Polri Didesak Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menaruh harapannya kepada Kabareskrim Polri yang baru, Irjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap meminta keberanian Irjen Listyo untuk mengungkap pelaku dan dalang kasus yang terjadi pada 11 April 2017 tersebut.

“Kabareskrim harus berani mengungkap siapa pun pelaku dan orang di belakangnya,” ujar Yudi saat dihubungi wartawan, Ahad (8/12).

Menurut Yudi, Polri hingga kini belum mampu mengungkap pelaku maupun motif kasus yang akan menginjak hari ke-1000 itu. Padahal, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Polri segera menuntaskan kasus tersebut dengan tanggal awal Desember 2019 ini. “Apalagi, sudah perintah Presiden dan ada deadline juga dari Presiden selaku kepala negara dan pemerintahan,” tutur Yudi.

Menururt dia, Irjen Listyo merupakan sosok yang dikenal reformis dan antikorupsi. Karena itu, WP KPK optimistis dan menitipkan harapan besar terhadap keberanian Kabareskrim yang sebelumnya pernah menjadi ajudan Presiden Jokowi tersebut. Yudi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana menemui Listyo yang sebelumnya menjadi kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian tersebut.

“Secepatnya setelah beliau dilantik, kami akan meminta jadwal waktu untuk bertemu dalam rangka penuntasan kasus Bang Novel,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis akhirnya menunjuk Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim Polri.

Hal ini tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/3229/XII/KEP./2019 tanggal 6 Desember 2019. Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan waktu kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang baru saja dilantik untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK  Novel Baswedan hingga Desember 2019.

“Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember,” kata Presiden Jokowi dalam acara diskusi pekanan dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11).

sumber: republika.co.id

DSKS: Tidak Sepantasnya Rasulullah Dijadikan Bahan Olokan

SOLO (Jurnalislam.com)- Ketua Divisi Advokasi Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ahmad Sigid mendesak Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta untuk membatalkan rencana kedatangan KH Ahmad Muwaffiq pada sabtu, (7/12/2019).

 

Rencananya, Gus Muwaffiq akan memberikan ceramah dalam acara khataman Al Quran dan Haul Ponpes Al-Muayyad Surakarta pada sabtu, (7/12/2019) pada pukul 19.00 wib.

 

“Menghimbau kepada Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta untuk membatalkan undangan kepada Gus Muwafiq, dengan tujuan untuk menjaga kondusivitas di kota Surakarta,” katanya kepada jurnalislam.com sabtu, (7/12/2019).

 

Sigid menyebut bahwa tidak sepantasnya nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam dijadikan bahan olok olokan karena mempunyai sifat terbebas dari dosa yakni maksum.

 

“Gus Muwafiq dalam ceramahnya tersebut  diduga kuat telah merendahkan pribadi Rasul yang Mulia, dengan bahasa yang jauh dari adab, jauh dari penghormatan dan penuh dengan kesan olok-olok,” katanya.

 

“Bercanda ataupun tidak dalam hal mengolok- olok Allah SWT, termasuk kalam/ayat-Nya dan Rasulullaah SAW, termasuk sabdanya,  adalah perbuatan sangat tercela dan bisa menjadikan pelakunya, apabila dia muslim, menjadi murtad,” imbuh Sigid.

Warga Solo Kembali Gelar Aksi Desak Muwafiq dan Sukmawati Diproses Hukum

SOLO (Jurnalislam.com)- Merespon pernyataan dai Nahdatul Ulama (NU) Ahmad Muwaffiq atau akrab disapa Gus Muwafiq yang diduga melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad, elemen umat Islam Soloraya melakukan aksi di depan Mapolresta Surakarta pada jum’at, (6/12/2019).

Sebelumnya, ratusan massa yang dikomandoi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) tersebut berkumpul di lapangan Kartapuran, kemudian melakukan konvoi menuju depan Mapolresta Surakarta untuk melakukan orasi.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman terhadap Gus Muwafiq dan Sukmawati serta meminta pihak aparat untuk menangkap keduanya karena dianggap telah melakukan penistaan terhadap Nabi Muhammad.

Humas DSKS Endro Sudarsono mengatakan bahwa DSKS telah melakukan pendampingan terhadap warga yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Tengah, Semarang.

“Dan tadi malam kita laporkan di Polda Jateng diterima Diskrimsus Polda Jateng, pengaduan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh KH Ahmad Muwafiq atas ceramahnya tanggal 5 september 2019 di Purwodadi,” katanya kepada jurnalislam.com di sela sela aksi.

“Yang dia menisbatkan nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam ketika masih kecil dengan ucapan rembes dan andaikan di saudi ada pohon jambu kemungkinan nabi Muhammad itu ikut nyolong, dua hal itu yang kemudian dijadikan bahan oleh warga untuk laporkan dan Dewan Syariah mendampingi,” imbuh Endro.

Endro berharap, pihak aparat kepolisian bisa bersikap adil dan profesional dalam menangani kasus tersebut, hal itu dinilainya agar terwujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Dan atas laporan ini, kita berharap polda jateng menundaklanjuti agar keadilan itu bisa diwujudkan hukum itu bisa tegak, kalau tidak kita khawatir penista agama yang lain itu akan melakukan hal yang sama, seolah oleh mereka dilindungi,” ujarnya.

BSMI Lantik Kepengurusan Cabang Bali

BALI(Jurnalislam.com)– Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) terus meluaskan manfaat kemanusiaan dengan melantik Pengurus BSMI Provinsi Bali pada Sabtu (7/12).

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) BSMI Djazuli Ambari menyerahkan SK Pelantikan kepada Ketua BSMI Provinsi Bali DR Badruttamam.

Selain melantik BSMI Provinsi Bali, juga dikukuhkan kepengurusan BSMI Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Jembrana dan Kab. Singaraja.

Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) DR. dr. Basuki Supartono mengatakan, kehadiran BSMI di Bali harus menjadi solusi. Anggota BSMI, papar Basuki, berkomitmen berkiprah di bidang kemanusiaan tanpa mengenal batas dan sekat. “Dan itu sudah dibuktikan selama aktivitas BSMI sejak berdirinya di tahun 2002,” papar Basuki.

Sependapat dengan Basuki, Badruttamam mengatakan BSMI siap hadir di Bali tanpa membedakan aliran, golongan maupun keyakinan karena bekerja berdasarkan kemanusiaan.

Ia menyebut Bali adalah etalase Indonesia baik nasional maupun internasional. Secara indikator kesehatan, papar dia, Bali sudah berada di atas rata-rata daerah di Indonesia. “Kami hadir ibarat sepotong batu bata dalam membangun kesehatan rakyat Indonesia bukan hanya Bali,” ujar dia.

Baruttamam menyebut, BSMI akan langsung menjalin komunikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak di Bali seperti MUI, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Muhammadiyah, NU dan organisasi lainnya.

Ketua MUI Bali Taufiq As’adi yang hadir dalam pelantikan tersebut berpesan agar umat Islam bisa menjadi bagian uuntuk menyelamatkan manusia.

“Musibah dan bencana bisa terjadi setiap saat. Orang Islam itu adalah orang yang bisa menyelamatkan manusia lain dari lisan dan tangannya,” papar dia menyitir hadis.

Secara khusus, Taufiq berpesan agar BSMI bisa berpartisipasi memperbaiki lingkungan di Bali utamanya mencegah abrasi.

“Di daerah Jembrana bisa mencapai 50 meter abrasi, ini sangat nyata. Ada hadis kalau kiamat akan datang esok hari sedangkan di tangan kita masih ada sebatang pohon, maka wajib menanamnya,” kata Taufiq

Sempat Terhenti Tiga Pekan, Warga Gaza Kembali Lakukan Aksi ‘The Great March of Return’

GAZA (Jurnalislam.com) – Komisi Tinggi untuk Pengembalian Besar dan Pemutusan Pengepungan Gaza (Great March of Return and Breaking of Siege of Gaza) memperingatkan Israel agar tidak menargetkan pawai besar, yang dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari Jumat (7/12/201) setelah sempat terhenti selama tiga pekan.

Komisi yang dibentuk oleh faksi-faksi Palestina di Gaza ini mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pawai besar akan kembali, memanggil warga Palestina untuk berpartisipasi dalam demonstrasi yang dijuluki “The March Continues”.

Mengkonfirmasi sifat populer dan damai dari demonstrasi, menganggap bahwa pawai merupakan bagian dari perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel.

Setelah Israel meningkatkan serangan terhadap Gaza bulan lalu, komisi mengumumkan penangguhan pawai kembali untuk menghindari korban di antara warga Palestina karena Israel akan menargetkan para demonstran.

Sejak unjuk rasa Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, hampir 270 pengunjuk rasa telah mati syahid – dan ribuan lainnya terluka – oleh pasukan Israel di daerah pagar keamanan di sekitar Gaza.

Demonstran menuntut diakhirinya blokade Israel berusia 13 tahun di sekitar Jalur Gaza, yang telah menghancurkan ekonomi daerah kantong pantai dan merampas dua juta penduduknya dari pergerakan bebas masuk dan keluar dari Gaza, mencegah masuknya banyak fasilitas dasar.

AS Sebut Iran Telah Membunuh Lebih dari 1.000 Demonstran

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan, pasukan keamanan Iran diperkirakan telah membunuh lebih dari 1.000 orang sejak protes dimulai atas keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

“Kami tidak bisa memastikan karena rezim memblokir informasi,” kata Perwakilan Khusus AS untuk Iran Brian Hook mengatakan pada konferensi pers di Departemen Luar Negeri, Kamis (5/12/2019).

“Sedikitnya ada selusin anak, termasuk anak-anak berusia 13 dan 14 tahun tewas,” lanjut Hook.

Dia juga mengatakan, Departemen Luar Negeri telah melihat video satu insiden dimana lebih dari 100 orang tewas.

“Ketika itu berakhir, rezim memuat mayat-mayat itu ke dalam truk. Kami belum tahu ke mana mayat-mayat ini dibawa pergi. Tetapi kami semakin banyak belajar tentang bagaimana rezim Iran memperlakukan rakyatnya sendiri,” tambahnya.

Demonstrasi pecah pada 15 November di Iran setelah pemerintah memberlakukan penjatahan bensin dan menaikkan harga bahan bakar setidaknya 50%.

Awal pekan ini, Philip Luther, direktur penelitian dan advokasi untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty International, mengatakan setidaknya 208 orang tewas sejak protes dimulai.

“Angka kematian yang mengejutkan ini menunjukkan pengabaian memalukan pemerintah Iran atas kehidupan manusia,” kata Luther, Senin.

Sedikitnya 100 bank dan puluhan toko telah dibakar selama protes, kata kantor berita semi-resmi Mehr, mengutip pejabat keamanan.

Meski tidak ada angka resmi tentang penangkapan itu, namun kantor berita Fars mengatakan lebih dari 1.000 pengunjuk rasa telah ditangkap.

Pengawal Revolusi elit Iran mengancam akan mengambil tindakan “tegas” terhadap para demonstran jika mereka “mengganggu perdamaian dan keamanan masyarakat.”

Islam dan Profesionalisme di Dunia Kerja

Jurnalislam.com – Islam merupakan ajaran sempurna dalam berbagai aspek yang diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah SAW.

Salah satu hal yang menunjukkan kesempurnaan ajaran Islam adalah perintah bekerja kepada pemeluknya.

Bekerja merupakan wujud pemenuhan terhadap perintah Allah SWT. Ia memerintahkan hambaNya untuk memakmurkan bumi.

“dan katakanlah : ’bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’”. (QS. At Taubah 105)

Dari Ibnu Umar ra bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang mu’min yang bekerja dengan giat”. (HR. Imam Tabrani)

Hidup seseorang menjadi lebih baik jika setiap orang giat bekerja. Bekerja menurut pandangan Islam bukan hanya sekedar bekerja asal-asalan, setiap muslim dianjurkan agar selalu memperbaiki pekerjaannya.

“Sesungguhnya Ruhul Qudus membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu”. (HR. Abu Zar dan Al Hakim)

Islam memberikan rambu-rambu yang harus diperhatikan dan diamalkan oleh setiap muslim yang bekerja yakni ihsan (baik), jiddiyah (integritas), itqon (profesional).

Islam sangat mendorong agar seorang muslim menumbuhkan sikap profesional dalam segala aspek kehidupan baik yang berorientasi duniawi maupun ukhrawi. Profesional diartikan melakukan suatu pekerjaan dengan kualitas terbaik dan mutu produktivitas yang tinggi.
Profesionalisme dalam islam dicirikan oleh tiga hal  :

(1) kafa’ah, cakap atau ahli dalam bidang pekerjaan yang dilakukan ;

(2) himmatul-‘amal, memiliki semangat atau etos kerja yang tinggi ; dan

(3) amanah, bertanggung jawab dalam menjalankan setiap tugasnya.

Mewujudkan tiga ciri profesionalisme, Islam memberikan tuntunan yang jelas, yakni :

(1) kafa’ah diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Seorang muslim selalu termotivasi untuk memperbaiki hasil pekerjaannya, maka kafa’ah menjadi keharusan bagi setiap muslim;

(2) himmatul-‘amal atau etos kerja yang tinggi diraih dengan jalan menjadikan motivasi ibadah sebagai pendorong utama di samping motivasi penghargaan (reward) dan hukuman (punishment);

(3) Amanah atau sifat terpercaya dan bertanggungjawab diperoleh dengan menjadikan tauhid sebagai unsur pendorong dan pengontrol utama tingkah laku.

Ditulis Oleh  Anang S (Qoid I’lam JAS Surabaya)

Mantan Pengacara Netanyahu Dituntut dengan Suap dan Pencucian Uang

TEL AVIV (Jurnalislam.com) – Israel mengumumkan bahwa kemungkinan mereka akan mendakwa tujuh mantan pejabat tinggi Israel termasuk mantan pengacara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, David Shimron, dengan tuntutan penyuapan dan pencucian uang sehubungan dengan skandal suap kapal selam senilai $2 milyar.

Di antara mereka yang menghadapi dakwaan dalam kasus ini, dikenal sebagai Kasus 3000, adalah mantan kepala Angkatan Laut Israel, Eliezer Marom, David Sharan – mantan penasihat Netanyahu yang pernah memimpin kantor Netanyahu – dan mantan menteri Eliezer Sandberg.

Kasus ini melibatkan keputusan untuk mendapatkan kapal selam dan kapal dari perusahaan pembuat kapal Jerman Thyssenkrupp Corporation pada tahun 2016, yang menyebabkan penyelidikan diikuti oleh penyelidikan kriminal.

Ini melibatkan dua kesepakatan yang ditandatangani oleh Israel dan pembuat kapal Jerman Thyssenkrupp, satu melibatkan pembelian tiga kapal selam seharga € 1,5 miliar ($ 1,67 miliar), yang lainnya melibatkan pembelian kapal rudal untuk melindungi anjungan pengeboran gas, sebuah kesepakatan senilai € 430 juta ( $ 477 juta).

Jaksa menuduh pejabat Israel disuap untuk mendorong kesepakatan besar-besaran.

Polisi Israel mengumumkan pada November 2018 bahwa mereka memiliki cukup bukti untuk menuntut sejumlah tersangka, termasuk Shimron, yang juga sepupu Netanyahu.

Shimron mewakili perusahaan Jerman yang terlibat dan diduga menggunakan pengaruhnya atas perdana menteri sebagai imbalan atas pemotongan besar dalam kesepakatan.

Miki Ganor, mantan agen di Israel untuk Thyssenkrupp, yang didakwa melakukan penyuapan, pencucian uang, dan pelanggaran pajak, diduga membayar Shimron total $ 75.400 untuk mempromosikan pembelian angkatan laut Israel dari Thyssenkrupp.

Dia juga diduga membayar Sandberg lebih dari $ 27.900 untuk memajukan kepentingan Ganor sebagai perwakilan pembuat kapal di Israel.

Beberapa menyebutnya skandal korupsi terbesar yang dicurigai dalam sejarah negara itu.

Surat dakwaan akan dijatuhkan sambil menunggu sidang, menurut Times of Israel.

PKS – Muhammadiyah: PMA Majelis Taklim Berlebihan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dalam kunjungan ke PP Muhammadiyah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membahas berbagai isu aktual yang sedang hangat. Di antaranya Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim.

“Kami menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah hari ini, ada sebuah kebijakan yang terlalu berlebihan,” kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di Gedung Dakwah Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Sohibul menjelaskan bahwa Muhammadiyah dan PKS ingin Indonesia saat ini tidak menjadi bangsa yang terus terjebak pada yang namanya reinventing the wheel. Karenanya, PKS tetap sebagai penyeimbang untuk mengkritisi sesuatu yang tidak proporsional.

“PMA itu terlalu mengintervensi kepada aktivitas-aktivitas sosial keagamaan masyarakat. Kami berharap pemerintah melihat kembali ke masalah ini,” katanya.

Delegasi PKS Kunjungi PP Muhammadiyah, Perkuat Komitmen Keislaman dan Keindonesiaan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Delegasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terdiri dari Presiden PKS Sohibul Iman, Sekjen PKS Mustafa Kamal, dan Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid berkunjung ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan pertemuan tersebut sebagai diskusi kebangsaan, termasuk memproyeksikan potensi dan tantangan Indonesia.

“Muhammadiyah dan PKS mendiskusikan bagaimana Indonesia ke depan di mana kita banyak tantangan dari dalam dan luar. Tapi kita punya modal politik, modal budaya, modal rohani, modal sosial di mana kami optimis bahwa Indonesia ke depan tentu punya peluang menjadi negara besar,” katanya.

Menurut Haedar, modal yang ada tersebut juga harus diiringi dengan keberlanjutan jiwa, pikiran dan cita-cita kebangsaan.

Muhammadiyah, PKS dan komponen reformasi lainnya berperan sebagai kekuatan masyarakat madani yang tugasnya adalah melakukan kritik dan saran terhadap kebijakan pemerintah agar tetap berada di jalan yang sesuai dengan jiwa dan cita-cita kebangsaan.

Terakhir, Haedar menuturkan bahwa Indonesia dan Pancasila sesuai visi Muhammadiyah sebagai Darul ‘Ahdi wa Syahadah adalah kesepakatan bersama yang tidak boleh dikhianati.

Muhammadiyah, PKS dan umat Islam di Indonesia semestinya tidak dibenturkan dengan narasi anti NKRI dan anti Pancasila.

“Pancasila sebagai titik temu semua kekuatan bangsa. Itu sumbangan umat Islam yang sangat besar. Kita terus berusaha bersama dengan kekuatan lain mengintegrasikan keislaman dan keindonesiaan. Karena itu, perlu dipupuk saling pengertian seluruh komponen bangsa bahwa Islam adalah kekuatan integrasi nasional dan tidak ada ancaman apapun dari umat Islam,” pesan Haedar.