Festival Kuliner Lintas Iman, Pengamat: Cermin Kekufuran Adalah Satu Millah

BEKASI (Jurnalislam.com) – Menanggapi Festival Kuliner Lintas Iman yang digelar di alun-alun Kota Bekasi pada Ahad (17/1/2016), Direktur Forum Studi Sekte-sekte Islam (FS3I), Dr. Anung Al Hamat menegaskan, hal tersebut merupakan bukti bahwa kekufuran itu adalah satu millah (Al-kufru millah waahidah).

“Apa yang terjadi di alun- alun Kota Bekasi yang lokasinya dekat dengan masjid Al Barkah, itu satu cerminan benarnya pernyataan kekufuran adalah satu millah. Dimana Ahmadiyah, Syiah dan kalangan Nashara bersatu,” terangnya kepada Jurnalislam pagi ini, Selasa (19/1/2016).

Padahal, ustadz Anung melajutkan, Ahmadiyah telah difatwa sesat begitu juga Syiah yang tidak diragukan lagi penyimpangan dan kesesatannya. “MUI Pusat sejak tahun 1984 sudah memberikan 5 rekomendasi yang pada intinya Syiah berbeda dengan Islam,” lanjutnya.

Ustadz Anung menyoroti ikut sertanya Organization of Ahlubayt for Social Support and Education (OASE) festival itu. Menurutnya, Oase berkiblat pada As Sirazi, sebuah kelompok Syiah terlarang di Iran yang diburu pemerintah Iran.

“Jaringan As Sirazi saja di Iran sudah dikejar-kejar, diburu dan dipnjarakan. Masa di Indonesia malah diizinkan?” tukasnya.

Untuk diketahui, festival kuliner lintas iman Ahad pagi itu dipastikan ilegal. Sebagaimana dikutip kiblat.net, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Supandi Budiman menyatakan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin apapun untuk acara tersebut.

“Tadinya mereka minta izin ke Disporbudpar, tapi tidak diberikan dan kita juga tidak mengeluarkan izin untuk itu, apalagi pakai musik di depan Al Barkah,” ujarnya.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi pun mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan Festival Kuliner Lintas Iman di alun-alun kota.

Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.