Pendiri IMM: Generasi Muda Muhammadiyah Harus Miliki Kecerdasan Majemuk

Pendiri IMM: Generasi Muda Muhammadiyah Harus Miliki Kecerdasan Majemuk

SOLO (Jurnalislam.com) – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surakarta, Sukoharjo dan Karanganyar mengadakan agenda sharing bersama Dr. Sudibyo Markus, M.BA pada Jum’at (18/10/2019) sore di ruang rapat Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dr Sudibyo Markus adalah salah satu pendiri IMM pada tahun 1964.

Tampak beberapa perwakilan PC IMM dari Kota Magelang dan Banyumas juga ikut menghadiri acara yang mengusung tema “Peranan IMM dalam Menghadapi Problematika ke-Indonesiaan Kita”.

Dalam acara tersebut, Dr Sudibyo berbagi pengalamannya semasa mendirikan organisasi tersebut bersama Drs. Moh. Djazman Al-Kindi dan yang lainnya.

“Pada tahun 65-70 an merupakan tahun-tahun awal bagi IMM untuk merintis sebuah organisai dengan menumbuhkan visi serta value yang akan mereka bawa. Barulah pada tahun setelah 70-an hingga tahun 80-an bias pada organisasi IMM mulai dapat hilang dan akhirnya tahun-tahun selanjutnya kader IMM dapat melanjutkan visi dan cita-cita yang ingin IMM capai,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada kader IMM untuk membangun jati diri sebagai kader yang memiliki kecerdasan majemuk, yaitu kecerdasan yang dimiliki tidak hanya di satu bidang saja.

“Selanjutnya kader harus dapat meniti akademik yang bagus, kemudian menjadi generasi muda Muhammadiyah yang mampu memahami lingkungan kebangsaannya dan terakhir dapat membangun wawasan dan jaringan komunikasi yang luas,” katanya.

“Kaderisasi yang terbaik adalah mengikuti kegiatan praktis yang ada di Muhammadiyah, seperti NA (Nasyiatul Aisyiah-red) dan lain-lain,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa kader IMM harus dapat mengalir sesuai realitas kehidupan. Mengalir bukan berarti mudah terbawa arus, namun dapat mengikuti perkembangan zaman dan isu yang ada di tengah masyarakat.

“Apalagi dalam menyikapi hal-hal politik yang ada di Indonesia. Kader IMM diharuskan mampu memahami isu yang ada sehingga mampu menyikapinya dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, kader IMM yang militan adalah seseorang yang mampu menyikapi permasalahan yang ada di masyarakat dengan proporsional serta dapat mengikuti informasi atau isu yang sedang terjadi.

“Orang modern itu orang yang dapat mengambil sikap pada hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Tapi bukan berarti kita harus menyikapi semua hal di luar fokusan atau relevansi kita,” tegasnya.

 

Baca juga:

Hangatnya Acara Antara Muhammadiyah Yaman dan Warga Lokal

Haedar: Masjid Muhammadiyah Harus Memancarkan Nilai Islam yang Mencerahkan

Angkat Muda Muhammadiyah Surakarta Gelar Malam Refleksi, Kecam Tindakan Represif Aparat

Pemuda Muhammadiyah Desak Kapolri Pimpin Investigasi Kematian Randi

Pemuda Muhammadiyah Desak Kapolri Pimpin Investigasi Kematian Randi

Immawan Randi, Mahasiswa yang Tewas Tertembak di Kendari Adalah Kader IMM

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X