Menyimpang, MUI Kota Bima Imbau Masyarakat Waspadai Gafatar

BIMA (Jurnalislam.com) – Menyikapi kabar menghilangnya seorang warga Keluarahan Pane, Kecamatan Rasane Barat, Kota Bima yang diduga kuat bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima, H. Saleh Ismail mengimbau masyarakat Kota Bima agar tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan dari orang yang belum dikenal.

MUI sendiri, menurut Haji Saleh, masih mendalami akidah dan pemahaman yang diusung organisasi tersebut. “Kita masih mencari dan mengumpulkan informasi tentang gafatar, bagaimana aqidah mereka, kemudian ajaran yang mereka bawa seperti apa, untuk sementara ini kita masih mendalaminya,” katanya kepada Jurnalislam, Senin (18/1/2016).

Namun jika melihat pemberitaan yang ada di beberapa media belakangan ini, Haji Saleh menyimpulkan bahwa aliran Gafatar adalah aliran yang menyimpang dari Syariat Islam.

“Dari sisi perekrutan anggota, mereka ini kelihatannya juga agak tertutup sehingga kita cukup sulit untuk mendeteksi keberadaan dan pergerakan dari mereka,” ujarnya.

Haji Saleh menyampaikan, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait termasuk ormas Islam untuk menghadang penyebaran organisasi pimpinan Musadek itu.

“Maka oleh karena itu kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dan terpancing apabila ada ajakan dari orang-orang yang belum dikenal,” tutupnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.