BMOIWI dan 20-an Ormas Datangi DPR Dukung RUU Ketahanan Keluarga

JAKARTA- Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) bersama dua puluhan ormas-ormas Islam nasional mendatangi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/02/2020).

Kedatangan BMOIWI bersama 20-an ormas tersebut dalam rangka memberi dukungan kepada para wakil rakyat dalam pembahasan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga. Selain itu, di DPR, mereka j uga mempelajari dan mendiskusikan RUU Ketahanan Keluarga.

Presidium BMOIWI Dr Aan Rohana Lc M.Ag mengatakan bahwa RUU Ketahanan Keluarga perlu didukung dan disahkan, karena RUU ini nantinya akan melindungi dan memperkokoh peranan keluarga-keluarga Indonesia dalam membangun bangsa dan negeri ini.

“RUU Ketahanan Keluarga ini bertujuan untuk melindungi dan mengokohkan keluarga,” kata Dr Aan Rohana dalam pernyataannya kepada media di Jakarta, Rabu pagi (26/02/2020).

Presidium BMOIWI lainnya, Dr Sabriati Aziz M.PdI mengatakan bahwa pada sisi lain, ada pihak-pihak yang menolak RUU Ketahanan Keluarga dan mereka menghendaki agar RUU tersebut tidak disahkan menjadi Undang-Undang.

Oleh karena itu, BMOIWI mengajak berbagai pihak dan elemen masyarakat agar turut mendukung DPR RI dalam pembahasan draf RUU Ketahanan Keluarga.

Besar harapan kami para ketua ormas bisa ikut hadir agar bisa ikut mencermati dan merespon hal2 yg diperlukan untuk kekokohan keluarga Indonesia.

Adapun puluhan ormas yang membersamai BMOIWI mendatangi DPR RI yaitu antara lain Persaudaraan Muslimah (Salimah), Forsap, Forhati, PP Wanita Islam, PII Wati, Muslimat DD, Muslimat Hidayatullah, Muslimat Al Ittihadiyah, GPII Putri, WI, Muslimat Al Washliyah, Musma, Wanita Perti, W PUI, Wanita Guppi, dan KOHATI.

Sebagaimana diketahui, RUU Ketahanan Keluarga termasuk RUU yang masuk program legislasi nasional (Prolegnas) Prioritas 2020 DPR RI.

Ada 50 RUU dalam prolegnas prioritas 2020, antara lain RUU tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak, Ketahanan Keluarga, dan lain sebagainya.*

WHO Peringatkan Negara-negara Agar Bersiap Wabah Corona

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)–Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan Virus Corona atau COVID-19 berpotensi menjadi wabah yang menyebar ke seluruh dunia.

Situasinya saat ini belum mencapai tahap itu namun potensinya mengarah ke sana.

Pernyataan WHO yang disampaikan hari Senin (25/2/2020) menyebutkan penyebaran virus tampaknya telah mencapai puncaknya di China.

Namun menurut WHO, lonjakan kasus baru di negara lain sudah sangat memprihatinkan dan semua negara harus bersiap menghadapi “potensi wabah.”

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan, puncak penyebaran virus di China terjadi antara 23 Januari hingga 2 Februari lalu, dan jumlah kasus baru di sana telah menurun.

“Virus ini dapat diatasi,” ujarnya dalam jumpa pers di Jenewa, seraya memuji upaya China mencegah penyebaran virus melalui penutupan wilayah dan karantina yang skalanya belum pernah terjadi sebelumnya.

Penyebaran kasus di negara lain telah mendorong tindakan drastis yang serupa.

Di Italia 11 kota ditutup dan Korea Selatan memerintahkan 2,5 juta warga Kota Daegu untuk tinggal di dalam rumah.

Namun penyebaran virus yang secara resmi dinamai sebagai COVID-19 terus berlangsung. Afghanistan, Bahrain, Irak, Kuwait dan Oman telah mengumumkan kasus pertama mereka pada Senin.

“Apakah virus ini berpotensi wabah? Tentu saja. Apakah kita sudah mencapai tahap itu? Dari penilaian kami, belum,” kata Ghebreyesus.

China terus melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk menunda sidang tahunan parlemen negara itu pada Senin kemarin.

Sumber: detik.com

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS Terus Melemah

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di perdagangan pasar spot pagi ini.

Jika rupiah terus melemah sampai penutupan perdagangan, maka depresiasi mata uang Ibu Pertiwi akan terjadi selama tujuh hari beruntun.

Pada Rabu (26/2/2020), US$ 1 dihargai Rp 13.880 kala pembukaan pasar spot. Rupiah melemah 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kemarin, rupiah mengakhiri perdagangan pasar spot dengan pelemahan tipis 0,04%.

Namun sejatinya rupiah sudah melemah selama enam hari beruntun dan dalam enam hari tersebut depresiasinya mencapai 1,61%.

Kalau rupiah melemah lagi hari ini, maka bakal menjadi yang ketujuh secara beruntun.

 

Namun tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang utama Asia pun melemah di hadapan dolar AS. Bahkan yen Jepang yang katanya berstatus safe haven pun tidak bisa lolos dari zona merah.

Sumber: cnbcindonesia

 

BMKG: Waspada Cuaca dan Hujan Ekstrem hingga Maret

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia bakal diguyur hujan.

BMKG memprediksi bahwa hujan akan turun secara merata di seluruh kawasan Jakarta termasuk kepulauam seribu pada dini hari nanti.

Secara keseluruhan, BMKG memperkirakan cuaca berawan hingga hujan ringan akan terjadi di Kepulauan seribu, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.

Memasuki siang hari cuaca serupa diprediksi menaungi Jakarta Selatan dan Timur.

Kondisi berawan hingga hujan ringan itu masih akan berlanjut hingga malam hari dan terjadi secra merata di seluruh kawasan Jakarta kecuali bagian timur. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat baru akan terjadi pada dini hari nanti di seluruh area ibu kota.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar mewaspadai potensi hujan lebar disertai kilat dan angin kencang. Hal tersebut diperkirakan mungkin terjadi di area Jakarta dan Kepulauan Seribu pada malam dan dini hari.

Dalam konferensi pers, Selasa (25/2) BMKG telah memprediksi bahwa cuaca buruk akan terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Iklim demikian akan menaungi nusantraa hingga satu pekan ke depan.

“Potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga periode Maret mendatang,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Dia mengatakan, cuaca demikian sudah terpantau sejak 1866-2019 lalu. Dia melanjutkan, hal yang sama diproyeksi juga akan terhadi di masa yang akan datang atau sekitar tahun 2020-2040.

BMKG, Dwi mengatakan, mengimbau pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan lompatan dan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Dia melanjutkan, kordinasi dan sinergitas antara stakeholder terkait dalam penanganan bencana banjir juga perlu ditingkatkan lagi.

BMKG meminta pemerintah untuk mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dan tata air dari hilir ke hulu. Dia mengatakan, pengelolaan itu diperlukan mengkngat jumlah akumulasi curah hujan di wilayah hulu relatif lebih tinggi 1,4 kali dibanding wilayah hilir.

 

Korban Virus Corona di Luar Cina Terus Meningkat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus virus corona baru Covid-19 terus meningkat di luar China. Hal itu ditunjukkan dengan jumlah kasus baru per hari kemarin yang hampir menyamai jumlah infeksi baru virus terkonfirmasi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Berdasarkan data laporan situasi harian resmi WHO per tanggal 25 Februari 2020 yang dikutip di Jakarta, Rabu (26/2), sebanyak 908 kasus baru Covid-19 terjadi secara global. Rinciannya, 518 kasus baru terjadi di China dan 390 kasus terjadi di luar China.

Secara keseluruhan sebanyak 80.239 kasus Covid-19 terjadi secara global, 77.780 kasus di antaranya terjadi di China dengan 2.666 kematian (71 kasus kematian baru). Sebanyak 2.459 kasus terjadi di 33 negara dengan angka kematian mencapai 34 korban jiwa (11 kasus kematian baru).

Berdasarkan data WHO dalam lima hari terakhir, kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi di luar China terus melonjak. Mulai tanggal 21 hingga 25 Februari, jumlah kasus baru Covid-19 yang terjadi di luar China adalah 127, 202, 367, 300, dan 390 kasus.

Kasus paling banyak terjadi di luar China berada di Korea Selatan 977 kasus dengan penambahan 214 kasus baru, di Kapal Pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama Jepang 691 kasus, dan Italia sebanyak 229 kasus dengan tambahan 105 kasus baru. WHO bersama dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit wilayah Eropa telah berada di Italia sejak Senin (24/2) untuk mendukung otoritas Italia dalam menangani kasus Covid-19 di negara tersebut.

Terdapat empat negara baru yang melaporkan adanya kasus positif Covid-19 yaitu Afghanistan, Bahrain, Irak, dan Oman. Di kawasan Pasifik Barat selain di Korea Selatan kasus terbanyak juga terjadi di Jepang (157), Singapura (90), Malaysia (22), Australia (22), Vietnam (16), Filipina (3), Kamboja (1). Untuk wilayah Asia Tenggara tidak terjadi penambahan yaitu di Thailand (37), India (3), Nepal (1), Sri Lanka (1).

Penyebaran di Benua Amerika terjadi di Amerika Serikat (53), dan Kanada (10) dengan penambahan kasus 18 orang di AS dan satu di Kanada. Wilayah Eropa paling banyak di Italia (229), Jerman (16), Prancis (12), Inggris (13), Israel (2), Rusia (2), Spanyol (2), Belgia (1), Finlandia (1). Untuk wilayah Timur Tengah paling banyak dilaporkan terjadi di Iran (61) dengan penambahan 18 kasus baru, Uni Emirat Arab (13), Bahrain (8), Kuwait (8) bertambah lima kasus baru, Oman (2), Afghanistan (1), Irak (1), Lebanon (1), dan Mesir (1).

Untuk Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan belum mengonfirmasi adanya kasus positif Covid-19.

Beberapa waktu lalu di Bali sempat dilaporkan adanya turis Jepang yang dilaporkan positif virus corona setelah berkunjung dari Bali.

Pemerintah Indonesia masih menelusuri riwayat perjalanan turis tersebut dan memperketat surveilans kesehatan di Provinsi Bali.

Pemerintah Indonesia juga sedang menyiapkan berbagai upaya untuk memulangkan WNI yang berada di Kapal Diamond Princess di Yokohama Jepang dan Kapal World Dream di perairan internasional dekat Kepualauan Bintan.

Rencananya 188 WNI di Kapal World Dream akan dievakuasi hari ini dan langsung dilakukan observasi kesehatan di Pulau Sebaru Kecil Kepulauan Seribu DKI Jakarta.

Sumber: republika.co.id

Haedar Nashir Dorong KUII Satukan Gerak Langkah Umat Islam

JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir Nashir mengatakan, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII momentum baik untuk mengakselerasi dan melakukan transformasi strategi perjuangan umat Islam Indonesia.

Supaya umat Islam sebanding dengan posisinya selaku mayoritas.

Haedar mengatakan, perlu keberanian muhasabah diri dalam menyusun strategi dari reaktif-konfrontatif ke proaktif-konstruktif. Sehingga umat Islam menjadi tuan di negerinya sendiri. Umat Islam jangan merasa terasing dan terpinggirkan.

“Tetapi (umat Islam) perlu kerja keras dan menyatukan langkah kolektif, tidak berfirqah-firqah. Satukan gerak keislaman dan keindonesiaan secara konstruktif,” kata Haedar, Selasa (25/2).

Ia menyampaikan, Indonesia yang mayoritas Muslim harus menjadi bangsa dan negara yang maju, adil, dan beradab. Dalam bahasa Muhammadiyah disebut Indonesia berkemajuan.

Maju artinya harus unggul di segala bidang secara seimbang, baik fisik maupun kerohaniannya. Adil ditandai dengan tidak adanya kesenjangan, adanya keadilan hukum, dan kekayaan Indonesia untuk sebesar-besarnya bagi hajat hidup rakyat bukan untuk segelintir pihak.

“Beradab dicirikan berkarakter mulia sebagaimana diajarkan agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur bangsa,” ujarnya.

KUII VII bertema ‘Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil dan Beradab’. Kongres ini diselenggarakan di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada 26-29 Februari 2020.

Sumber: republika.co.id

Peserta KUII terdiri dari ulama, tokoh bangsa, tokoh agama, zuama pemerintahan, ormas Islam, cendekiawan, pengusaha, utusan partai politik, dan lain sebagainya. Di KUII akan membahas politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hukum, kehidupan beragama, Islam wasthiyah, filantropi Islam, media dan yang lainnya

sumber: republika.co.id

AS Bersiap Hadapi Kemungkinan Terburuk Virus Corona

AMERIKA SERIKAT (Jurnalislam.com)– Amerika Serikat (AS) bersiap menghadapi penyebaran virus corona ketika wabah di Iran, Korea Selatan dan Italia meningkat.

Nancy Messonnier, seorang pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, mengatakan kepada wartawan bahwa data penyebaran virus selama sepekan terakhir telah meningkatkan harapan akan penularan di Amerika. “Gangguan pada aktivitas sehari-hari mungkin parah,” tuturnya Selasa (25/2/2020).

Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar juga meminta subkomite Senat untuk menyetujui anggaran US$ 2,5 miliar untuk memperluas sistem pengawasan virus corona, membantu pengembangan vaksin dan meningkatkan stok peralatan pelindung.

Pakar WHO mendesak negara-negara untuk meningkatkan persiapan. “Pikirkan virus ini akan muncul besok. Jika kamu tidak berpikir seperti itu, kamu tidak akan siap,” kata Bruce Aylward, kepala misi gabungan WHO-China terkait wabah Corona.

Meski corona dinyatakan sudah mencapai puncak di China namun penyebaran corona di luar negeri itu kian meningkat. Setidaknya sudah ada 39 negara mengonfirmasi kasus corona per Selasa.

Korsel misalnya menjadi negara kedua terbanyak setelah China dengan jumlah kasus 977 dan 10 kematian. Iran juga mencatat lonjakan pada jumlah korban tewas menjadi 16 dan membuat negeri itu sebagai negara dengan pasien meninggal terbanyak setelah China.

Kasus corona yang naik signifikan juga terjadi di Eropa. Italia menjadi sumber corona dengan 280 kasus positif dan 11 orang meninggal.

Sumber: cnbcindonesia

Ikapi: Islamic Book Fair Milik Seluruh Umat Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta menyampaikan bahwa Islamic Book Fair (IBF) adalah milik semua umat Islam.
Ikapi DKI Jakarta hanya sebagai penyelenggara yang memfasilitasi para pagiat literasi dan umat.
Ketua Ikapi DKI Jakarta, Hikmat Kurnia, berharap IBF menjadi ajang berkumpulnya para pegiat literasi dan orang-orang yang peduli pada dunia Islam serta dakwah.
Dia menegaskan, karena IBF milik umat Islam maka umat jangan ragu-ragu untuk datang ke arena IBF. Di IBF bukan hanya ada pameran buku, tapi ada banyak acara-acara lainnya.

Mulai dari bedah buku, diskusi tentang keislaman, literasi, dan buku. Selain itu, dia menambahkan, IBF akan menghadirkan ustadz-ustadz terkenal yang bisa memberi pencerahan kepada umat. Artinya IBF adalah sarana untuk menimba ilmu pengetahuan keislaman.

Hikmat juga mengingatkan bahwa generasi milenial pada 20 tahun mendatang akan menjadi pemimpin Indonesia. Indonesia suatu saat nanti akan dipimpin generasi milenial.
“Sehingga generasi milenial harus paham permasalahan bangsa ini, IBF membekali generasi milenial dengan ilmu pengetahuan yang baik, dengan bacaan yang baik dan dengan acara baik,” ujarnya.

Ikapi DKI Jakarta juga berharap generasi milenial akan menjadi generasi yang pintar, cerdas, berkarakter dan beradab baik. Sehingga negara ini bisa dibawa maju oleh mereka.

IBF ke-19 yang mengusung tema ‘Literasi Islam; Cahaya Untuk Negeri’ diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 26 Februari – 1 Maret 2020. Di IBF akan ada 175 penerbit buku dan 168 non penerbit.

Sebanyak 343 stan di IBF akan diisi penerbit buku, travel, perbankan, lembaga filantropi, instansi pemerintah, media massa, UMKM, busana Muslim, properti syariah, mainan anak, kuliner, dan lain sebagainya.

Sumber: republika.co.id

BPJPH: Selama 4 Bulan, Baru 1158 Pelaku Usaha Ajukan Sertifikasi Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Mastuki menuturkan, sampai saat ini ada 1.158 pelaku usaha yang sudah terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Pelaku usaha yang melakukan pendaftaran sertifikasi halal diklaim meningkat.

“Saat ini kami sedang memeriksa dokumen lagi yang masuk sekitar 150 pelaku usaha. Selama 4 bulan ini ada peningkatan jumlah meski tidak drastis,” kata dia, Selasa (25/2).

Mastuki melanjutkan, peningkatan kunjungan dan pendaftaran terjadi pada Desember 2019 dan Januari 2020, yakni sekitar 120 persen. Peningkatan ini dipengaruhi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) BPJPH di seluruh daerah provinsi di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama.

“Kami sudah melakukan desentralisasi layanan. Sehingga pelaku usaha bisa langsung mengajukan sertifikat halal di Satgas BPJPH di Kanwil Kemenag seluruh Indonesia.” ucap dia.

Untuk sementara ini, desentralisasi layanan sertifikasi halal baru dilakukan di tingkat pusat dan provinsi. Layanan tersebut juga akan ada di tingkat kabupaten/kota. Namun, pembentukannya direncanakan baru dimulai pada 2021.

“Prinsipnya, pelayanan harus mendekati pelaku usaha. Apalagi usaha mikro dan kecil yang ada di daerah-daerah, kampung, desa, pasti dibutuhkan layanan yang cepat dan menjangkau,” katanya.

Peningkatan kunjungan dan pendaftaran sertifikasi halal, kata Mastuki, juga karena adanya bantuan pembiayaan dari pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi UMK kepada banyak pelaku usaha. Daerah tersebut di antaranya Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Berdasarkan data BPJPH dari dokumen yang masuk, besaran persentase pemohon sertifikasi halal yaitu pelaku usaha kecil 29 persen, usaha menengah 17 persen, usaha mikro 20 persen, tanpa keterangan 17 persen, dan usaha besar 17 persen. Sebanyak 95 persen dari kalangan pelaku usaha makanan dan minuman.

“Selebihnya produk lain yang merupakan perpanjangan atau pembaharuan sertifikat dari sertifikat sebelumnya yang diajukan melalui LPPOM MUI,” tutur dia.

Sumber: republika.co.id

Wapres Minta NU Jaga Indonesia dari Paham dan Aliran Menyimpang

JAKARTA—Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga Indonesia dari pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan tidak moderat.

Wapres mengatakan, sebagai organisasi yang lahir dalam semangat menentang penjajahan, NU memiliki tanggung jawab dalan mengawal keagamaan dan kebangsaan.

Karena itu, Ma’ruf meminta agar NU terus menyebarkan pemahaman agama yang moderat sebagaimana cita-cita NU.

“Tugas kalian sekarang, ke depan adalah menjaga negara ini dari pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai yang diinginkan oleh NU, (keinginan NU) yaitu berkembangnya ajaran agama terutama ajaran Islam yang moderat, moderasi dalam beragama,” ujar Ma’ruf saat menghadiri acara Maulid dan Tasyakur Hari Lahir IPNU Ke-66 di GOR Soemantri Brojonegoro, Jakarta, Ahad (23/2) malam.

Ma’ruf menerangkan, dalam mewujudkan moderasi beragama, tidak boleh membiarkan berkembangnya cara berpikir maupun sikap yang intoleran. Sebab, sikap intoleran adalah bibit lahirnya radikalisme yang kemudian berubah menjadi terorisme.

Sebaliknya, narasi yang dibangun antara sesama adalah semangat toleran dan teologi kerukunan. “Karena itu maka kita harus mengembangkan cara berpikir yang toleran, jangan sampai berkembang narasi yang intoleran, narasi kebencian, narasi konflik dalam menyampaikan,” ujar Ma’ruf.

Tak hanya itu, Ma’ruf mengingatkan pentingnya membuang sifat ego kelompok. Sebab, moderasi beragama tidak mengenal ego kelompok, yang biasanya merasa kelompoknya paling benar di antara lain.

“Karena itu cara berpikir seperti ini yang harus kita kawal, kita jaga, agar Indonesia tetap dalam keadaan yang rukun, yang damai, yang sejuk dan ini bermula dari cara memberikan penafsiran keagamaan yang tidak intoleran,” ujar Ma’ruf.

Wapres menjelaskan, ajaran yang dibawa NU selama ini adalah Islam yang moderat, tidak tekstual namun juga tidak liberal dan radikal. Selain itu, Islam moderat yang diajarkan NU tidak statis, artinya terus bergerak (dinamis) menyesuaikan perkembangan zaman.

“Karena itu NU terus melakukan aktualisasi. Walaupun dinamis tetapi tidak liberal. Karena NU ber-manhaj, ada metodologi yang digunakan dalam cara berpikirnya,” kata Ma’ruf.

Sumber: republika.co.id