BANJAR (jurnalislam.com)— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) Desa Binangun B menggelar kegiatan Deklarasi Anti-Perundungan di SDN 2 Binangun, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas IV hingga VI sebagai bagian dari program utama KKN UMTAS Desa Binangun B.
Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pengertian perundungan, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Para siswa juga diajak memahami pentingnya saling menghargai, membangun empati, dan berani menolak segala bentuk tindakan perundungan.
Selain materi tentang anti-perundungan, mahasiswa KKN juga menghadirkan tayangan edukatif mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua dan tetap memiliki semangat untuk menempuh pendidikan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dan kesulitan.
Melalui tayangan tersebut, siswa diajak melakukan refleksi dan mendapatkan afirmasi positif. Suasana haru pun mewarnai kegiatan. Sejumlah siswa terlihat menangis setelah teringat perjuangan mereka dalam menempuh pendidikan, pengorbanan orang tua, serta merefleksikan berbagai kesalahan atau perbuatan kurang baik yang pernah dilakukan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para siswa kemudian menandatangani banner deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Komitmen tersebut tidak hanya ditujukan untuk lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ikhwan Asyidiki, mengatakan bahwa deklarasi tersebut merupakan langkah preventif untuk membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
“Pelaksanaan deklarasi anti-perundungan bagi siswa SDN 2 Binangun merupakan langkah preventif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Deklarasi ini diharapkan menjadi komitmen bersama dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak serta mendukung setiap siswa untuk belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa rasa takut,” ujar Ikhwan Asyidiki.
Menurut Ikhwan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada deklarasi dan penandatanganan banner, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan siswa, guru, dan orang tua dinilai penting untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, empati, serta keberanian untuk menolak dan mencegah segala bentuk perundungan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak SDN 2 Binangun. Kepala SDN 2 Binangun, Jani Rusdiana, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan program yang digagas mahasiswa KKN UMTAS tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan Deklarasi Anti-Perundungan di SDN 2 Binangun yang diadakan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, sekolah dapat terbebas dari segala bentuk bullying dan tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Jani Rusdiana.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMTAS Desa Binangun B berharap semangat anti-perundungan dapat terus tumbuh di lingkungan SDN 2 Binangun. Deklarasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak, menjunjung tinggi rasa saling menghormati, serta memberikan ruang yang aman bagi setiap siswa untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi tanpa rasa takut.
Reporter: Muhammad Rifqi