Wakaf Harus Berorientasi Bisnis Agar Produktif

9 Agustus 2017
Wakaf Harus Berorientasi Bisnis Agar Produktif
Ir. Jurist Efrida Robbiyantono

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Paradigma tentang wakaf selama ini umumnya masih tentang wakaf-wakaf sosial seperti masjid, sekolah, madrasah, dll. Padahal wakaf harus diproduktifkan agar terus berkembang dan manfaatnya dapat digunakan untuk kepentingan sosial.

Hal tersebut dikatakan oleh Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) Ir. Jurist Efrida Robbiyantono bidang Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf pada acara Peluncuran Buku Pedoman Akuntansi Wakaf di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (8/8/2017).

“Wakaf harus business oriented. Wakaf dikelolanya harus profit oriented. Begitulah konsep wakaf seharusnya,”kata pria yang karib disapa Robbi ini.

Dengan orientasi kepada bisnis, maka wakaf akan menjadi produktif. Hal ini, menurut Robbi sudah dicontohkan bahkan di zaman Rasulullah.

“Wakaf pertama adalah wakaf Umar dengan kebunnya. Kalau sekarang seumpama wakaf Kebun Sawit. Artinya wakaf harus produktif, hasil keuntungannya justru digunakan untuk kepentingan sosial,” kata Robbi.

Robbi pun menceritakan beberapa proyek wakaf produktif yang sudah berjalan baik di dalam negeri atau di negara-negara muslim seperti Arab Saudi, Bangladesh, Singapura,dll.

“Di Indonesia sendiri ada lembaga-lembaga yang menggiatkan wakaf produktif seperti Dompet Dhuafa, ada Global Wakaf, Wakafpro Sinergi Foundation, dll. Juga beberapa proyek properti,” pungkasnya.