Ribuan Jamaah Ikuti Tabligh Akbar “Agar Hijrah Tak Hilang Arah” Ustadz Adi Hidayat di Serang

Ribuan Jamaah Ikuti Tabligh Akbar “Agar Hijrah Tak Hilang Arah” Ustadz Adi Hidayat di Serang

SERANG (Jurnalislam.com) – Ribuan jamaah memadati Masjid Al-Madani Kawasan Perkantoran Kota Serang pada Ahad (11/9/2018) untuk mengikuti Tabligh Akbar Ustadz Adi Hidayat. Tabligh akbar yang diselenggarakan atas kerjasama Kajian Hati Kota Serang dan Akhyar TV ini bertajuk “Agar Hijrah Tak Hilang Arah”.

Membuka ceramahnya, Ustadz Adi mengingatkan jamaah dengan identitas Banten yang dikenal dengan pejuang dan ulamanya.

“Syaikh Nawawi Al-Bantani salah satu ulama besar yang diabadikan namanya, pernah diangkat menjadi Imam Besar Masjidil Haram, banyak dituliskan biografi ilmiyahnya dan banyak ulama besar Indonesia yang berguru padanya adalah berasal dari Banten,” ungkap Ustadz Adi yang juga kelahiran Banten ini.

Ustadz Adi pun memotivasi para pemuda Banten agar menjadi generasi penerus para ulama Banten terdahulu. Ia mengutip  sebuah hadist riwayat Ibnu Majah no. 233 yang diriwayatkan oleh seorang sahabat Abu Darda tentang ciri-ciri lahirnya ulama itu adalah penuhnya majelis ilmu oleh orang-orang yang serius belajar ilmu agama.

Dalam pemaparan materi “Agar Hijrah Tak Hilang Arah”, Ustadz Adi membukanya dengan kisah seorang pemuda pemabuk yang telah membunuh 100 orang yang kemudian ingin bertaubat. Pemuda itu kemudian menemui seorang syaikh dan dianjurkan untuk berhijrah untuk menuntut ilmu agama.

“Sang pemuda meninggal di tengah perjalanan sebelum tujuannya tercapai sehingga turunlah surat Quran Surat An-Nisa ayat 100 “Dan barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ketempat yang dituju), maka sungguh, pahala telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,” papar Ustadz Adi mengisahkan.

Dengan gaya khas intelektualnya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dua hal penting tentang hijrah, yaitu pengertian hijrah dan indikator berhasilnya hijrah. Pentingnya mengetahui pengertian hijrah dijelaskan oleh ustadz Adi bahwa kebiasaan para ulama dalam menuntut ilmu adalah mengetahui definisi atau pengertian dari suatu hal.

“Pengertian hijrah dijelaskan menurut para ulama adalah berpindah pada suatu keadaan atau kondisi yang disukai Allah,” kata Ustadz adi.

Dari pengertian ini Ustadz Adi mengimbau agar para pekerja segera meninggalkan sesuatu yang tidak disukai Allah, seperti halnya praktek suap-menyuap.

Kemudian, indikator berhasilnya hijrah. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dua indikator penting yakni meningkatnya kuantitas dan kualitas ibadah dan memiliki kecenderungan bersatu dan bersaudara.

Meningkatnya kuantitas ibadah adalah dengan melakukan ibadah-ibadah tambahan selain yang telah diwajibkan, sedangkan meningkatnya kualitas ibadah adalah salah satunya dengan memahami makna bacaan shalat,” paparnya.

Sedangkan kecenderungan bersatu dan bersaudara, Ustadz Adi memaparkan kisah Abdurrahman bin Auf seorang kaya raya yang jatuh miskin karena berhijrah dari Mekkah ke Madinah dengan meninggalkan segala harta kekayaannya.

“Kemudian seorang Anshar Madinah yang kaya raya dengan kecintaannya pada muhajirin dan mengetahui latar belakang Abdurrahman bin Auf yang dahulu kaya raya, berniat menghibahkan sebagian harta kekayaannya kepada Abdurrahman bin Auf, namun Abdurrahman bin Auf dengan ketawakkalannya kepada Allah ia menolak pemberian saudara anshar tersebut dan hanya meminta ditunjukkan pusat bisnis di kota Madinah,” jelas Ustadz Adi.

Diakhir ceramahnya, ustadz Adi Hidayat menitikberatkan kepada kesimpulan agar orang yang telah berhijrah agar menguatkan kedekatan kepada Allah dan persatuan umat Islam dibawah naungan ridho Allah.

Reporter: Jumi Yanti Sutisna

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X