AS Berikan Sanksi Baru Program Rudal Iran

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Iran mengecam sanksi baru AS atas program rudal mereka pada hari Senin tetapi mendorong maju kerjasama internasional setelah kesepakatan nuklir yang bersejarah, World Bulletin melaporkan Senin  (18/01/2016).

Washington mengumumkan sanksi baru pada hari Ahad (17/01/2016), sehari setelah badan pengawas atom PBB menegaskan bahwa Iran telah memenuhi langkah-langkah yang dituntut oleh kekuatan global dengan kesepakatan yang dicapai di Wina pada bulan Juli.

Para pemimpin dunia memuji pelaksanaan kesepakatan, dan pencabutan sanksi Eropa dan AS, sebagai tonggak dalam diplomasi internasional.

Tapi ketegangan meningkat saat Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan pemberian sanksi terhadap lima warga negara dan jaringan perusahaan Iran yang berbasis di Uni Emirat Arab dan Cina sehubungan dengan program rudal balistik Iran.

Kementerian luar negeri Iran pada Senin mengecam langkah-langkah baru tersebut dan menganggapnya "tidak sah". Juru bicara Kementerian luar negeri, Hossein Jaber Ansari, bersikeras program rudal mereka tidak memiliki hubungan dengan masalah nuklir.

"Program rudal Iran tidak pernah dirancang untuk mampu membawa senjata nuklir," kata Ansari seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

Dia mengatakan Iran akan menanggapi dengan "mempercepat program rudal balistik mereka dan meningkatkan kemampuan pertahanan".

Menteri Pertahanan Hossein Dehghan mengatakan sanksi baru tidak akan memiliki "efek", dan mengatakan kepada kantor berita Fars: "Kami akan membuktikannya dalam praktek dengan menciptakan prestasi rudal baru."

Kerjasama program nuklir tetap bergerak maju, dan kepala Badan Energi Atom Internasional Yukiya Amano berada di Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat senior mengenai lanjutan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan.

Amano bertemu Ali Akbar Salehi, kepala Organisasi Energi Atom Iran, dan akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Hassan Rouhani untuk membahas pemantauan dan verifikasi komitmen Iran dalam perjanjian.
 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X