Sambangi Mapolres Jember, Ulama dan Aktivis Ormas Tegaskan Tolak LGBT

JEMBER (Jurnalislam.com) – Beberapa pimpinan ormas bersama puluhan laskar di Jember menyambangi Mapolres untuk silaturahmi membahas permasalahan umat. Isu yang diangkat kali ini mengenai Leabian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT)

Ketua DPW FPI Jember Ustadz Faizin menyampaikan bahwa dalam acara silaturahmi ini akan mengangkat permasalahan umat yaitu LGBT. “Ajang silaturahmi ini kami lakukan supaya lebih memahami permasalahn umat, termasuk mengenai LGBT yang semakin marak akhir ini,”katanya di Mapolres Jember, Senin (12/2/2018).

Ia juga menyatakan penolakan terhadap merebaknya LGBT. Hal ini karena tidak sejalan dg kultur masyarakat yang ada. “Maka kami melakukan penolakan ini secara legal dan sistematis dengan menemui forpimda. Hal ini kami lakukan karna sudah meresahkan dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,”tambahnya.

Tak hanya FPI Jember, silaturahmi ini juga dihadiri okeh Laskar Islam Jember (LIJ), Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Jember dan ulama. Ustaz Soleh mengharapkan ketegasan polisi kepada pelaku LGBT, dan pentingnya masyarakat tahu bahwa LGBT merusak moral dan dapat menyebarkan penyakit kelamin menular termasuk HIV.

“LGBT ini jelas dilarang oleh agama, selain itu juga menyebabkan penyakit menular seperti HIV AIDS. Kami membutukan tindak tegas dari kapolres. Kita juga bicara kepada masyarakat bahwa LGBT ini merusak moral,” tegasnya.

Pimpinan JAS Jember, ustaz Widya menjelaskan sejak merebaknya isu LGBT, kelompok waria mulai menunjukkan keberadaanya. Selain itu, miras juga perlu mendapat perhatian karena penjualannya mudah diakses segala usia.

“Kami juga menyampaikan keresahan dengan adanya isu ini, eksistensi waria di stasiun Jember mulai banyak lagi. Selain itu keberadaan miras sudah vulgar dijual di toko pinggir jalan, yang memungkinkan semua usia bisa membeli,” tegasnya.

Kontributor : Samsul Fikri