Pemkot Tasik Deklarasikan Perda Syariat

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan masyarakat Kota Tasikmalaya memadati Masjid Agung Kota Tasikmalaya dalam rangka menghadiri deklarasi penerapan Peraturan Daerah (Perda) No. 07 tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya, Rabu (22/4/2015). Acara dipimpin langsung oleh Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman.

Budi Budiman mengatakan, perda tersebut merupakan awal perjuangan bersama dalam membangun kerukunan umat beragama dan membumikan Islam sebagai rahamatan lilalamin.

“Ini komitmen bersama bagaimana menghadirkan kondisi Tasikmalaya yang religius, di mana nilai-nilai agama, sosial, dan nilai-nilai budaya betul-betul hadir di tengah-tengah masyarakat,” tutur Budi dalam sambutannya.

Masyarakat Tasikmalaya, lanjut Budi, merupakan hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya.

“Dan pengertian itu tidak terbatasi oleh ruang dan waktu, tidak terbatasi kondisi apapun bagi seorang hamba dalam menjalankan ajaran syariat Islam,” imbuh Budi.

Dengan bersholawat dan menjalankan syariat Islam, menurut Budi, maka akan tercipta tatanan kehidupan masyarakat yang penuh kedamaian, keamanan dan ketertiban.

“Barang siapa yang membacakan sholawat dan menjalankan syariat-Nya (Islam-red) maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mendatangkan solusi atas segala masalah yang menimpa kita (masyarakat Tasikmalaya.red),” tegasnya.

Selain deklarasi Perda No.07/2014  tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius, pada kesempatan itu juga dilakukan grand launching Majelis Sholawat Indonesia (MSI) Tasikmalaya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan deklarasi penerapan Perda No.07/2014 oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Kapolres dan Wakapores Tasikmalaya, Ketua MUI Tasikmalaya, Perwakilan Organisasi Masyarakat, Perwakilan Dari Unsur Pemuda, Perwakilan Tokoh Agama Islam, Konghuchu, dan Budha, serta Perwakilan Dari Lembaga Swadaya Masyarakat.

Dilanjutkan dengan pawai taaruf yang dipimpin langsung oleh Walikota, dari tugu Adipura depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya hingga jalan Nagarawangi yang diikuti oleh seluruh peserta deklrasi. Massa yang jumlahnya diperkirakan mencapai 5000 orang itu membanjiri jalanan di pusat Kota Tasikmalaya. 

Adapun isi perda tersebut adalah sebagai berikut :

1. Mewajibkan pelaksanaan ajaran agamanya masing-masing

2. Menyeru kepada kebajikan dan mencegah perbuatan tercela

3. Menjaga kerukunan hidup antar pemeluk agama, etnis dan golongan masing-masing

4. Manjamin Hak untuk beribadah menurut keyakinan agama masing-masing

5. Memberikan kesempatan kepada pegawai/karyawan untuk beribadah sesuai agamanya masing-masing

6. Menyediakan sarana ibadah yang layak

7. Menerapkan prinsip jujur, adil dan persaingan sehat dalam kegiatan perekonomian

8. Mengutamakan menggunakan sistem ekonomi syariah

9. Mengembangkan Pendidikan agama

10. Mengenakan pakaian sopan dan sesuai norma kesopanan masyarakat

Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.