Negara-negara Eropa Serentak Kutuk Serangan Senjata Kimia di douma

10 April 2018
Negara-negara Eropa Serentak Kutuk Serangan Senjata Kimia di douma

LONDON (Jurnalislam.com) – Negara-negara Eropa pada hari Senin (9/4/2018) mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah.

Pengecaman oleh Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia mengikuti reaksi dunia sebelumnya terhadap serangan gas kimia di Douma, Suriah, lansir Anadolu Agency.

Pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad menyerang sasaran di distrik Douma di pinggiran kota Damaskus pada Sabtu tengah malam menggunakan gas beracun, yang menyebabkan sedikitnya 78 warga sipil tewas, menurut White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil lokal.

“Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson pagi ini berbicara dengan rekannya dari Prancis, Jean-Yves Le Drian, tentang serangan mengerikan di Douma … dan menjelang sidang darurat PBB hari [Senin], yang diserukan oleh Inggris bersama sekutu,” kata pernyataan itu.

Rusia dan AS Perang Mulut, Trump: Kami akan Putuskan Segera atas Serangan Beracun

Berbicara kepada Le Drian, Johnson “menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk menyelidiki apa yang telah terjadi di Douma dan untuk memastikan tanggapan internasional yang kuat dan tegas.”

Para menteri “mencatat bahwa penyelidik internasional yang dimandatkan oleh Dewan Keamanan PBB telah menemukan bahwa rezim Assad yang bertanggung jawab karena menggunakan gas beracun dalam sedikitnya empat serangan terpisah sejak 2014 dan sepakat bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan ini harus dimintai pertanggungjawaban,” tambah pernyataan itu.

Johnson dan Le Drian “sama-sama mengutuk penggunaan senjata kimia oleh siapa pun di mana saja dan mereka setuju untuk bekerja sama membela Konvensi Senjata Kimia dan untuk memastikan bahwa tidak ada kekebalan hukum bagi mereka yang menggunakan senjata barbar semacam itu.”

Mereka juga “setuju bahwa pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York hari ini akan menjadi langkah penting berikutnya dalam menentukan respon internasional dan bahwa berbagai pilihan harus ada di meja,” tambah pernyataan itu.

Cegah PBB Selidiki Serangan Bom Kimia di Suriah, AS Salahkan Rusia

Jerman juga meminta Rusia untuk menghentikan upaya memblokir di Dewan Keamanan PBB dalam mengadopsi resolusi untuk penyelidikan serangan gas kimia di Suriah.

Berbicara pada konferensi pers di Berlin, juru bicara Kanselir Angela Merkel mengutuk serangan yang menewaskan sedikitnya 78 warga sipil di Douma dan menuduh rezim Assad melanggar hukum humaniter internasional.

Steffen Seibert mendesak pendukung rezim Rusia untuk menekan Damaskus.

“Rusia harus meninggalkan sikap pemblokirannya di Dewan Keamanan PBB, berkaitan dengan penyelidikan penggunaan senjata kimia di Suriah. Rusia harus secara konstruktif berkontribusi pada penyelidikan,” ia menekankan.

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Italia Angelino Alfano juga mengecam serangan itu.

“Kami mengungkapkan kemarahan kami atas puluhan korban sipil, termasuk wanita dan anak-anak, yang disebabkan oleh serangan udara terbaru di daerah Damaskus, dan khususnya di Douma,” kata Alfano dalam pernyataan tertulis. Menteri mengatakan berita tentang kemungkinan penggunaan senjata kimia menimbulkan “kewaspadaan dan kekhawatiran dan harus menjadi masalah prioritas untuk diverifikasi.”

“Semua pihak dalam konflik, mulai dari pemerintah Damaskus, bertanggung jawab untuk mematuhi kewajiban yang ditetapkan dalam hukum kemanusiaan, termasuk menjamin akses kemanusiaan bagi warga sipil yang sangat membutuhkan,” tambah Alfano.

Paus Francis juga menyuarakan keprihatinan atas serangan itu.

“Puluhan korban, dimana banyak perempuan dan anak-anak, terpengaruh oleh zat kimia,” kata Paus.

“Tidak ada yang namanya perang yang baik dan perang yang buruk. Tidak ada apa pun, tetapi tidak ada apa pun juga yang dapat membenarkan penggunaan instrumen pemusnahan semacam itu pada orang-orang dan penduduk yang tak berdaya,” tambah Paus Francis.

Erdogan: Kapan Barat Mau Peduli pada Anak-anak dan Wanita yang Dibantai di Suriah?

Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401 yang menyerukan gencatan senjata selama sebulan di Suriah, terutama di Ghouta Timur untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Meskipun resolusi telah ditetapkan, rezim dan sekutu-sekutunya awal bulan ini meluncurkan serangan darat utama dengan didukung oleh kekuatan udara Rusia yang bertujuan menangkap bagian-bagian Timur Ghouta yang dikuasai oposisi.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 orang, pinggiran kota tersebut tetap menjadi target pengepungan dan blokade rezim Syiah Assad yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Awal bulan ini, komisi penyelidikan PBB merilis laporan yang mengungkap rezim melakukan kejahatan perang di Ghouta Timur, termasuk penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil.

Rezim Syiah Assad Lakukan 214 Serangan Bom Beracun pada Rakyatnya Sendiri