Serangan Penyusup Taliban Bunuh 5 Serdadu Arbaki Beserta Komandannya

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari kabupaten Babaji mengatakan bahwa pada sekitar pukul 04:00 waktu setempat hari Senin, seorang penyusup dari Imarah Islam menembaki tentara Arbaki di dalam pos militer yang terletak di daerah Awpashak, Al Emarah News melaporkan, Senin (18/01/2016).

Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya seluruh 5 serdadu bersenjata di dalam pos termasuk komandan Naimatullah, setelah serangan mujahidin bergabung dengan unit terdekat sambil membawa ghanimah sebuah PKM dan 2 senjata serbu.

Sementara di Uruzgan, pos pemeriksaan komandan Shami yang terletak di daerah Sangar kabupaten Dehrawod berada di bawah serangan Mujahidin sekitar pukul 01:00 waktu setempat hari Senin.

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan mengakibatkan pos berhasil dikuasai mujahidin, 10 orang bersenjata tewas dan 3 orang lainnya ditahan serta 10 senapan, senjata mesin PKM, peluncur RPG dan peralatan lainnya disita.

Segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam pertempuran.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

Festival Kuliner Lintas Iman, Pengamat: Cermin Kekufuran Adalah Satu Millah

BEKASI (Jurnalislam.com) – Menanggapi Festival Kuliner Lintas Iman yang digelar di alun-alun Kota Bekasi pada Ahad (17/1/2016), Direktur Forum Studi Sekte-sekte Islam (FS3I), Dr. Anung Al Hamat menegaskan, hal tersebut merupakan bukti bahwa kekufuran itu adalah satu millah (Al-kufru millah waahidah).

“Apa yang terjadi di alun- alun Kota Bekasi yang lokasinya dekat dengan masjid Al Barkah, itu satu cerminan benarnya pernyataan kekufuran adalah satu millah. Dimana Ahmadiyah, Syiah dan kalangan Nashara bersatu,” terangnya kepada Jurnalislam pagi ini, Selasa (19/1/2016).

Padahal, ustadz Anung melajutkan, Ahmadiyah telah difatwa sesat begitu juga Syiah yang tidak diragukan lagi penyimpangan dan kesesatannya. “MUI Pusat sejak tahun 1984 sudah memberikan 5 rekomendasi yang pada intinya Syiah berbeda dengan Islam,” lanjutnya.

Ustadz Anung menyoroti ikut sertanya Organization of Ahlubayt for Social Support and Education (OASE) festival itu. Menurutnya, Oase berkiblat pada As Sirazi, sebuah kelompok Syiah terlarang di Iran yang diburu pemerintah Iran.

“Jaringan As Sirazi saja di Iran sudah dikejar-kejar, diburu dan dipnjarakan. Masa di Indonesia malah diizinkan?” tukasnya.

Untuk diketahui, festival kuliner lintas iman Ahad pagi itu dipastikan ilegal. Sebagaimana dikutip kiblat.net, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Supandi Budiman menyatakan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin apapun untuk acara tersebut.

“Tadinya mereka minta izin ke Disporbudpar, tapi tidak diberikan dan kita juga tidak mengeluarkan izin untuk itu, apalagi pakai musik di depan Al Barkah,” ujarnya.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi pun mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan Festival Kuliner Lintas Iman di alun-alun kota.

Ally | Jurnalislam

Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Gedung Pertemuan, Kubur Puluhan Milisi Houthi Hidup-hidup

YAMAN (jurnalislam.com) – Serangan udara oleh koalisi Arab menargetkan bangunan yang digunakan oleh pasukan pemberontak di ibukota Yaman, menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai 15 orang lainnya, para pejabat keamanan mengatakan, lansir Aljazeera Senin (18/01/2016).

Para pejabat, yang setia kepada pemberontak yang dikenal sebagai Syiah Houthi, mengatakan pada hari Senin bahwa sekitar 30 orang lainnya diyakini masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang rusak parah di pusat kota Sanaa.

Kendaraan militer yang diparkir di halaman hancur dan rumah di dekatnya mengalami beberapa kerusakan, pejabat mengatakan dalam laporan kantor berita Associated Press.

Korban mati dan terluka adalah pemberontak Houthi dan sekutu mereka, kata para pejabat.

Panggilan telepon Al Jazeera untuk Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, juru bicara pasukan koalisi Arab di Yaman agar berkomentar mengenai serangan, berulang kali tidak terjawab.

Pasukan keamanan menutup daerah saat peralatan tiba untuk membantu pencarian mayat dan korban yang selamat di bawah puing-puing.

Bangunan ini sebagian digunakan sebagai titik berkumpulnya pasukan keamanan dan pada berbagai kesempatan digunakan oleh pemberontak Syiah Houthi sebagai titik awal pasukan menuju penyebaran ke wilayah lain di Yaman.

Serangan udara terjadi tak lama sebelum tengah malam pada hari Ahad, menurut pejabat.

Koalisi Arab memulai serangan udara terhadap Syiah Houthi dan sekutu mereka pada Maret 2015, dalam aliansi dengan pemerintah Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Sementara itu, Jaringan Informasi Daerah Terpadu (the Integrated Regional Information Networks-IRIN), sebuah kantor berita kemanusiaan yang berbasis di Nairobi, mengumumkan kematian salah satu kontributor mereka di Yaman.

Dalam sebuah pernyataan mereka mengatakan bahwa Almigdad Mohammed Ali Mojalli, 35 tahun, tewas pada hari Ahad di luar Sanaa dalam serangan udara.

Mojalli juga memberikan kontribusi dari Yaman untuk outlet media Barat, termasuk Voice of America dan koran Daily Telegraph Inggris, kata pernyataan itu.

Sejak Maret lalu, lebih dari 5.800 orang telah tewas di Yaman.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

MUI Bondowoso Ajak Ormas Islam Hadang Syiah

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Keberadaan penganut ajaran Syiah di Kabupaten Bondowoso tak bisa dipungkiri lagi. Mereka terus aktif bergerak mengembangkan ajarannya yang telah difatwa sesat oleh mayoritas ulama.

Untuk menghadang perkembangannya itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam mengatakan, pihaknya terus aktif mensosialisasikan bahaya ajaran Syiah kepada masyarakat Bondowoso.

“Kita dari MUI selama ini aktif menyampaikan bahwa mereka beda dengan kita, terutama ahlusunah wal jamaah harus kita jaga, ya kami harus menjaga umat ini,” katanya kepada Jurnalislam, Senin (18/1/2016).

Dalam upayanya itu, Kyai Abdul Qodir mengajak ormas-ormas Islam untuk merapatkan barisan dengan para ulama guna menghadang perkembangan Syiah yang semakin berani menunjukkan eksistensinya.

“Kita kerjakan bersama mengenai Syiah ini, kita ormas menyikapi bersama-sama untuk merapatkan shaaf kita. Jadi kita menyikapi hal seperti itu dengan teliti dan baik,” ujarnya.

“Kalo Islam nyuruh berbuat baik ya baik, santun ya santun, kalo kita harus berperang ya kita brperang,” tambahnya.

MUI Kabupaten Bondowoso juga, lanjutnya, mengintruksikan kepada seluruh MUI tingkat kecamatan utuk mewaspadai ajaran Syiah dan aliran sesat lainnya.

“Kita sampaikan melalui rakor-rakor MUI tingkat kecamatan agar mewaspadai gerakan yang sesat. Ya kita adakan pengajian-pengajian,” katanya.

Untuk diketahui, ribuan Syiah di Bondowoso pada 10 November 2013 lalu menggelar acara kirab dan tahlilan yang diiringi ceramah peristiwa Karbala. Tak hanya itu, perayaan Iedul Ghadir yang merupakan hari besar mereka juga terjadi pada 14 Oktober 2014.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Roket Rezim Suriah Hantam Sekolah Dasar di Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Seorang wanita tewas pada hari Senin dalam serangan yang diduga sebagai serangan roket Katyusha di sebuah sekolah di Turki selatan, kata para pejabat, Anadolu Agency melaporkan, Senin (18/01/2016).

Wanita tersebut, yang merupakan petugas kebersihan sekolah, meninggal karena luka-lukanya setelah terjadi setidaknya satu ledakan di Sekolah Menengah Eyup Gokce Imam.

Dia bekerja di sebuah sekolah dasar yang menjadi bagian dari kompleks empat sekolah, menurut pernyataan dari kantor gubernur provinsi.

Tiga orang terluka, termasuk setidaknya satu murid perempuan yang masih dirawat di Rumah Sakit Negara Kilis.

Ledakan di Kilis, sebuah kota sekitar 5 kilometer (3 mil) dari perbatasan Suriah, terjadi sekitar pukul 09:30 waktu setempat (0730 GMT).

Video Anadolu Agency menunjukkan noda darah di aula sekolah dan kawah kecil terlihat di lingkungan sekolah.

Kekuatan ledakan tampaknya telah merubuhkan pohon dan merusak kendaraan dengan parah sementara jendela pecah dan dinding sekolah terkena pecahan peluru.

Kantor gubernur mengatakan sekolah diserang roket yang diperkirakan ditembakkan dari Suriah. Dua proyektil lainnya mendarat di padang gurun di dekatnya.

"Seorang petugas kebersihan perempuan yang bekerja di Sekolah Dasar Nazli Omer Cetin tewas dalam ledakan itu, sementara seorang siswa kelas tujuh perempuan di sekolah lainnya dibawa ke Rumah Sakit Negara Kilis dan dioperasi," kata gubernur.

Katyusha adalah nama roket yang ditembakkan dari tabung yang ditanam di sebuah kendaraan. Senjata ini dapat mencapai target hingga 20 kilometer (12 mil).

Sisa-sisa roket telah diambil untuk pemeriksaan oleh polisi.

Kilis terletak tepat di seberang perbatasan dari wilayah Suriah.

Sebuah sumber keamanan setempat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan situs peluncuran roket telah ditemukan oleh radar militer dan tentara telah bergerak "besar-besaran" dan menetralkan target.

Wilayah Turki sering terkena tembakan artileri saat perang global Suriah berkecamuk hanya beberapa kilometer ke selatan. Insiden seperti biasanya dibalas dengan tembakan balasan dari tentara Turki.
 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

4 Negara Berunding Mencari Cara Berdamai dengan Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Putaran kedua pembicaraan empat negara yang bertujuan mencari cara berunding dengan Taliban dimulai di Kabul, Senin, bahkan saat mujahidin melancarkan serangan musim dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Afghanistan, lansir World Bulletin Senin (18/01/2016).

Delegasi dari Afghanistan, Pakistan, Cina dan Amerika Serikat berkumpul di ibukota Afghanistan dalam pertemuan satu hari mencari akhir negosiasi untuk perlawanan Taliban yang telah berlangsung 14 tahun.

"Pertemuan ini penting karena akan fokus pada pemetaan untuk membawa perdamaian di Afghanistan," kata juru bicara kementerian luar negeri Ahmad Shekib Mostaghni kepada AFP.

"Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani akan membuka pertemuan empat arah."

Putaran pertama pembicaraan diadakan di Islamabad pekan lalu saat empat negara tersebut mencoba meletakkan dasar untuk dialog langsung antara Kabul dan Imarah Islam Afghanistan.

Namun para analis memperingatkan bahwa setiap pembicaraan substantif masih jauh langkahnya.

Taliban telah meningkatkan serangan terhadap sasaran rezim pemerintah dan pendudukan asing di Afghanistan selama musim dingin ini, saat pertempuran biasanya mereda, menggarisbawahi situasi keamanan yang semakin dikuasai Taliban.

Ahad lalu roket yang diluncurkan oleh Taliban mendarat sangat dekat dengan kompleks kedutaan Italia. Kementerian luar negeri di Roma melaporkan tidak ada korban dan mengatakan bahwa mereka terkejut bangunan mereka menjadi target.

Pengamat mengatakan perlawanan intensif  mujahidin Taliban merebut lebih banyak wilayah di Afghanistan adalah persiapan mereka berjuang untuk konsesi yang lebih besar selama pembicaraan.

Pada pembicaraan pekan lalu di Islamabad seorang juru bicara rezim Afghanistan mengatakan Pakistan akan mengungkap daftar nama Taliban yang siap melakukan pembicaraan, tetapi tidak ada satupun nama yang telah dirilis sejauh ini.

Afghanistan menganggap dukungan Pakistan penting untuk membawa Taliban ke meja perundingan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

AS Berikan Sanksi Baru Program Rudal Iran

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Iran mengecam sanksi baru AS atas program rudal mereka pada hari Senin tetapi mendorong maju kerjasama internasional setelah kesepakatan nuklir yang bersejarah, World Bulletin melaporkan Senin  (18/01/2016).

Washington mengumumkan sanksi baru pada hari Ahad (17/01/2016), sehari setelah badan pengawas atom PBB menegaskan bahwa Iran telah memenuhi langkah-langkah yang dituntut oleh kekuatan global dengan kesepakatan yang dicapai di Wina pada bulan Juli.

Para pemimpin dunia memuji pelaksanaan kesepakatan, dan pencabutan sanksi Eropa dan AS, sebagai tonggak dalam diplomasi internasional.

Tapi ketegangan meningkat saat Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan pemberian sanksi terhadap lima warga negara dan jaringan perusahaan Iran yang berbasis di Uni Emirat Arab dan Cina sehubungan dengan program rudal balistik Iran.

Kementerian luar negeri Iran pada Senin mengecam langkah-langkah baru tersebut dan menganggapnya "tidak sah". Juru bicara Kementerian luar negeri, Hossein Jaber Ansari, bersikeras program rudal mereka tidak memiliki hubungan dengan masalah nuklir.

"Program rudal Iran tidak pernah dirancang untuk mampu membawa senjata nuklir," kata Ansari seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

Dia mengatakan Iran akan menanggapi dengan "mempercepat program rudal balistik mereka dan meningkatkan kemampuan pertahanan".

Menteri Pertahanan Hossein Dehghan mengatakan sanksi baru tidak akan memiliki "efek", dan mengatakan kepada kantor berita Fars: "Kami akan membuktikannya dalam praktek dengan menciptakan prestasi rudal baru."

Kerjasama program nuklir tetap bergerak maju, dan kepala Badan Energi Atom Internasional Yukiya Amano berada di Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat senior mengenai lanjutan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan.

Amano bertemu Ali Akbar Salehi, kepala Organisasi Energi Atom Iran, dan akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Hassan Rouhani untuk membahas pemantauan dan verifikasi komitmen Iran dalam perjanjian.
 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Tentara Wanita Israel Kritis Ditikam Pemuda Palestina di Pemukiman Yahudi

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang serdadu perempuan Zionis Senin pagi luka parah akibat tikaman yang dilakukan pemuda Palestina di pemukiman Taqwa, dekat Betlehem, Infopalestina melaporkan, Senin (18/01/2016).

Sumber televisi chanel 10 Israel menyebutkan, tentara wanita Israel yang terluka tersebut dalam kondisi terluka parah dan kritis. Sementara pelakunya ditembak, namun berita mengenai kondisinya masih simpang siur.

Bahkan pada saat mereka mengumumkan tentang gugurnya pelaku, kemudian menganulir dengan menegaskan terjadi baku tembak dan kondisi pelaku dalam keadaan kritis.

Disebutkan aksi ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Dimana sebelumnya seorang pemukim Yahudi tewas ditusuk pemuda Palestina di dalam wilayah permukiman Atnaiel, sebelah selatan, pelaku berhasil melarikan diri.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Menyimpang, MUI Kota Bima Imbau Masyarakat Waspadai Gafatar

BIMA (Jurnalislam.com) – Menyikapi kabar menghilangnya seorang warga Keluarahan Pane, Kecamatan Rasane Barat, Kota Bima yang diduga kuat bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, H. Saleh Ismail mengimbau masyarakat Kota Bima agar tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan dari orang yang belum dikenal.

MUI sendiri, menurut Haji Saleh, masih mendalami akidah dan pemahaman yang diusung organisasi tersebut. “Kita masih mencari dan mengumpulkan informasi tentang gafatar, bagaimana aqidah mereka, kemudian ajaran yang mereka bawa seperti apa, untuk sementara ini kita masih mendalaminya,” katanya kepada Jurnalislam, Senin (18/1/2016).

Namun jika melihat pemberitaan yang ada di beberapa media belakangan ini, Haji Saleh menyimpulkan bahwa aliran Gafatar adalah aliran yang menyimpang dari Syariat Islam.

“Dari sisi perekrutan anggota, mereka ini kelihatannya juga agak tertutup sehingga kita cukup sulit untuk mendeteksi keberadaan dan pergerakan dari mereka,” ujarnya.

Haji Saleh menyampaikan, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait termasuk ormas Islam untuk menghadang penyebaran organisasi pimpinan Musadek itu.

“Maka oleh karena itu kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dan terpancing apabila ada ajakan dari orang-orang yang belum dikenal,” tutupnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

HKBP, Syiah dan Ahmadiyah Gelar Festival Lintas Iman, Persis Bekasi: Itu Pelecehan!

BEKASI (Jurnalislam.com) – Pimpinan Daerah Persatuan Islam (Persis) Kota Bekasi menyesalkan terselenggaranya kegiatan Festival/Kebhinekaan Lintas Iman yang melibatkan HKBP, Syiah dan Ahmadiyah di alun alun Kota Bekasi pada hari Ahad (17/1/2016).

“Menyesalkan terselenggaranya kegiatan tersebut. Jika benar kegiatan itu tanpa izin, maka hal itu merupakan bentuk kelalaian pemerintah dalam menjaga kondusifitas masyarakat kota bekasi sekaligus menunjukkan arogansi kalangan sesat dalam memperlihatkan eksistensinya,” tegas Ketua DPD Persis Kota Bekasi KH. Beben Mubarok, MA dalam pernyataan sikap yang diterima Jurnalislam, Senin (18/1/2016).

Kyai Beben khawatir apa yang ditunjukkan secara terbuka oleh Syiah dan Ahmadiyah mendapatkan dukungan oknum dari aparat pemerintah atau aparat keamanan. “Terlihat dari betapa beraninya mereka show of force di pusat kota dan di depan Masjid Agung Al Barkah yang merupakan simbol agama umat Islam Bekasi,” katanya.

Ia menghimbau umat Islam Bekasi agar tetap waspada dan berhati hati menyikapi hal ini. Sebab, ia menilai kejadian tersebut sebagai pancingan untuk proyek mendiskreditkan Islam dan umatnya oleh musuh-musuh Islam.

“Apalagi bila dikaitkan dengan kejadian bom Sarinah dan penangkapan-penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 kepada para terduga teroris belum lama ini,” ujarnya.

Kyai Beben meminta pemkot Bekasi agar bertanggungjawab dan melakukan pengusutan secara tuntas dan terbuka terkait terselenggaranya kegiatan yang meresahkan tersebut.

“Kegiatan tersebut merupakan provokasi terhadap umat Islam. Karena Syiah dan Ahmadiyah yang telah difatwa sesat oleh Majelis Ulama Indonesia merupakan dua aliran yang merusak Islam dan selama ini ditentang oleh umat Islam,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penodaan dan pelecehan terhadap aqidah Islam dengan mengambil tema festival lintas iman yang istilah itu tidak dikenal dalam musthalat syariat Islam.

“Umat Islam kota Bekasi harus menuntut pemerintah kota Bekasi untuk memberikan sanksi tegas kepada aparat pemerintah terkait yang lalai sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kyai Beben mengatakan, sebagai kota IHSAN, masyarakat kota Bekasi telah dilecehkan dengan adanya kegiatan penodaan agama di pusat kota Bekasi yang seharusnya steril dari kegiatan-kegiatan provokatif dan meresahkan masyarakat umum.

Oleh sebab itu, DPD Persis Kota Bekasi mengajak umat Islam Bekasi untuk terus meningkatkan iman dan taqwa serta semakin mempererat ukhuwah demi terwujudnya kesatuan kaum muslimin dalam menghadapi berbagai upaya penistaan dan penodaan terhadap syariat Islam.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Jurnalislam