Penyerangan Gereja, Pengamat Krtitik Polisi Soal Pelabelan Teroris

Penyerangan Gereja, Pengamat Krtitik Polisi Soal Pelabelan Teroris

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menyayangkan pelabelan ‘teroris’ kepolisian kepada pelaku penyerangan Gereja di Sleman pada Ahad (11/2/2018).

Harits menilai stigmatisasi aparat tersebut terlalu didramatisir.

“Soal Sleman tidak perlu didramatisir dan kembali ke TKP itu sebagai aksi kriminal. Kalau teroris maka motifnya apa dengan menyerang dengan parang masuk gereja? Saya lihat label teroris sudah liar penggunaannya,” kata Harits dalam keterangan tertulis, Selasa (13/2/2018).

Menurutnya, yang harus diungkap adalah dalang yang memanfaatkan orang-orang yang kurang waras untuk melakukan serangan ‘konyol’ seperti itu.

“Sleman dilakukan oleh orang-orang yang labil secara psikis. Perlu diungkap mastermind di balik dia. Karena tidak menutup kemungkinan ada “siluman” yang mengkondisikan orang-orang labil kemudian diagitasi untuk melakukan tindakan konyol,” paparnya.

Bagikan
Close X