Perundingan Suriah: Proposal Komite Kontitusional Disahkan Tanpa Delegasi Oposisi

SOCHI (Jurnalislam,com) – Proposal untuk membentuk sebuah komite konstitusional disahkan pada hari Selasa (30/1/2018) di Kongres Dialog Nasional Suriah di kota Sochi, Rusia, yang diselenggarakan oleh Ankara, Teheran, dan Moskow, Anadolu Agency melaporkan.

Para pihak pada kongres dua hari tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan akhir bahwa mereka ingin mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut sesegera mungkin.

Pernyataan tersebut juga meminta “semua teman Suriah untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk membantu negara tersebut bergabung kembali ke dalam masyarakat internasional dan mengembalikan statusnya sebagai anggota terhormat.”

“Untuk itu kami sepakat untuk membentuk sebuah komite konstitusional yang terdiri dari delegasi Pemerintah Republik Arab Suriah bersama dengan perwakilan luas delegasi untuk merancang sebuah reformasi konstitusional sebagai kontribusi terhadap penyelesaian politik di bawah naungan PBB sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan 2254 ,” kata pernyataan tersebut.

Perundingan Damai Suriah di Sochi Dihadiri Semua Elemen kecuali Faksi Jihad

Komite konstitusi akan mencakup “pemerintah, perwakilan oposisi, pakar Suriah, masyarakat sipil, independen, pemimpin suku dan kelompok perempuan,” menurut pernyataan tersebut.

Ditambahkan bahwa kesepakatan akhir mengenai mandat dan kerangka acuan, wewenang, peraturan prosedur, dan kriteria seleksi untuk komposisi komite harus dicapai dalam proses Jenewa yang dipimpin oleh PBB.

Pernyataan tersebut meminta sekretaris jenderal PBB untuk menunjuk utusan khususnya ke Suriah demi membantu tugas komite konstitusional di Jenewa.

Sebelumnya pada hari Selasa, oposisi Suriah memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam pertemuan puncak Sochi dan sebaliknya mengumumkan bahwa Turki dapat melakukannya atas namanya, kata sumber diplomatik yang tidak dikenal.

Delegasi oposisi Suriah tiba di Sochi untuk pertemuan puncak tersebut namun kemudian berubah pikiran saat mereka melihat gambar dengan bendera rezim Suriah di atasnya. Setelah itu, mereka memberi Turki wewenang untuk mewakilinya di pertemuan puncak, kata sumber tersebut.

Shalat Gerhana: Hukum, Waktu dan Tata Caranya

JURNALISLAM.COM – Gerhana matahari dan bulan merupakan fenomena alam yang tidak seperti biasanya, maka Allah Ta’ala mensyariatkan atas kita melalui lisan Nabi-Nya Shallallahu Alaihi Wasallam untuk melaksanakan shalat gerhana. Pada gerhana matahari biasanya disebut dengan shalat kusuf, sedangkan pada gerhana bulan dengan shalat khusuf. Namun terkadang kedua nama tersebut memiliki arti yang sama. Artinya kusuf bisa digunakan untuk gerhana matahari dan bulan, begitu juga khusuf.

Hukum Shalat Gerhana

Para ulama sepakat bahwa shalat gerhana, termasuk shalat gerhana matahari (kusuf) adalah sunnah muakad (sangat dianjurkan), baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Waktu Shalat Gerhana

Waktu untuk mengerjakan shalat gerhana adalah antara sejak mulainya gerhana hingga gerhana berakhir (matahari/bulan kembali ke kondisi semula)

Tata Cara Shalat Gerhana

Shalat gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari, lebih utama dikerjakan secara berjamaah, meskipun menunaikannya secara berjamaah bukan termasuk syarat utama syahnya shalat tersebut. Ketika menjelang pelaksanaan shalat gerhana, hendaklah muadzin mengumandangkan lafazh “Ash shalaatu jaami’ah”.

Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat. Setiap rakaat harus dilakukan dua kali ruku’. Tidak ada perselisihan di antara ulama, shalat gerhana dikerjakan dua rakaat. Dan pendapat yang masyhur dari pelaksanaannya adalah pada setiap rakaatnya dua kali berdiri, dua kali bacaan, dua kali ruku’, dan dua kali sujud. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam al-Syafi’i, dan Imam Ahmad rahimahumullah.

خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى حَيَاةِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِلَى الْمَسْجِدِ فَقَامَ وَكَبَّرَ وَصَفَّ النَّاسُ وَرَاءَهُ فَاقْتَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قِرَاءَةً طَوِيلَةً ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ. ثُمَّ قَامَ فَاقْتَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً هِىَ أَدْنَى مِنَ الْقِرَاءَةِ الأُولَى ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً هُوَ أَدْنَى مِنَ الرُّكُوعِ الأَوَّلِ ثُمَّ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ. ثُمَّ سَجَدَ – وَلَمْ يَذْكُرْ أَبُو الطَّاهِرِ ثُمَّ سَجَدَ – ثُمَّ فَعَلَ فِى الرَّكْعَةِ الأُخْرَى مِثْلَ ذَلِكَ حَتَّى اسْتَكْمَلَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ وَانْجَلَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفَ ثُمَّ قَامَ فَخَطَبَ النَّاسَ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَافْزَعُوا لِلصَّلاَةِ

Pada saat Nabi hidup, terjadi gerhana matahari. Rasulullah keluar ke masjid, berdiri dan membaca takbir. Orang-orang pun berdatangan dan berbaris di belakang beliau. Beliau membaca surat yang panjang. Selanjutnya beliau bertakbir dan ruku’. Beliau memanjangkan waktu ruku’ hampir menyerupai waktu berdiri. Selanjutnya beliau mengangkat kepala dan membaca “Sami’allaahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu”. Lalu berdiri lagi dan membaca surat yang panjang, tapi lebih pendek daripada bacaan surat yang pertama. Kemudian beliau bertakbir dan ruku’. Waktu ruku’ ini lebih pendek daripada ruku’ pertama. Setelah itu beliau sujud. Pada rakaat berikutnya, beliau melakukan perbuatan yang sama hingga sempurnalah empat ruku’ dan empat sujud. Setelah itu matahari muncul seperti biasanya, yaitu sebelum beliau pulang ke rumah. Beliau terus berdiri dan menyampaikan khutbah, memuji Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya. Tak lama kemudian, beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Oleh karena itu, jika kau menyaksikan gerhana bergegaslah untuk mengerjakan shalat.” (HR. Muslim)

Ibnu Abbas juga meriwayatkan hadits shalat gerhana sebagaimana dicantumkan Imam Al Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahih beliau:

عنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ انْخَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ، فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ قِرَاءَةِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ، ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً ، وَهْوَ دُونَ الْقِيَامِ الأَوَّلِ ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ، وَهْوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأَوَّلِ ، ثُمَّ سَجَدَ ، ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهْوَ دُونَ الْقِيَامِ الأَوَّلِ ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ، وَهْوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأَوَّلِ ، ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً ، وَهْوَ دُونَ الْقِيَامِ الأَوَّلِ ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ، وَهْوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأَوَّلِ ، ثُمَّ سَجَدَ ، ثُمَّ انْصَرَفَ وَقَدْ تَجَلَّتِ الشَّمْسُ ، فَقَالَ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

Dari Abdullah bin Abbas, bahwa pada suatu hari terjadi gerhana matahari. Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdiri untuk mengerjakan shalat. Beliau berdiri lama sekali, kira-kira sepanjang bacaan surat Al-Baqarah, kemudian beliau ruku’ juga sangat lama. Lalu berdiri kembali dengan waktu yang sangat lama, tetapi lebih pendek dibandingkan dengan waktu berdiri yang pertama tadi. Kemudian beliau ruku’ lagi yang lamanya lebih pendek daripada ruku’ pertama. Lalu beliau sujud. Selanjutnya beliau berdiri lagi dan waktu berdirinya sangat lama hingga hampir menyamai rakaat pertama. Setelah itu beliau ruku’ dan lamanya hampir sama dengan ruku’ yang pertama. Lalu berdiri lagi, tetapi lebih pendek dibanding dengan berdiri yang pertama. Kemudian ruku’ lagi yang lamanya lebih pendek daripada ruku’ pertama, dan kemudian sujud. Setelah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat, matahari telah kembali normal seperti biasa. Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan itu adalah dua tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari dan bulan itu bukanlah karena kematian atau kehidupan seeorang. Maka jika engkau melihatnya, ingatlah dan berzikirlah kepada Allah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Abdil Barr mengatakan, “dua hadits di atas adalah hadits paling shahih mengenai shalat gerhana.”

Ibnu Qayyim mengatakan, “Hadits yang shahih, sharih, dan dapat dipakai sebagai pegangan dalam masalah shalat gerhana adalah dengan mengulangi ruku’ setiap rakaat, berdasarkan hadits Aisyah, Ibnu Abbas, Jabir, Ubay bin Ka’ab, Abdullah bin Amr bin Ash, dan Abu Musa Al Atsari. Semua meriwayatkan hadits dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa ruku’nya diulang dua kali dalam tiap raka’at. Para perawi yang meriwayatkan berulangnya ruku’ itu lebih banyak jumlahnya, lebih dapat dipercaya, dan lebih erat hubungannya dengan Rasulullah jika dibandingkan dengan perawi-perawi yang mengatakan tidak perlu melakukan ruku’ secara berulang-ulang. Begitu pula pendapat mazhab Maliki, Syafi’i, dan Ahmad. Tetapi Abu Hanifah berpendapat bahwa shalat gerhana itu adalah dua rakaat dan mengerjakannya seperti shalat Hari Raya atau Shalat Jum’at.
Jadi dapat diringkas dari tata cara pelaksanaan shalat gerhana sebagai berikut:

  1. Bertakbir, membaca istiftah, Isti’adzah, al-Fatihah, kemudian membaca surat yang panjang, setara surat Al-Baqarah.
  2. Ruku’ dengan ruku’ yang panjang (lama).
  3. Bangkit dari ruku’ dengan mengucapkan Sami’Allahu LIman Hamidah, Rabbanaa wa Lakal Hamd.
  4. Tidak langsung sujud, tetapi membaca kembali surat Al-Fatihah dan surat dari Al-Qur’an namun tidak sepanjang pada bacaan sebelumnya.
  5. Ruku’ kembali dengan ruku’ yang panjang tapi tidak sepanjang yang pertama.
  6. Bangkit dari ruku’ dengan mengucapkan, Sami’Allahu LIman Hamidah, Rabbanaa wa Lakal Hamd.
  7. Sujud, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.
  8. Kemudian berdiri untuk rakaat kedua, dan caranya seperti pada rakaat pertama tadi.

Catatan:

* Disunnahkan pelaksanaan shalat gerhana di masjid, tidak ada azan atau iqomah sebelumnya, hanya panggilan “Al-Shalatul Jami’ah.”

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, “Bahwa telah terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu beliau mengutus seorang untuk menyeru “Al-Shalatul Jami’ah,” maka mereka berkumpul dan beliau maju bertakbir dan shalat dua rakaat dengan empat ruku’ dan empat sujud.” (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr, ia mengatakan: “Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, diserukan “Al-Shalatul Jami’ah”. (HR. Al-Bukhari)

* Disunnahkan Imam untuk memberikan nasihat kepada manusia dengan berkhutbah setelah shalat, memperingatkan mereka agar tidak lalai dan memerintahkan mereka supaya memperbanyak doa, istighfar, dan amal shalih. Hal ini didasarkan pada hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, “Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sudah selesai dari shalat, beliau berdiri dan berkhutbah kepada jama’ah. Beliau memuji Allah dan menyanjungnya. Kemudian beliau mengatakan,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا ثُمَّ قَالَ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya bersegeralah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. Kemudian beliau bersabda: Wahai Umat Muhammad, demi allah, tidak ada seorangpun yang lebih pencemburu daripada Allah. (Dia cemburu) hamba sahaya laki-laki dan hamba sahaya perampuan-Nya berzina. Wahai umat Muhammad, demi Allah kalau saja kalian tahu apa yang aku ketahui niscaya kalian sedikti tertawa dan banyak menangis.” (HR. Al-Bukhari)

Demikian, pembahasan shalat gerhana, baik hukum, waktu maupun tata caranya, Wallahu alam bishowab.

 

Sumber : Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq , Ibnul Hajar dalam Fath al-Baari, Bab Shadaqah fi al-Kusuf.

Konferensi Kota yang Diberkati: Yerusalem dapat Diselesaikan oleh Persatuan Umat Islam di Dunia

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Kepala Urusan Agama Turki Ali Erbas mengatakan pada hari Senin (29/1/2018) bahwa masalah Palestina dan Yerusalem dapat dipecahkan melalui usaha-usaha persatuan dari dunia Muslim.

Acara di Istanbul tentang “Yerusalem: Kota yang Diberkati oleh Wahyu“, yang diselenggarakan oleh Urusan Agama Turki, bertujuan untuk menarik perhatian mengenai pentingnya Yerusalem dalam iman Islam dan untuk menekankan solidaritas terhadap orang-orang Palestina yang tertindas.

Berbicara di acara di Istanbul, Erbas mengatakan: “Sekarang jelas bahwa mereka yang menjajah Palestina dan Yerusalem dan menyeret dunia ke dalam perang dan kekacauan adalah pihak yang tidak peduli dan tidak memperhitungkan nilai-nilai seperti hukum, belas kasihan, suara hati, keadilan dan hak asasi manusia. Satu-satunya solusi pada saat ini adalah umat Islam bersatu bersama-sama mencegah kezhaliman dan penjajahan,” lansir World Bulletin.

Dihadiri Dewan Gereja Dunia, OKI Kembali Gelar Konferensi Internasional Bahas Yerusalem

Dia menggarisbawahi bahwa Israel terus melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina dan menduduki wilayah mereka dengan dukungan dari AS dan kekuatan global lainnya.

“Komunitas penyerang, yang dibangun oleh segelintir minoritas di pusat geografi Islam, telah menjadi hambatan terbesar bagi perdamaian di Timur Tengah – dengan dukungan sejumlah pusat kekuasaan, terutama Amerika Serikat – melalui sembrono dan sikap nyeleneh yang mengabaikan hukum internasional, moralitas dan kesucian keyakinan lain. ”

Erbas menyalahkan posisi masyarakat Islam yang tersebar dan lemah di dunia untuk situasi di Yerusalem.

“Negeri-negeri Islam harus meninggalkan pertengkaran dan konflik buatan di antara mereka sendiri,” tegasnya.

“Dunia Islam yang kuat dan sejahtera akan menjamin kedamaian dan kepercayaan seluruh umat manusia serta menjadi hati nurani dan harapan akan hak asasi manusia, hukum, keadilan dan keselamatan”, tambahnya.

“Kami tahu bahwa pertempuran ras dan denominasi […] adalah virus mematikan yang ditinggalkan oleh orang lain dalam geografi ini.”

Begini Ancaman Trump bagi Negara yang Menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Ketua Kantor Muslim Kaukasia di Azerbaijan, Syeikhul Islam Allahshukur Pashazade bersumpah untuk mendukung perjuangan Palestina dan berterima kasih kepada Turki atas dukungannya kepada Palestina dan Yerusalem.

Sekitar 70 ilmuwan Muslim dan peneliti dari 20 negara, termasuk Pakistan, Indonesia, Irak, Yordania, Azerbaijan, Kazakhstan, Inggris, Prancis, Kenya, Somalia, dan Uganda, ikut serta dalam acara dua hari tersebut.

Inilah Tentara Wanita SDF yang Meledakan Tank Turki Bersama Dirinya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang milisi Kurdi wanita dilaporkan telah melakukan serangan bom bunuh diri terhadap pasukan militer Turki di Suriah, New York Times melaporkan pada hari Ahad (28/1/2018).

Serangan granat diyakini telah membunuh dua tentara Turki dan menghancurkan sebuah tank milik tentara.

Wanita berusia 20 tahun itu diidentifikasi sebagai Zuluh Hemo dan telah bertempur dengan nama Avesta Habur, menurut surat kabar tersebut, mengutip sebuah pernyataan dari organisasi militernya, Women’s Protection Unit (YPJ), bagian dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

“Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi kasus pertama serangan martir oleh warga Kurdi melawan pasukan Turki di Suriah sejak pasukan darat Turki melintasi perbatasan awal bulan ini,” tulis surat kabar tersebut, lansir Reuters.

Hemo diyakini melempar granat ke dalam tank dengan naik ke atas tank tersebut. Hal ini menyebabkan lembaga independen Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) percaya bahwa ini bukan serangan martir yang disengaja.

Serangan akan Segera Digelar, Turki Kembali Desak AS untuk Keluar dari Kota Manbij

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh New York Times, unit Hemo menyebut dia sebagai pahlawan wanita.

“Tokoh wanita Avesta menyerang tank dan meledakkan dirinya di dekat tank.” Mereka juga memanggilnya “sosok wanita Kurdi yang bebas.”

Namun serangan tersebut tidak dikonfirmasi oleh pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah dan Irak, yang bersekutu dengan SDF.

Pasukan Turki telah melancarkan serangan militer terhadap YPG Kurdi di wilayah barat laut Afrin di Suriah, membuka sebuah front baru dalam perang Suriah yang berusia tujuh tahun.

Turki, yang telah memerangi pemberontakan berusia puluhan tahun di wilayah tenggara Kurdi, menganggap YPG Kurdi Suriah – bersama dengan komponen perempuan mereka, YPJ – yang mengendalikan Afrin sebagai kelompok teroris yang kekuatannya tumbuh di perbatasan selatan dan mengancam keamanan Turki.

Perundingan Damai Suriah di Sochi Dihadiri Semua Elemen kecuali Faksi Jihad

SOCHI (Jurnalislam.com) – Perundingan damai Suriah dimulai Senin (29/1/2018) di kota Sochi, Rusia selatan, sebagai bagian dari Kongres Dialog Nasional Suriah, yang diselenggarakan oleh Ankara, Teheran dan Moskow.

Kongres tersebut akan dihadiri oleh semua sektor masyarakat Suriah kecuali faksi jihad.

PBB pekan lalu mengumumkan partisipasi Staffan de Mistura, utusan khusus untuk Suriah, yang tiba di Sochi hari Senin.

Perwakilan Iran, Rusia, Turki dan Mistura akan mengadakan konsultasi pada hari Senin, Alexander Lavrentiev, utusan Rusia ke Suriah, mengatakan kepada kantor berita Rusia TASS, lansir Anadolu Agency.

Komite Negosiasi Tinggi oposisi Suriah (HNC), bagaimanapun, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam pertemuan tersebut.

Putaran Kedelapan Perundingan Damai Suriah, Oposisi: Hapus Assad dalam Daftar Pemilihan Baru

“Kami sangat menyesalkan bahwa pimpinan Komite Negosiasi Tinggi oposisi Suriah yang mengambil bagian dalam perundingan antar-Suriah di Wina di bawah kepemimpinan Staffan de Mistura membuat pernyataan tentang keengganan mereka untuk ambil bagian dalam kongres tersebut. Kami berharap akal sehat akan menang,” kata Lavrentiev.

“Undangan masih tetap di atas meja.”

Tujuan utama pembicaraan tersebut adalah untuk menemukan solusi politik terhadap konflik di Suriah.

Mesir, Irak, Arab Saudi, Lebanon, Yordania, dan Kazakhstan termasuk di antara negara-negara yang diundang sebagai pengamat.

Sebelumnya, Moskow telah mengatakan bahwa 1.600 undangan telah dikirim. Pemerintah Suriah mengkonfirmasi partisipasi delegasi 680 orang, sementara oposisi Suriah akan diwakili oleh 400 peserta.

Sementara itu, sedikitnya 90 anggota oposisi – Turkmen, Kurdi, dan Arab – berangkat dari Ankara dan diperkirakan tiba di Sochi hari ini.

Namun kedatangan mereka di Sochi tidak sesuai dengan jumlah yang diundang, dengan hanya sekitar setengah dari delegasi yang diperkirakan akan tiba di kota Rusia pada hari Senin, kata sumber yang dekat dengan konferensi yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan untuk berbicara dengan media.

Perundingan Damai Suriah di Sochi dalam Pemberitaan Media di Dunia

Selain itu, berbagai delegasi dilaporkan disediakan akomodasi yang berjauhan satu sama lainnya, untuk menghindari kemungkinan gesekan atau bahkan pertempuran, menurut sumber diplomatik anonim.

AS, Inggris, dan Prancis sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka tidak mengirim pengamat ke kongres tersebut.

Kongres utama akan dimulai besok dengan pidato pembukaan dan tertutup bagi pers.

Sebuah deklarasi terakhir akan diumumkan pada akhir kongres.

Delegasi Turki diketuai oleh Deputi Menteri Luar Negeri Sedan Onal, sementara Lavrentiev memimpin tim Rusia, dan Wakil Menteri Luar Negeri Hossein Jaberi Ansari memimpin delegasi Iran.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri zionis Netanyahu yang sedang berkunjung membahas konferensi Sochi dalam pertemuan mereka di Moskow pada hari Senin, asisten Putin, Yuri Ushakov mengatakan kepada wartawan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pertempuran Meningkat di Aden: Pasukan Yaman Dukungan Saudi vs Separatis Selatan Dukungan UEA

ADEN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 orang telah terbunuh dan lebih dari 130 orang lainnya terluka di kota Aden, Yaman, dalam bentrokan antara pasukan pemerintah yang didukung oleh Arab Saudi, dan separatis selatan yang didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA).

Kementerian Kesehatan Yaman mengatakan sedikitnya empat orang tewas pada hari Senin (29/1/2018) dan delapan tewas pada hari Ahad setelah sayap militer Dewan Transisi Selatan (the Southern Transitional Council-STC), sebuah gerakan politik yang menuntut pemisahan diri untuk Yaman selatan, mengambil alih kendali markas besar pemerintah.

Warga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa di distrik Aden di Khormaksar dan Dar Saad, kedua pihak saling melepaskan tembakan berat sepanjang hari, saat jalan-jalan lengang tanpa lalu lintas dan pertokoan serta sekolah masih ditutup.

Seorang saksi mata melaporkan sebuah pertempuran jalanan yang “sengit” antara pasukan yang setia kepada pasukan STC dan pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman, yang menyebabkan kepanikan di kalangan warga sipil.

Sementara itu, organisasi bantuan internasional Oxfam mengatakan bahwa kekerasan memaksa mereka untuk menutup kantornya.

Ketegangan meningkat di Aden sejak STC memberi pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi sebuah ultimatum pekan lalu, untuk menurunkan Perdana Menteri Ahmed bin Daghr dan kabinetnya, atau menghadapi penggulingan.

Tuntut Pemerintahan Hadi Lengser, PM Yaman: Kudeta di Kota Aden Didukung oleh UEA

Pemerintah Hadi menolak untuk dipaksa dan kemudian melarang pertemuan umum menjelang tenggat waktu hari Ahad.

Berbicara dari ibu kota Saudi, Riyadh, di mana dia dipaksa mengasingkan dua tahun lalu, Hadi memperbarui seruannya untuk melakukan gencatan senjata, mendesak separatis untuk mengakhiri “kudeta” mereka.

“Pemberontakan dan senjata tidak akan mencapai perdamaian atau membangun negara,” katanya, Senin.

“Pertarungan sesungguhnya dan yang utama adalah dengan Houthi dan masalah lainnya hanya akan mempengaruhi pertempuran utama. Setiap serangan terhadap legitimasi adalah sebuah kudeta.”

Mohammed Ali al-Miqdashi, seorang penasihat militer senior presiden, mengatakan bahwa pemberontakan STC bisa membuat mereka menjadi “musuh”.

“Tidak ada perbedaan antara Syiah Houthi dan kelompok lain yang memberontak melawan pemerintah yang sah, tidak peduli siapa mereka.

“Jika mereka tidak bersama dengan pemerintah yang sah maka mereka memberontak melawan pemerintah dan dianggap musuh seluruh negeri,” katanya.

Perkembangan terakhir di Aden menggarisbawahi meningkatnya ketegangan antara pemerintah Hadi dan UEA.

UEA memasuki perang Yaman pada bulan Maret 2015 sebagai bagian dari koalisi pimpinan Saudi yang berusaha untuk mengambil kembali kekuasaan yang direbut oleh pemberontak Syiah Houthi setelah mereka menguasai sebagian besar negara tersebut, termasuk ibukota Sanaa, pada tahun 2014.

Hampir tiga tahun berlalu, koalisi tersebut gagal mencapai tujuannya memulihkan pemerintahan Hadi.

Arab Saudi mengatakan bahwa mereka “menginginkan keluar” dari perang yang mahal itu, namun UEA telah terlibat dalam konflik tersebut, mengindikasikan perpecahan dalam agenda kedua negara.

UAE telah membiayai dan melatih kelompok bersenjata di selatan hingga kemudian mendirikan penjara dan menciptakan sebuah badan keamanan yang sejajar dengan pemerintahan Hadi, menurut Human Rights Watch.

Serangan Udara Rusia Hantam Pasar di Idlib, Belasan Warga Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 warga sipil tewas dan 16 lainnya cedera dalam dua serangan udara di provinsi Idlib di utara Suriah pada hari Senin (29/1/2018), menurut seorang pejabat agen pertahanan sipil White Helmets.

Sebuah serangan udara Rusia menghantam sebuah pasar di kota Saraqib di provinsi tersebut, direktur White Helmets di Idlib Mustafa Haj mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Sebelas orang tewas dan 13 lainnya cedera dalam serangan tersebut,” katanya.

Serangan udara lainnya menargetkan sebuah rumah sakit di kota yang sama, membunuh seorang warga sipil dan melukai tiga lainnya.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Haj mengatakan dua wartawan termasuk di antara mereka yang terluka dalam serangan tersebut.

Dia mengatakan tim penyelamat telah memindahkan yang terluka ke rumah sakit di daerah tersebut.

Terletak di utara Suriah dekat perbatasan Turki, provinsi Idlib dinyatakan sebagai “zona de-eskalasi” pada tanggal 4-5 Mei 2017.

Dikendalikan oleh faksi-faksi jihad Suriah, provinsi ini mengalami serangan udara yang hebat selama 1,5 bulan terakhir.

Kini Hayat Tahrir al Sham Kuasai Provinsi Idlib

Suriah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad membantai aksi unjuk rasa warga dengan keganasan militer yang tak terduga.

Sementara pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang terbunuh dalam perang tersebut, dan jutaan orang telah mengungsi.

Operasi Militer Turki atas PYD Memasuki Provinsi Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com)Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mencegah upaya PYD/PKK untuk menyusup ke provinsi Aleppo utara Suriah, kata komandan FSA pada hari Sabtu (27/1/2018).

Berbicara kepada Anadolu Agency, komandan militer FSA Abu Sitayf Minnag mengatakan bahwa PYD/PKK mencoba menyusup ke bagian selatan Distrik Mare, Aleppo.

Minnag mengatakan bahwa PYD/PKK dicegat oleh FSA.

“Empat milisi tewas dan 17 terluka dalam bentrokan tersebut,” katanya.

Komandan FSA mengatakan bahwa serangan PYD/PKK adalah usaha organisasi teroris untuk menanggapi Operasi Turki, “Operation Olive Branch”.

Serangan akan Segera Digelar, Turki Kembali Desak AS untuk Keluar dari Kota Manbij

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk memindahkan kelompok teror PYD/PKK dan IS dari wilayah barat laut Afrin.

Sejak awal operasi, Turki dan FSA membebaskan wilayah lebih dari 2.000 kilometer persegi.

Staf Umum Turki mengatakan operasi Afrin bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional.

Militer juga mengatakan “sangat ditekankan ” untuk menghindari kerusakan bagi warga sipil.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012 ketika rezim Syiah Bashar Assad menyerahkan kota ke kelompok teror secara cuma-Cuma.

Tujuh Warga Sipil Tewas dalam Serangan Drone AS

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tujuh warga sipil tewas pada hari Sabtu (27/1/2018) dalam serangan udara drone (pesawat tanpa awak) di tenggara Yaman, kata beberapa pejabat kesehatan.

Sebuah pesawat tak berawak, milik AS. menargetkan sebuah kendaraan yang membawa tujuh warga sipil di distrik Said provinsi Shabwah tenggara, World Bulletin melaporkan Ahad (28/1/2018).

Menurut sumber lokal, enam orang dalam kendaraan itu adalah anggota keluarga yang sama.

Secara terpisah, tentara Yaman menjatuhkan pesawat tak berawak Syiah Houthi di provinsi Taiz di barat daya.

Drone, Bukti Aksi Terorisme AS di Dunia Muslim

Menurut sumber militer yang dikutip oleh situs tentara Yaman 26sepnews.net, tentara menjatuhkan pesawat tak berawak yang melakukan kegiatan pengintaian di Gunung Jarrah di utara Taiz untuk menemukan posisi tentara Yaman.

Provinsi Shabwah di Yaman terdiri dari 17 distrik, 15 di antaranya saat ini dipegang oleh pasukan pemerintah sementara sebagian besar direktorat provinsi Bihan dan bagian Asilan tetap berada di bawah kendali Houthi dan sekutunya.

Yaman tetap terkunci dalam perang sejak tahun 2014, ketika kelompok milisi Syiah Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar negara tersebut termasuk ibukota Sanaa, memaksa pemerintah Yaman yang didukung Saudi untuk mendirikan sebuah ibukota sementara di kota pesisir Aden.

Pesawat Drone AS Ditembak Jatuh Taliban di Nangarhar

Pada tahun 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya memulai serangan udara menghancurkan untuk mengembalikan keuntungan militer Houthi di Yaman.

Menurut angka PBB, lebih dari 10.000 orang – termasuk banyak warga sipil – telah terbunuh sebagai akibat langsung dari konflik tersebut.

Serangan akan Segera Digelar, Turki Kembali Desak AS untuk Keluar dari Kota Manbij

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki mendesak Amerika Serikat untuk menarik personil militernya dari wilayah Manbij di Suriah utara setelah mengumumkan rencana Ankara untuk menggempur pasukan Kurdi Suriah untuk keluar dari daerah tersebut, menurut media setempat.

Mevlut Cavusoglu, menteri luar negeri Turki, mengatakan pada hari Sabtu (27/1/2018) bahwa “[AS] harus segera menarik diri dari Manbij” dan juga mengambil “langkah-langkah yang lebih konkret daripada kata-kata” untuk mengakhiri dukungannya terhadap Unit Perlindungan Orang Kurdi Suriah ( YPG).

“AS harus memutuskan hubungan dengan organisasi teroris,” katanya kepada wartawan di provinsi Mediterania Turki, Antalya, harian Turki Hurriyet melaporkan.

10 Jawaban Erdogan atas Pertanyaan Operasi Militer di Suriah

Menurut kepresidenan Turki pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Penasehat Keamanan Nasional AS, HR McMaster meyakinkan Ankara dalam sebuah telepon pada hari Jumat bahwa Washington tidak lagi memberikan senjata kepada YPG, Hurriyet melaporkan.

Turki menganggap YPG, sayap militer Partai Persatuan Kurdi Suriah (PYD) sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dilarang di Turki. Ankara mengatakan bahwa mengusir pasukan Kurdi Suriah dari Suriah utara sangat penting untuk keamanan nasional Turki.

Pada tanggal 20 Januari, Turki meluncurkan operasi militer bersama dengan Free Syria Army (FSA) – sebuah kelompok oposisi Suriah – untuk mengeluarkan YPG dari distrik barat laut Suriah, Afrin.

Pada hari Jumat, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pasukan Turki dapat mendorong YPG ke timur ke perbatasan dengan Irak, termasuk Manbij, Hurriyet melaporkan.

Anadolu Agency: PYD Gunakan Foto-foto Lama di Internet Untuk Kampanye Hitam

Menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh angkatan bersenjata Turki pada hari Sabtu, sekitar 394 militan telah “dinetralisir” sejak dimulainya operasi Afrin.

“440 target PKK [Partai Pekerja Kurdistan], KCK [Persatuan Komunitas Kurdistan], PYD / YPG [Partai Demokrat Demokratik Kurdi Suriah / Unit Perlindungan Rakyat], dan kelompok IS [Islamic State] telah hancur,” kata tentara.

Ia juga mengatakan bahwa tiga tentara Turki dan 13 anggota sekutu FSA tewas dalam operasi tersebut.

Juga pada hari Sabtu, sebuah roket ditembakkan dari Afrin menyerang provinsi Kilis, Turki, melukai dua orang setelah berhasil memasuki sebuah bangunan bertingkat lima di lingkungan 7 Aralik, menurut kantor berita yang dikelola negara Turki, Anadolu Agency.