UMM Sabet Gelar Juara Lomba Inovasi Digital Mahasiswa 2020

UMM Sabet Gelar Juara Lomba Inovasi Digital Mahasiswa 2020

MALANG(Jurnalislam.com)–Dua tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet dua gelar bergengsi dalam Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2020 yang diadakan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Raihan tersebut antara lain Juara Harapan untuk inovasi pembelajaran digital dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality atau KertubAR. Kemudian mendali perunggu untuk short story tentang pembelajaran daring berjudul “Hari Esok”

Tim Prodi Informatika yang tergabung di divisi II Inovasi Materi Digital Pendidikan membuat aplikasi KertubAR yang merupakan media pembelajaran untuk materi Kerangka Tubuh Manusia. Pada aplikasi ini, fitur Kamera AR dapat memvisualisasikan objek tiga Dimensi (3D) mengenai macam-macam tulang penyusun kerangka tubuh. Ada juga fitur Virtual Button yang dapat memberikan animasi pada objek 3D, mengembalikan bentuk objek 3D ke bentuk semula, serta fitur unggulan lainnya,

Ketua Tim Apliaksi KertubAR, Nur Syafei mengatakan, aplikasinya juga mempunyai fitur kuis. Fitur ini bisa dimanfaatkan sebagai bentuk eveluasi bagi para siswa setelah mempelajari kerangka tubuh manusia melalui aplikasi tersebut. Fitur juga digunakan sebagai uji kompetensi seperti yang sering diberikan guru kepada siswanya setiap pembelajan di sekolah.

“Soal-soal yang disajikan berdasarkan materi Kerangka Tubuh Manusia yang telah dipelajari melalui fitur Kamera AR. Soal tersebut berjumlah 25 soal pilihan ganda,” ungkap Syafei dalam keterangan pers Senin (7/9).

Menurut Syafei, terdapat beberapa perbedaan prinsip antara aplikasinya dengan alat peraga konvensial. Pada KertubAR, guru hanya sebagai fasilitator karena materi kerangka tubuh sudah tersedia di aplikasi. Sementara pada alat konvensional, guru menyampaikan materi dan alat peraga konvensional hanya sebatas peraga.

Sebagai produk digital, KertubAR bisa mengemas berbagai bentuk model 3D. Sementara peraga konvensional hanya model statis yang biasanya memiliki satu bentuk tetap. “Kelebihan lainnya, KertubAR bisa tersedia untuk semua siswa,” ucapnya.

Tim dari Prodi Ilmu Komunikasi yang tergabung ke dalam divisi III Kreasi Video Digital Suntainable Development Goals membuat short story yang mengisahkan Pak Roy yang berprofesi sebagai seorang dosen. Dikisahkan, istri Pak Roy sudah meninggal sejak anaknya masih kecil. Selain berperan menjadi bapak untuk buah hatinya, dia juga harus melengkapi peran sebagai ibu di rumah.

Sumber: republika.co.id

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X