200 Polisi dan Tentara Pendukung Presiden Yaman Terguling Diculik Syiah Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Milisi Syiah Houthi Yaman menculik 200 petugas polisi dan tentara di Sanaa yang mendukung mantan presiden terguling Ali Abdullah Saleh.

Sumber militer mengungkapkan bahwa mereka yang diculik telah dipecat dari pekerjaan mereka oleh milisi setelah kematian Saleh, dan diganti dengan ratusan milisi di Saada, lansir Al Arabiya, Kamis (22/2/2018).

Syiah Houthi juga menyerang rumah sakit swasta Dar al-Shifaa di Dhamar, yang dimiliki anggota parlemen Partai Populer, Ali Shamar, setelah dia tidak membayar lima juta riyal Saudi ke milisi dan mengharuskan merawat mereka secara medis dengan gratis.

Komandan Senior Syiah Houthi Tewas dalam Serangan Artileri di Taiz

Sumber lokal mengatakan bahwa milisi mengepung bangunan rumah sakit dengan sejumlah kendaraan bersenjata, kemudian menyerbu masuk untuk memaksa Shamar membayar.

Shamar kemudian memanggil suku-suku dari daerah Maghrib Anas untuk menghadapi milisi tersebut. Menurut saksi mata, puluhan anggota suku bersenjata mengepung rumah sakit tersebut untuk mencoba mengeluarkan milisi Syiah Houthi dari bangunan tersebut.

Bangun Gedung Opera Pertama di Kerajaan, Saudi Investasikan $ 64 Miliar untuk Bisnis Hiburan

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi akan menginvestasikan $ 64 miliar di sektor hiburan selama dekade berikutnya, kata seorang pejabat pada hari Kamis (22/2/2018), sebagai bagian dari rencana kerajaan untuk menarik wisatawan dan investor ke negara tersebut.

“Kami akan menginvestasikan 240 miliar riyal [Saudi] selama lebih dari 10 tahun,” kata Ahmed al-Khateeb, kepala the General Entertainment Authority, menambahkan bahwa jumlahnya akan berasal dari pemerintah dan investor, lansir Aljazera.

Kerajaan sudah memulai pembangunan gedung opera yang pertama, katanya.

Pada 2017, otoritas tersebut menyelenggarakan lebih dari 2.000 acara di seluruh kerajaan, yang dihadiri oleh 8 juta orang, al-Khateeb menambahkan.

Tahun ini, pihak berwenang merencanakan sekitar 5.500 acara hiburan di 48 kota di Arab Saudi.

Rencana tersebut merupakan bagian dari strategi reformasi ambisius, Vision 2030, yang diluncurkan oleh Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, yang bertujuan membuka negara pada investasi Barat dan diversifikasi ekonomi bergantung pada minyaknya.

Saudi akan Gelar Pesta Hiburan yang Belum Pernah Ada Sepanjang Sejarah Kerajaan Arab

Bioskop film dijadwalkan dibuka di Arab Saudi pada bulan Maret, setelah larangan 35 tahun.

Dulu, orang Saudi biasa pergi ke tetangga Teluk untuk menyaksikan pertunjukan live atau bioskop.

“Saya berjanji bahwa saya akan membalikkan migrasi, mereka akan datang kembali dari Dubai, Kuwait dan Bahrain ke Arab Saudi,” kata al-Khateeb.

Dia menambahkan bahwa 10 persen tiket yang terjual di sebuah konser komposer Yunani, Yanni, jatuh ke warga negara Bahrain.

Bahrain dan Arab Saudi terhubung dengan serangkaian jembatan, yang membuat pergerakan antar negara menjadi mudah.

Putra mahkota berusia 32 tahun tersebut telah bersumpah bahwa kerajaan akan kembali ke “Islam moderat” saat ia berusaha mengurangi pengaruh pendirian keagamaan konservatif di negara tersebut.

Pemerintah Zionis Kembali Bangun 3.000 Unit Rumah Baru di Tanah Warga Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang penjajah ISrael pada hari Kamis (22/2/2018) menyetujui pembangunan ratusan unit perumahan baru Yahudi di Yerusalem Timur yang diduduki, menurut laporan media Israel.

“Komite perencanaan dan konstruksi Israel telah menyetujui pembangunan 3.000 unit rumah baru di pemukiman Gilo di Yerusalem selatan,” radio Israel melaporkan, lansir Anadolu Agency.

“Unit pemukiman yang direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 280 dunams [sekitar 252 km persegi], yang semuanya dimiliki oleh warga Palestina,” tambahnya.

“Ini adalah hari bersejarah bagi kota Yerusalem,” Meir Turjeman, ketua komite perencanaan kota, seperti dikutip oleh penyiar.

“Kami menyetujui pembangunan ribuan unit perumahan baru di permukiman Gilo dengan tujuan mendorong lebih banyak pasangan [Yahudi Israel] untuk datang ke Yerusalem,” kata Turjeman.

“Kami berkomitmen untuk membangun sebanyak mungkin untuk meningkatkan jumlah mayoritas Yahudi Yerusalem,” tambahnya.

Pemukiman Ilegal Yahudi Israel Usir Warga Muslim Yerusalem Secara Sistematis

Tahun lalu, Channel 10 Israel melaporkan rencana untuk membangun 300.000 unit perumahan baru Yerusalem sebagai bagian dari “Greater Jerusalem” yang ditujukan untuk mencaplok permukiman warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Menurut Channel 10, sebagian besar unit akan dibangun di daerah yang berada di luar Green Line, mengacu pada wilayah yang diduduki Israel selama perang Arab-Israel 1967.

Sekitar 600.000 pemukim illegal Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 pemukiman Yahudi yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak 1967.

Warga Palestina menginginkan daerah-daerah ini, bersama dengan Jalur Gaza, untuk membentuk sebuah negara Palestina masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah yang diduduki” dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di atas tanah itu ilegal.

Peduli Ghouta Timur, Warga London Gelar Aksi Unjuk Rasa Desak Inggris Lawan Rezim Assad

LONDON (Jurnalislam.com) – Sekitar 100 lebih pemrotes berkumpul di pusat kota London pada hari Kamis (22/2/2018) untuk mendesak masyarakat Inggris dan internasional bertindak melawan rezim Assad Suriah setelah laporan kematian ratusan warga sipil di Ghouta Timur dalam beberapa hari terakhir.

Terorganisir melalui media sosial, para pemrotes berkumpul di Picadilly Circus meski cuaca dingin.

Mereka menarik perhatian pada kampanye pengeboman terbaru yang menargetkan Ghouta Timur di mana laporan mengatakan lebih dari 400 warga sipil telah terbunuh oleh serangan udara rezim Syiah Assad dan agresor Rusia.

400 Tewas dalam 5 Hari oleh Rezim Assad, Warga Ghouta: Bertahan atau Mati Bersama

Beberapa poster yang dibawa selama demonstrasi tersebut berbunyi “ Down with chemical Assad,” “Save Ghouta” dan “Drop food not bombs.

Kerumunan tersebut juga mendesak semua negara untuk menekan rezim Assad dan pendukungnya untuk mengakhiri serangan terhadap warga sipil.

Jumlah korban tewas dalam serangan udara rezim Assad hari Kamis saja di distrik Ghouta Timur telah meningkat menjadi 56 warga sipil, kata sumber lokal kepada Anadolu Agency.

Serangan udara dilaporkan menargetkan bagian pemukiman di pinggiran kota Damaskus yang terkepung dan kelaparan, termasuk Duma, Aftris dan Hammuria.

Lebih dari 302 orang tewas dalam serangan hari ketiga di Ghouta Timur oleh pasukan rezim.

Biadab, Rezim Syiah Assad Hujani Warga Ghouta Timur dengan Artileri

Selama tiga hari terakhir, serangan artileri rezim di Ghouta Timur telah menghancurkan 22 pusat kesehatan, sebuah panti asuhan dan sebuah Masjid.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim Syiah Nushairiyah yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir, membawa distrik tersebut ke ambang bencana kemanusiaan mengerikan.

Suriah telah terkunci dalam konflik global yang menghancurkan sejak awal tahun 2011 ketika rezim Syiah Assad membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

400 Tewas dalam 5 Hari oleh Rezim Assad, Warga Ghouta: Bertahan atau Mati Bersama

SURIAH (Jurnalislam.com) – Lebih dari 400 orang telah terbunuh di Ghouta Timur, sebuah kelompok pemantau mengatakan, pada hari kelima serangan pemboman udara yang terus-menerus dilakukan oleh pasukan rezim Syiah Suriah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia.

The Syrian Observatory for Human Rights mengatakan sedikitnya 403 orang terbunuh dalam serangan “histeris” yang dimulai pada hari Ahad, termasuk 150 anak-anak. Hampir 2.120 lainnya luka-luka.

Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, menekankan perlunya gencatan senjata yang mendesak dalam komentar yang dibuat menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB hari Kamis (22/2/2018).

“Situasi kemanusiaan di Ghouta Timur sangat memprihatinkan dan oleh karena itu, kita memerlukan gencatan senjata yang menghentikan pemboman berat di Ghouta Timur dan pembantaian terhadap warga akibat mortir yang ditembakkan secara membabi buta di Damaskus,” katanya.

Terus Bantai Warga Ghouta Timur, Rezim Syiah Assad Abaikan Kecaman Sekjen PBB

Dia menambahkan bahwa gencatan senjata perlu diikuti dengan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan sebuah evakuasi yang memfasilitasi warga yang terluka keluar dari Ghouta Timur, dan memperingatkan bahwa ini adalah pengulangan tragedi Aleppo.

Warga Ghouta Timur, yang sebagian besar mengungsi, mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan dan tidak ada tempat untuk bersembunyi, hanya bisa bertahan atau mati bersama.

Rafat al-Abram tinggal di Douma dan merupakan montir mobil. Serangan udara dalam beberapa hari terakhir telah mengganggu pekerjaannya karena jalan yang dia lalui hancur oleh serangan udara dan artileri.

“Saya berhasil mendapatkan beberapa peralatan dan perlengkapan saya, dan memperbaiki mobil kapan pun saya bisa,” katanya kepada Al Jazeera.

“Terkadang saya juga memperbaiki ambulans pertahanan sipil, yang sering rusak karena digunakan terus menerus untuk menolong korban.”

Inilah Ghouta Timur, Wilayah Krisis Kemanusian Terburuk Abad 21 yang Masih Berlangsung (Infografik)

Istrinya dan dua anak remaja perempuan, Khadijah, 17, dan Ola, 15, tinggal di rumah. Mereka memulai hari dengan duduk bersama sebelum Abram mengunjungi tetangganya untuk membantu karena mendapatkan berita duka terbaru.

“Terkadang pemboman terjadi di tempat saya bekerja, yang berarti saya harus buru-buru membantu pertahanan sipil menarik korban dari reruntuhan,” katanya.

Setelah Abram kembali ke rumah, dia mengatakan bahwa dia dihantui pemandangan tak tertahankan yang dia saksikan di siang hari.

“Melihat seorang ayah atau ibu meratap dan menangis atas anak-anak mereka yang telah meninggal, atau seorang ayah membawa anaknya yang satu kakinya diamputasi, atau yang lain berteriak kepada Tuhan dan kemudian pada orang-orang untuk membantu menyelamatkan keluarganya yang semuanya terbaring di bawah reruntuhan sebuah bangunan … Saya mencoba untuk menghibur mereka meskipun saya ingin duduk dan menangis bersama mereka atas kengerian yang terjadi di sekitar kita,” katanya.

Inilah Malcolm X yang Mungkin Belum Anda Ketahui

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Digambarkan sebagai salah satu pemimpin African American terbesar dan dipuji sebagai orang yang meletakkan fondasi gerakan the Black Power, Malcolm X hari ini akan berusia 93 tahun.

Pemimpin hak sipil tersebut terbunuh di Audubon Ballroom di New York City pada hari Ahad, 21 Februari 1965, hanya tiga bulan sebelum berusia 40 tahun.

Dalam hidupnya, dia tidak selalu diakui atas prestasinya. Banyak yang menganggapnya sebagai pemuda yang emosional. Inilah ceritanya:

Tukang kayu bukan pengacara

  • Malcolm Little lahir di Omaha, Nebraska pada tahun 1925. Ketika berusia enam tahun, ayahnya, Pendeta Earl Little, seorang pendeta Baptis, meninggal setelah ditabrak oleh sebuah mobil.
  • Keluarga mereka sangat miskin sehingga ibu Malcolm, Louise Little, terpaksa memasak daun dandelion dari jalan untuk memberi makan anak-anaknya. Louise ditempatkan di rumah sakit jiwa saat Malcolm berumur 13. Dia tinggal di rumah asuh setelah itu.
  • Malcolm unggul di sekolah, tapi setelah salah satu gurunya mengatakan kepadanya bahwa dia seharusnya menjadi seorang tukang kayu saja dan bukan seorang pengacara, dia kehilangan motivasi dan mengakhiri pendidikan formalnya.
  • Pada usia 27, Malcolm mengubah nama belakangnya menjadi X. Dia kemudian menulis bahwa Little adalah nama yang “dipaksakan majikan berkulit putih … pada leluhur ayah mereka.”

Nation of Islam

  • Di masa remajanya, dia terlibat dalam kegiatan kriminal dan dipenjara dari tahun 1946 sampai 1952.
  • Di penjara, dia mengalami transformasi dan akhirnya bergabung dengan Nation of Islam, sebuah gerakan African American yang menggabungkan Islam dengan nasionalisme hitam.
  • Malcolm berhenti merokok dan berjudi. Dengan ambisi untuk kembali mendidik dirinya sendiri, dia menghabiskan waktu berjam-jam membaca buku di perpustakaan penjara dan hafal sebuah kamus.
  • Setelah dibebaskan dari penjara, dia membantu memimpin Nation of Islam, menandai periode pertumbuhan terbesarnya. Dia mendirikan surat kabar Nation, Muhammad Speaks, dan memimpin administrasi masjid untuk Nation di New York, Philadelphia dan Boston.

Pergerakan hak warga sipil

  • Sebagai pembicara publik yang cerdas, Malcolm X mengungkapkan rasa frustrasi dan kepahitan warga African American selama fase utama gerakan hak-hak sipil dari tahun 1955 sampai 1965.
  • Malcolm mendukung pemisahan orang kulit hitam dan kulit putih Amerika dan menolak gerakan hak-hak sipil karena penekanannya pada integrasi.
  • Dalam sebuah tandingan yang berlawanan dengan filosofi Martin Luther King tentang kekerasan, Malcolm X mengatakan: “Saya mendukung kekerasan karena jika tidak melakukan kekerasan berarti kita terus menunda penyelesaian masalah orang kulit hitam Amerika.”
  • Malcolm mendesak pengikutnya untuk membela diri “dengan segala cara yang diperlukan.”
  • Dia adalah salah satu pencetus suara awal untuk berbicara menentang keikutsertaan AS di Vietnam. Dan dia membuat banyak pihak marah saat, sebagai reaksi atas pembunuhan Presiden John F Kennedy, dia mengatakan bahwa “ayam-ayam itu telah pulang ke rumah untuk bertengger.”
  • Dia memberikan dasar intelektual untuk gerakan the Black Power dan gerakan black consciousness di AS pada akhir 1960an.

Pembunuhan

  • Setelah ketegangan mendalam dengan Elijah Muhammad mengenai arah politik Nation of Islam, Malcolm meninggalkan Nation pada tahun 1964.
  • Setelah melakukan perjalanan ke Afrika dan Timur Tengah, di mana dia melakukan ibadah haji, dia memeluk Islam dan dikenal sebagai el-Haji Malik el-Shabazz.
  • Permusuhan yang berkembang antara dia dan Nation menyebabkan banyak ancaman kematian dan kekerasan terbuka terhadap Malcolm.
  • Pada tahun 1965, Malcolm ditembak saat sedang ceramah di Audubon Ballroom di Harlem.
  • Dia dilarikan ke klinik darurat berjarak satu blok. Lima belas menit setelah masuk klinik, dia dinyatakan meninggal dunia. Tiga anggota Nation dihukum karena pembunuhan tersebut.
  • Pemakaman di Unity Funeral Home di Harlem dihadiri oleh 14.000 sampai 30.000 orang yang berkabung.

Saudi akan Gelar Pesta Hiburan yang Belum Pernah Ada Sepanjang Sejarah Kerajaan Arab

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Penduduk Saudi dari segala umur dapat menantikan tahun budaya dan hiburan yang belum pernah ada sebelumnya di Kerajaan saat Otoritas Hiburan Umum (the General Entertainment Authority-GEA) bersiap untuk mengumumkan kalender hiburan 2018 pada hari Kamis (hari ini, 22/2/2018), lansir Al Arabiya.

Lebih dari 5.000 beragam pertunjukan hiburan dan budaya yang dirancang untuk menarik semua bagian masyarakat Saudi telah direncanakan tahun ini.

Otoritas Hiburan Umum, salah satu entitas yang mendukung Program Realisasi Pencapaian Mutu Hidup, bertujuan untuk menetapkan sasaran dan merancang strategi yang berkontribusi terhadap pengembangan industri hiburan di Kerajaan dengan melakukan diversifikasi peluang investasi dan menciptakan sektor yang beragam dan berkelanjutan.

Pertama dalam Sejarah, Kerajaan Arab Saudi akan Izinkan Wanita Mengemudi

Otoritas ini juga membantu dalam mencapai tujuan Visi 2030 melalui kontribusi yang signifikan dari sektor hiburan terhadap ekonomi dan dampak positifnya terhadap diversifikasi ekonomi dan produk domestik bruto-PDB (the gross domestic product-GDP) setiap tahunnya.

Dalam merencanakan kalender hiburan 2018, Otoritas Hiburan Umum telah mempertimbangkan berbagai standar untuk memastikan keragaman dan kualitas kegiatan yang tinggi sehingga sesuai dengan kepentingan semua segmen dan kategori masyarakat.

Erdogan: Kami akan Produksi Tank Tanpa Awak

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu (21/2/2018) mengatakan negaranya akan memproduksi tank tak berawak.

Erdogan berbicara dalam Pertemuan Publisitas Rencana Pembangunan ke-11 (the 11th Development Plan Publicity Meeting) di ibukota Turki Ankara, lansir Anadolu Agency.

Dia mengucapkan terima kasih kepada produsen kendaraan udara tak berawak yang digunakan dalam operasi kontra-teror Turki di Afrin dan berkata: “Hampir semua armada personel lapis baja di Afrin dibuat di dalam negeri.”

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan pasukan YPG/PKK dukungan AS dari Afrin di Suriah barat laut.

Staf Umum Turki mengatakan operasi Afrin bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris PYD.

Pameran Militer Internasional: PT Pindad dan Turki Luncurkan Tank Canggih Produk Bersama

Operasi tersebut dikatakan dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional.

Pihak militer juga mengatakan “perhatian dan kepekaan” sangat ditekankan untuk menghindari bahaya bagi warga sipil.

Berbicara tentang kendaraan udara tak berawak Turki, Erdogan mengatakan bahwa Turki memproduksi produknya sendiri. “Kita akan maju selangkah lagi, sekarang kita harus menghasilkan tank tak berawak dan kita akan melakukannya.”

Dia mengatakan baik sektor publik maupun swasta di Turki bekerja sama di bidang pertahanan.

Erdogan menambahkan anggaran Turki untuk proyek pertahanan adalah $ 5,5 miliar pada tahun 2002 dan telah melampaui $ 41 miliar pada tahun 2017.

Presiden Turki mengatakan ekspor negara tersebut, yang mencapai $ 36 miliar pada tahun 2002, telah mencapai $ 157 miliar pada tahun 2017.

“Kami mengembangkan visi 2023 kami untuk menjadikan Turki salah satu dari 10 kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada peringatan 100 tahun berdirinya Republik Turki,” katanya, dan menambahkan: “Saya percaya bahwa negara-negara, yang tidak dapat merencanakan masa depan mereka sendiri, akan menjadi bagian dari rencana orang lain.”

Erdogan mengatakan bahwa Turki telah berinvestasi di infrastruktur fisik dan sumber daya manusia sejak tahun 2002, ketika Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) berkuasa.

Presiden mengatakan bahwa mereka memungkinkan lompatan ke depan di segala bidang dengan investasi ke infrastruktur transportasi, energi dan pertanian serta untuk pendidikan dan kesehatan.

“Seperti diketahui, Turki tidak kaya dalam hal sumber daya alam dibandingkan dengan banyak negara di wilayah ini … Namun, kita sangat baik dalam industrialisasi informasi dan teknologi,” tambahnya.

Erdogan mengatakan bahwa mereka telah meningkatkan pendapatan per kapita Turki menjadi $ 11.000 dari $ 3.500 dan “ini adalah pencapaian bersejarah.”

Dia menambahkan bahwa mereka telah meningkatkan pendapatan nasional Turki menjadi $ 863 miliar pada tahun 2016, yaitu $ 236 miliar pada tahun 2002 dan dengan kinerja pertumbuhan ini mereka menciptakan 8,3 juta pekerjaan dalam 10 tahun terakhir.

Terus Bantai Warga Ghouta Timur, Rezim Syiah Assad Abaikan Kecaman Sekjen PBB

ANKARA (Jurnalislam.com) – PBB mengatakan pada hari Selasa (20/02/2018) bahwa pihaknya sangat khawatir dengan kondisi di Ghouta Timur Suriah menyusul laporan bahwa sejumlah besar warga sipil terbunuh dalam serangan udara, lansir Anadolu Agency Rabu (21/2/2018).

“Sekretaris Jenderal sangat khawatir dengan situasi yang meningkat di Ghouta Timur dan dampaknya yang menghancurkan pada warga sipil,” kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pernyataan tersebut mengatakan ada laporan bahwa lebih dari 100 orang telah terbunuh di Ghouta Timur sejak Senin, termasuk puluhan anak-anak, sementara lima rumah sakit atau klinik medis di daerah tersebut terkena serangan udara dan lebih dari 700 orang memerlukan evakuasi medis segera.

Hampir 400.000 orang di Ghouta Timur telah mengalami serangan udara, penembakan dan pemboman, kata pernyataan tersebut.

Akibat pengepungan pasukan rezim Suriah, penduduk daerah tersebut hidup dalam kondisi ekstrim, termasuk kekurangan gizi, tambahnya.

Biadab, Dalam 2 Hari Rezim Syiah Assad Bantai 250 Warganya Sendiri di Ghouta Timur

Sementara itu, ada laporan pemboman di Ghouta Timur di Damaskus, kata pernyataan tersebut.

Stephane Dujarric
Stephane Dujarric

Pernyataan tersebut mengatakan Ghouta Timur adalah bagian dari kesepakatan de-eskalasi yang dicapai Mei lalu di ibukota Kazakhstan, Astana, dan sekretaris jenderal mengingatkan semua pihak, terutama penjamin kesepakatan Astana, mengenai komitmen mereka dalam hal ini.

PBB telah berulang kali meminta penghentian penyerangan oleh rezim Assad untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi orang sakit dan terluka, kata pernyataan tersebut.

“Sekretaris Jenderal mendesak semua pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional dipatuhi, termasuk akses kemanusiaan yang tidak terhalang, evakuasi medis tanpa syarat, dan perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil,” tegas pernyataan tersebut.

Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi yang disahkan oleh Turki, Rusia dan Iran dimana tindakan agresi militer dilarang.

Inilah Ghouta Timur, Wilayah Krisis Kemanusian Terburuk Abad 21 yang Masih Berlangsung (Infografik)

Namun rezim Syiah Bashar al-Assad terus menargetkan bagian-bagian perumahan di kota tersebut, menewaskan sedikitnya 539 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya sejak 29 Desember tahun lalu.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Suriah telah dikepung dalam perang sipil yang menghancurkan sejak Maret 2011 ketika rezim Syiah Assad menindak para pengunjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Sementara pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut dan puluhan juta lainnya mengungsi.

Inilah Ghouta Timur, Wilayah Krisis Kemanusian Terburuk Abad 21 yang Masih Berlangsung (Infografik)

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Salah satu krisis kemanusiaan terburuk abad ke-21 hingga sekarang masih berlangsung di distrik Ghouta Timur yang dikepung rezim Assad, sebuah daerah pinggiran Damaskus.

Anak-anak di distrik seluas 104 kilometer persegi telah menanggung beban pengepungan selama bertahun-tahun dan serangan terus menerus oleh pasukan rezim Syiah Nushairiyah Suriah.

Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang sering diajukan mengenai bencana kemanusian yang sedang berlangsung di Ghouta Timur, yang dilansir Anadolu Agency, Rabu (21/2/2018):

1.Di manakah letak Ghouta Timur?

Ghouta Timur berada di pinggiran ibukota Suriah yang terletak kira-kira 10 kilometer di timur Damaskus tengah.

  1. Siapa yang tinggal di sana?

Distrik ini adalah rumah bagi sekitar 400.000 warga sipil, kira-kira setengahnya adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.

  1. Siapa yang terbunuh?

Serangan udara dan serangan artileri – oleh rezim Assad dan militer Rusia – telah mengakibatkan banyak kematian warga sipil. Dalam tiga bulan terakhir saja, lebih dari 700 warga sipil terbunuh di Ghouta Timur.

  1. Apakah korban tewas ini termasuk korban sipil?

Ya! Selama tiga bulan terakhir, 109 wanita dan 185 anak telah kehilangan nyawa di distrik yang dikepung rezim Assad tersebut.

  1. Bagaimana pengepungan mempengaruhi kehidupan sehari-hari?

Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lebih dari lima tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, kekurangan makanan dan obat-obatan kronis telah menyebabkan banyak anak tewas, baik karena kekurangan gizi atau kurangnya perawatan medis yang memadai.

  1. Senjata apa yang digunakan oleh rezim?

Pasukan rezim Suriah telah menggunakan peluru mortir, bom barel, bom curah, amunisi bunker dan senjata kimia beracun untuk memusnahkan populasi sipil di distrik tersebut.

  1. Seberapa sering rezim menggunakan senjata kimia?

Sejak konflik dimulai pada 2011, rezim telah melakukan 46 serangan kimia. Pada tanggal 21 Agustus 2013, dilakukan serangan gas sarin di Damaskus yang menyebabkan lebih dari 1.400 warga sipil tewas. Dan dalam dua bulan terakhir saja, rezim telah menggunakan gas klorin sedikitnya tiga kali di wilayah tersebut.

Pejabat rezim sebaliknya mengklaim bahwa “oposisi bersenjata” menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.

  1. Mengapa Ghouta Timur penting secara strategis?

Rezim ingin menghancurkan semua faksi-faksi perlawanan – terutama para pejuang yang begitu dekat dengan ibukota.

  1. Bagaimana PBB bereaksi terhadap kejahatan rezim tersebut?

Negara anggota Dewan Keamanan PBB sayangnya gagal melakukan tindakan nyata, kecuali pernyataan anodik sesekali yang dikeluarkan oleh pejabat tingkat menengah PBB sebagai formalitas saja.

  1. Apakah kesepakatan gencatan senjata di Astana berlaku untuk Ghouta Timur?

Pada bulan Mei tahun lalu, Turki, Rusia dan Iran menunjuk Ghouta Timur sebagai “zona de-eskalasi” di mana tindakan agresi militer dilarang. Namun demikian, Rusia – salah satu dari tiga penjamin gencatan senjata – gagal mencegah rezim Assad yang berulang kali melanggar persyaratan kesepakatan tersebut.

Biadab, Dalam 2 Hari Rezim Syiah Assad Bantai 250 Warganya Sendiri di Ghouta Timur