JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya mempertanyakan kinerja aparat.
Menurutnya, terjadinya kasus penyerangan terhadap kantor polisi di Medan menandakan aparat belum maksimal dalam mencegah peristiwa tersebut.
Padahal, kata dia, fasilitas aparat sudah lengkap.
“UU sudah full power, duit ada, senjata dan teknologi lengkap, banyak sudah yang ditangkap sebelum melakukan apa-apa, masih saja ada bom. Siapa sebenarnya yang memelihara?” kata dia kepada Jurnalislam.com, Rabu (13/11/2019).
Dia menambahkan, wajar apabila kemudian muncul kecurigaan di tengah masyarakat kepada aparat yang kembali kecolongan.
“Ada BIN, ada Densus88, ada BAIS, ada BNPT ada Intelkam. Kurang apa? Pembayar pajak wajar komentar, kok kecolongan mulu,” pungkasnya.