FUIS: Proses terhadap Penghina Nabi Masih Berjalan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kordinator Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menyatakan bahwa proses hukum terhadap Ahmad Fauzi sang penulis buku ‘Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal’ sampai saat ini masih dalam proses hukum yang ditangani oleh Polda Jawa Tengah.

“Perkembangan saat ini Ahmad Fauzi masih dalam proses hukum oleh Polda jateng,” kata Arip Pamungkas melalui pesan singkat yang diterima Jurniscom, Sabtu (24/9/2016).

Lebih lanjut dalam pesan singkatnya Arif menyampaikan bahwasanya untuk melengkapi berkas pemeriksaan, Ahmad Fauzi sempat ditempatkan di Rumah Sakit Jiwa Dokter Aminogondohutomo. Selama Di RS Jiwa, Fauzi ditempatkan di ruang isolasi kompleks Gedung UPIP.

“Kemarin Fauzi sempat diperiksa tim dokter RSJ Semarang guna kelengkapan proses penyidikan,” tambahnya

Adanya dukungan yang diberikan terhadap Ahmad Fauzi dari sekelompok orang. Koordinator bidang media FUIS meminta elemen umat Islam untuk bersatu dalam memerangi mereka yang membenci syariat Islam.

“Terbukti teman-teman Fauzi adalah mereka yang membenci Syariat Islam, untuk itu umat Islam harus bersatu,” Tegasnya

Sebelumnya Ahmad Fauzi dilaporkan oleh Forum Umat Islam Semarang (FUIS) ke Polda Jateng oktober 2015 lalu. FUIS melaporkan Fauzi karena diduga melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektonik (UU ITE) No 11 Tahun 2018 Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 terkait akun twitter Ahmad Fauzi @samarra79. Berikut postingan Fauzi yang menyebabkan FUIS melaporkan ke Polda Jateng.

Pertama, tanggal 22 Juni 2013.
“Adam dan Hawa itu bukan pasangan suami istri apalagi Nabi, tapi ayah dan anak yang melakukan hubungan incest. Maka diusirlah mereka dari surga.”

Kedua, tanggal 24 Juni 2013
“Islam, lebih tepat kuberi nama, agama skizofrenia, karena Nabinya memperoleh wahyu dari proses kesurupan.”

Ketiga, tanggal 28 Juni 2013
“Aku tak bisa mengagumi Muhammad, karena ia bukan manusia. Manusia yang dianggap lepas dari segala dosa, itu bukan manusia lagi.”

Merasa tidak puas FUIS melaporkan Ahmad Fauzi ke Polda Jateng. Dalam laporan polisi No STTPL/174/X/2015/SPKT tertanggal 9 Oktober 2015 yang ditandatangani Ka Siaga Kompol Gunawan Setyana disebutkan pasal yang disangkakan adalah:

1.Pasal 28 ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut:
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

2. Pasal 45 Ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2)dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Berpotensi Timbulkan Konflik, Umat Islam Se-Bogor Raya Sampaikan Pernyataan Sikap Larang Aktivitas Syiah

BOGOR (Jurnalislam.com) – Untuk mencegah terjadinya konflik yang dapat menggangu ketentraman dan keamana karena adanya perayaan hari raya As-syuro yang perayaannya cenderung dipaksakan oleh kelompok Syiah, maka dari itu gabungan elemen umat yang terdiri dari Ormas Islam, Lembaga Pendidikan, Majelis Ta’lim dan DKM Masjid Islam se-Kota dan Kabupaten Bogor menyatakan sikap, diantara:

  1. Bahwa kami secara tegas menolak segala bentuk kegiatan perayaan As-syuro Syiah yang diselenggarakan oleh kelompok Syiah dan unsur Syiah lainnya diwilayah Bogor dan Kabupaten Bogor
  2. Bahwa kami secara tegas menolak segala bentuk provokasi dan ajakan dalam bentuk apapun oleh pihak manapun yang mengatas namakan Syiah dan kroni-kroninya demi terselenggarakannya kegiatan Syiah As-syuro diwilayah Kota dan Kabupaten Bogor
  3. Kami memohon kepada pihak penyelenggara negara baik ditingkat pusat maupun daerah untuk segera membuat keputusan tentang pelarangan Syiah melakukan kegiatan apapun baik ditempat terbuka maupun secara tertutup diberbagai wilayah manapun lainnya dalam jumlah besar karena mereka berpotensi terhadap terjadinya terjadinya gesekan antar umat, menimbulkan instabilitas wilayah dan mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. Bahwa kami memohon dengan segera kepada penyelenggara negara untuk menyatakan pelarangan pertumbuhan dan perkembangan ajaran Syiah di Indonesia secara keseluruhan karena sangat bertentangan dengan aqidah umat Islam, aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang telah berkembang di Indonesia dan berpotensi besar terjadinya perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai ini

Untuk itu kami meminta kepada Wali Kota Bogor berserta jajaran Muspidanya dan Bupati Kabupaten Bogor beserta jajaran Muspidanya untuk menolak dan melarang secara tegas perayaan hari As-syuro yang akan diselenggarakan oleh kelompok Syiah diseluruh wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor demi keamanan, kedamaian, kerukunan, kemakmuran, dan kesejahteraan seluruh warga Bogor Raya yang kita cintai ini.

 

Reporter: Miswanto

MUI Bogor: Pemerintah Jangan Takut Melanggar HAM Vonis Syiah Sesat

Bogor (Jurnalislam.com) – Resah dengan aktivitas kelompok Syiah di wilayah Bogor. Ratusan masa dari elemen umat Islam se-Bogor Raya adakan aksi damai di depan kantor Balaikota Bogor, Jumat (23/9/2016).

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor Bidang Aliran Sesat, meminta kepada pemerintah untuk melakukan tindakan tegas terhadap aliran Syiah dengan tidak ragu menjatuhkan vonis sesat terhadap kelompok tersebut.

“Karna kalau dinyatakan sesat pengikutnya akan kembali lagi, seperti Gafatar, Ahmadiyah, dan lain sebagainya, itu yang kita harapkan,” kata ustad Wilyudin Dhani kepada jurniscom.

Lebih lanjut ustadz asal Bogor ini meminta kepada pemerintah untuk tidak khawatir terhadap isu pelanggaran Hak Asasi Manusia ketika bersikap tegas terhadap Syiah, karna menurutnya Syiah sudah semestinya dilarang di Indonesia.

“Jangan takut HAM, HAM cuma tipu-tipu itu, mereka juga melanggar HAM, tapi diam saja. Masa kita untuk menegakkan kebenaran, melindungi tanah tumpah darah dari penyimpangan dan penyesatan masa takut. Jangan takut Allah bersama kita,” tegasnya.

Aksi yang dimulai lepas shalat Jum’at ini dihadiri beberapa tokoh umat Islam, diantaranya ustadz Abu Muhammad Jibriel (MMI), ustadz Wildan (Jamaah Ansharusy Syariah), Ustadz Ahmad Iman (Ketua Forkami), Ustadz Abdul Halim (DDII), Ustadz Najamudin (DPRD Kota Bogor).

Reporter: Miswanto

Laskar Sedekah Surakarta Luncurkan Program Bebrayat

SOLO (Jurnalislam.com) – Komunitas Laskar Sedekah (LS) Surakarta luncurkan pogram Berbagi Bersama Anak Yatim (BEBRAYAT) di Goro Assalam, Pabelan, Kartosuro, Sukoharjo, Solo, ahad (4/9/2016).

Kordinator Laskar Sedekah, Hudi menyatakan tujuan diadakannya program BEBRAYAT yang baru saja dilaunching ini adalah untuk meberikan kebahagiaan kepada anak yatim dan kurang mampu dengan mengajak berbelanja kebutuhan pribadinya di pusat perbelanjaan.

“Ini program kita BEBRAYAT, Berbagi Bersama Anak Yatim yang baru kita launching. Tujuan kami mengajak anak ini berbelanja, karena mereka belum tentu bisa berbelanja seperti ini ya” kata Hudi Hariyanto kepada jurnalislam.com.

Dalam kegiatan ini komunitas Laskar Sedekah membawa sekitar 30 anak yatim dan kurang mampu dari berbagai daerah. Masing-masing anak didampingi relawan Laskar Sedekah pada saat berbelanja di Hipermart Goro Assalam dengan diberikan masing-masing anak 200 ribu rupiah.

Kegembiraan anak-anak tersebut terlihat manakala mereka mulai mengambil barang belanjaan di rak-rak makanan. Sebagian mereka juga membeli sembako buat orang tua mereka.

“Ada sebagian anak itu, pengin membeli es cream saja rasanya tidak mampu. Nah disini mereka berkesempatan bisa membelinya, namun kita arahkan kebutuhan sekolahnya lebih perlu. Yang begini bisa membelajarkan pada mereka untuk memprioritaskan kebutuhannya” ujar Hudi

Syifa siswi kelas 1 sekolah dasar yang sudah tidak memiliki ayah sejak usia 6 tahun ini terlihat sangat senang dan menikmati belanjanya, beberapa makan kesukannya taklupa ia masukan kedalam keranjang belanja selain perlengkapan sekolah dan beberapa kebutuhan untuk orang tuanya.IMG-20160905-WA0005

“Seneng, ini yang paling suka Tas, untuk ibu saya belikan minyak goreng” kata Syifa murid kelas 1 SD asal desa Senden, Tohudan, Colomadu, Karanganyar.

Hudi berencana menggulirkan program Bebrayat empat bulan sekali, dirinya merasa terharu dengan pilihan belanja anak-anak tersebut ketika disodorkan kekasir banyak barang sembako untuk kebutuhan keluarga mereka.

Deteksi Dini Cegah Kanker, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan Adakan Penyuluhan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Melihat fenomena kaum hawa yang rentan terkena penyakit kanker. Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) Jawa Tengah mengadakan penyuluhan untuk kaum hawa dengan tema ” Deteksi dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim” dengan pemateri Dewi Anjas Saputri, Am.Keb. Di Balai Kelurahan Sekayu, semarang Tengah, Selasa (4/9/2016)

Ketua Forum Me-Dan Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada semua ibu-ibu yang hadir agar Me-Dan agar bisa diterima oleh semua masyarakat, dan tetap istiqomah memberikan pelayanan kepada sesama.

“Kami berharap agar tetap istiqomah, bisa diterima semua lini masyarakat dan bermanfaat untuk semua khususnya Umat Islam,” ucap Lutfi Miftah dalam sambutannya.

Dewi Anjas Saputri, Am.Keb menjelaskan tujuan diadakan acara tesebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang deteteksi kanker payudara dan kanker leher rahim

“Acara ini penting diadakan untuk deteksi dini kanker payudara dan Rahim dan juga untuk meningkatkan kesadaran bagi wanita akan bahaya penyakit kanker payudara dan kanker rahim,” ungkap wanita yang juga sebagai Bidan Muslimah dan Penggiat persalinan maryam tersebut.

Seminar yang dihadiri puluhan kaum ibu ini, Dewi menjelaskan penyebab terjadinya kangker yang terjadi pada leher rahim maupun kangker pada payudara dan bagai mana cara megatasinya.

“Untuk kanker serviks disebabkan karena HPV atau yang disebut Human Papiloma Virus sedangkan kanker payudara lebih desebabkan kerena virus maupun genetic. Dalam pengobatan kanker saat ini secara medis dilakukan dengan pembedahan atau operasi, dengan radioterapi dan kemoterapi,” terangnya

“Untuk pencegahan kanker serviks bisa dilakukan vaksinasi HPP, pemakaian kondom, Screening atau deteksi dini dengan IVA, sedangkan kanker payudara dengan pola hidup sehat, mamografi dan ultrasonografi,” tambahnya

Menjelang sesi akhir acara, narasumber menyampaikan pesan-pesannya kepada hadirin dalam mengantisipasi terjadinya penyakit kanker payudara dan serviks.

“Sebaiknya seorang wanita sedini mungkin mengantisipasi terjadinya penyakit kanker payudara dan serviks dengan melakukan pemeriksaan sedari dini,” pungkasnya

 

 

Bentengi Kaum Duafa dari Kristenisasi, Komunitas Tauhid Gelar Aksi Sosial

 

SOLO (Jurnalislam.com) – Untuk membentengi yatim, duafa dan para janda dari bahaya pemurtadan, Komunitas Tauhid Gemar Sedekah Solo Raya menggelar kegiatan sosial dan Dakwah, Ahad (4/9/2016).

Ditemui jurnalislam.com Sentot Ketua Komunitas Tauhid mejelaskan aksi sosial ini adalah kegiatan rutin tiap bulan yang difokuskan pada anak yatim, janda, duafa dan orang jompo.

“Alhamdulillah, kita bagikan beras, jilbab, gamis, musaf Al Qur’an, santunan uang bagi yatim dan air galon. Semua untuk umat muslim yang janda, jompo juga anak yatim yang kurang mampu” ucapnya.

Komunitas

Sentot menjelaskan semua paket yang diberikan kepada para yatim dan duafa ini adalah dari donasi 25 masjid yang sudah saling koordinasi untuk disalurkan pada sasaran yang tepat.

Kedepan Komunitas Tauhid Gemar Sedekah ini ingin memiliki Layanan Ambulan Gratis untuk fasilitas umat muslim di Solo Raya. Sedari itu Sentot sangat berharap dukungan dari umat Islam untuk ikut berbagi bersedekah lewat program yang digagasnya.

“Setelah program baru kami air galon gratis, kita ingin punya Ambulan Gratis, karena kami kan memiliki data janda, jompo yang butuh perhatian ketika sakit atau bahkan sudah meninggal, disitu kita bisa bersedekah untuk terakhir kalinya” ujarnya.

Komunitas Tauhid yang bergerak membentengi kaum duafa dari kristenisasi dengan cara bersedekah mendapatkan tanggapan yang antusias bagi masyarakat. Target mereka akan menyasar wilayah Jebres, Solo yang rawan pemurtadan sebagai ladang dakwahnya.

HTI: Islam Rahmatan Lil Alamin Tolak Pemimpin Kafir

 

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mendekati Pemilihan Kepala daerah di Jakarta, ribuan masa Hizbut Tahrir Indonesia bersama warga Jakarta sejak pagi menggelar aksi damai menolak Jakarta untuk masa yang akan datang dipimpin oleh pemimpin kafir. Aksi yang dilakukan di sekitaran patung kuda jalan MH Tamrin Jakarta Pusat (4/8/2016) bertema Islam Rahmatan Lil Alamin Haram Pemimpin Kafir.

Dalam orasinya ketua DPD I Hizbut Tahrir Jakarta aksi yang damai yang dilakukan adalah bentuk amar ma’aruf nahi munkar, mengajak masyarakat untuk tidak memilih orang kafir sebagai pemimpin di negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini.

“Aksi ini adalah sebagai bentuk amar maruf nahi munkar, kami mengajak kepada kebaikan dengan tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, Islam rahmatan lil alamin menolak pemimpin kafir,” tegasnya.

Pendapat senada juga disapaikan ustadz Rokhmat S Labib, ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia, dalam orasinya aksi damai ini juga sebagai sarana memberi nasihat kepada para pemimpin media-media dan para pemimpin partai agar tidak lagi memberikan dukungan kepada pemimpin kafir.

Ratusan Masa HTI Memadati Kawasan Patung Kuda Jl MH Tamrin Jakarta Pusat

“Bagi mereka pemimpin media yang mendukung pemimpin kafir ingatlah bahwa itu adalah perbuatan haram. Kepada para pemimpin partai-partai politik agar jangan mencalonkan orang kafir sebagai pemimpin, karna itu menetang dan mengundang murka Alloh,”ujarnya.

Menurut Rokhmat jika umat Islam tidak ingin dipimpin oleh pemimpin kafir, maka ummat Islam harus meninggalkan sistem demokrasi yang memberikan jalan siapapun bisa menjadi pemimpin di negeri ini.

“Demokrasi memang memberikan kebebasan, namun kebebasan untuk menghina, menolak dan menekan Islam. Jika umat Islam tidak ingin dipimpin oleh orang kafir, maka jalan terbuka yang membolehkan terpilihnya pemimpin kafir harus ditutup. Pintu itu adalah demokrasi, maka campakkanlah sistem demokrasi,” pungkasnya.