SUKOHARJO (jurnalislam.com)— Di tengah mahalnya biaya pendidikan hari ini, konsistensi dalam mencetak generasi Islam yang berilmu dan berakhlak tanpa membebankan biaya kepada umat menjadi sebuah oase. Inilah yang konsisten dirintis oleh Ma’had Tahfidzul Qur’an Baitul Hikmah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Berdiri sejak tahun 2008, lembaga pendidikan ini telah menjelma menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan dakwah, pendidikan, dan sosial, khususnya di wilayah Solo Raya hingga kancah nasional. Direktur Pendidikan Ma’had Baitul Hikmah, Dr. Budi Harjo, M.Pd., mengungkapkan bahwa lembaganya berkomitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Alhamdulillah, sejak tahun 2008 Baitul Hikmah mempunyai Ma’had Aly yang sampai dengan tahun 2026 ini sudah meluluskan 221 alumni yang tersebar kepada seluruh masjid, ma’had, sekolah, pendidikan Islam untuk membantu dan berkhidmat di dalam dakwah pendidikan dan sosial,” ujar Dr. Budi saat ditemui di kompleks ma’had pada Selasa, (1/9/2026).
Para alumni tersebut, lanjut Dr. Budi, tidak hanya mengabdi di dalam negeri, melainkan banyak yang menimba ilmu lanjutan ke berbagai institusi terkemuka baik di dalam maupun luar negeri, seperti Madinah, Mesir (Kairo), Suriah, hingga Yaman.
Perluasan Jenjang dan Beasiswa Penuh
Dalam perkembangannya, Ma’had Baitul Hikmah tidak hanya berfokus pada jenjang perguruan tinggi melalui Ma’had Aly, tetapi juga memperluas sayap pendidikan formal dari tingkat dasar hingga menengah. Saat ini, yayasan menaungi beberapa unit pendidikan mulai dari PAUD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Ma’had Aly.
Untuk jenjang Ma’had Aly, pihak ma’had memberlakukan kebijakan beasiswa penuh (full scholarship) yang mencakup biaya pendidikan hingga akomodasi makan bagi para mahasiswanya. Sementara untuk unit PAUD, MI, dan MTS, ma’had juga menyediakan kuota khusus pembebasan biaya bagi keluarga yang membutuhkan melalui program “Orang Tua Asuh Penghafal Al-Qur’an”.
“Ini tentu tidak hanya dari keluarga Dr Harun, tetapi kami mengajak semua pihak di Sukoharjo khususnya untuk bergabung bersama dengan kami memberikan beasiswa melalui program orang tua asuh menghafal Al-Qur’an,” jelasnya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah santri yang saat ini menempuh pendidikan di berbagai jenjang di bawah naungan Baitul Hikmah meliputi 51 anak di PAUD, 260 anak di MI, 40 santri di MTS, serta 43 mahasiswa di Ma’had Aly. Para santri ini datang dari berbagai penjuru nusantara, mulai dari Aceh, NTB, NTT, hingga Ambon.
Integrasi Sains dan Teknologi
Respon positif dari masyarakat serta para wakif membuat jaringan pengelolaan Baitul Hikmah terus meluas. Beberapa lembaga pendidikan di luar kompleks utama kini turut bergabung di bawah naungan pengelolaannya, seperti Ma’had Tarbiyatul Ummah di Sukoharjo, serta lembaga pendidikan putri di daerah Nglawu, Telukan, Sukoharjo yang didukung penuh dengan sistem beasiswa. Selain itu, aset wakaf dari masyarakat juga dioptimalkan menjadi Rumah Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga pesantren lansia.
Menanggapi persaingan lembaga pendidikan Islam yang kian ketat, Dr. Budi menegaskan bahwa Baitul Hikmah di bawah dukungan para dewan kiai di antaranya Ustaz Ihsan Saifuddin, Ustaz Zuhal, dan Ustaz Setiyadi memegang teguh visi integratif dalam mencetak kader umat.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan sebuah pendidikan yang Qur’ani, beradab, dan sains teknologi. Jadi dengan Qur’ani, beradab ini adalah sebuah bekal dalam anak-anak kita, dan dengan penguasaan sains dan teknologi akan mampu untuk hadir di dunia yang global. Jadi kami berkomitmen untuk menciptakan dan mewujudkan sebuah pendidikan yang berbasis Al-Qur’an, kemudian beradab, dan menguasai ilmu pengetahuan sains dan teknologi,” pungkasnya.

Mengenal Program ORTASQU
Dalam rangka memperluas akses pendidikan bagi seluruh santri mengingat tidak semua wali santri memiliki kemampuan finansial yang memadai Ma’had Baitul Hikmah menghadirkan program ORTASQU (Orang Tua Asuh Qur’an).
Program yang dikelola langsung di bawah unit Baitul Hikmah Peduli ini berorientasi pada kegiatan sosial, dakwah, dan fundraising. Tujuan utamanya meliputi:
- Membantu pembiayaan pendidikan santri secara menyeluruh.
- Menjamin kesinambungan program dakwah dan pendidikan di lingkungan ma’had.
- Membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kaum muslimin untuk meraih pahala jariyah melalui investasi jangka panjang di bidang pendidikan umat.
Deretan Prestasi Santri
Deretan prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh para santri di bawah naungan Ma’had Tahfidzul Qur’an Baitul Hikmah pada berbagai ajang kompetisi tingkat kabupaten, karesidenan, provinsi, hingga nasional:
- Muhammad Zenorabel Rafisqy — Juara 1 Olimpiade Bahasa Inggris (Tingkat Nasional, 2026)
- Talita Yesfir Samiayah — Juara 3 Turnamen Bola Voli Putri Antar Club U-15 (Tingkat GOR Wijaya Gunung Kidul / Nasional, 2026)
- Rayya Mazaya Azyyati — Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris (Tingkat YQBS 1 Pati se-Nasional, 2026)
- Fatiya Zea Maheswari — Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Indonesia (Tingkat YQBS 1 Pati se-Nasional, 2026)
- Damario Fahri Wijaya — Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Indonesia (Tingkat YQBS 1 Pati se-Nasional, 2026)
- Arsyilah Nur Hasanah — Juara 7 Lomba Pidato Bahasa Arab (Tingkat YQBS 1 Pati se-Nasional, 2026)
- Arsyila Zanatti Elshanum — Juara 2 Olimpiade Bahasa Inggris (Tingkat Student Challenge 7 DIY & Jateng, 2025)
- Sadaka Adi Perdana — Juara 2 Olimpiade Bahasa Matematika (Tingkat Student Challenge 7 DIY & Jateng, 2025)
- Bilqis Shakeela Pratama — Juara 3 Pidato Bahasa Inggris (Tingkat PORSENI Provinsi, 2025)
- Akhira Qurrota Monali — Juara 3 Renang (Tingkat Karesidenan Surakarta, 2024)
- Nadiyah Syahidah — Juara 2 Lomba Memanah (Tingkat Kuttab Al Faruq Tanjung Anom / Se-Solo Raya, 2024)
- Salman Shakeel — Juara 1 Lomba Memanah (Tingkat Se-Solo Raya, 2024)
Capaian gemilang ini membuktikan bahwa sistem pembinaan terpadu di Ma’had Baitul Hikmah sukses melahirkan para penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga kompetitif di bidang akademik dan keterampilan umum.