 212) Ustad Fikri, (MUI pusat), Slamet Ma’arif ( Ketua PA 212), Rofii(FPI jateng), Cak Nur (da’i dari Palu), Surawijaya(JAS jateng), Dr.Muinidillah Basri (DSKS), Yusuf Suparno(LUIS)Ustadz Nurhadi Wasono (Elmusa), dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya.

reporter: ridho

Tabligh Akbar Masjid Jami Al Amien Prenduan Hadirkan Tuan Guru Bajang

SUMENEP (Jurnalislam.com)—DKM Masjid Jami Al Amien Prenduan menghadirkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. KH Zainul Majdi yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB), Senin (12/2/2018).

Acara ini dihadiri para santri Al Amien Prenduan, alumni dan masyarakat umum dari berbagai daerah. Dalam ceramahnya, TG menyampaikan apresiasi, pesan dan kesan untuk Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Ia merasa takjub dan tertarik ingin belajar dari Al-Amien.

“Banyak hal yang harus dipelajari dari Al-Amien Prenduan yang usianya jauh lebih muda daripada Pondok Pesantren Pancor tapi lebih besar pesantrennya”, kata TGB ketika acara Tabligh Akbar.

Bahkan beliau akan menghabiskan malamnya dengan menginap di Al-Amien Prenduan, sebagaimana disampaikan oleh KH. Ahmad Fauzi Tijani, pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

PC Muhammadiyah Gamping Bantah Broad Cast Terkait Penyerangan Gereja Lidwina

GAMPING (Jurnalislam.com)–Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping membantah sebuah Broad Cast (BC) yang mencantumkan nama Iman Suparlan sebagai anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping sebagai sumber berita tentang pelaku penyerangan Gereja Lidwina Bedog Gamping.

“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat dan siapapun yang menerima informasi tentang peristiwa tersebut atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping untuk tidak mempercayainya,” kata Drs.H.Samino Sintawibawa, Selasa (13/2/2018) dalam rilis redaksi yang diterima Jurnalislam.com.

Ia juga mengimbau kepada keluarga besar Muhammadiyah kecamatan Gamping untuk tidak mudah mempercayai berita atau informasi apapun apalagi terkait isu agama, melakukan tabayyun terhadap berita yang diterima dan tidak menyebarkan berita tersebut sebelum pasti kebenarannya.

“Selanjutnya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gamping mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya masing-masing terhadap pendatang baru dan orang yang belum dikena,” tegasnya.

Sebelumnya, sempat beredar BC yang mengatasnamakan PC Muhammadiyah Gamping, yang menyebutkan informasi terkait penyerangan Gereja Lidwina.

 

 

Sambangi Mapolres Jember, Ulama dan Aktivis Ormas Tegaskan Tolak LGBT

JEMBER (Jurnalislam.com) – Beberapa pimpinan ormas bersama puluhan laskar di Jember menyambangi Mapolres untuk silaturahmi membahas permasalahan umat. Isu yang diangkat kali ini mengenai Leabian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT)

Ketua DPW FPI Jember Ustadz Faizin menyampaikan bahwa dalam acara silaturahmi ini akan mengangkat permasalahan umat yaitu LGBT. “Ajang silaturahmi ini kami lakukan supaya lebih memahami permasalahn umat, termasuk mengenai LGBT yang semakin marak akhir ini,”katanya di Mapolres Jember, Senin (12/2/2018).

Ia juga menyatakan penolakan terhadap merebaknya LGBT. Hal ini karena tidak sejalan dg kultur masyarakat yang ada. “Maka kami melakukan penolakan ini secara legal dan sistematis dengan menemui forpimda. Hal ini kami lakukan karna sudah meresahkan dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,”tambahnya.

Tak hanya FPI Jember, silaturahmi ini juga dihadiri okeh Laskar Islam Jember (LIJ), Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Jember dan ulama. Ustaz Soleh mengharapkan ketegasan polisi kepada pelaku LGBT, dan pentingnya masyarakat tahu bahwa LGBT merusak moral dan dapat menyebarkan penyakit kelamin menular termasuk HIV.

“LGBT ini jelas dilarang oleh agama, selain itu juga menyebabkan penyakit menular seperti HIV AIDS. Kami membutukan tindak tegas dari kapolres. Kita juga bicara kepada masyarakat bahwa LGBT ini merusak moral,” tegasnya.

Pimpinan JAS Jember, ustaz Widya menjelaskan sejak merebaknya isu LGBT, kelompok waria mulai menunjukkan keberadaanya. Selain itu, miras juga perlu mendapat perhatian karena penjualannya mudah diakses segala usia.

“Kami juga menyampaikan keresahan dengan adanya isu ini, eksistensi waria di stasiun Jember mulai banyak lagi. Selain itu keberadaan miras sudah vulgar dijual di toko pinggir jalan, yang memungkinkan semua usia bisa membeli,” tegasnya.

Kontributor : Samsul Fikri

Atasi Kekeringan, DDII Bangun Sumur Bor di Dusun Krajan Blitar

Blitar (Jurnalislam.com) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ( DDII) Jawa Timur dan Lembaga Zakat Nasional (LAZNAS) DDII menggelar program bakti sosial membantu warga yang kesulitan air, dengan tema”Sumur Bor Kanggo Sedulur” di Dusun Krajan Desa Sukorejo Kecamatan Wates Kabupaten Blitar, Ahad (11/2/2018).

Dipilihnya Dusun Krajan dikarenakan daerah ini termasuk sulit air, terutama jika musim kemarau tiba. Letaknya 6 km menuju pantai Jolosutro.

“Jika musim kemarau air bersih sulit kami dapat. Untuk membuat sumur harus mengebor hingga 50 m, bahkan ada yang lebih dari 100 meter”, kata ustaz Zain Abdul Azis, dai DDII Jatim asal Tulungagung yang sudah menetap dan berkeluarga di desa Sukorejo sejak tahun 1991 ini.

Dengan adanya sumur bor ini, warga merasa sangat terbantu. Sunardi (42 th), misalnya, sangat berterima kasih dan bersyukur atas usaha DDII dan LAZNAS DDII menginisiasi program ini. “Alhamdulilah, sumur ini sangat bermanfaat bukan hanya bagi kami yang muslim, tapi juga saudara-saudara di Sukorejo yang beragama lain”, ungkap Sunardi dengan bersemangat.

Humas DDII Jawa Timur Tom Mas’udi berterima kasih kepada para donatur yang ikut mensukseskan acara ini.”Jika ada saudara-saudara kita yang berkenan mengulurkan amal jariyahnya melalui LAZNAS DDII, insya Allah kami siap menyalurkannya ke sasaran yang tepat”, kata Tom menambahkan kepada Jurnalislam.com.

Selain kegiatan bakti sosial pembuatan sumur bor, sejak jumat (9 Pebruari) DDII Jatim bersinergi dengan DDII Pusat telah menerjunkan para pemuda pemudi Islam dalam program Madrasah Relawan Kemanusiaan (MRK) di tempat yang sama. MRK adalah aktifitas sosial yang dicanangkan DDII Pusat dan disebar ke penjuru nusantara dengan social project seperti peduli bencana, marbot ranger, tebar mukena dan al Qur’an, dsb.

Kemenag Kabupaten Dompu Keluarkan Surat Imbauan Larangan Perayaan Valentine Day

DOMPU (Jurnalislam.com)— Kementerian Agama Kabupaten Dompu mengeluarkan surat himbauan pelarangan perayaan ikut serta pada hari perayaan Valentine day setiap 14 Februari.

“Himbauan kepada guru dan siswa serta masyarakat muslim umumnya untuk tidak merayakan hari Valentine day dalam bentuk apapun,” kata Kepala Kemenag Dompu H. Syamsul H. Ilyas M. Si dalam surat edaran bernomor B.190/kk.19.05/BA.00.01/02/2018 yang diterima redaksi Jurnalislam.com.

Ia juga mengimbau kepada para khatib Jumat untuk menyampaikan haramnya valentine day.

“Surat Himbaun tersebut di tujukkan untuk kepala kepala sekolah di bawah naungan kementerian agama, mulai dari MA, Mts, MI dan RA juga kepada KUA dan penyuluh non PNS se kab. Dompu serta masyarakat muslim pada umumnya untuk tidak ikut serta dalam perayaan hari valentine day pada tanggal 14 besok,” katanya.

Reporter: Agus Ringgo

Jamaah Membludak, IBM dan DSKS Sukses Helat Solo Qur’an Tours

SOLO.(Jurnalislam.com)- Lebih dari Lima ribu jamaah kaum muslimin dari Soloraya hadiri perhelatan akbar Solo Qur’an Hours, di Masjid Agung Solo pada Ahad(11/02/2018).

Acara yang diadakan pertama kali di kota Solo ini dihelat atas kerjasama Indonesia Bangkit dari Masjid (IBM) dengan Dewan syariah kota Surakarta(DSKS), Takmir masjid Agung Surakarta serta di dukung puluhan elemen muslim ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah, memotivasi iman dan semangat membaca, mentadaburi, dan mengamalkan al Qur’an.

Wakil Wali Kota Solo Ahmad Purnomo dalam sambutanya mengaku senang dengan acara Solo Qur’an Hours ini dan mengajak ummat Islam menjadikan muhasabah tentang kedekatan kepada al Qur’an.

“Acara ini sungguh luar biasa. Saya bersyukur dan bahagia atas kegitan seperti hari ini. Saatnya kita semua bermuhasabah menjadi perenungan kita sebagai seorang muslim tentang kedekatan kita terhadap Al-Qur’an dan semangat ini harus kita gelorakan,”katanya.

Senada dengan itu ketua DSKS Ustad Dr.Muindinilah Basri mengajak untuk mengembalikan semua urusan ke al Qur’an. “Kita duduk di sini untuk mengembalikan semuanya kepada Qur’an sehingga yang halal di halalkan dan yang haram di haramkan,” katanya.

“Sehingga pemerintah diharapkan bisa kita bentuk dengan Al-Qur’an, kembali ke Al Quran. Pemerintah mendoakan rakyatnya, rakyat mendoakan pemerintahnya dalam ukhuwah Islamiyah dalam syariat Islam,”tambahnya.

Para tokoh, ulama, hingga para penghafal Qur’an tampak menghadiri acara ini, diantaranya : ustaz Faiz Baraja alhafiz, ustaz Syihabuddin alhafiz, Dr. Muindinilah Basri alhadiz, ustaz Muhtarom alhafiz, ustadz Imadudin alhafiz, Ketua MUI Solo ustaz Subar, hingga Wakil Wali Kota Solo Drs Ahmad Purnomo.

Acara dimulai dengan pembagian 1350 mushaf al Qur’an dan 2000 voucher makan siang gratis dilanjutkan tilawah ayat- ayat pilihan oleh para hafiz dan di tutup dengan doa khatam Qur’an.

Reporter : ridho

Marak Pelecehan Muslimah di Solo, GBN Nilai Ada Keterkaitan Dengan Penganiayaan Ulama di Jabar

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Maraknya pelecehan terhadap muslimah yang dilakukan orang tak dikenal di kota Soloraya belakangan ini, dinilai Ketua Gerakan Bela Negara (GBN) Solo Ustaz Tengku Adzar ada kaitannya dengan penganiayaan terhadap ulama di Jawa Barat yang dilakukan oleh orang yang diduga gila.

“Ini juga sama, ini satu bagian yang saya yakini tidak terpisah, ada pola-pola mengabisi ustaz, melecehkan muslimah bahkan mungkin nanti ada pola-pola untuk membakar pondok Pesantren dan sebagainya,” katanya di Grogol, Sukoharjo, Kamis, (8/2/2018).

Ia juga meyakini, bahwa saat ini, umat Islam di Indonesia sedang dijadikan target oleh musuh-musuh Islam yang takut akan kebangkitan umat Islam, terutama terhadal kepemimpinan terhadap ulama.

“Sasarannya memang kaum muslimin, oleh sebab itu, bahwa ketika aliran-aliran sesat, sekte-sekte kufur ini berkembang di Indonesia, mereka tahu betul bahwa yang menjadi penghalang adalah umat Islam maka akan menghabisi kaum muslimin dan ini harus di waspadai,” ujarnya.

Lebih lanjut ustaz Tengku berpesan kepada muslimah agar tidak keluar rumah kecuali mendesak dan dikawal oleh suami atau mahramnya, selain itu, katanya mahasiswi harus lebih waspada karena jauh dari orang tua dan mahramnya.

“Karena saya yakin ini juga akan menjadi target mereka, mereka tau karena memang jauh dari mahrom dan orang tua dan ini juga harus menjadi perhatian kita,” paparnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh umat Islam agar memperhatikan dan ikut mencari pelaku pecehan yang sudah sangat meresahkan muslimah di kota Solo itu.

“Kepada seluruh kaum muslimin, laskarnya, kemudian ormas-ormas Islam untuk, setiap ada kasus seperti ini kita cari segera dan kita buktikan, ini sangat bahaya sekali,” tandasnya.