Responsive image

Pernyataan Moeldoko tentang 30 Teroris Dinilai Tendensius dan Cenderung Fitnah

Pernyataan Moeldoko tentang 30 Teroris Dinilai Tendensius dan Cenderung Fitnah

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Pengamat terorisme dan intelijen Harits Abu Ulya menilai pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tentang datangnya 30 teroris ke Jakarta jelang putusan MK adalah pernyataan yang menggelikan.

“Ungkapan Moeldoko sadar atau tidak sebagai teror kepada rakyat wabil khusus kepada komponen masyarakat yang hadir di sekitar MK jelang putusan sengketa Pilpres,” kata Harits kepada Jurnalislam.com.

Menurutnya, publik sangat mudah memahami, pernyataanya hanya sebagai propaganda dengan target mereduksi gerakan rakyat yang mengalir ke MK.

Menurut Harits, ia berasumsi bahwa jika pernyataan Moeldoko sebagai ketua KSP yang punya akses terhadap informasi intelijen itu benar, betapa bahayanya kondisi sebagian rakyat yang hadir di sekitar MK.

“Mereka terancam aksi teror dari 30 orang teroris yang akan melakukan penetrasi ditengah-tengah mereka. Dan negara abai terhadap keselamatan rakyat, tapi pejabat sebatas sibuk beretorika,” kata Harits.

Namun, katanya, jika pernyataan Moeldoko itu hoaks, sungguh itu sebagai teror kepada sebagian warga negara Indonesia yang hadir di sekitar MK.

“Dan kebohongan akut yang dilakukan oleh seorang Moeldoko yang notabene sebagai kepala KSP di rezim Jokowi,” katanya.

Karenanya, ia menilai pernyataan Moeldoko menjadi sumir.

“Sudah punya informasi 30 orang teroris masuk Jakarta akan ikut aksi di depan MK tapi kenapa tidak ditangkap sebelum mereka masuk Jakarta? Ini menggelikan,” kata Harits..

Malah katanya, diksi teroris sering dijadikan label serampangan untuk kepentingan politis status Quo.

“Yang berbahaya adalah jika teroris yang di sebut adalah teroris pabrikasi alias produk dari tangan-tangan kotor oknum aparat atau intelijen,” tambahnya.

Teroris Pabrikasi ini, tambahnya, mereka hadir dan ada di saat para pengorder punya kepentingan politis dan membutuhkan kemudian memesan kepada para peternak “teroris pabrikasi” muncul agar bisa di goreng kembali isu terorisme.

“Analisa saya; tidak ada kelompok teroris yang nimbrung urusan dengan sengketa Pilpres di MK. Dan pernyataan Moeldoko berpotensi fitnah dan tendensius kepada sekelompok umat Islam,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X